OPINI LOGI

OPINI LOGI Halaman ini sebagai sarana komunikasi Dan advokasi Atas situasi di West Papua,


Opini dan produksi berita sesuai dengan realitas, akuntabel,murni .

jikam perlu silahkan inbox

Petugas Kesehatan baik Orang-orang Asli Papua maupun Non-Papua yang bertugas dengan visi misi tertentu di tanah Papua se...
21/05/2026

Petugas Kesehatan baik Orang-orang Asli Papua maupun Non-Papua yang bertugas dengan visi misi tertentu di tanah Papua setelah ketahuan harus eksekusi mati, itulah wajib hukum. Simak kronologis foto berikut kejadian di Puncak:

‎Tanggal 20 Mei 2026 alam Puncak Jaya jadi saksi hidup, Orang Puncak Jaya paling baik. Intelektual toko pemuda puncak jaya telah menangkap seorang pendatang agama Kristen dari Toraja tukang bangunan bersama istrinya suster di rumah sakit umum kabupaten Puncak Jaya mereka menjual minuman keras, minuman lokal buatan sendiri di puncak jaya. Kemudian pemuda puncak jaya bawa mereka ke Kantor Bupati dengan bukti-bukti lengkap dan disaksikan langsung di hadapan Wakil Bupati puncak jaya dan jajarannya, Kapolres puncak jaya serta seluruh elemen masyarakat puncak jaya di depan kantor bupati puncak jaya dan dilanjutkan proses hukum melalui polres puncak jaya serta dilanjutkan proses hukum ke Polda Papua Tengah.

‎Ternyata pemuda puncak jaya dan sat POL PP puncak jaya telah menemukan minuman yang mereka buat itu dicampur dengan darah manusia, istri suster di rumah sakit itu mengambil darah saat setiap kunjungan pasien dirumah sakit tes darah nya dan digunakan jarum yang sama, apakah darah dari pasien itu sudah kena virus HIV/AIDS atau tidak kita tidak tau, dan orang yang beli minuman itu dia minum, virus HIV itu akan menyerang ke tubuh manusia. setelah dua atau tiga tahun kemudian barulah rasa nya ada virus di tubuh, itu lah virus HIV itu dari minuman.

‎Bapak wakil bupati puncak jaya ingatkan semua pendatang bahwa orang Papua atau khususnya orang puncak jaya tidak perna cari makan cari hidup di negeri orang, orang Papua tetap berdiri diatas tanah tanah sendiri.
‎Kalo datang ke puncak jaya cari makan itu kerja yang benar, jangan datang untuk membunuh orang Papua dengan cara buat minuman dengan racun seperti ini, orang ini sudah bunuh generasi penerus puncak jaya dan merusak otak agar tidak sekolah dengan baik,. ko mau kuasai puncak jaya ini orang pendatang dan toraja ka. jadi semua kabupaten di tanah Papua setiap distrik orang Papua atau non Papua periksa semua yang buat minuman keras harus ditangkap dan diproses hukum yang adil, semua pemuda bersatu. Sorotan Publik

*Daerah Otonom Baru (DOB) dan Militerisasi di Papua: Membaca Politik Pemekaran sebagai Strategi Fragmentasi Solidaritas ...
20/05/2026

*Daerah Otonom Baru (DOB) dan Militerisasi di Papua: Membaca Politik Pemekaran sebagai Strategi Fragmentasi Solidaritas Rakyat*

*Pendahuluan*

Pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua dipromosikan negara sebagai kebijakan untuk mempercepat pembangunan, mendekatkan pelayanan publik, dan memperluas kesejahteraan masyarakat. Narasi resmi pemerintah menempatkan DOB sebagai solusi atas luasnya wilayah, keterisolasian daerah, dan ketimpangan pembangunan di Papua.

Namun, di balik narasi pembangunan tersebut, muncul pertanyaan kritis: apakah DOB benar-benar dirancang untuk menjawab kebutuhan rakyat Papua, atau justru menjadi instrumen politik yang menghasilkan fragmentasi sosial dan memperluas kontrol negara terhadap wilayah Papua?

Pertanyaan ini menjadi relevan karena kebijakan DOB lahir dalam konteks sejarah Papua yang panjang: konflik politik, tuntutan representasi, ketimpangan pembangunan, serta relasi negara–masyarakat yang sering diwarnai pendekatan keamanan. Karena itu, melihat DOB semata sebagai persoalan administratif berisiko mengabaikan dimensi politik yang lebih luas.

Ditinjau melalui kajian pustaka dan teori sosial-politik, tulisan ini berpendapat bahwa DOB di Papua tidak sekadar pemekaran wilayah administratif, tetapi dapat dibaca sebagai strategi restrukturisasi kekuasaan yang berpotensi melemahkan solidaritas rakyat, menciptakan fragmentasi politik, dan memperluas militerisasi dalam tata kelola Papua.

*Tinjauan Pustaka: Pemekaran dan Produksi Elite Baru*

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pemekaran wilayah di Indonesia sering tidak otomatis menghasilkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Studi mengenai pemekaran daerah memperlihatkan bahwa DOB kerap melahirkan struktur birokrasi baru, perebutan jabatan, dan kelas elite lokal baru.

Dalam konteks Papua, penelitian menunjukkan bahwa pemekaran turut menciptakan aktor-aktor politik baru yang memperoleh akses terhadap sumber daya negara, anggaran, dan posisi birokrasi. Akibatnya, orientasi politik sering bergeser dari perjuangan kolektif menuju kompetisi elite lokal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar: siapa yang sesungguhnya paling diuntungkan dari DOB? Rakyat secara luas, atau kelompok elite baru yang memperoleh ruang kekuasaan?

Di sisi lain, berbagai kelompok masyarakat sipil dan komunitas adat di Papua juga mempertanyakan proses pembentukan DOB yang dinilai minim partisipasi publik substantif. Dalam perspektif demokrasi, kebijakan yang mengubah struktur sosial-politik wilayah seharusnya melibatkan persetujuan masyarakat yang terdampak.

*DOB dalam Perspektif Divide et Impera: Politik Pecah Belah Gaya Baru*

Politik kolonial mengenal konsep divide et impera—pecah belah untuk mempermudah penguasaan.

Dalam praktik sejarah, kekuatan besar sering mengurangi daya kolektif masyarakat melalui:
- Pemecahan wilayah;
- Pembentukan elite lokal;
- Penciptaan kompetisi antarkelompok;
- Penguatan identitas sempit.

Dalam perspektif ini, DOB di Papua dapat dibaca sebagai proses fragmentasi politik.

Jika sebelumnya masyarakat Papua berada dalam solidaritas wilayah dan pengalaman politik bersama, maka pemekaran menghasilkan unit administratif baru, kepentingan baru, elite baru, dan persaingan baru.

Akibatnya, perhatian masyarakat dapat bergeser dari isu kolektif yang lebih luas menuju perebutan jabatan birokrasi, anggaran daerah, dan batas administrasi.

Politik seperti ini tidak selalu dilakukan melalui cara represif. Ia bekerja secara halus melalui desain kelembagaan negara.

Dengan demikian, DOB dapat dipahami bukan sekadar pemecahan wilayah geografis, tetapi juga pemecahan orientasi politik masyarakat.

*Militerisasi di Wilayah DOB: Infrastruktur Keamanan dan Kontrol Teritorial*

Aspek yang sering luput dalam pembahasan DOB ialah meningkatnya infrastruktur keamanan di sejumlah wilayah Papua.

Secara formal, peningkatan kehadiran aparat dijelaskan sebagai upaya menjaga stabilitas dan mengamankan pembangunan.

Namun jika dilihat secara kritis, muncul pertanyaan: mengapa pembangunan wilayah baru sering diikuti perluasan struktur keamanan?

Teori security state menjelaskan bahwa negara cenderung memperluas mekanisme kontrol ketika menghadapi wilayah yang dipersepsikan strategis atau memiliki potensi konflik.

Dalam konteks Papua, wilayah administratif baru dapat sekaligus menjadi ruang perluasan:
- Pos keamanan;
- Pengawasan teritorial;
- Infrastruktur negara;
- Kehadiran aparat.

Dari sudut pandang kritis, hal ini dapat menciptakan perubahan hubungan negara dan masyarakat: ruang sosial berubah menjadi ruang pengawasan.

Akibatnya, DOB bukan hanya memperluas administrasi negara, tetapi juga memperluas jangkauan kontrol negara.

*Perspektif Hegemoni: Pembangunan sebagai Narasi Politik*

Antonio Gramsci menjelaskan bahwa kekuasaan modern dipertahankan melalui kombinasi persetujuan dan kekuatan.

Dalam konteks DOB, pembangunan menjadi narasi utama.

Janji pembangunan infrastruktur, lapangan kerja, dan kesejahteraan berfungsi membangun legitimasi kebijakan.

Namun teori hegemoni mengingatkan bahwa pembangunan tidak selalu netral.

Pembangunan dapat menjadi instrumen politik ketika narasi kesejahteraan digunakan untuk memperoleh penerimaan terhadap struktur kekuasaan baru tanpa membuka ruang partisipasi yang setara.

Dalam konteks Papua, pertanyaan pentingnya bukan sekadar apakah jalan dibangun atau kantor pemerintahan bertambah.

Pertanyaan yang lebih mendasar adalah: apakah masyarakat Papua menjadi penentu arah pembangunan, atau hanya menjadi objek dari desain kebijakan negara?

*Opini Akademik*

Ditinjau dari pustaka dan teori, terdapat alasan kuat untuk memandang DOB secara kritis.

Masalah utama Papua selama ini tidak semata-mata kekurangan provinsi, kabupaten, atau gedung pemerintahan. Persoalan mendasarnya berkaitan dengan keadilan, partisipasi politik, pengakuan masyarakat adat, ketimpangan pembangunan, dan relasi negara–masyarakat.

Menambah wilayah administratif tidak otomatis menyelesaikan persoalan tersebut.

Sebaliknya, jika pemekaran melahirkan fragmentasi elite, kompetisi sosial, serta penguatan infrastruktur keamanan, maka DOB berpotensi memperdalam persoalan lama dalam bentuk baru.

Dalam perspektif ini, penolakan terhadap DOB bukan semata penolakan administratif. Penolakan dapat dipahami sebagai kritik terhadap model pembangunan yang dianggap lebih menekankan restrukturisasi kekuasaan daripada kebutuhan substantif rakyat Papua.

_*Daftar Pustaka*_

- Gramsci, Antonio. Selections from Prison Notebooks. International Publishers, 1971.

- Dahrendorf, Ralf. Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford University Press, 1959.

- Althusser, Louis. Ideology and Ideological State Apparatuses. Monthly Review Press, 1971.

- Hadiz, Vedi R. Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia.

- Bertrand, Jacques. Nationalism and Ethnic Conflict in Indonesia.

- Suryawan, I Ngurah. Pemekaran Daerah dan Terbentuknya Kelas Menengah Baru Papua.

- Maisari, Rini. Problematika Pembentukan Daerah Otonomi Baru Papua.

- Cahyadi, M. Fikri & Teguh Kurniawan. Analisis Implementasi Kebijakan Pembentukan DOB Papua Tengah.

16/05/2026
16/05/2026
15/05/2026

*HIMBAUAN KEPADA SELURUH MASYARAKAT*
_Distrik Asologaima, Silo Karno Doga, Muliama, Pyramid dan Wame_
_Kabupaten Jayawijaya_

Saudara-saudaraku sekalian,

Dengan rendah hati saya menyampaikan himbauan ini di tengah situasi yang sedang memanas antara masyarakat Suku Lani dan Suku Nayak/Yali:

1. *Jangan Terlibat dalam Konflik Horisontal*
Konflik antar suku hanya akan menimbulkan korban, duka, dan kerugian bagi kita semua. Anak-anak, mama-mama, dan bapak-bapak yang tidak bersalah akan jadi korban. Mari hentikan kekerasan dalam bentuk apa pun.

2. *Jangan Mudah Terprovokasi*
Waspadai isu, hoaks, dan ajakan yang bertujuan memecah belah. Jika mendengar kabar yang belum jelas kebenarannya, konfirmasi dulu kepada tokoh adat, tokoh agama, dan aparat setempat. Jangan jadikan diri kita alat provokasi.

3. *Tahan Diri dan Beri Ruang untuk Perdamaian*
Saya mengajak kita semua untuk menahan diri. Beri kesempatan kepada Pemerintah Daerah, aparat keamanan, LSM, dan lembaga kemanusiaan yang sedang bekerja melakukan mediasi dan negosiasi perdamaian. Proses damai butuh waktu dan kepercayaan.

4. *Jaga Keamanan Kampung dan Keluarga*
Lindungi keluarga dan kampung masing-masing. Bantu saudara kita yang mengungsi dan membutuhkan. Kemanusiaan harus di atas kepentingan kelompok.

Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Asologaima, Silo Karno Doga, Muliama, Pyramid, dan Wame adalah masyarakat yang menjunjung tinggi adat, perdamaian, dan nilai kemanusiaan. Hanya dengan damai, pembangunan dan kehidupan yang lebih baik bisa berjalan.

*“Hidup Rukun Lebih Berharga dari Menang Berkelahi.”*

Hormat saya,
_Mewakili suara damai masyarakat 5 Distrik_

HIMBAUAN KEAMANAN DPD I KNPI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Kepada seluruh masyarakat dari wilayah Lanny Jaya maupun Hubula N...
08/05/2026

HIMBAUAN KEAMANAN DPD I KNPI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN

Kepada seluruh masyarakat dari wilayah Lanny Jaya maupun Hubula Nayak Kurima di Distrik Wouma dan sekitarnya bahwa

Demi menjaga keselamatan bersama, diminta dengan tegas agar tidak melakukan pertemuan masa penyerangan, aksi balas dendam, ataupun membawa senjata tajam dan alat berbahaya lainnya pada Jumat, 08 Mei 2026.

TNI–POLRI bersama pemerintah daerah dan tokoh adat ,Tokoh gereja akan melakukan pengamanan ketat di seluruh jalur dan titik rawan. Setiap tindakan yang Mengganggu keamanan, memprovokasi konflik, atau melakukan kekerasan akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Masyarakat diminta Tetap berada di kampung masing-masing Tidak mudah terprovokasi isu-isu atau berita Hoax

Menyerahkan penyelesaian masalah kepada tokoh adat, gereja, dan aparat keamanan.

Demi Menjaga persaudaraan dan menghormati proses perdamaian.

Keamanan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.

Mari bersama mencegah jatuhnya korban jiwa dan menjaga kedamaian di Jayawijaya

Apabila ada oknum tertentu yang melakukan profokasih masyarakat untuk melakukan Tindakan maka oknum tersebut akan tindas tegas

Karana oknum itulah yang akan melakukan korban lanjutan

Maka kami minta kepada seluaruh masyarakat tidak terforfikasih dengan usu2 yang tdk benar

Demi untuk menjaga keselamatan warga masyarakat provinsi Papua pegunungan

Salam pemuda
Energi of harmony
Damai baik

Ketua DPD I KNPI
Dolpinus weya A.Md,Sos
Sekjen
Julans F.Y Wenda

08/05/2026

Pastor Amandus di timika,

Address

Jalan Abepura Jayapura
Jayapura

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when OPINI LOGI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to OPINI LOGI:

Share