06/05/2025
Remaja Papua Hamil di Usia 18 Tahun, Positif HIV dan Sifilis: Diduga Tertular dari Pasangan yang Tak Pernah Diperiksa
Jayapura – Seorang tenaga kesehatan, Arnaldo Guntur Fonataba, membagikan pengalaman mengharukan saat menangani seorang pasien perempuan Papua berusia 18 tahun yang datang dalam kondisi hamil anak pertama dengan usia kandungan 37–38 minggu. Pasien tersebut baru diketahui positif HIV dan baru memulai pengobatan ARV sejak Januari 2025. Kondisinya diperparah dengan diagnosa sifilis reaktif serta adanya kutil kelamin besar (kondiloma) yang menutupi area a**s.
Mirisnya, pasien belum mengetahui status HIV pasangannya, meski telah tinggal bersama selama tiga tahun tanpa ikatan pernikahan. Ia datang ke fasilitas kesehatan hanya ditemani ibunya.
“Dia adalah perempuan Papua, masih sangat muda, dan bayinya nanti adalah generasi penerus Bangsa Papua. Bagaimana nasib bayi itu jika setelah lahir dinyatakan positif HIV juga?” tulis Arnaldo dalam unggahan reflektifnya.
Dokter merencanakan operasi caesar dalam waktu dekat, namun tindakan medis terkendala oleh ketersediaan stok darah yang kosong. Selain itu, juga direncanakan pengangkatan kutil kelamin.
Unggahan ini menuai respons luas dari netizen. “Sayang sekali, semoga cepat pulih si adeknya,” tulis seorang warganet. Sementara lainnya menambahkan, “Tuhan jaga kami perempuan Papua. Kami yang akan melahirkan generasi Papua.”
Kisah ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya edukasi kesehatan seksual, pemeriksaan status kesehatan sebelum menikah, dan perlindungan bagi perempuan muda Papua.