ORION

ORION Media Publikasi terkait kegiatan Internal dan Eksternal Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia (GEMAPI)

Pertandingan Persahabatan antara KADER  GEMAPI VS PEMBINA GEMAPI (Jumat, 9 Oktober 2015) Bertempat di lapangan Mandala, ...
10/10/2015

Pertandingan Persahabatan antara
KADER GEMAPI VS PEMBINA GEMAPI
(Jumat, 9 Oktober 2015)
Bertempat di lapangan Mandala, Kota Jayapura
Pertandingan yang berakhir dengan hasil draw 1-1

Salam Tiga BINTANG

15/09/2015

Membawa Surga ke Bumi

oleh: Revolter Habelino Eagle
(Catatan) pada 28 Februari 2013

Menjadi Seperti Rajawali hanya akan terlihat bagi orang-orang yang memahami dirinya sebagai manusia yang benar-benar memahami “ke-Tuhanan” dalam hidup kemanusiaannya. Sebenarnya manusia itu juga independen satu sama lain bila nilai-nilai “ke-Tuhanan” itu sudah mulai meresap dan berbuah dalam kehidupannya.

Kita terlalu banyak bicara (khutbah) tentang surga tanpa berupaya “membawa” surga ke bumi”. Inilah penyakit di negeri kita ini (terutama bagi pemeluk agama-agama besar). Sibuk mengkampanyekan agamanya tetapi karakter rapuh. Kemudian, pemeluk-pemeluk agama mengajarkan anak-anaknya bahwa agamanya paling benar dan pemeluk agama lainnya tidak akan masuk surga. Dapat kita bayangkan, apa yang terjadi? Agama tidak berperikemanusiaan, padahal agama itu datang untuk menyelamatkan manusia.

Kita bilang bahwa agama kita toleran tapi sifat kita masih buruk dan memberikan komentar terhadap agama lain yang sama sekali tidak kita mengerti. Kita bilang Tuhan pemeluk agama X adalah tiga, bukankah ini pelanggaran terhadap toleransi? Toleransi bukan hanya untuk hal-hal tindakan tapi juga toleransi dalam pemikiran.

Saya yakin bahwa orang gila sendiripun ditanyai tentang Tuhan, dia akan jawab bahwa Tuhan itu Esa sebagaimana juga disebut dalam Injil. Masalah Trinitas adalah sesuatu penjabaran Iman Kristiani untuk membuat hidup mereka menjadi membumi (Down to Earth). Sehinga sadar, bahwa mereka harus “berbuah” kebaikan di bumi.

Banyak manusia tidak sadar bahwa dengan pemahamannya sempit dan utopis telah membuat dia tidak bisa menikmati hidup yang benar-benar berharga ini. Sering kita berdoa agar diberi pemahaman yang baik tapi tujuan kita memohon (cita-cita) tidak mulia. Kita pergi kuliah adalah untuk bisa kerja dan menjadi direktur, bukan untuk mensejahterakan hidup dan kehidupan. Alhasil korupsi. Kita lupa tujuan Tuhan menciptakan kita. Kita tidak pernah memikirkan betapa Tuhan itu sangat baik dan mau mengambil keputusan untuk menciptakan kita. Kita mengklaim bahwa negara kita ini ber-Tuhan tapi kita tidak perduli dengan Tuhan dalam kehidupan manusia kita.

Orang Jepang berkata kita bilang tidak beragama, tapi perilakunya sangat bermartabat. “Manusia terlalu sombong dengan menganggap bahwa apa yang dimilikinya adalah yang terbaik. Hingga suatu saat, dirinya akan sesak bila melihat dan merasa milik orang lain lebih berharga dan bernilai. Yang paling menyedihkan adalah, suatu saat, karena kesombongannya dia malah menghancurkan milik orang lain tersebut agar jiwanya bisa menerima kehebatan miliknya”.

15/09/2015

A life without love, is like an Eagle without wings. (Habelino Eagle)

29/04/2015
Bersama dalam Sebuah Kebersamaan yang dibangunGMPI/GEMAPIKemarin, Sekarang dan Selamanya
24/04/2015

Bersama dalam Sebuah Kebersamaan yang dibangun

GMPI/GEMAPI
Kemarin, Sekarang dan Selamanya

Address

Jalan Soa Siu
Jayapura
99115

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ORION posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share