27/06/2021
Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa peserta (PKM-BR) Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset, (INAIFAS) (Institut Agama Islam Al-falah As-sunniyyah) Kencong yang berlangsung di Aula kampus dihadiri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( PDTT) Republik Indonesia, Sabtu, (26/06/21).
Kedatangan Menteri beserta rombongan disambut Rektor Inaifas Rijal Mumazziq Z, Ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kencong KH Zainil Ghulam, Ketua Pengurus Cabang (PC) Ansor Jember Ayub Junaidi dan sejumlah pejabat Muspika Kencong.
Pembekalan dan pelepasan PKM BR dihadiri 25 peserta dengan protokol kesehatan mulai masker hingga berjarak.
Program PKM-BR dengan tema “Akselerasi dan Kolaborasi Menuju Masyarakat Desa yang Berdaya dan Mandiri” ini merupakan salah satu strategi INAIFAS dalam mengangkat potensi desa. Sebab, mayoritas para mahasiswa berasal dari pedesaan di wilayah Jember. Di harapkan, dari situ, mahasiswa bisa berkontribusi dalam memajukan wilayahnya.
Rijal Mumazziq Z, Rektor INAIFAS, dalam sambutannya berharap apabila kedatangan Gus Halim, selain memberikan arahan dan motivasii kepada para peserta, juga bisa mendukung Program Dai Mahasiswa INAIFAS yang sudah dirintis sejak Januari silam. Dalam program ini, mahasiswa INAIFAS dikirim sebagai dai ke kawasan luar Jawa, khususnya di pedalaman selama satu tahun. “Kita berharap apabila program ini bisa didukung oleh Gus Halim,” tutur Rijal.
"Dai mahasiswa. Yaitu mengutus mahasiswa menjadi dai selama satu tahun penuh di kawasan luar Jawa. Yang sudah diberangkatkan, mendampingi Suku Anak Dalam di Kab. Sarolangun Jambi, mendampingi Suku Kokoda di Sorong Papua melalui Madrasah Diniyah al-Ibriz Iru Nigeiyah. Lalu mengirim mahasiswa ke kawasan transmigrasi di Kab. Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, " tambahnya.
Menteri kelahiran Jombang itu menyoroti peranan kaum muda dalam memajukan potensi desa. “Kita cek fakta sejarah, Kiai Hasyim Asy’ari usianya belum genap 30 tahun saat merintis sebuah pesantren. Hebatnya, desa yang sebelumnya minim sentuhan agama, di tangannya bisa berkembang dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam hingga hari ini,” katanya.
Hal ini menandakan, tidak perlu menunggu u