08/06/2026
Buah yang Manis
Ketahuilah bahwa ikhlas dan tauhid akan menumbuhkan tanaman dalam hati, memunculkan cabang dalam amalan dan menghasilkan buah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sedangkan syirik, perbuatan dusta dan riya’ akan menumbuhkan tanaman dalam hati dan menghasilkan buah di dunia berupa rasa takut, khawatir, sedih, sempitnya hati dan kelamnya hati.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,
"Tahun ibarat pohon. Bulan ibarat cabangnya. Hari ibarat rantingnya. Jam ibarat daunnya. Nafas ibarat buahnya. Barangsiapa yang hela nafasnya untuk ketaatan pada Allah, maka hasil dari pohonnya adalah buah yang baik. Barangsiapa yang hela nafasnya untuk maksiat, maka buahnya adalah hanzholah (buah yang pahit). Setiap orang akan memetik buah dari hasil usahanya pada hari kiamat nanti. Ketika dipetik barulah akan ia rasakan manakah buah yang manis dan manakah yang pahit." (Faedah ilmu dari kitab Al Fawaid, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 158, Darul ‘Aqidah, cetakan pertama, 1425 H.)
Betapa indah perumpamaan ini. Setiap hari kita menanam, setiap jam kita menyiram, dan setiap nafas kita sedang menghasilkan buah. Tidak ada satu detik pun yang sia-sia di sisi Allah. Semua tercatat dan akan dipanen pada waktunya.
Allah Ta'ala berfirman,
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya." (QS. Az-Zalzalah: 7-8).
Hari ini mungkin kita merasa ringan membuka aurat, menonton yang haram, menggunjing, meninggalkan shalat berjamaah, atau menunda taubat. Namun semua itu hanyalah benih yang sedang ditanam. Kelak saat panen tiba, tidak ada seorang pun yang dapat mengubah rasa buah yang telah ia tanam sendiri.
Sebaliknya, mungkin hari ini terasa berat untuk bangun tahajud, menundukkan pandangan, menjaga lisan, bersedekah, atau menghadiri majelis ilmu. Akan tetapi kesabaran itu sedang menumbuhkan buah-buah manis yang akan dipetik pada hari yang tidak ada lagi kesempatan untuk beramal.