Soka Radio Jember

Soka Radio Jember Jl. Singosari No. 51 Jember 68123 | Telp. 0331426868 | Fax. 0331426000 | WA/SMS 08113531021 | Twitte

Jurnal Soka - Kabupaten Jember kini tidak hanya menjadi magnet investasi di tingkat nasional, tetapi juga mulai dilirik ...
03/06/2026

Jurnal Soka - Kabupaten Jember kini tidak hanya menjadi magnet investasi di tingkat nasional, tetapi juga mulai dilirik oleh investor internasional. Pemerintah Kabupaten Jember menerima kunjungan resmi jajaran Delegasi Kota Jinhua (Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok) bersama Konsulat Jenderal RRT di Surabaya untuk menjajaki kerja sama Sister City (Kota Kembar) pada Selasa (2/6/2026).
Pertemuan diplomasi ekonomi yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha ini menjadi gerbang pembuka bagi ekspansi perdagangan, investasi teknologi, hingga penguatan sektor pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Gus Fawait, menyambut hangat ketertarikan Pemerintah Kota Jinhua. Dalam forum tersebut, Pemkab Jember memaparkan komoditas agribisnis andalan daerah, mulai dari sektor pertanian hingga perkebunan yang memiliki nilai tawar tinggi di pasar global.
Salah satu fokus pembahasan adalah perluasan pasar ekspor untuk produk kopi Jember agar bisa merambah pasar Tiongkok secara masif, menyusul kesuksesan ekspor langsung ke Mesir sebelumnya. Selain perdagangan, kedua pihak membidik kolaborasi strategis di beberapa sektor. Bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pariwisata dan budaya serta pertukaran pengalaman dan teknologi yang mendukung pembangunan daerah.
“Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Jember. Hari ini Jember mulai dilirik oleh mitra internasional. Pertemuan ini menjadi tahapan awal menuju kerja sama Sister City yang akan terus kami kawal dan tindak lanjuti secara konkret,” ujar Gus Fawait optimistis.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Konsulat Jenderal RRT di Surabaya, Mr. Ye Su. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, jalinan kemitraan antarpemerintah daerah (sub-nasional) memegang peranan yang semakin krusial dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok.
“Saya sangat senang melihat kedua pihak dapat berkumpul dan menjajaki peluang kerja sama yang bermanfaat. Saya berharap masyarakat Kota Jinhua dan Kabupaten Jember dapat membangun jembatan pertukaran budaya serta ekonomi yang kuat. Ini akan memberikan momentum baru bagi kedua negara,” tutur Mr. Ye Su.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka - Pemerintah Kabupaten Jember bersama Wings Air resmi meluncurkan layanan penerbangan langsung Jember–Suraba...
01/06/2026

Jurnal Soka - Pemerintah Kabupaten Jember bersama Wings Air resmi meluncurkan layanan penerbangan langsung Jember–Surabaya p**ang pergi melalui Bandara Notohadinegoro, Senin (1/6/2026). Rute ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas Jember dengan berbagai kota di Indonesia maupun luar negeri.

Penerbangan menggunakan pesawat ATR milik Wings Air dengan frekuensi empat kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Rute Surabaya–Jember dijadwalkan berangkat pukul 09.05 WIB dan tiba pukul 10.05 WIB, sedangkan penerbangan Jember–Surabaya berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, beroperasinya kembali rute tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan anggota DPR RI. Menurutnya, rute Jember–Surabaya bukan sekadar penerbangan jarak dekat, melainkan jalur penghubung strategis menuju berbagai destinasi nasional hingga internasional.

Sementara itu, Lion Group melalui Wings Air memastikan kemudahan akses pembelian tiket melalui berbagai platform digital. Pada masa promosi, harga tiket ditawarkan mulai sekitar Rp676 ribu.

Dengan waktu tempuh sekitar 40 menit, layanan penerbangan ini diharapkan mampu mendukung aktivitas masyarakat, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember.

Jurnal Soka - Persid Jember mengawali kiprahnya di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 dengan hasil meyakinkan. Tim berj...
01/06/2026

Jurnal Soka - Persid Jember mengawali kiprahnya di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 dengan hasil meyakinkan. Tim berjuluk Macan Raung itu sukses membungkam Golden FC Merauke dengan skor telak 4-0 di Stadion Jember Sport Garden, Minggu (31/5/2026).

Persid tampil dominan sejak awal pertandingan. Gol pembuka dicetak Ghifari Vaiz Aditya pada menit ke-23 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang. Keunggulan tuan rumah bertambah melalui sundulan kapten tim, Ajudya Eka Kurniawan, memanfaatkan situasi tendangan bebas.

Memasuki babak kedua, Persid tidak mengendurkan serangan. Farrel memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat eksekusi penalti pada menit ke-52. Sementara gol penutup dicetak Dadang Kurnia Fajri pada menit ke-68 setelah memanfaatkan bola liar hasil sepak pojok.

Skor 4-0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Hasil ini menempatkan Persid Jember di puncak klasemen sementara Grup P Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.

Bupati Jember Muhammad Fawait yang hadir langsung di stadion mengaku bangga dan optimis ,para pemain Persid Jember mampu melangkah jauh di liga 4 nasional. Tak lupa Gus Fawait juga berterima kasih terhadap dukungan suporter dan warga Jember yang datang langsung ke stadion untuk mensupport para pemain.

Pada pertandingan berikutnya, Persid akan menghadapi Persemay Maybrat dari Papua Barat Daya pada Rabu, 3 Juni 2026, di Stadion Jember Sport Garden.

Jurnal Soka – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Dengan s...
30/05/2026

Jurnal Soka – Pemerintah Kabupaten Jember kembali mengukir prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Dengan sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.Penghargaan tertinggi dalam audit keuangan negara ini diserahkan langsung oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur pada Jumat (29/5/2026).
Bupati Jember, Gus Fawait, yang hadir langsung menerima laporan hasil pemeriksaan tersebut, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada tim pemeriksa BPK yang telah bekerja profesional memberikan koreksi serta rekomendasi konstruktif.
Gus Fawait menegaskan bahwa predikat WTP yang diraih Jember tahun ini bukan sekadar piala pajangan atau formalitas di atas meja kerja, melainkan cerminan nyata dari sistem tata kelola keuangan yang bersih.
"Ini buah dari kerja keras, kecerdasan, dan keikhlasan seluruh elemen penatausahaan keuangan daerah. Capaian ini juga menunjukkan bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di Jember telah membumi, bukan lagi sekadar jargon politik," tegas Gus Fawait secara lugas.
Bupati juga melayangkan pujian kepada jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jember atas fungsi pengawasan yang berjalan harmonis. Apresiasi serupa diberikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disiplin menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Meskipun sukses mempertahankan prestasi ini, Gus Fawait mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri atau terlena. Menurutnya, tantangan terbesar ke depan adalah menjaga predikat WTP.
Gus Fawait juga menyadari bahwa laporan yang disajikan belum sepenuhnya sempurna dan masih menyisakan beberapa catatan kecil. Oleh karena itu, Pemkab Jember berkomitmen penuh untuk segera menyelesaikan seluruh rekomendasi yang tertuang dalam LHP BPK secara tepat waktu.
Di akhir pernyataannya, Gus Fawait menggarisbawahi bahwa target utama pemerintah daerah melampaui selembar sertifikat penghargaan dari BPK.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka – Gerakan supervisi pemetaan potenisi masalah terhadap dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlanj...
30/05/2026

Jurnal Soka – Gerakan supervisi pemetaan potenisi masalah terhadap dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berlanjut ke wilayah utara Jember. Saat menyisir wilayah Kecamatan Kalisat pada Jumat (29/5/2026), Tim Supervisi Pemkab Jember menemukan fakta bahwa mayoritas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan tersebut belum mengantongi sertifikat halal dan memiliki sistem pengolahan limbah yang buruk.
Langkah monitoring dan evaluasi (monev) lintas dinas ini sengaja digenjot untuk memastikan kucuran anggaran negara untuk gizi anak sekolah tidak berjalan di atas fasilitas yang serba-amburadul.
Camat Kalisat, Nuryadi, S.STP., M.M., mengungkapkan bahwa dari total sembilan titik SPPG yang dipetakan di wilayahnya, baru sebagian yang berani menjalankan roda pelayanan. Yakni 5 unit SPPG telah beroperasi dan 4 unit SPPG masih dalam tahap penyempurnaan prasyarat teknis, administrasi, dan fasilitas pendukung.
“Monev ini sangat positif agar operasional SPPG di Kalisat tetap berjalan di atas rel, sesuai SOP dan standar baku pemerintah. Jika ada kekurangan, tim kabupaten langsung mengeluarkan rekomendasi tertulis agar segera diperbaiki,” ujar Nuryadi.
Berdasarkan hasil pemetaan dari pintu ke pintu yang dilakukan oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, didapati tiga catatan penting yang wajib segera dibenahi oleh pihak pengelola seperti sektor PERKIMLH. Sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah dapur diketahui belum dilengkapi dengan kolam uji serta hasil uji laboratorium yang menjadi bagian penting dalam pengawasan kebersihan dan kesehatan lingkungan pengolahan makanan.
Sementara itu, Sektor Tata Ruang (PUPR), pembagian zonasi ruangan di dalam dapur dinilai tidak memenuhi standar mitigasi human error, critical damage, dan keamanan pangan (food safety). Alur sirkulasi dari bahan mentah hingga pengemasan makanan matang masih rawan memicu kontaminasi silang bakteri. Dan Sektor Perizinan & Regulasi, hingga sidak dilakukan, belum ada satu pun SPPG di Kecamatan Kalisat yang memiliki sertifikat halal resmi.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah preventif besar-besaran untuk mengawal kualitas program nasi...
30/05/2026

Jurnal Soka – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah preventif besar-besaran untuk mengawal kualitas program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui instruksi langsung Bupati Jember, Pemkab menggelar kegiatan Supervisi Pemetaan Potensi Masalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di seluruh wilayah kabupaten, Jumat (29/5/2026).
Langkah ini diambil sebagai respons serius daerah untuk mengantisipasi terjadi kendala operasional, serta menutup celah terjadinya kasus keracunan makanan pada anak sekolah. Berbeda dengan evaluasi biasa yang hanya menggunakan metode sampel acak, supervisi kali ini dilakukan secara menyeluruh, mendalam, dan langsung menyisir lapangan.
Petugas supervisi menyeser 209 SPPG atau dapur umum MBG yang tersebar di 31 kecamatan se-Kabupaten Jember. Menggunakan sistem door-to-door (datang langsung dari pintu ke pintu) untuk memotret kondisi riil tanpa ada yang terlewat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan daerah saat ini sudah bergeser total, bukan lagi sekadar mengejar kuantitas produksi harian, melainkan standardisasi kualitas mutu.
"Tujuannya adalah untuk memotret kondisi eksisting SPPG saat ini secara objektif sesuai parameter Badan Gizi Nasional (BGN). Kami ingin memastikan kualitasnya benar-benar terjaga dengan baik, sehingga ke depannya dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya potensi masalah, seperti kasus keracunan makanan atau kendala operasional lainnya," ujar Indra secara tegas.
Pemkab Jember mengingatkan bahwa kunci utama dari kelayakan dan higienitas makanan berada di tangan kepala dapur dan para ahli gizi. Personel tersebut merupakan tenaga profesional yang direkrut langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Indra meminta para kepala dapur untuk bersikap independen, profesional, dan patuh pada Standard Operating Procedure (SOP) sanitasi serta keamanan pangan. Mereka diwanti-wanti untuk tidak tunduk pada kemauan atau tekanan mitra kerja pihak ketiga jika hal tersebut mengorbankan standar kesehatan yang telah ditetapkan negara.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka - Geliat ekonomi yang progresif di wilayah Tapal Kuda mendapat suntikan energi baru. Mulai 1 Juni 2026, mask...
30/05/2026

Jurnal Soka - Geliat ekonomi yang progresif di wilayah Tapal Kuda mendapat suntikan energi baru. Mulai 1 Juni 2026, maskapai Wings Air member of Lion Group resmi mengoperasikan kembali penerbangan reguler rute Surabaya–Jember–Surabaya secara komersial.
Menggunakan armada ATR 72 berkapasitas 72 penumpang, pembukaan rute ini menjadi jawaban atas tingginya mobilitas pelaku usaha, akademisi, dan wisatawan seiring meroketnya angka investasi dan ekspor komoditas unggulan di Kabupaten Jember.
Adapun penerbangan Wings Air rute Surabaya–Jember akan beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan IW-1898 dijadwalkan berangkat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan tiba di Jember pukul 10.05 WIB. Sementara penerbangan IW-1899 dari Jember menuju Surabaya berangkat pukul 10.30 WIB dan tiba pukul 11.20 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyebut Surabaya akan berfungsi sebagai hub (pusat penghubung) utama Lion Group. Artinya, penumpang dari Jember kini bisa langsung connecting flight ke kota-kota besar.
“Masyarakat Jember kini semakin mudah melanjutkan perjalanan ke berbagai kota seperti Jakarta, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar hingga Kupang. Bahkan tersedia p**a koneksi penerbangan internasional menuju Kuala Lumpur dan Jeddah,” ungkap Gatot.
Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengungkapkan bahwa keputusan menghidupkan kembali rute ini didasari oleh data pertumbuhan ekonomi Jember yang sangat menjanjikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Jember pada tahun 2025 tumbuh sebesar 5,47 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp110,98 triliun. Struktur ekonomi daerah masih ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi sebesar 25,42 persen terhadap total perekonomian daerah.
Lonjakan aktivitas perjalanan bisnis ini dipicu oleh tiga komoditas raksasa Jember yang sukses menembus pasar global yakni, kopi Jember. Produksi komoditas ini melesat tajam dari 4.477 ton pada tahun 2023 menjadi 15.000 ton di taun 2025, dengan pasar ekspor utama langsung ke Mesir.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka - Momentum Hari Raya Idul Adha, masyarakat kerap dihadapkan pada tantangan memilih hewan kurban yang tidak h...
30/05/2026

Jurnal Soka - Momentum Hari Raya Idul Adha, masyarakat kerap dihadapkan pada tantangan memilih hewan kurban yang tidak hanya sah secara syariat Islam, tetapi juga aman dari konsumsi penyakit. Pengelola Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Ambulu, drh. Rencong Dwi Putra, membagikan panduan klinis memilih sapi atau kambing kurban yang sehat dan layak bagi konsumen.
Menurut drh. Rencong, ada tiga aspek utama yang wajib diperiksa secara jeli oleh calon pembeli sebelum melakukan transaksi di lapak penjualan.
Aspek paling mendasar yang menentukan sah atau tidaknya hewan kurban adalah usia. Cara paling akurat untuk mengetahuinya bukan dengan menebak ukuran tubuh, melainkan dengan memeriksa rongga mulut hewan. Pastikan gigi susu geligi ternak tersebut sudah tanggal atau ganti sebagian.
Pembeli disarankan melakukan pengamatan visual secara menyeluruh dari kepala hingga kaki guna mengeliminasi risiko penyakit seperti endemik.
Berikut adalah poin-poin pengecekan fisik hewan yang sehat. Phertama ewan harus mampu berdiri dan berjalan tegak secara seimbang (tidak pincang).Bertubuh proporsional (tidak kurus kering), berbulu bersih, cenderung mengkilap, dan tidak kusam. Kedua mata wajib jernih, responsif terhadap gerakan, serta bebas dari kebutaan (parsial maupun total). Area hidung harus bersih tanpa adanya sekresi cairan lendir yang berlebihan, terutama lendir berwarna kehijauan. Rongga mulut tidak mengeluarkan air liur yang berhamburan secara tidak wajar untuk memastikan bebas dari virus PMK.
"Hewan harus aktif, bermata jernih, dan tidak menunjukkan gejala klinis penyakit menular. Jangan tergiur harga murah jika fisiknya mencurigakan," tegas drh. Rencong.
Langkah pamungkas yang menjadi penjamin mutlak keamanan pangan adalah memeriksa dokumen legalitas kesehatan hewan yang dibawa oleh pedagang.
Prioritaskan membeli hewan kurban di lapak yang telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) resmi dari otoritas dinas terkait. Jika membeli di pedagang kaki lima musiman pinggir jalan, pastikan area lapak tersebut sudah ditempeli stiker khusus dari tim dinas peternakan.

(Lanjut di kolom komentar)

Jurnal Soka - Pagi di pasar musiman Jalan Teuku Umar, Kaliwates, Jember. Suara kambing bersahut-sahutan memecah ramainya...
30/05/2026

Jurnal Soka - Pagi di pasar musiman Jalan Teuku Umar, Kaliwates, Jember. Suara kambing bersahut-sahutan memecah ramainya jalan. Ali, seorang pria paruh baya, tampak sibuk menyeka punggung seekor kambing etawa berukuran besar di lapaknya, Jumat (22/5/2026).
Ali adalah satu dari sekian banyak pedagang hewan kurban musiman di Jember yang menggantungkan harapan besarnya pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini. Baginya, Idul Adha bukan sekadar ritual keagamaan tahunan, melainkan sebuah siklus emas untuk memutar roda ekonomi keluarganya jauh lebih kencang.
Tahun ini, Ali mengaku proses berdagang terasa sedikit berbeda namun jauh lebih menenangkan. Langkah Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPP) Jember yang gencar melakukan skrining kesehatan hewan di lapak-lapak musiman awalnya sempat membuat Ali khawatir akan memperumit transaksi.
Namun, ketakutan itu keliru. Setelah seluruh kambingnya dinyatakan sehat dan mengantongi stempel serta dokumen resmi dari dokter hewan, para pembeli justru berdatangan tanpa rasa ragu.
"Pembeli tidak perlu lagi berdebat atau khawatir soal kondisi fisik hewan karena sudah ada stempel aman dari dokter hewan. Ini membuat kami bisa mempertahankan harga pasar yang sehat tanpa takut dijatuhkan atau dipermainkan oleh spekulan," ungkap Ali sembari tersenyum.
Sebagai pedagang yang mengambil pasokan langsung dari peternak lokal, Ali menceritakan bagaimana uang yang dibelanjakan oleh para pengurban sebenarnya mengalir deras ke banyak dapur di pedesaan Jember. Sektor musiman ini menciptakan rantai ekonomi mikro (multiplier effect) yang luar biasa luas.
"Orang mungkin melihatnya cuma saya yang untung besar. Padahal tidak begitu. Uang dari pembeli itu langsung terbagi-bagi hari itu juga. Saya bayar peternak di kampung, bayar anak-anak yang bantu cari rumput, sampai bayar ongkos sopir pikap. Semua kebagian rezeki Idul Adha," jelas Ali.

Jurnal Soka - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat mengamankan rantai pasok dan kelayakan hewan kurban menjelang p...
30/05/2026

Jurnal Soka - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat mengamankan rantai pasok dan kelayakan hewan kurban menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha. Langkah mitigasi ini diambil guna memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memastikan momentum keagamaan ini mampu menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa jaminan kesehatan hewan kurban adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar demi kenyamanan ibadah umat Muslim di Jember.
Pemkab Jember melalui dinas terkait telah menerjunkan tim pemantau yang diisi oleh para dokter hewan ke berbagai pasar hewan dan sentra peternakan di seluruh wilayah kecamatan. Petugas melakukan penyisiran berkala untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular.
Ada tiga aspek krusial yang menjadi fokus pengawasan tim dinas di lapangan. Pertama sertifikasi kelayakan, yakni pemberian stempel resmi atau surat keterangan sehat bagi sapi dan kambing yang telah lolos uji klinis. Kedua, filter perbatasan, Pengetatan pos pemeriksaan di wilayah perbatasan Kabupaten Jember guna menghalau masuknya hewan sakit dari luar daerah. Ketiga, edukasi higienitas, sosialisasi mengenai tata cara penyembelihan yang higienis serta memenuhi standar kesejahteraan hewan.
"Masyarakat Jember tidak perlu khawatir saat beribadah kurban. Tim dokter hewan kami terus menyisir lapangan secara berkala untuk memastikan setiap sapi dan kambing yang diperjualbelikan memenuhi syarat syariat dan bebas dari penyakit," tegas Gus Fawait, Senin (26/5/2026).
Di balik dimensi spiritualnya, Gus Fawait yang berlatar belakang pendidikan ilmu ekonomi melihat adanya potensi perputaran uang yang sangat masif selama momentum Idul Adha. Efek domino dari transaksi kurban ini diyakini akan mengalir deras langsung ke dompet masyarakat kelas bawah secara langsung.
Transaksi musiman ini dinilai tidak hanya menguntungkan para peternak besar, melainkan juga menghidupkan berbagai lini usaha kecil yang saling terikat.

(Lanjut di kolom komentar)

Address

Jalan Singosari No. 51
Jember

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 08:00 - 12:00

Telephone

+62331426868

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Soka Radio Jember posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category