06/03/2026
Zubaydah binti Ja‘far
📍 Asal: Kekhalifahan Abbasiyah (Baghdad – Irak)
💧 Filantropis Jalur Air Haji
Di masa Kekhalifahan Abbasiyah, ada seorang perempuan bangsawan yang dikenal bukan hanya karena kedudukannya, tetapi karena kebaikan hatinya yang luar biasa. Namanya Zubaydah binti Ja‘far. Ia adalah cucu dari Khalifah besar Abbasiyah dan juga istri Khalifah Harun ar-Rasyid. Meski hidup dalam kemewahan istana, Zubaydah dikenal sebagai wanita yang sangat peduli pada umat.
Pada masa itu, perjalanan haji dari Irak menuju Makkah sangat berat. Para jamaah harus menempuh perjalanan panjang melewati gurun yang panas dan gersang. Salah satu kesulitan terbesar adalah kekurangan air. Banyak jamaah yang kehausan, bahkan ada yang tidak mampu menyelesaikan perjalanan karena sulitnya mendapatkan air di tengah gurun.
Melihat penderitaan para jamaah haji, hati Zubaydah tersentuh. Ia memutuskan untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Dengan kekayaan pribadinya, ia memerintahkan pembangunan saluran air panjang dari pegunungan menuju Makkah. Proyek ini sangat besar dan membutuhkan biaya yang luar biasa.
Para insinyur sempat mengatakan bahwa proyek itu terlalu sulit karena medan yang berbatu dan jaraknya sangat jauh. Namun Zubaydah memberikan jawaban yang terkenal dalam sejarah. Ia berkata kira-kira, “Kerjakanlah, walaupun setiap pukulan cangkul harus dibayar dengan emas.”
Akhirnya proyek besar itu berhasil diselesaikan. Saluran air tersebut dikenal dengan nama “Ain Zubaydah”, sebuah jalur air yang mengalirkan air bersih ke daerah sekitar Makkah dan jalur haji. Berkat usaha itu, para jamaah haji selama berabad-abad dapat memperoleh air dengan lebih mudah.
Kebaikan Zubaydah tidak hanya berhenti pada pembangunan jalur air. Ia juga membangun sumur, tempat istirahat, dan fasilitas bagi para musafir di sepanjang jalur haji. Semua itu dilakukan dengan tujuan memudahkan kaum Muslimin yang ingin menunaikan ibadah.
Kisah Zubaydah binti Ja‘far menunjukkan bahwa kekayaan dan kedudukan dapat menjadi alat untuk menebar manfaat bagi banyak orang. Hingga hari ini, namanya tetap dikenang sebagai salah satu perempuan dermawan terbesar dalam sejarah Islam.