13/10/2023
JENEPONTO - Bocah perempuan Alma Husna, menyayat hati, berjuang bertahan ditengah keterbatasan fisik, ia tak memiliki tangan, hanya dengan satu kaki, beda dengan anak seusianya. Anak ini tak putus asa dengan kondisinya.
Anak ini curhat dengan polosnya bercerita dengan orang tuanya, ia bertanya mengenai kondisi fisik yang dialaminya. Orang tuanya tak kuasa menahan air matanya, sesekali menatap putrinya.
"Anak saya ini, bertanya, dia bilang, bu, kenapa aku tidak punya tangan dan kaki. Lalu saya jawab sambil menatapnya dengan penuh kasih sayang dan tak kuasa menahan air mataku," sebutnya.
Selanjutnya, "Saya bilang, bagi ibu, kamu itu amanah dari Allah nak, kehadiranmu yang membuat ibu sangat bahagia dan lebih dari cukup", tambahnya
Alma Husna usia 10 tahun anak dari pasangaan suami istri
Muhammad Aswir (31) dengan Nasiah (29) warga kampung Ora-orasa Ci'nong, Kelurahan Tonrokassi Induk, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Sejak lahir tidak memiliki dua tangan. Sementara untuk berjalan, bocah ini hanya mengandalkan satu kaki. Namun dengan kondisi itu, ia tak membuat kehilangan semangat.
Dia tetap lincah kala melakukan aktivitas kesehariannya. Dibalik organ tubuh yang tak lengkap tersebut, dia terlihat bahagia dan selalu tersenyum.
Dengan keterbatasannya, anak pertama dari tiga bersaudara ini tetap tegar datang ke sekolahnya belajar di bangku sekolah dasar (SD) Kassi kelas IV (empat).
Aksi bocah perempuan itu pun menuai haru dan pujian dari guru-guru dan teman-teman sebayanya di sekolahnya tersebut.
Anak ini selalu berusaha bertahan dengan caranya sendiri. Aksinya pun membuat kagum dan menoreh perhatian pemuda Tamalatea Subair selaku pemerhati pejuang kemanusiaan yang tak kenal lelah.
Subair mengatakan, anak mungil ini mampu menjadi salah satu sumber inspirasi bagi dunia pendidikan di Butta Turatea serta dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus bangsa.
Besar harapan kami, semoga Alma Husna ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah agar tetap punya semangat belajar dan kekuatan melanjutkan pendidikannya," ujarnya.
Semantara Nasiah Ibu kandung Asma Husna sangat berharap kepada pemerintah agar anak kesangannya ini difasilitasi kaki palsu dan sepeda.
"Kalau bisa pak, anakku ini dikasih kaki palsu supaya jalannya seimbang dan sepeda untuk saya pakai antar jemput anakku kesekolahya," terangnya.
Muhammad Aswir ayah dari Alma Husna, kesehariannya hanya bekerja sebagai pengempul rumput laut dari hasil sisa panen orang lain. Dan setelah terkumpul kemudian dijual untuk menopang kebutuhan hari-harinya.
https://rakyatku.com/read/226614/lahir-tanpa-tangan-dan-satu-kaki-bocah-10-tahun-di-jeneponto-tetap-semangat-ke-sekolah
Suara Rakyat Jeneponto