Seputar Jepara

Seputar Jepara Mau berita viral like dan sukai halaman ini :
✅BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA
✅INFO BERITA TERKINI
✅HOT NEWS
✅SEPUTAR JATENG DAN SEKITARNYA

TNews, JEPARA – Mutasi dan rotasi jabatan kembali mewarnai dinamika organisasi di lingkungan Polres Jepara. Upacara sera...
07/06/2026

TNews, JEPARA – Mutasi dan rotasi jabatan kembali mewarnai dinamika organisasi di lingkungan Polres Jepara. Upacara serah terima jabatan dua posisi strategis berlangsung khidmat di pelataran Mapolres Jepara, Sabtu (6/6/2026), dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara, Hadi Kristanto.

Dalam kesempatan tersebut, jabatan Kasat Reskrim resmi diserahterimakan dari M. Faizal Wildan Umar Rela kepada Andika Oktawan Saputra. Sementara jabatan Kasat Binmas diserahterimakan dari Happy Nawang Kuncoro kepada Shanice Stepanie Sumbung.

Kapolres Jepara menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Mutasi adalah hal yang biasa dalam organisasi Polri. Ini merupakan bagian dari dinamika untuk meningkatkan kinerja, menambah pengalaman personel, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tegas AKBP Hadi Kristanto.

Apresiasi Tinggi untuk Pejabat Lama

Khusus kepada AKP M. Faizal Wildan Umar Rela, Kapolres memberikan penghargaan atas berbagai capaian selama memimpin Satreskrim Polres Jepara.

Menurutnya, selama masa kepemimpinan AKP Wildan, Satreskrim berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, serta menghadirkan proses penyidikan yang profesional dan transparan.

“Terima kasih atas dedikasi, loyalitas, inovasi, dan kerja keras yang telah diberikan untuk Polres Jepara. Semoga semakin sukses di tempat tugas yang baru,” ujar Kapolres.

Apresiasi serupa juga disampaikan kepada IPTU Happy Nawang Kuncoro yang dinilai berhasil membangun kemitraan yang harmonis antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan preventif serta humanis.

Program pembinaan masyarakat, penyuluhan hukum, hingga sinergi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kontribusi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah Jepara.

Tantangan Besar Menanti Pejabat Baru

Kepada Kasat Reskrim yang baru, AKP Andika Oktawan Saputra, Kapolres memberikan pesan khusus agar melanjutkan program-program yang telah berjalan baik sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam penegakan hukum.

Kapolres menekankan pentingnya profesionalisme dalam setiap proses penyelidikan dan penyidikan, disertai komitmen menjunjung tinggi hak asasi manusia dan transparansi.

“Berantas kejahatan dengan tegas, profesional, dan tetap humanis. Saya harap segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah Jepara,” pesannya.

Sementara kepada Kasat Binmas yang baru, AKP Shanice Stepanie Sumbung, Kapolres berharap mampu menghadirkan energi baru dalam membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat.

Menurutnya, fungsi Binmas merupakan garda terdepan dalam upaya pencegahan kejahatan melalui pendekatan edukatif dan pembinaan sosial.

Pesan Tegas untuk Seluruh Personel

Dalam amanatnya, AKBP Hadi Kristanto juga memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh anggota Polres Jepara.

Ia meminta seluruh personel memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru agar proses adaptasi berjalan optimal.

Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya menjaga soliditas internal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat koordinasi dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Jepara.

“Masyarakat menilai Polri dari perilaku kita sehari-hari. Karena itu berikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan profesional. Hindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Upacara serah terima jabatan tersebut menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan sekaligus komitmen Polres Jepara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat pelayanan publik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Ukir.

Dengan hadirnya pejabat baru di dua posisi strategis tersebut, diharapkan Polres Jepara semakin solid dalam menjawab tantangan tugas ke depan dan mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang modern, responsif, dan semakin dipercaya masyarakat.

SB: totabuan news

JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar aksi bersih sampah dan penanaman pohon di kawas...
07/06/2026

JEPARA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar aksi bersih sampah dan penanaman pohon di kawasan pesisir Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Sabtu, 6 Juni 2026, dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan tren positif menurunnya volume sampah di wilayah pesisir dibanding tahun sebelumnya.

Dalam kegiatan Gerakan Mageri Segoro tersebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan tercatat 263,7 kilogram. Jumlah ini turun signifikan dibandingkan peringatan tahun 2025 yang mencapai 739 kilogram di Pantai Tanggultlare, Kecamatan Kedung.

Sekitar 400 peserta terlibat dalam aksi tersebut, mulai dari unsur pemerintah daerah, pelajar, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum. Selain melakukan pembersihan pantai, para peserta juga membawa sampah terpilah dari rumah masing-masing yang kemudian ditimbang dan dicatat dalam program Indonesia Asri.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin Staf Ahli Bupati Jepara Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Samiadji, mewakili Bupati Jepara. Setelah itu, peserta melakukan penanaman pohon cemara dan ketapang di kawasan pesisir sebelum melanjutkan aksi bersih pantai.

Samiadji menilai penurunan jumlah sampah yang ditemukan di kawasan pesisir menjadi indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Ia menyebut kondisi pantai pada musim kemarau tahun ini tampak lebih bersih dibanding beberapa tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah sampah tidak begitu menumpuk. Biasanya sampai ber-dump-dump truk. Karena kawasan ini menjadi muara, sampah dari wilayah hulu ikut terbawa ke pantai,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air harus terus diperkuat, mengingat sampah dari wilayah hulu akan bermuara ke laut.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Jepara, Nexon Hasiholan, menjelaskan bahwa peserta aksi dibagi ke dalam tiga zona pembersihan untuk memastikan seluruh area pantai dapat ditangani secara menyeluruh.

“Sampah yang terkumpul kemudian dipilah, dimasukkan ke kantong sampah, dan ditimbang sebagai bagian dari pelaporan nasional,” ujarnya.

Usai kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon, peserta mengikuti telekonferensi bersama Presiden dan Gubernur Jawa Tengah yang digelar serentak sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

SB: harian muria

Situbondo - Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan tewas di selokan Desa Kalianget, Banyuglugur, Situbondo. Bidan RSUD Besu...
07/06/2026

Situbondo - Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan tewas di selokan Desa Kalianget, Banyuglugur, Situbondo. Bidan RSUD Besuki itu sempat curhat kepada adiknya sebelum diduga dibunuh suaminya.
Adik korban, Hariza Dinina Belinda mengatakan sebelum ditemukan meninggal, kakaknya sudah tinggal di rumah orang tuanya selama beberapa hari.

"Sudah dua bulan tinggal di rumah bapak, tapi gak tau di luar masih ketemu atau enggak. Karena kalau pamitnya cuma pamit kerja," kata Belinda, Minggu (7/6/2026).

Selama tinggal di rumah orang tuanya itu, korban sempat berpesan agar tak menikah dengan pria yang wataknya seperti kakak iparnya.

"Almarhumah sempat menyampaikan, semoga kamu tidak dapat suami seperti mbak," ujarnya sembari meneteskan air mata.

Sunarsih (50), bibi korban membeberkan bahwa suami korban tersebut merupakan sosok pencemburu. Ia bahkan membeberkan bahwa suaminya juga kerap memeriksa nomor baru di HP istrinya.

"Orangnya pencemburu, tapi cemburunya cemburu buta. Kalau ada nomor HP yang baru itu pasti dilacak. Termasuk menantu saya yang juga kerja di RSUD itu dicemburui juga," ujar Sunarsih.

Sebelumnya, warga Desa Kalianget, Banyuglugur digemparkan temuan jenazah perempuan di dalam selokan atau drainase. Korban diduga merupakan korban pembunuhan.

Perempuan muda itu diketahui bernama Murtafia Rafika Devi (34), warga Kecamatan/Desa Besuki. Korban sehari-hari berprofesi sebagai bidan di RSUD Besuki, Situbondo.

"Benar. Ditemukan tadi malam di sebuah drainase," ungkap Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, kepada detikJatim, Minggu (7/6/2026).

Baca artikel detikjatim

Demak - Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) atau Ma'had Adzimul Quran Al Anfas, Rejosari, Karangawen, Demak berinisial MT ...
07/06/2026

Demak - Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) atau Ma'had Adzimul Quran Al Anfas, Rejosari, Karangawen, Demak berinisial MT dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap perempuan di ponpesnya. Kuasa hukum menyebut setidaknya ada empat orang korban, namun baru dua orang yang berani melapor.
"Ada total korban empat, (sudah) termasuk (dua orang) yang lapor," kata kuasa hukum dari orang tua korban anak dan Tim Advokasi Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI), Nidzar Alqodari melalui pesan WhatsApp pada detikJateng, Minggu (7/6/2026).

Nidzar mengungkapkan, dua korban lain mengalami intimidasi. Mereka juga tidak berani melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

"Ada korban-korban lain yang pernah didatangi rumahnya dan ada semacam intimidasi. (Keduanya) santriwati semua," ungkap Nidzar.

"Mereka tidak berani lapor. Tetapi jika korban lain memerlukan pendampingan hukum kita siap," tambahnya.

Nidzar juga menjelaskan bahwa kedua korban yang belum melapor itu kini sudah keluar dari ponpes atau ma'had tersebut.

"Sudah keluar, sudah boyong. Keluar karena tidak betah," ujar Nidzar.

Nidzar juga menjelaskan bahwa di ponpes atau ma'had tersebut memiliki sistem asrama. Ada puluhan orang yang bermukim di sana.

"Ada asramanya. Ya 30an (orang), semua dari luar daerah, cowo dan cewek," jelas Nidzar.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pelecehan seksual terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Dua orang korban sudah melapor polisi.

Korlap Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), Cak Ulil, mengatakan pihaknya mengetahui ada dua orang korban usai membuka posko pengaduan dan bantuan hukum gratis pascakejadian pemerkosaan santri di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati.

Ulil menyebut kejadian ini terjadi di salah satu padepokan. Pelaku merupakan pemilik, pengelola, dan pengasuh tempat tersebut.

"Pelaku yaitu oknum yang mengatasnamakan tokoh agama inisial MT. Selaku yang punya, pengelola, pengasuh," kata Cak Ulil di Mapolres Demak, Jumat (5/6/2026).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma membenarkan bahwa ada dua laporan terhadap seseorang berinisial MT. Menurutnya, MT dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai pemilik ponpes.

"Benar ada dua laporan terhadap Pendiri Ponpes di Karangawen berinisial MT. Semua kejadian dilaporkan di ponpes tersebut," kata Arlan saat dihubungi detikJateng, Jumat (5/6).

Baca artikel detikjateng

Demak - Pengasuh Pondok Pesantren atau Ma'had Adzimul Quran Al Anfas, Rejosari, Karangawen, Demak, dilaporkan atas dugaa...
07/06/2026

Demak - Pengasuh Pondok Pesantren atau Ma'had Adzimul Quran Al Anfas, Rejosari, Karangawen, Demak, dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual. Kementerian Agama Kantor Wilayah (Kemenag Kanwil) Jawa Tengah menyebut ponpes tersebut tidak memiliki izin.
"Ma'had Adzimul Qur'an Al Anfas Rejosari Karangawen belum memiliki IJOP (izin operasional,)" kata Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Moch Fatkhuronji saat dimintai konfirmasi detikJateng, Minggu (7/6/2026).

Fatkhur mengungkapkan bahwa saat ini di ponpes atau ma'had itu ada total 30 orang santri. Namun ia belum mengetahui sejak kapan lembaga itu didirikan.

"Jumlah santri yang ada di lembaga itu sebanyak 30 orang dengan rincian putri 12 dan putra 18. Belum ada informasi (sejak kapan lembaga itu didirikan)," terang Fatkhur.

Fatkhur menyebut saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menutup lembaga serupa yang tidak berizin di Demak.

"Langkah yang dilakukan Kanwil Kemenag Jateng berkoordinasi dengan Pemda untuk ditutup lembaga yang tidak memiliki IJOP," ujar Fatkhur.

"Kalau yang tidak ada masalah, bagi yang belum punya izin imohon utk segera mengajukan IJOP ke Kemenag," tambahnya.

Saat ditanya alasan mengapa bukan Kemenag yang langsung menutup ponpes atau lembaga tak berizin, Fatkhur menjelaskan bahwa pihaknya tak berwenang melakukan penutupan tempat pendidikan keagamaan tanpa IJOP.

"Betul, Kemenag tidak punya wewenang (menutup) karena belum punya IJOP," jelas Fatkhur.

Fatkhur juga menyampaikan proses hukum terduga pelaku ditangani oleh Polres Demak. Berbagai pihak juga kini tengah melakukan penyelamatan dan pendampingan korban.

"Proses hukum terhadap terduga pelaku dalam penyidikan Polres Demak. Penyelamatan korban dengan utama pendampingan untuk mengembalikan psikologisnya. Ini dilakukan oleh beberapa pihak di antaranya Kemenag, DP3AKB, Dinsos, Satgas P2KP dan APH," kata Fatkhur.

Diberitakan sebelumnya, dugaan pelecehan seksual terjadi di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. Dua orang korban sudah melapor polisi.

Korlap Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), Cak Ulil, mengatakan pihaknya mengetahui ada dua orang korban usai membuka posko pengaduan dan bantuan hukum gratis pascakejadian pemerkosaan santri di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati.

Ulil menyebut kejadian ini terjadi di salah satu padepokan. Pelaku merupakan pemilik, pengelola, dan pengasuh tempat tersebut.

"Pelaku yaitu oknum yang mengatasnamakan tokoh agama inisial MT. Selaku yang punya, pengelola, pengasuh," kata Cak Ulil di Mapolres Demak, Jumat (5/6/2026).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Arlan Budi Kusuma membenarkan bahwa ada dua laporan terhadap seseorang berinisial MT. Menurutnya, MT dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai pemilik ponpes.

"Benar ada dua laporan terhadap Pendiri Ponpes di Karangawen berinisial MT. Semua kejadian dilaporkan di ponpes tersebut," kata Arlan saat dihubungi detikJateng, Jumat (5/6).

Sementara itu, kuasa hukum dari orang tua korban anak dan Tim Advokasi Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (ASPIRASI), Nidzar Alqodari menyebut setidaknya ada empat orang korban, namun baru dua orang yang berani melapor.

"Ada total korban empat, (sudah) termasuk (dua orang) yang lapor," kata Nidzar melalui pesan WhatsApp pada detikJateng, Minggu (7/6).

Baca artikel detikjateng

Semarang - Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indoputra di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliy...
07/06/2026

Semarang - Kebakaran melanda pabrik pengolahan kayu PT Setia Indoputra di Kawasan Industri Candi (KIC), Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Api diduga berasal dari ledakan mesin sebelum akhirnya merembet ke tumpukan kayu dan serbuk gergaji di area pabrik.
Salah satu saksi yang tak mau diungkap identitasnya mengatakan, ia tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB saat api sudah membumbung tinggi. Ia mengaku dihubungi untuk menyelamatkan ayam yang berada di kandang dekat pabrik.

"Saya ditelepon suruh ke sini, itu api sudah besar sekali. Saya mau menyelamatkan ayam di belakang itu, banyak yang mati juga," ungkapnya kepada detikJateng di lokasi, Minggu (7/6/2026).

Ia menyebut, Sabtu (6/6) kemarin pabrik hanya beroperasional setengah hari sehingga para karyawan sudah pulang. Saat kejadian pun hanya ada satpam di lokasi kejadian.

Kasi Operasi Damkar Kota Semarang, Agus Sulistyo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah membesar karena banyaknya material mudah terbakar di dalam pabrik.

"Ini perusahaan yang bergerak di bidang kayu. Material yang terbakar kayu-kayu dan grajen atau serbuk kayu," kata Agus kepada detikJateng di lokasi, Minggu (7/6).

Menurutnya, informasi awal dari karyawan dan petugas keamanan menyebutkan sempat terdengar ledakan dari area mesin di bagian tengah pabrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.

"Informasinya dari karyawan sini m ada ledakan di bagian mesin, cuma kita nggak paham mesin yang mana. Infonya di bagian mesin mesin bagian tengah," ucapnya.

"Dugaan awal dari situ kemudian api meluas karena di area sini banyak material kayu sama serbuk kayu dalam kondisi kering," lanjutnya.

Agus memperkirakan, sekitar 80-90 persen area terdampak kebakaran. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan sebagian bangunan di sisi timur pabrik agar tidak ikut dilalap api.

"Sebagian sisi timur masih bisa diselamatkan sehingga tidak semuanya terbakar," jelasnya.

Ia menyebit, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas produksi belum berlangsung dan hanya ada petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

"Karyawan tidak ada karena masih off. Hanya security, sehingga tidak ada korban," katanya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, salah satunya asap tebal yang berasal dari kayu dan serbuk gergaji yang terbakar. Selain itu, petugas sempat kesulitan mendapatkan sumber air.

"Kendala utama ketebalan asap. Kemudian awalnya kami juga mencari sumber air. Alhamdulillah dibantu perusahaan sekitar yang memiliki hidran," ujarnya.

Sebanyak tujuh armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, ditambah satu unit pendukung untuk mengangkut p***a dan peralatan lainnya.

Pabrik kayu di Kawasan Industri Candi (KIC) Ngaliyan, Kota Semarang, yang terbakar, Minggu (7/6/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Hingga pukul 08.27 WIB, petugas Damkar Kota Semarang masih melakukan pemadaman di beberapa titik dan pendinginan di area yang sudah berhasil dipadamkan.

"Yang di bagian belakang masih pemadaman karena apinya belum benar-benar padam. Sementara bagian dalam sudah tahap pendinginan," ucapnya.

Pantauan detikJateng pukul 08.00 WIB di pabrik yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, tampak sebagian besar area pabrik terbakar. Seng yang terpasang di sekitar pabrik yang terbakar tampak sudah beterbangan.

Atap pabrik juga roboh sementara serbuk gaji di dalam pabrik hampir seluruhnya ludes terbakar. Tampak ada sekitar empat armada Damkar Kota Semarang yang masih melakukan pemadaman di area belakang pabrik.

Baca artikel detikjateng

Klaten - Seorang kakek, PM (80) warga Dukuh Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Klaten ditemukan meninggal dunia d...
07/06/2026

Klaten - Seorang kakek, PM (80) warga Dukuh Ngrendeng, Desa Sobayan, Kecamatan Pedan, Klaten ditemukan meninggal dunia di sungai Babadan, Kecamatan Karangdowo, Klaten dini hari. Korban ditemukan mengapung di aliran sungai Dengkeng
"Posisinya mayat mengapung. Kemungkinan sudah lebih dari tiga hari," ungkap Koordinator Relawan Karangdowo (Rekad), M Husni Thamrin kepada detikJateng, Minggu (7/6/2026) pagi.

Dijelaskan Husni, jenazah kali pertama ditemukan oleh warga yang sedang memancing sekitar pukul 01.00 WIB. Warga kemudian melapor ke desa dan Polsek serta markas.

"Kita mendapatkan laporan sekitar pukul 01.00 WIB. Bersama Polsek, relawan gabungan dan warga kita lakukan evakuasi," jelas Husni.

Menurut Husni, dari keterangan warga korban memang sudah bingung. Pergi dari rumah sudah beberapa hari dan terlihat warga di sekitar Majasto.

"Terlihat warga di sekitar Majasto (Timur Desa Babadan) beberapa hari yang lalu. Tadi pagi sekitar pukul 04.00 WIB sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," lanjut Husni.

"Keterangan yang didapat memang pergi sudah beberapa hari," imbuhnya.

Kapolsek Karangdowo, AKP Sumasna, menyatakan korban dikenali identitasnya warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan. Tidak ditemukan tanda kekerasan.

"Hasil pengecekan sama sekali tidak ditemukan. Dari keterangan keluarganya mengidap epilepsi dan keluarga sudah menerima sebagai musibah," jelasnya kepada detikJateng.

Baca artikel detikjateng

Klaten - Seorang penumpang wanita paruh baya berusia 56 tahun terjatuh dari KA di Stasiun Klaten. Korban dilarikan ke RS...
07/06/2026

Klaten - Seorang penumpang wanita paruh baya berusia 56 tahun terjatuh dari KA di Stasiun Klaten. Korban dilarikan ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.
"Kejadian sekitar jam 07.00 WIB tadi pagi. Terjatuh atau mungkin ngantuk," ungkap warga sekitar, Bowo kepada detikJateng, Minggu (7/6/2026) siang.

Korban, sebut Bowo, membawa tas seorang diri kemudian ditolong sekuriti. Diantar ke RS menggunakan mobil pribadi.

"Tadi dibawa ke RS dengan mobil pribadi, milik warga atau petugas yang menolong tidak tahu. Kayaknya mobil Yaris tadi," lanjut Bowo.

Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta mengonfirmasi telah melakukan evakuasi dan pendampingan penanganan kesehatan kepada penumpang KA tersebut. Diketahui yang bersangkutan merupakan penumpang KA Kahuripan (274) relasi Kiaracondong-Blitar.

Keterangan dari Daop, penumpang tersebut terjatuh saat turun dari atas KA menuju peron di Stasiun Klaten sekitar pukul 06.59 WIB. Kronologisnya, penumpang paruh baya tersebut turun dengan membawa tas besar dan tas jinjing.

"Kronologisnya, penumpang paruh baya tersebut turun dengan membawa satu tas besar dan satu tas jinjing serta merasa posisinya cukup jauh saat akan turun dari kereta dan terjatuh saat turun menuju peron l," terang Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.

Menurut Feni, petugas KAI Daop 6 langsung melakukan evakuasi dan penanganan. KAI Daop 6 membawa penumpang tersebut ke RSUP Soeradji Tirtonegoro serta langsung menghubungi keluarga.

"Dibawa ke RSUP Soeradji Tirtonegoro serta langsung menghubungi keluarga penumpang untuk penanganan lebih lanjut. Kondisi penumpang sudah membaik," jelas Feni.

Bahkan, sebut Feni, penumpang itu sudah bisa langsung pulang setelah ditangani di RS. Wanita usianya 56 tahun dan diberi pendampingan.

"KAI Daop 6 Yogyakarta secara intensif terus melakukan pendampingan dan pemantauan atas kondisi penumpang tersebut dan berkoordinasi dengan Rumah Sakit, Jasa Raharja, dan pihak-pihak terkait lainnya. KAI Daop 6 Yogyakarta menyayangkan atas adanya kejadian ini dan mengimbau kepada penumpang untuk senantiasa berhati-hati dan mengutamakan keselamatan," ujar Feni.

Baca artikel detikjateng

JEPARA – Guna memastikan situasi keamanan di wilayah perairan dan kawasan pesisir tetap kondusif, Satuan Polisi Air dan ...
07/06/2026

JEPARA – Guna memastikan situasi keamanan di wilayah perairan dan kawasan pesisir tetap kondusif, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Jepara menggelar patroli keamanan di area pelabuhan pada Minggu (7/6/2026) dini hari.

Patroli yang menyasar Pelabuhan Penyeberangan Jepara dan dermaga-dermaga rakyat ini difokuskan pada pengawasan aktivitas bongkar muat barang, pemeriksaan kapal yang bersandar, serta pemantauan area sekitar pelabuhan pada jam-jam rawan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi tindak kriminal seperti penyelundupan barang ilegal, premanisme, hingga jalur masuknya narkoba lewat laut.

Saat dikonfirmasi, Kasat Polairud Polres Jepara, AKP M. Syaifuddin, membenarkan kegiatan patroli dini hari tersebut. Ia menegaskan bahwa pelabuhan merupakan salah satu objek vital yang memerlukan pengawasan ketat, terutama saat intensitas aktivitas melambat di malam hingga dini hari.

Patroli ini kami lakukan untuk memastikan tidak ada celah bagi pelaku kejahatan memanfaatkan situasi pelabuhan yang sepi di dini hari. Kami memeriksa keamanan kapal-kapal yang bersandar dan memastikan situasi di sekitar dermaga tetap aman terkendali, ujar AKP M. Syaifuddin, Minggu (7/6/2026) pagi.

Selain melakukan pengawasan fisik, personel Satpolairud yang bertugas juga menyempatkan diri berdialog dengan para nakhoda, anak buah kapal (ABK), serta petugas jaga pelabuhan. Petugas memberikan imbauan agar mereka selalu waspada terhadap cuaca buruk serta segera melaporkan ke pihak kepolisian jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan di laut maupun di dermaga.

AKP M. Syaifuddin menambahkan, patroli preventif seperti ini akan terus digalakkan secara konsisten demi memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha kemaritiman dan masyarakat pesisir Jepara.

Alhamdulillah, hingga subuh tadi situasi di kawasan pelabuhan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya hal-hal yang mencurigakan atau mengganggu kamtibmas, pungkasnya.

SB: humas polres

Purworejo - Kecelakaan kereta api dalam Tragedi Bintaro sudah berlalu nyaris 40 tahun silam. Saksi sejarah utama di trag...
07/06/2026

Purworejo - Kecelakaan kereta api dalam Tragedi Bintaro sudah berlalu nyaris 40 tahun silam. Saksi sejarah utama di tragedi itu, Slamet Suradio, wafat dan dimakamkan di Purworejo beberapa hari lalu.
Slamet Suradio merupakan masinis dalam kecelakaan yang menewaskan 156 korban itu. Kehidupannya berubah drastis sejak kecelakaan itu.

Meninggalnya Mbah Slamet Suradio tersebut menjadi salah satu berita yang banyak diakses pembaca detikJateng dalam sepekan terakhir ini.

Adapun Mbah Slamet meninggal di Bekasi usai beberapa lama dirawat di rumah sakit. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Purworejo untuk dimakamkan.

"Ya sakit karena sudah sepuh. Meninggal tadi dini hari sekitar jam 01.00 WIB. Meninggalnya di tempatnya kakak," kata anak bungsunya, Safitri (26) saat ditemui detikjateng di rumah duka, Rabu (3/6/2026) siang.

Tragedi Memilukan
Apa kabar kereta yang terkapar di senin pagi
Di gerbongmu ratusan orang yang mati
Hancurkan mimpi bawa kisah
Air mata air mata..

Belum usai peluit belum habis putaran roda
Aku dengar jerit dari Bintaro
Satu lagi catatan sejarah
Air mata air mata..

Lagu berjudul 1910 dari Iwan Fals itu merespons Tragedi Bintaro yang terjadi pada Senin pagi 19 Oktober 1987. Dalam peristiwa itu Mbah Slamet tak hanya menjadi penyintas, tapi juga menjadi saksi sejarah utama.

Diketahui, Slamet Suradio adalah masinis KA 225 rute Rangkasbitung-Tanah Abang yang bertabrakan dengan KA 220 Patas Merak di daerah Pondok Betung, Bintaro . Peristiiwa itu kemudian dikenal dengan Tragedi Bintaro 1987. Insiden tragis akibat disebut-sebut akibat salah komunikasi persilangan antarstasiun tersebut menewaskan lebih dari 100 orang itu.

Saat masih menjadi masinis, kehidupan Slamet cukup lumayan. Tragedi Bintaro itu mengubah hidupnya. Dia dipecat dari pekerjaannya. Tak hanya itu, dia juga dipenjara 5 tahun karena dianggap lalai hingga menyebabkan tragedi itu.

Berubahnya kehidupan Mbah Slamet diungkap oleh salah satu tetangganya, Basori. Dia menyebut Mbah Slamet selama ini merasa menjadi kambing hitam dalam kecelakaan itu.

"Jadi setelah halangan itu (tragedi Bintaro) Mbah Slamet itu dirawat di rumah sakit. Setelah boleh pulang dari rumah sakit itu ada yang jemput dan katanya mau dianterin pulang tapi ternyata dimasukkan penjara, dipecat dari kereta api. Itu ceritanya Mbah Slamet," kata Basori kepada detikjateng, Rabu (3/6/2026) siang.

Usai dipenjara selama 5 tahun, penderitaan Mbah Slamet belum berakhir. Saat telah bebas dia juga kehilangan istri yang memilih pergi meninggalkannya.

"Waktu itu dihukum sudah punya istri. Pas keluar penjara pulang selesai hukuman, pulang kampung ke Purworejo itu istrinya sudah dibawa orang. Terus Mbah Slamet juga sudah menikah lagi dengan Tuginem (63) sampai sekarang," imbuhnya.

Untuk menyambung hidup di kampung halaman, ia bahkan sampai berjualan rokok eceran di Stasiun Kutoarjo selama bertahun-tahun. Ia berhenti berjualan rokok semenjak mendapatkan bantuan warung dari salah satu komunitas sehingga cukup berjualan di rumah.

"Setelah pulang terus Mbah Slamet jualan rokok di Stasiun Kutoarjo, rokok eceran. Baru berhenti jualan rokok itu sekitar 5 tahun lalu karena sudah ada warung di rumah, bantuan dari komunitas," sebutnya.

Kini, Mbah Slamet telah tutup usia pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Bekasi. Saksi sejarah utama tragedi itu meninggalkan istri, empat anak dan empat cucu. Kisah kehidupannya pun berakhir.

Baca artikel detikjateng

Address

Pakis Aji Jepara
Jepara
59452

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seputar Jepara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Seputar Jepara:

Share