Seputar Jepara

Seputar Jepara Mau berita viral like dan sukai halaman ini :
✅BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA
✅INFO BERITA TERKINI
✅HOT NEWS
✅SEPUTAR JATENG DAN SEKITARNYA

Banyumas - Warga Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi memasang patok beton dan portal jalan...
11/10/2026

Banyumas - Warga Desa Rawalo, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, menggelar aksi memasang patok beton dan portal jalan menuju lokasi penambangan pasir ilegal di tepi Sungai Serayu. Aksi ini dilakukan karena aktivitas tambang pasir menggunakan mesin sedot disebut masih berlangsung meski sebelumnya telah ada kesepakatan penghentian.
"Yang hadir membuat patok ataupun portal di sini adalah warga terdampak, yaitu warga wilayah RW 04 dan RW 05 Desa Rawalo. Kami membuat ini karena ternyata masih tetap saja ada aktivitas penambangan pasir ilegal. Bahkan kendaraan berat berupa dump truck bolak-balik ke sini ngambil pasir," kata Ketua RW 4 Desa Rawalo, Widodo saat ditemui wartawan, Minggu (11/10/2026).

Warga menilai aktivitas penambangan pasir yang berada di dekat Jembatan Soeharto tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat. Selain khawatir terhadap dampak lingkungan, warga mengeluhkan kendaraan berat berupa dump truck pengangkut pasir yang hilir mudik hingga menyebabkan kerusakan jalan lingkungan.

"Ini juga aktivitas penambangan bikin jalanan rusak," terangnya.

Widodo berharap keberadaan portal dapat menghentikan lalu lintas dump truck yang selama ini melintas di jalan lingkungan permukiman warga.

"Kami menuntut agar aktivitas penambangan pasir ilegal ini dihentikan. Warga juga meminta perlindungan terhadap keselamatan, kenyamanan, kesehatan, dan lingkungan masyarakat di sekitar lokasi penambangan," tegasnya.

Ketua RT 1 RW 5 Desa Rawalo, Rohmat, mengatakan warga mendesak agar aktivitas penambangan tersebut diperiksa dan ditindak apabila terbukti melanggar ketentuan perizinan atau menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Warga juga meminta Pemerintah Desa Rawalo dan pihak terkait menindaklanjuti keluhan masyarakat RW 04 dan RW 05 yang selama ini disampaikan.

"Kami berharap persoalan ini mendapatkan penyelesaian yang mempertimbangkan kepentingan warga sekitar. Apalagi sebelumnya sudah terjadi kesepakatan dengan pihak terkait, bahkan sudah berkomunikasi dengan pemerintah (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak) terkait soal laporan penambangan pasir ilegal di sini," pungkasnya.

Warga berharap pihak terkait segera merespons tuntutan tersebut, termasuk memastikan kejelasan penanganan laporan mengenai dugaan penambangan pasir ilegal di kawasan Sungai Serayu.

Mereka mengingatkan akan kembali menggelar aksi serupa apabila aspirasi yang disampaikan tidak ditindaklanjuti hingga tuntutan warga terpenuhi.

Sementara itu, Camat Rawalo, Ardhana saat dihubungi detikJateng mengatakan pemasangan portal tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga setempat karena masih adanya aktivitas tambang pasir.

"Berkaitan dengan kegiatan tadi pemasangan portal untuk jalan yang berada di RW 4 dan 5 yang dilakukan oleh Ketua RW dan Ketua RT di RW tersebut, itu sebetulnya salah satu respon dari masih berjalannya kegiatan aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh pengelola tambang di wilayah tersebut," kata Ardhana.

Ia membenarkan aktivitas tambang yang dilakukan di wilayah ini belum memiliki izin. Namun pengelola tetap nekat menjalankan aktivitas meski ditentang oleh masyarakat.

"Ya kalau memang terkait dengan depo pasir yang di situ yang melakukan kegiatan pertambangan, sampai dengan sekarang memang tidak berizin," terangnya.

Pihak kecamatan sebenarnya sudah pernah melakukan audiensi antara masyarakat dengan pihak pengelola pada Bulan Agustus.

"Kalau beberapa waktu yang lalu kan sudah kita lakukan audiensi dengan pihak pengelola penambang pasir yang menggunakan mesin sedot. Waktu itu kan sudah terjadi kesepakatan di tanggal 14 Agustus 2026 bahwasannya terkait dengan aktivitas pertambangan, manakala sampai dengan belum ada izin resmi dari pemerintah itu agar dilakukan penghentian," ujarnya.

"Warga merasa aktivitas penambangan yang dilaksanakan oleh yang bersangkutan itu memberikan dampak yang negatif, yang pertama terkait dengan lingkungan kemudian terkait dengan kebisingan, terkait dengan adanya jalan yang rusak," lanjut dia.

Selain itu menurut Ardhana banyak warga yang istirahatnya terganggu. Warga juga khawatir dampak lalulintas di jalan setempat mengancam keselamatan anak-anak karena berada di jalan kecil.

"Terus kegiatan aktivitas istirahat dari warga masyarakat sekitar dan terkait dengan dampak laut lintas yang mana di situ kan jalan kecil terus banyak aktivitas penambangan dari warga baik anak-anak maupun orang dewasa yang menggunakan jalan, sehingga dianggap oleh warga itu banyak merugikannya daripada menguntungkan warga setempat," ujarnya.

Menurut Ardhana, pemilik tambang itu bukanlah warga setempat. Banyak warga yang kecewa karena aktivitas tambang dilakukan kembali dua minggu pasca penutupan.

"Bukan, kalau warga situ itu cuma pengelola itu punyanya warga Patikraja. Waktu itu kan terjadi kesepakatan-kesepakatan, yang jelas kegiatan aktivitas penambangannya dihentikan sampai dengan adanya izin dari pemerintah. Ternyata kan setelah 2 minggu itu berjalan lagi operasional lagi," pungkasnya.

Baca artikel detikjateng

Wonogiri - Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri makin mengering. Fenomena itu membuat benda-benda yang ada di dasar waduk ...
11/10/2026

Wonogiri - Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri makin mengering. Fenomena itu membuat benda-benda yang ada di dasar waduk kembali terlihat.
Salah satunya adalah jembatan Lengkong. Jembatan tua era kolonial itu telah terendam puluhan tahun. Kini jembatan itu kembali terlihat meski sebagian tertutup lumpur.

"Kalau dilintasi buat jalan bisa, (masih tertutup air) 1 meteran," kata warga di sekitar lokasi, Sugimin, kepada detikJateng di lokasi Jembatan Lengkong, Sabtu (10/10/2026).

Kondisi sebagian jembatan yang saat ini masih tertutup air, masih belum aman untuk dilalui kendaraan. Sebab, di bawah jembatan masih ada bekas sungai yang cukup dalam.

Dia menjelaskan, saat tinggi permukaan air WGM normal, jembatan Lengkong terendam sedalam lebih dari 6 meter. Namun karena kemarau panjang membuat tinggi air WGM menurun drastis, jembatan itu mulai menampakkan diri. Para pemancing bisa berjalan di atasnya.

"Kalau normal tidak bisa dilewati, ketinggian air bisa lebih dari 6 meter. Kalau kemarau panjang tidak ada airnya. Di bawahnya dulunya sungai. Sungai besar, bukan Bengawan Solo, cuma anak sungai," ucapnya.

Meski jembatan Lengkong belum terlihat sepenuhnya, namun jalan yang dihubungkan oleh jembatan itu sudah terlihat dari dua sisi. Saat ini, lokasi sekitar jembatan tersebut menjadi spot para pemancing di WGM. Sejumlah kapal nelayan nampak sanggar di dekat jembatan tersebut.

Tokoh masyarakat di Kelurahan Wuryantoro, Suparso (77), mengatakan, Jembatan Lengkong itu merupakan tinggalan kolonial Belanda. Dulunya jembatan itu menghubungkan Kecamatan Wuryantoro dengan Wonogiri Kota.

"Kalau dilewati untuk jalan bisa (saat surut seperti ini), tapi jalannya jelek. Itu (jembatannya) jaman Belanda," kata Suparso.

Baca artikel detikjateng

Semarang - Sebuah truk terguling di Tol Bawen-Semarang KM 428, Kabupaten Semarang. Kemacetan panjang sempat terjadi di l...
11/10/2026

Semarang - Sebuah truk terguling di Tol Bawen-Semarang KM 428, Kabupaten Semarang. Kemacetan panjang sempat terjadi di lokasi tersebut.
"Laka antara truk vs bus, Minggu 11 Oktober 2026 sekitar 16:30 WIB di ruas tol Bawen - Semarang KM 428 sebelum exit Ungaran. Saat ini sudah dalam penanganan petugas, info sementara tidak ada luka serius pada korban dari kejadian tersebut untuk penyebab menunggu info petugas," tulis akun .new, Minggu (11/10/2026).

Tampak sebuah truk terguling di tengah jalan dengan muatannya yang sudah tumpah di jalanan. Truk itu disebut menabrak sebuah bus yang sudah berhenti di tepi jalan.

Salah satu pengendara mobil, Retasya mengatakan, dirinya terjebak kemacetan di tol tersebut sejak pukul 17.50 WIB.

"17.50 tadi kena macetnya. Tadi kena macet di KM 436, ini masih stuck," kata Retasya melalui pesan singkat kepada detikJateng.

Ia menyebut, hingga petang dirinya masih berada di KM 433 Tol Bawen-Semarang.

"Saya baru di KM 433 sementara kejadian nya di KM 428, jadi belum bisa lihat kejadian secara langsung," ucapnya.

Sementara itu, Kanit 1 Sat PJR (Patroli Jalan Raya) Ditlantas Polda Jawa Tengah (Jateng), Iptu Deddy Mulyono mengatakan, kecelakaan itu terjadi sore tadi pukul 15.50 WIB di Tol Semarang-Solo KM 431.600, wilayah Beji, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang

"Kecelakaan melibatkan bus Mercedes-Benz bernopol E 7659 KC dan truk Mitsubishi bernopol K 8453 LS," kata Deddy melalui pesan singkat kepada .

Ia mengatakan, bus menabrak truk bermuatan manisan mangga yang melaju searah di depannya dari arah Bawen ke Semarang di KM 431.600

"Karena jarak sudah dekat dan tidak bisa menghindar sehingga terjadi kecelakaan lalu lintas," ucapnya.

Ia menyebut tak ada korban meninggal dunia, luka berat, maupun luka ringan dalam kejadian itu. Adapun kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 5 juta.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Raymond Daniel Titaheluw mengatakan saat ini kendaraan yang terlibat kecelakaan telah terevakuasi. Kondisi jalur saat ini disebut sudah mulai lancar.

"Sudah terevakuasi, (jalur) masih proses pembersihan, tapi jalur lancar," kata Raymond melalui pesan WhatsApp.

Raymond menduga pengemudi bus kurang berkonsentrasi dan menjaga jarak aman sehingga menubruk truk di depannya.

"Diduga kurang konsentrasi dan kurang jaga jarak aman," ungkap Raymond.

Baca artikel detikjateng

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyiapkan langkah penanganan sejumlah ruas jalan lingkungan...
11/10/2026

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyiapkan langkah penanganan sejumlah ruas jalan lingkungan dan akses menuju objek wisata di Pulau Karimunjawa untuk mendukung kenyamanan wisatawan karena menjadi salah satu destinasi unggulan Jepara.

"Ruas jalan yang kondisinya kurang baik akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Kami akan segera menjalankan program klinik jalan pada tahun ini sebagai langkah penanganan jalan rusak," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Sabtu.

Ia mengungkapkan jalan yang saat ini masih dalam kondisi kurang baik akan segera ditangani lewat program klinik jalan tahun.

Selain jalan kabupaten, pemerintah daerah juga menyoroti akses jalan desa yang menghubungkan kawasan wisata, hotel, dan resor di Kemujan.

Menurut Witiarso, akses tersebut perlu direncanakan secara matang agar penanganannya dapat diintervensi melalui program pemerintah kabupaten.

"Untuk jalan desa yang menuju wisata, hotel maupun resor yang disukai masyarakat, dibuatkan rencana yang baik agar nanti bisa diintervensi kabupaten. Direncanakan tahun depan mulai digarap," jelasnya.

Witiarso menegaskan penanganan infrastruktur akan dilakukan dengan menentukan skala prioritas. Ruas jalan yang paling membutuhkan penanganan akan didahulukan agar perbaikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa atau Petinggi Kemujan Mas’ud Dwi Wijayanto menyampaikan sejumlah ruas jalan di wilayahnya masih membutuhkan penanganan, baik jalan kabupaten maupun jalan desa.

Berdasarkan data yang ada, dari total panjang jalan kabupaten 11.185 meter, sepanjang 6.584 meter dalam kondisi baik, 3.951 meter dalam kondisi kurang baik, dan 650 meter mengalami kerusakan berat atau belum terbangun.

Adapun dari total panjang jalan desa 8.836 meter, sepanjang 3.311 meter dalam kondisi baik, 1.962 meter dalam kondisi kurang baik, dan 3.563 meter mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar penanganan jalan di kawasan Karimunjawa dapat direncanakan secara bertahap sesuai kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.

SB: antara Jateng

Solo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel Makan Bergizi ...
10/10/2026

Solo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengungkapkan hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan keracunan terhadap 717 orang di Kecamatan Bawang. Hasilnya, ada mikroba yang diduga muncul dari proses memasak.
"Untuk makanan sampel ditemukan adanya mikroba ya. Kemudian di feses. Kalau di muntahan enggak ada (temuan mikroba)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang, Ida Susilaksmi saat dihubungi lewat telepon, Jumat (9/10/2026).

"Yang bergejala total ada 717 warga. Kalau laporannya dari desa itu sudah aman semua," sambungnya.

Sejumlah sampel yang diambil berasal dari makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta sampel muntahan dan feses penderita. Beberapa sampel makanan tersebut antara lain nasi putih, telur bolognese, ca sayur, tahu goreng tepung, anggur, air bersih, hingga air cucian ompreng.

Meski ditemukan cemaran mikroba, Dinkes Batang belum dapat memastikan jenis makanan atau bahan makanan tertentu yang menjadi penyebab kejadian tersebut.

Menurut Ida, kendalanya karena sampel makanan yang diperiksa berasal dari bank sampel di SPPG. Dinkes tidak mendapatkan sampel makanan yang benar-benar telah diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat pada hari kejadian.

"Kalau mau ditanya ini penyebabnya apa, kita enggak bisa menyimpulkan ini penyebabnya apa," ujarnya.

Ida menegaskan, ditemukannya mikroba pada sampel makanan dan feses penderita belum cukup untuk menyimpulkan bahwa makanan MBG tersebut secara langsung menyebabkan 717 warga mengalami keracunan.

"Yang kami sampaikan memang dari hasil ini ditemukan adanya mikroba pada sampel makanan dari sampel SPPG dan ada juga mikroba yang ditemukan di dalam feses penderitanya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi mengatakan masih ada satu pasien yang sebelumnya dirawat di RSUP Kariadi Semarang dan pihaknya masih menunggu pembaruan kondisi terakhir. Terkait biaya penanganan ratusan pasien, dia menyebut hingga kini masih dalam proses rekapitulasi oleh masing-masing fasilitas kesehatan.

Ida menjelaskan, pada awal kejadian biaya penanganan pasien terlebih dahulu ditanggung Pemerintah Kabupaten Batang.

"Yang penting ditangani dulu, enggak usah bingung masalah biayanya, nanti di-cover oleh Pemda," kata Ida.

Baca artikel detikjateng

Demak - Seorang tukang ojek wisata Makam Sunan Kalijaga, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, tewas setelah kecelakaan di j...
10/10/2026

Demak - Seorang tukang ojek wisata Makam Sunan Kalijaga, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, tewas setelah kecelakaan di jalan sekitar kawasan makam. Korban terlibat adu banteng dengan pemotor lain.
"Betul, (korban) ojek wisata," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Demak, Ipda Muhammad Lutfil Hakim saat dihubungi detikJateng, Sabtu (10/10/2026).

Korban diketahui bernama Muhammad Syafi'i (46), warga RT 1 RW 3, Desa Pulosari, Karangtengah yang mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi H-3952-NJ. Ia terlibat kecelakaan dengan pengendara Honda Vario 125 bernomor polisi H-2696-BAE bernama Setyo Purwo (34).

Lutfil menjelaskan peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (10/10) sekitar pukul 12.00 WIB. Korban diketahui hendak menyalip kendaraan lain.

"Honda Beat sebelum mengalami laka lantas berjalan dari arah Semarang menuju ke arah Grobogan sesampainya di TKP, diduga berjalan kurang hati-hati saat mendahului kendaraan tidak dikenal dan berjalan melebihi as jalan," jelas Lutfil.

Nahas saat sedang mendahului, ada Honda Vario yang berjalan dari arah berlawanan. Hal ini menyebabkan kecelakaan maut terjadi.

"Kemudian menabrak Honda Vario 125 yang berjalan berlawanan arah," jelas Lutfil.

Akibat peristiwa ini, korban tewas di lokasi kejadian. Lutfil menjelaskan jenazahnya lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Sunan Kalijaga Demak.

"Pengendara Honda Beat mengalami cedera kepala dan meninggal di TKP kemudian jenazahnya dibawa ke RSUD Sunan Kalijaga Demak," tutup Lutfil.

Baca artikel detikjateng

Pembunuh Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati Saat Ditangkap di Lampung TimurLAMPUNG - Pelaku pembunuhan terhada...
10/10/2026

Pembunuh Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati Saat Ditangkap di Lampung Timur

LAMPUNG - Pelaku pembunuhan terhadap satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, akhirnya ditangkap polisi. Pelaku ditembak mati setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di wilayah Kabupaten Lampung Timur.

Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang AKP Apfryyadi Pratama membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tindakan tegas terukur dilakukan setelah pelaku melakukan perlawanan dan menyerang anggota polisi menggunakan senjata tajam di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya senjata tajam dan sepeda motor milik pelaku. Jenazah pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung.

Sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumah mereka di Kampung Purwa Jaya pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Ketiga korban masing-masing Rachmat (69), Hasanah (56), dan Devny Kishela Putri (14).

Ketiganya merupakan ayah, ibu, dan anak yang ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah di kediamannya. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan mengejar pelaku sampai ke wilayah Lampung Timur. (Zulkarnain)

Selengkapnya Baca di : https://prioritastv.com/2026/10/06/pembunuh-satu-keluarga-di-tulang-bawang-ditembak-mati-saat-ditangkap-di-lampung-timur/

Pati - Seorang siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Kabupaten Pati diduga menjadi korban pengeroyokan belasan temannya hingga d...
10/10/2026

Pati - Seorang siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Kabupaten Pati diduga menjadi korban pengeroyokan belasan temannya hingga dilarikan ke rumah sakit. Orang tua siswa mengungkap kondisi korban sampai saat ini masih trauma dan tidak mau sekolah.
"Anaknya nggak mau sekolah, anaknya masih trauma ketemu orang banyak. Pelan-pelan kata dokternya," kata Orang tua korban, Dewi kepada wartawan ditemui di rumahnya Pati Kota, Sabtu (10/10/2026).

Dewi mengatakan anaknya sempat dua kali dirawat di rumah sakit. Pertama pada Rabu (30/9) lalu setelah mengalami pengeroyokan di asrama sekolah pada Selasa (29/9) malam.

Saat itu korban DA menjalani perawatan intensif beberapa hari. Namun belakangan, DA mengalami sesak dan kembali dirawat ke rumah sakit pada Rabu (7/10).

"Anak saya baru pulang semalam habis isya, gigi masih berdarah entah yang patah atau tidak," jelas dia.

Kondisi ini membuat pihak sekolah melakukan kunjungan ke rumah DA di Pati Kota siang tadi. Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Pati, Wulan Fitrianti, mengatakan ingin memberikan hak-hak kepada korban agar pendidikannya tidak berhenti.

"Kami ingin menyampaikan dan memberikan hak-hak kepada si anak, meskipun si anak belum bisa kembali ke asrama tetapi kita berusaha memberikan haknya agar tetap memperoleh pendidikan," jelas Wulan ditemui di rumah DA siang tadi.

"Nanti secara rutin tim sekolah rakyat akan datang ke rumah si anak, wali asuh, bapak ibu guru juga akan kami jadwalkan ke sini sampai si anak mau kembali ke sekolah lagi," lanjut dia.

Wulan mengatakan pihak sekolah pun akan memberikan pendampingan kesehatan bagi korban. Sebab kata dia korban masih membutuhkan rawat jalan setelah mengalami luka pada bagian gigi.

"Pendampingan kesehatan, kita memberikan pendampingan apabila si anak membutuhkan pendampingan, karena si anak perlu kontrol," terang dia.

Wulan juga mengaku akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kami akan melakukan evaluasi dan kami menguatkan kepada anak-anak kami karena bagaimanapun dan bentuk apapun namanya kekerasan tidak diperkenalkan," jelasnya.

Kesempatan yang sama, Pendamping anak dan perempuan dari Astuti Foundation, Padina Mahardikasari, mengatakan ikut memberikan pendampingan setelah mendapatkan laporan adanya seorang anak siswa SR diduga mengalami bullying.

"Kita baru saja dapat laporan kasus bullying, di mana adiknya baru masuk ke sekolah rakyat, terus ada indikasi dikeroyok 14 anak seperti itu, dan hari ini kami memberikan bantuan berupa materi dan moral," jelas Padina ditemui di lokasi.

Menurutnya program sekolah rakyat membantu warga kurang mampu. Akan tetapi ia berharap perlu ada pengawasan lebih agar kejadian bullying tidak terulang lagi.

"Harapan kedepan program bagus ya, tapi harus benar-benar diawasi, dari pusat, dari pemerintah Kabupaten Pati dan kita berkolaborasi agar SR tidak ada kejadian seperti ini lagi," tambah dia.

Diberitakan sebelumnya, siswa kelas 10 Sekolah Rakyat Kabupaten Pati diduga menjadi korban bullying oleh belasan temannya karena dituduh mengambil sabun cuci muka. Akibatnya korban dibawa ke rumah sakit setelah mengalami luka di bagian gigi.

Baca artikel detikjateng

Boyolali - Seorang pemilik bengkel tambal ban di Boyolali menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) siang t...
10/10/2026

Boyolali - Seorang pemilik bengkel tambal ban di Boyolali menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) siang tadi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuhnya, salah satu peluru bersarang di p**inya.
"Iya, kami akan sampaikan terkait kronologi peristiwa terjadinya dugaan penganiayaan yang mana diduga dilakukan penembakan dengan menggunakan senjata jenis ai***ft gun," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, kepada para wartawan Sabtu (10/10/2026).

Dijelaskan Indra, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB tadi. Di bengkel tambal ban milik korban, di Jalan Pandanaran, wilayah Kampung Ngancah Wetan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.

Korbannya yakni Panji Suherman (23), pemilik tambal ban tersebut. Kejadian itu pun sempat membuat geger warga sekitar. Korban yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Hidayah, Mojosongo, Boyolali untuk mendapatkan pertolongan medis.

Petugas dari Polsek Boyolali Kota dan Polres Boyolali yang mendapat laporan juga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan. Petugas juga memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP).

"Kemudian dari adanya peristiwa tersebut, dari piket Pamapta dan dari piket Reskrim beserta Inafis Polres Boyolali mendatangi TKP, kemudian melakukan olah TKP, kemudian memasang policeline, kemudian mengamankan barang bukti serta segera mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Selain itu, tegas Kapolres, pihaknya juga memintai keterangan kepada saksi-saksi yang saat kejadian berada di TKP. Juga memeriksa sejumlah CCTV di sekitar TKP.

"Untuk mengetahui siapa pelaku dari peristiwa tersebut," kata Kapolres..

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan kronologi penembakan tersebut. Disebutkan, saat itu korban sedang berada di dalam tempat usahanya, bengkel tambal ban. Korban sedang istirahat dalam posisi tiduran dan bermain handphone.

"Korban sendiri sedang beristirahat tiduran memainkan handphone, kemudian didatangi oleh terduga pelaku, yang kemudian terduga pelaku tersebut langsung menodongkan senjata jenis ai***ft gun terhadap korban yang sedang dalam keadaan tiduran dan langsung menembakkan sebanyak lima kali," terangnya.

Tembakan itu, lanjut Indra, mengenai p**i korban sebelah kiri, hidung, lalu bagian dada dan kepala bagian belakang. Peluru dari senjata tersebut juga ada yang sempat bersarang di p**i korban, sehingga petugas medis melakukan operasi kecil untuk mengeluarkan peluru itu.

Ditambahkan Indra, kondisi korban sendiri saat ini dalam kondisi baik dan stabil.

Baca artikel detikjateng

Boyolali - Petugas Polres Boyolali menyisir kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku penembakan te...
10/10/2026

Boyolali - Petugas Polres Boyolali menyisir kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap pelaku penembakan terhadap tukang tambal ban, Panji Suherman (23), siang tadi. Penyidik juga mendalami motif di balik kejadian tersebut.
"Kami juga melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang ada di TKP. Kemudian juga melakukan penyisiran terhadap CCTV yang ada di sekitaran TKP untuk mengetahui siapa pelaku dari peristiwa tersebut," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, kepada.para wartawan Sabtu (10/10/2026).

Menurut Indra, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap korban, bahwa pelaku diduga hanya satu orang. Terduga pelaku diketahui mengendarai motor matik warna putih.

"Menurut keterangan dari korban bahwa si terduga pelaku ini mendatangi korban itu satu orang, dengan menggunakan sepeda motor matik warna putih. Dan korban memang sempat melihat ketika pelaku itu melarikan diri setelah melakukan penembakan tersebut," jelasnya.

Menurut Indra, tidak ada barang milik korban yang hilang. Pihaknya sudah melakukan penyisiran di area TKP.

"Dan menurut keterangan dari pihak korban pun memang tidak ada satu pun barang yang diambil oleh terduga pelaku tersebut," ucapnya.

Terkait motif penembakan, Indra menyampaikan bahwa saat ini masih dalam penyelidikan petugas.

"Untuk motif saat ini kita masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Mudah-mudahan, kami minta doanya dari rekan-rekan semua agar pelaku dari peristiwa tersebut bisa sesegera mungkin kita ungkap," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemilik bengkel tambal ban di Boyolali, menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) siang tadi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tembak di beberapa.bagian tubuhnya, salah satu peluru bersarang di p**inya..

"Iya, kami akan sampaikan terkait kronologi peristiwa terjadinya dugaan penganiayaan yang mana diduga dilakukan penembakan dengan menggunakan senjata jenis ai***ft gun," kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra, kepada para wartawan Sabtu (10/10).

Dijelaskan Indra, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 WIB tadi. Di bengkel tambal ban milik korban, di jalan Pandanaran, wilayah Kampung Ngancah Wetan, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan/Kabupaten Boyolali.

Korbannya yakni Panji Suherman (23), pemilik tambal ban tersebut. Kejadian itu pun sempat membuat geger warga sekitar. Korban yang mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuhnya, kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Hidayah, Mojosongo, Boyolali untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca artikel detikjateng

Address

Pakis Aji Jepara
Jepara
59452

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Seputar Jepara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Seputar Jepara:

Shortcuts

Share