halo Jepara

halo Jepara Mencerahkan, Membangkitkan Harapan

16/06/2026

Ajak Diskusi Mahasiswa, Nusron Wahid dan Sudaryono Malah Kena Amuk, Pilih Lakukan Ini

FIX, Jalan Jepara-Keling Dicor 2,75 KilometerHALO JEPARA – Ruas jalan Jepara – Keling bakal segera dicor sepanjang 2,75 ...
16/06/2026

FIX, Jalan Jepara-Keling Dicor 2,75 Kilometer

HALO JEPARA – Ruas jalan Jepara – Keling bakal segera dicor sepanjang 2,75 KM pada 2026. Proyek betonisasi tersebut dianggarkan sebanyak Rp37,1 miliar.

Awalnya, ruas tersebut hanya dianggarkan Rp7,9 miliar. Namun, melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) yang akan dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, anggaran perbaikannya ditambah menjadi Rp37,1 miliar.

Perbaikan ruas jalan tersebut merupakan lanjutan dari betonisasi sepanjang 1 KM yang dilakukan Pemprov Jateng pada 2025.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro mengatakan, jalan itu merupapakan akses jalur perekonomian. Selain menghubungan Kabupaten Jepara dengan Pati, jalur tersebut juga menghubungkan PLTU Tanjung Jati. Tak ayal, Banyak warga hingga kendaraan berat melintas di jalur tersebut.

"Dari anggaran murni 2026 ini Bapak Gubernur mengeluarkan Perkada dan memberikan alokasi tambahan untuk pembangunan jalan di Jepara - Keling ini. Nantinya pembangunan akan nyambung dengan jalan beton yang dibangun Pemprov Jateng tahun 2025 lalu," kata Henggar baru-baru ini.

Menurutnya, betonisasi di ruas jalan tersebut adalah yang paling ideal jika dibandingkan aspal. Sebab, jalur tersebut banyak dilalui kendaraan berat.

Henggar menargetkan, pembangunan fisik akan pada akhir Juli 2026. Namun, sebelum betonisasi berjalan, pihaknya berupaya menambal sejumlah jalan yang berlubang dengan aspal demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengapresiasi kebijakan Gubernur Jateng yang memperhatikan jalan-jalan di Jepara, karena bakal mendongkrak perekonomian di Kabupaten Ukir tersebut.

"Pak Gubernur mengalokasikan dana besar untuk jalan Jepara. Ini jalur ekonomi di Jepara, maka atas nama Pemkab Jepara kami mengucapkan terimakasih pada Pak Gubernur," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran 2026 sekitar Rp200 miliar, untuk perbaikan jalan di wilayahnya. Hal itu untuk mempercepat penanganan perbaikan jalan rusak di wilayahnya, supaya kembali mulus.

Realokasi anggaran tersebut, imbuhnya, dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah, yang sempat menurun karena musim hujan yang panjang sampai awal 2026. Luthfi menjelaskan, dana realokasi tersebut diprioritaskan untuk jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat. (*)

15/06/2026

Detik-detik Pergantian Kiswah Ka’bah 1 Muharram 1448 H

ASYIK... Sekolah berstandar nasional dan internasional bakal dibangun di Jepara
15/06/2026

ASYIK... Sekolah berstandar nasional dan internasional bakal dibangun di Jepara

Sekolah Nasional Terintegrasi Dimungkinkan Dibangun di Pakisaji Jepara, Standar Nasional dan Internasional HALO JEPARA- Kabupaten Jepara masuk dalam calon lokasi prioritas penyelenggaraan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Penetapan tersebut berdasarkan hasil asesmen dan verifik...

Ini jadwal kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Jepara
15/06/2026

Ini jadwal kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Jepara

Ini Jadwal Kedatangan Jemaah Haji Jepara, Disambut Langsung Bupati Witiarso Utomo HALO JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 37 di Pendopo R.A. Kartini Jepara, Senin (15/6/2026). Kedatangan kloter tersebut merupakan gelombang kedua dari rangkaian kepulanga...

KABAR BAIK, Jalan Jepara-Keling Dibeton Mulai Akhir Juli, Anggaran Rp29, 2 MiliarHALO JEPARA - Perbaikan ruas jalan prov...
12/06/2026

KABAR BAIK, Jalan Jepara-Keling Dibeton Mulai Akhir Juli, Anggaran Rp29, 2 Miliar

HALO JEPARA - Perbaikan ruas jalan provinsi Jepara-Keling mulai dikerjakan pada akhir Juli 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp29,227 miliar untuk penanganan di wilayah Desa Kelet. Sementara itu, perbaikan ruas jalan di Desa Sekuro mendapat alokasi Rp7,9 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Henggar Budi Anggoro, meninjau sejumlah titik di ruas jalan Jepara-Keling, Kamis (11/6/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Ary Bachtiar dan jajaran DPUPR Jepara turut mendampingi peninjauan tersebut. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jalan dan menyiapkan perbaikan pada sejumlah titik.

Menurut Henggar, kerusakan jalan dipengaruhi tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir. Penanganan sementara telah dilakukan melalui penambalan di sejumlah titik oleh petugas Balai Pengelolaan Jalan wilayah Pati.

Saat peninjauan di KM 81 ruas Jepara-Keling, pekerja tampak melakukan penambalan jalan. Proses diawali dengan membersihkan permukaan jalan dan melapisinya menggunakan aspal emulsi. Campuran asbuton atau CPHMA kemudian dihamparkan sebelum dipadatkan menggunakan mesin penggilas getar.

Kepala Dinas Pusdataru Henggar mengatakan perbaikan permanen akan difokuskan pada dua titik ruas jalan. Penanganan dilakukan menggunakan konstruksi beton. Ruas Jepara-Keling di wilayah Desa Kelet mendapat alokasi anggaran Rp29,227 miliar. Anggaran tersebut ditargetkan untuk menangani sekitar dua kilometer jalan.

Sementara itu, ruas Jepara-Keling di wilayah Desa Sekuro memperoleh alokasi Rp7,9 miliar. Penanganan pada titik tersebut mencakup sekitar 750 meter jalan. “Kalau yang di Kelet target kita nanti akhir Juli. Yang di Sekuro sudah proses tender. Mudah-mudahan segera dapat terselesaikan lebih dulu,” kata Henggar.

Ia menegaskan seluruh pekerjaan pada dua ruas tersebut menggunakan konstruksi beton. “Dua ruas itu semuanya beton,” ujarnya.

Henggar mengatakan, pihaknya juga mengusulkan penanganan ruas Jepara-Keling melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Menurut dia, usulan tersebut tengah diakselerasi melalui dukungan Komisi V DPR RI. “Mudah-mudahan nanti bisa dapat juga alokasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Jepara Ary Bachtiar mengatakan ruas Jepara-Keling memiliki panjang sekitar 35 kilometer. Ruas tersebut merupakan bagian dari total 69 kilometer jalan provinsi yang berada di Kabupaten Jepara.

Menurut dia, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap karena penanganan jalan provinsi juga dilakukan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. “Ruas Jepara-Keling ini panjangnya 35 kilometer menjadi bagian dari 69 kilometer jalan provinsi yang ada di Kabupaten Jepara. Perbaikan jalan akan dilaksanakan secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas alokasi anggaran yang diberikan Pemprov Jateng untuk penanganan ruas tersebut. “Mewakili Bapak Bupati, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur atas perhatian dan alokasi anggaran untuk perbaikan ruas jalan Jepara-Keling tahun 2026,” kata dia. (*)

Kisah Sri Titik Asal Kepuk Bangsri, Belasan Tahun Hilang Kabar - Gaji Tak Pasti di Yordania, Kini Berhasil Dipulangkan B...
09/06/2026

Kisah Sri Titik Asal Kepuk Bangsri, Belasan Tahun Hilang Kabar - Gaji Tak Pasti di Yordania, Kini Berhasil Dipulangkan Berkat Ini

HALO JEPARA – Sri Titik Azizah warga RT 03/RW 06, Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara bisa bernafas lega. Kini, Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini bisa berkumpul lagi dengan keluarganya di Bangsri setelah belasan tahun tanpa kabar di Amman, Yordania.

Sri Titik dipulangkan dari Amman Yordania ke Jakarta pada 5 Juni 2026. Lalu pada Minggu 7 Juni diterbangkan dari Jakarta menuju Bandara Ahmad Yani Semarang. Setelah itu dibawa ke rumahnya di Bangsri Jepara.

"Alhamdulillah kondisinya sehat. Instruksi Bupati Jepara Mas Wiwit kita bantu pemulangan hingga akhirnya sekarang yang bersangkutan sudah berkumpul lagi dengan keluarganya," kata Kepala DinkopUMKNakertrans Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, Selasa (9/6/2026).

Diketahui, Sri Titik mulai berangkat ke Amman Yordania melalui salah satu perusahaan penempatan PMI di Jakarta sekitar bulan November 2010. Sri Titik bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah Murod, Amman, Yordania.

Rupanya, selama kurang lebih 16 tahun bekerja pada Murod, Sri Titik hanya menerima uang saku dan tidak pernah menerima gaji sebagaimana mestinya. Ia juga tak menghubungi pihak keluarganya di Bangsri Jepara.

"Selama masa penempatan di Amman itu juga sering terjadi perselisihan dengan pihak Murod," ujarnya.

Lalu, pada pertengahan tahun 2025, Sri Titik yang sudah tak tahan dengan perilaku majikannya, berinisiatif menghubungi pihak KBRI Amman untuk meminta bantuan pemulangan ke Indonesia.

Pemkab Jepara ditembusi oleh pihak KBRI Amman hingga akhirnya tersambung dengan keluarga Sri Titik yang ada di Bangsri. DinkopUMKNakertrans Jepara juga berkoordinasi dengan Helpdesk BP3MI Jateng dan pihak terkait lainnya terkait nasib Sri Titik. Setelah melalui serangkaian proses akhirnya yang bersangkutan benar-benar bisa dipulangkan ke Jepara.

"Selama proses menunggu kepulangan, yang bersangkutan ditampung di KBRI Amman," tandas Zamroni.

Sejak Januari 2026 hingga Juni ini, Pemkab Jepara sudah membantu kepulangan enam PMI asal Kota Ukir dari berbagai negara tempat mereka bekerja. Alasan pemulangan mereka beragam. Seperti PMI dari jalur ilegal atas nama Suyatemi, warga Desa Tubanan Kecamatan Kembang. Ia menjadi korban penganiayaan saat bekerja di Malaysia.
Anak korban datang ke kantor DinkopUMKNakertrans Jepara meminta pemulangan Suyatemi ke Tanah Air.

Lalu ada juga PMI asal Mayong bernama Muhammad Roziqin, yang dibantu pemulangan ke Tanah Air setelah terserang kanker langka saat bekerja di Jepang.

"Ada juga PMI asal Kedung yang meninggal di Taiwan. Apakah yang bersangkutan bekerja dari jalur legal atau ilegal tetap akan kita bantu pemulangannya dan kita koordinasikan dengan pihak terkait agar yang bersangkutan juga bisa menerima hak-hak sebagaimana mestinya," tandanya.

Kabar kepulangan Sri Titik Azizah direspon positif oleh pihak keluarga. Hal itu terlihat dari unggahan perwakilan keluarga dan warga yang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Jepara yang dinilai gerak cepat membantu pemulangan Sri Titik ke Tanah Air.

Apresiasi itu seperti yang disampaikan melalui akun bernama Mamatu Mamatu.

"Terimakasih atas perhatian dan bantuannya Mas Bupati Jepara, Dinas Sosial, dan Dinas Ketenagakerjaan Jepara beserta staf-stafnya yang telah memperjuangkan proses pemulangan TKI warga kami yang selama 17 tahun tanpa kabar,"

"Kami mewakili keluarga Sri Titik tidak bisa membalas apapun, hanya mampu mendoakan semoga semua baik-baik saja... dan amanah dalam mengemban amanah rakyat. Aamiin," tulis pemilik akun Mamatu Mamatu. (*)

08/06/2026

Oknum KBIH Diduga Tipu Jemaah untuk Badal Haji dan Dam Rp 1,4 Miliar

Duit Rp200 Miliar APBD Jateng Digeser untuk Percepat Perbaikan Jalan Rusak, Ada Ruas Keling-Kelet JeparaHALO JATENG — Gu...
08/06/2026

Duit Rp200 Miliar APBD Jateng Digeser untuk Percepat Perbaikan Jalan Rusak, Ada Ruas Keling-Kelet Jepara

HALO JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran tahun 2026 sekitar Rp200 miliar untuk perbaikan jalan di wilayahnya.

Hal itu untuk mempercepat penaganan perbaikan jalan rusak di wilayahnya supaya mulus kembali.

"Jadi untuk tahun 2026 ini, daripada menunggu anggaran perubahan bulan September, kita membat Perkada (Peraturan kepala daerah) untuk menggeser beberapa anggaran yang kita gunakan untuk pemeliharaan jalan," kata Luthfi usai Rapat Evaluasi APBD Tahun 2026 dan Persiapan APBD Perubahan 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 8 Juni 2026.

Realokasi anggaran tersebut, dilakukan untuk menggenjot kembali kemantapan jalan provinsi di Jawa Tengah, yang sempat menurun karena musim hujan yang panjang sampai awal tahun 2026.

https://www.halojepara.id/08/06/2026/duit-rp200-m-apbd-jateng-digeser-untuk-percepat-perbaikan-jalan-rusak-ada-ruas-keling-kelet-jepara/

"Hari ini saya putuskan dengan Wagub, Sekda, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bahwa khusus infrastruktur akan kita buatkan Perkada, sehingga jalan-jalan provinsi yang sekarang kualifikasinya rusak berat insyaallah dalam waktu dekat kita lakukan pemeliharaan dan peningkatan. Saya ingin 2026 ini kembali ke 2025 bahwa kemantapan jalan provinsi harus 94,4%," tegasnya.

Ia menjelaskan, dana realokasi tersebut diprioritaskan untuk jalan-jalan provinsi yang saat ini kondisinya rusak berat. Salah satu contohnya adalah ruas jalan Randublatung-Cepu yang sempat dikomplain oleh masyarakat setempat. Selanjutnya di ruas jalan di wilayah Soloraya, dan ruas Jalan Keling-Kelet di Jepara.

"Memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar kita tidak melanggar peraturan. Jadi tidak bisa langsung, intinya kita bisa melakukan itu," jelas Luthfi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro menambahkan, pada Perkada 2026 ini akan ada alokasi tambahan sekitar Rp200 miliar. Tambahan anggaran tersebut sudah diploting untuk usualan yang sudah diajukan. Titik lokasi yang akan menjadi sasaran tersebar di seluruh Jawa Tengah, termasuk ruas Randublatung-Cepu, Keling-Kelet Jepara, Wonogiri dan Soloraya, dan beberapa titik lainnya.

"Harapannya nanti posisi kemantapan jalan di akhir 2026 nanti bisa naik," katanya.

Berdasarkan perhitungan terakhir, dengan adanya tambahan alokasi sekitar Rp200 miliar dan APBD Perubahan, kemantapan jalan diperkirakan akan kembali pada kisaran 93% bahkan bisa naik menjadi kisaran 95-96%.

"Jadi perbaikan jalan rusak di Jawa Tengah melalui dua cara. Pertama, melalui Bidang Bina Marga dengan pengaspalan jalan dua lapis. Kedua, melalui Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) dengan pengaspalan satu lapis. Peningkatan jalan masuknya ke Bidang Bina Marga," katanya. (*)

Address

Gang Dukun Bayi RT 2 RW 4 Desa Bulungan Pakisaji Jepara
Jepara
59456

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when halo Jepara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share