04/07/2020
Allahu Allah Allahu Rabbi. Bek dilee neubri kiamat donya. Umat manusia cukup that lalei. Ditinggai sembahyang dengoen puasa.โ
Lantunan syair itu menggema dari pengeras suara meunasah di gampong saban malam Jumat. Setelah beberapa tahun absen di beberapa gampong di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, kini kembali rutin digelar.
Dalail Khairat, begitu syair itu disebut. Dilantunkan sejumlah orang โtermasuk anak kecilโ selepas salat Isya berjamaah. Mereka duduk bersila di tikar membuat lingkaran kecil. Sebagian memakai peci dan sarung.
Dalail khairat merupakan budaya zikir yang sudah lama berkembang di Aceh. Tidak diketahui pasti sejak kapan budaya ini pertama kali masuk ke Aceh. Dalail khairat ini digunakan sebagai alat untuk berzikir dan memuji sang Maha Pencipta.
Takdir Feriza, putra Aceh yang menjadi qari internasional ini sudah mempelajarinya sejak kecil.
โLon meureuno wate jak beut baroe jeh (Saya belajar saat dulu pergi mengaji),โ kenang Takdir.
Menurut Takdir, saat ia belajar mengaji, dalail wajib dilantunkan oleh semua santri laki-laki. Tak heran sampai sekarang ia masih sering diundang untuk menjadi syeh dalail atau likee di berbagai kesempatan.
โKarena sudah terbisa dari kecil, saya masih ingat syairnya sampai sekarang,โ kata Takdir sambil tersenyum.
Dalail berasal dari bahasa Arab, yaitu dalilun yang dapat diartikan sebagai dalil-dalil atau keterangan-keterangan. Sedangkan khairat berarti kebaikan. Jadi dalail khairat adalah dalil-dalil untuk kebaikan.
โDalam dalail, ada banyak bacaan yang dibaca dan semuanya sudah dikumpulkan menjadi satu buku atau kitab kecil,โ kata Badruzzaman Ismail, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA). โKalau isinya ada asmaul husna (nama-nama Allah), salawat, doa, dan ada juga kasidahnya,โ lanjut dia.
โSemuanya disampaikan dalam gaya irama yang bernuansa pantun atau nazam, ada dua atau tiga orang sebagai pemandu awal yang disebut syeh dan disahuti oleh yang lain yang hadir, dilantunkan dengan berbagai lagu irama seperti Aceh, India dan padang pasir sehingga menarik untuk didengar.โ