Basarnas Bali

Basarnas Bali Rescue Zone

EVAKUASI JENAZAH PENDAKI DI GUNUNG BATUKARU DI KEDALAMAN 90 METEETABANAN — Upaya evakuasi terhadap korban yang hilang di...
10/05/2026

EVAKUASI JENAZAH PENDAKI DI GUNUNG BATUKARU DI KEDALAMAN 90 METEE

TABANAN — Upaya evakuasi terhadap korban yang hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, berhasil dilaksanakan oleh tim SAR Gabungan pada Minggu (10/5/2026). Jenasah ditemukan di jurang dengan kedalaman kurang lebih 1.700 Mdpl pada Sabtu (9/5/2026) sore, pukul 16.20 Wita.

Saat pertama kali ditemukan, muncul kecurigaan bahwa jenasah tersebut merupakan Made Dibya (84), yang sebelumnya dilaporkan terpisah dan tersesat saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Sebelumnya Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) telah menghentikan pencarian pria lanjut usia tersebut, dikarenakan operasi SAR telah berlangsung selama 7 hari, Sabtu (2/5/2026).

Dengan ditemukan adanya kecurigaan keberadaan korban, maka operasi SAR dibuka kembali. Menindaklanjuti laporan tersebut, Operator Komunikasi basarnas Bali segera melaksanakan koordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali serta pemandu lokal Batukaru. Pada pukul 16.40 Wita, diberangkatkan 5 personel dari kantor Basarnas Bali yang berada di Jimbara, Kuta Selatan menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Dengan kondisi larut malam dan pencahayaan minim, maka disepakati upaya evakuasi dilakukan pagi tadi.

Pada pukul 08.00 Wita tim bergerak dari ketinggian 1.197 Mdpl menuju titik lokasi penemuan korban. Setelah menempuh perjalanan melalui medan yang cukup berat, pada pukul 10.20 Wita, mereka berhasil menjangkau posisi korban pada koordinat 8°20'46.67"S - 115°5'6.32"E di ketinggian 1.808 Mdpl, tepatnya di jurang sedalam kurang lebih 90 meter.

Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian mengingat medan yang licin, bebatuan yang labil, serta kondisi cuaca lembab disertai kabut dan jarak pandang terbatas. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembengkakan dan pembusukan organ tubuh turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi.

Pada pukul 11.45 Wita, korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang dan selanjutnya ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan Jatiluwih. Seluruh proses evakuasi selesai dilaksanakan pada pukul 13.40 Wita dan korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Ditsamapta Sabhara Polda Bali, Ditsamapta Sabhara Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, Polairud Polres Tabanan, Babinsa Desa Jegu, BPBD Kabupaten Tabanan, Bhuana Bali Rescue, RAPI Tabanan, PMI Kabupaten Tabanan, komunitas pendaki gunung, ORARI Bali, IOF Bali, serta keluarga korban dan masyarakat setempat. (ay/hmsdps)

TIM SAR GABUNGAN HENTIKAN PENCARIAN PRIA LANJUT USIA YANG HILANG DI GUNUNG BATUKARUTABANAN --- Kantor Pencarian dan Pert...
02/05/2026

TIM SAR GABUNGAN HENTIKAN PENCARIAN PRIA LANJUT USIA YANG HILANG DI GUNUNG BATUKARU

TABANAN --- Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) menghentikan upaya pencarian dan pertolongan terhadap pria lanjut usia Made Dibya (84) yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Penghentian pencarian ini dilakukan mengingat selama tujuh hari pencarian tim SAR Gabungan belum menemukan tanda - tanda baru keberadaan korban.

"Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan," terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara.

Ia menambahkan, sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan kelurga korban, telah menyisir hutan dan area perbukitan yang dicurigai menjadi titik hilangnya korban, namum pencarian tetap nihil.

Tak hanya itu, saksi mata yang ikut dalam rombongan pendakian, Negah Susana Yasa (61) juga dilibatkan kembali dalam upaya pencarian.

Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi terbatas.

"Sesuai dengan regulasi Undang - Undang Nomor. 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan, pencarian dengan pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan apabila selama 7 hari pencarian korban tidak ditemukan," ungkap Juni Antara.

Meski demikian, Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali apabila ditemukan tanda - tanda yang mengarah pada bukti baru yang ditemukan di lokasi kejadian.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar - besarnya kepada seluruh tim SAR gabungan atas dedikasi dan tugas kemanusian yang dilakukan sejak hari pertama hingga terakhir ini, pencarian kita lanjutkan dengan pemantauan dan akan berkoordinasi dengan pemandu - pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut," tutupnya

HILANG SEJAK KEMARIN, SEORANG WNA DITEMUKAN TERDAMPARNUSA DUA–  Seorang Warga Negara Asing (WNA) diduga tenggelam di Pan...
29/04/2026

HILANG SEJAK KEMARIN, SEORANG WNA DITEMUKAN TERDAMPAR

NUSA DUA– Seorang Warga Negara Asing (WNA) diduga tenggelam di Pantai Mengiat, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (28/4/2026). Korban diketahui bernama Sinisa Bilanovic (57), berkewarganegaraan Republik Serbia.

Informasi tersebut baru diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari ini, Rabu (29/4/2026) pada pukul 09.30 Wita. "Kami memperoleh laporan dari bapak Parma, dikatakan bahwa kejadiannya kemarin," ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Mulanya korban bersama 17 wisatawan lainnya tiba di Pantai Mengiat, Nusa Dua sekitar pukul 11.00 Wita. Hingga pukul 17.00 Wita, Sinisa Bilanovic tidak kunjung kembali dan berkumpul bersama rombongan. Pihak tour guide bersama rombongan sempat melakukan pencarian di sekitar pantai, namun hasilnya nihil. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada Polairud Polresta Denpasar.

Menindaklanjuti laporan tersebut, diberangkatkan tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berjumlah 7 orang menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, dilakukan koordinasi dengan unsur SAR lainnya dan kemudian diturunkan rubber boat. "Keseluruhan personel dibagi menjadi 2 SRU, yakni melakukan penyisiran di perairan dengan 2 unit rubber boat dan pencarian oleh tim darat ke arah utara" terang Sidakarya.

Hingga pukul 12.00 Wita tim SAR gabungan belum menemukan korban. Tak lama berselang diperoleh informasi ada penemuan jenasah terdampar. "Pada pukul 13.36 korban ditemukan terdampar 700 meter dari LKM dalam keadaan meninggal dunia," terang Kadek Perdana Yasa, selalu koordinator lapangan. Selanjutnya jenasah dinawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar dengan menggunakan Ambulance Balawista Kuta Selatan.

Upaya pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polresta Denpasar, Balawista Kuta Selatan, masyarakat setempat, serta rekan korban. (ay/hmsdps)

27/04/2026

Mumpung lagi cerah capt🔥

KORBAN TENGGELAM DI AIR TERJUN TEMBOK BARAK DITEMUKAN MENINGGAL DUNIABULELENG ---Pencarian hari kedua terhadap Ardianan ...
26/04/2026

KORBAN TENGGELAM DI AIR TERJUN TEMBOK BARAK DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA

BULELENG ---Pencarian hari kedua terhadap Ardianan Wardana Putra (23), asal Sleman, Yogyakarta, yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, kembali dilanjutkan sejak pagi, Minggu (26/4/2026). Objek wisata ini berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng,

Dengan dibantu masyarakat setempat, tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di seputaran pusaran air terjun. Sementara itu tim darat memantau dari atas untuk melihat kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban.

Upaya pencarian tersebut akhirnya menemukan titik terang. "Kita menemukan salah satu titik yang kita curigai, posisi barat air terjun arah ke tebing," terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. Untuk memastikan kecurigaan tersebut diturunkan tim penyelam.

Tak berselang lama setelah upaya menyelam, akhirnya pada pukul 09.00 Wita korban ditemukan di bawah permukaan air di kedalaman berkisar 6-7 meter. Keadaan korban saat ditemukan masih menggunakan celana warna hitam, dan tidak ditemukan adanya luka benturan. "Kondisi titik yang kita curigai dengan info kronologis awal yang kita terima pada posisi kurang lebih 2-3 meteran, bergeser ke arah selatannya," jelasnya.

Setelah dievakuasi ke darat, selanjutnya jenasah Ardianan Wardana Putra dibawa menuju RSUD Kabupaten Buleleng menggunakan ambulance PMI Kabupaten Buleleng.

Diberitakan sebelumnya beberapa orang melakukan aktivitas mandi di air terjun Tembok Barak pada Sabtu (25/4/2026) pukul 16.30 Wita. Keceriaan itu berubah menjadi mencekam saat 1 orang tidak bisa melawan arus derasnya air terjun dan ia pun tenggelam. Teman-temannya berusaha memberikan pertolongan, akan tetapi karena semuanya diselimuti kepanikan, akhirnya tubuh Ardianan tenggelam dan tidak bisa ditemukan. upaya pencarian hingga malam hari oleh tim SAR gabungan hasilnya nihil.

Adapun unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya operasi SAR diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, SAMAPTA Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, Bala wita Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Bhuana Bali Rescue, Badan Pusat Statistik Buleleng, perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban. (ay/hmsdps)

TI'M SAR CARI 1 ORANG PENDAKI TERSESAT DI GUNUNG BATUKARUTABANAN – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilapor...
26/04/2026

TI'M SAR CARI 1 ORANG PENDAKI TERSESAT DI GUNUNG BATUKARU

TABANAN – Upaya pencarian terhadap seorang pendaki yang dilaporkan terpisah dan tersesat dari rombongannya di kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Informasi awal diterima oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Minggu (26/4/2026) pukul 04.40 Wita dari anggota BPBD Kabupaten Tabanan. Dari laporan tersebut, diperkirakan kejadiannya di hari Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui bernama Made Dibya (80), seorang warga asal Penebel, Tabanan.

Mulanya Made Dibya bersama 13 orang lainnya berangkat dari jalur pendakian Desa Sarin Buana kurang lebih pukul 06.00 Wita. Namun dalam perjalanan hanya 10 orang saja yang masih bisa melanjutkan pendakian. Sore harinya, saat mereka telah kembali tiba ke titik awal, baru disadari ada 1 orang belum bergabung. Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Tabanan, akan tetapi korban belum berhasil ditemukan.

Pagi tadi, sebanyak 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berangkat menuju lokasi kejadian. Mereka dilengkapi dengan peralatan mountaineering, medis serta drone thermal untuk pencarian melalui udara dengan jangkauan yang lebih luas.

Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan berbagai unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (7 personel), Polsek Penebel (2 personel), BPBD Kabupaten Tabanan (5 personel), masyarakat setempat dan rekan korban. (ay/hmsdps)

TIM SAR CARI KORBAN TENGGELAM DI AIR TERJUN TEMBOK BARAKBULELENG – Tim SAar gabungan mencari satu orang yang tenggelam d...
25/04/2026

TIM SAR CARI KORBAN TENGGELAM DI AIR TERJUN TEMBOK BARAK

BULELENG – Tim SAar gabungan mencari satu orang yang tenggelam di kawasan Air Terjun Tembok Barak, yang berlokasi di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Informasi awal diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada hari Sabtu (25/4/2026), sekitar pukul 18.40 Wita dari pelapor bernama Jero Mangku Oka (Damkar Buleleng). "Berdasarkan laporan, estimasi kejadian kurang lebih pukul 16.30 Wita," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Korban diketahui bernama Ardianan Wardana Putra, seorang pegawai kantor statistik, yang beralamat di Sleman, Yogyakarta.

Mulanya sekitar lima orang melakukan aktivitas mandi di lokasi kejadian pada pukul 16.30 Wita, namun nahas, satu orang di antaranya tenggelam. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 6 peronsel Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian. "Upaya pencarian dengan usaha renang maupun snorkling dan selam, sudah malam hari dengan hasil pencarian masih nihil," jelas Kadek Dony Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.

Adapun unsur SAR yang terlibat operasi SAR diantaranya dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Damkar Buleleng, BPBD Buleleng, PMI Buleleng, Polairud Buleleng, Polsek Sukasada, PAMAPTA Polres Buleleng, Bhabinkamtibmas Sambangan, Babinsa Sambangan, Pokdarwis Aling-Aling Sambangan, Badan Statistik Buleleng, perangkat Desa Sambangan, masyarakat setempat beserta rekan korban.

Upaya pencarian terhadap korban berlangsung hingga petang. Kondisi pencahayaan di lokasi sangatlah terbatas, sehingga tim SAR gabungan tidak bisa secara maksimal melakukan upaya penyisiran. Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan besok pagi. (ay/hmsdps)

HARI KEDUA PENCARIAN, KORBAN HILANG DI PANTAI KELINGKING AKHIRNYA DITEMUKANNUSA PENIDA– Operasi SAar hari kedua terhadap...
25/04/2026

HARI KEDUA PENCARIAN, KORBAN HILANG DI PANTAI KELINGKING AKHIRNYA DITEMUKAN

NUSA PENIDA– Operasi SAar hari kedua terhadap seorang warga Desa Bunga Mekar yang dilaporkan hilang akibat terhempas ombak di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan pada Jumat (25/4/2026) malam dalam kondisi meninggal dunia.

Upaya pencarian oleh Tim SAR Gabungan telah dilaksanakan sejak pagi hari. Pada pukul 06.00 WITA, seluruh personel melaksanakan briefing, pembagian area pencarian (search area), serta penyampaian rencana pergerakan. Tim SAR Gabungan menggunakan RIB 05 Denpasar bergerak dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran sorty pertama. Hingga pukul 11.15 WITA hasilnya nihil dan mereka merapat di Jungut Batu Tlatak, Nusa Ceningan. Upaya pencarian dilanjutkan sekitar pukul 13.57 Wita hingga pukul 16.30 Wita, namun tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Pencarian hari ini sempat menghadapi beberapa kendala, yakni akses penyisiran yang sulit, kondisi gelombang tinggi dan ombak pecah, serta perubahan arah dan kecepatan angin yang cukup ekstrem di sekitar garis pantai.

"Pada 17.50 WITA kami menerima informasi dari warga bahwa korban mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian," ungkap Cakra Negara, Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida. Menindaklanjuti laporan tersebut, RIB 05 Denpasar segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.

Pada pukul 19.15 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan pada posisi kurang lebih 803,62 meter dari lokasi kejadian awal. Usai dibawa ke darat, jenasah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Gema Santi menuju Rumah Sakit Gema Santi.

Diberitakan sebelumnya, korban bernama Nyoman Rame (49) hilang saat melakukan aktivitas memancing bersama anaknya di atas tebing Pantai Kelingking pada Jumat (24/4/2026). Saat itu, korban diduga terhempas ombak besar hingga terjatuh ke laut dan hilang.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur Tim SAR Gabungan, di antaranya Unit Siaga SAR Nusa Penida, Pos TNI AL Nusa Penida, Babinsa Desa Bunga Mekar, Bhabinkamtibmas Desa Bunga Mekar, Polairud Polres Klungkung, BPBD Klungkung, petugas ambulans Gema Santi, serta keluarga korban. (ay/hmsdps)

24/04/2026

PEMANCING TERHEMPAS OMBAK DI PANTAI KLINGKING, TIM SAR LAKUKAN PENCARIAN

KLUNGKUNG – Seorang warga terjatuh dan terhempas ombak saat memancing di Pantai Klingking, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (24/4/2026). Korban diketahui bernama Nyoman Rame (49), seorang petani asal Desa Bunga Mekar. Peristiwa bermula saat korban bersama anaknya memancing di Pantai Klingking. Mereka melakukan aktivitas memancing di atas tebing, tiba-tiba sang ayah terhempas ombak hingga terseret ke laut dan menghilang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 06.00 Wita dari Bapak Pageh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Lokasi kejadian tepatnya berada di koordinat 8°45'3.03"S - 115°28'26.60"E, dengan kondisi saat ini berawan dengan jarak pandang mencapai 12,6 kilometer.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 06.25 Wita, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Nusa Penida. Tim SAR gabungan berjumlah 6 personel, terdiri dari 5 personel Unit Siaga Nusa Penida dan 1 personel TNI AL Pos Nusa Penida bergerak dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 05 Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Upaya pencarian juga didukung dari keluarga korban serta masyarakat setempat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan potensi yang ada untuk melakukan pencarian secara maksimal. “Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran dari lokasi terakhir korban terlihat hingga sekitarnya, menyesuaikan kekuatan juga arah arus dan angin," ujar I Nyoman Sidakarya. Selain pergerakan di laut, ada juga tim yang melakukan pemantauan dari darat. Operasi SAR hingga saat ini masih terus berlangsung dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (ay/hmsdps)

23/04/2026

TERJEBAK DI BAWAH TEBING, 2 WNA DIEVAKUASI MENGGUNAKAN HELI

PECATU --- Dua orang WNA asal Rusia terjebak di bawah tebing Pantai Cemongkak, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kamis (23/4/2026) siang. Identitas keduanya atas nama Sergei Starostin (laki-laki/ 51 tahun) dan Diana Zolotova (perempuan/ 20 tahun).

Informasi awal kejadian tersebut diterima dari Fika, Staff Beach Club EL Kabron. "Setelah ada informasi ke Kantor SAR Denpasar pada pukul 13.10 dan kejadian diinformasikan jam 11.30 Indonesia Bagian Tengah," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Menindaklanjuti permintaan evakuasi, diberangkatkan 8 orang personel menuju lokasi. Melihat posisi korban yang jauh di bawah dan waktu yang terbatas karena mulai naiknya air laut, maka diputuskan untuk melakukan evakuasi dengan mengerahkan Helikopter SGi Air Bali.

"Anggota kita dari Kantor SAR Denpasar, Basarnas Bali langsung koordinasi dan on board personel kita di helikopter SGi Air Bali 1 orang," imbuhnya. Heli take off dari posisinya di Hellyport Benoa pada pukul 14.46 Wita dengan 5 personel on board. Sekitar 12 menit mengudara, mereka tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi dengan sistem hoisting. "Tidak ada permasalahan yang begitu signifikan tetapi harus lebih cepat dalam proses tersebut karena melihat gelombang yang cukup naik, dan kita menggunakan hoisting, dan satu per satu korban bisa kita evakuasi," tutup Sidakarya.

Akhirnya keduanya berhasil diselamatkan dan selanjutnya landing di hellyport SGi Air Bali kurang lebih pukul 15.15 Wita. Keduanya masih dalam kondisi baik, hanya saja korban atas nama Sergei Starostin ada luka ringan di kaki dan siku sebelah kiri. Mereka tidak berkenan untuk pemeriksaan lanjutan di rumah sakit dan tim medis dari Klinik Nusa Medika hanya memberikan tindakan perwatan luka ringan.

Selama berlangsungnya proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Polair Polsek Kuta Selatan, Balawista Kuta Selatan, tim medis Klinik Nusa Medika, Staf Beach Club EL Kabron dan masyarakat setempat. (ay/hmsdps)

20/04/2026

Static training

Address

Jimbaran
80362

Telephone

+6281138115115

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Basarnas Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Basarnas Bali:

Share