23/02/2024
Dalam menghadapi musuh dari kalangan manusia, caranya dengan sabar dan berbuat baik kepadanya. Kita menghadapi keburukannya dengan kebaikan. Hal ini supaya dia tidak jadi memusuhi, bahkan bisa jadi teman yang baik. Adapun musuh dari setan, tidak ada cara kecuali meminta perlindungan kepada Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengabarkan hal tersebut dalam tiga tempat. Pertama di surah Al-A’raf ayat 199-200:
“Jadilah engkau pemaaf dan perintahkanlah untuk berbuat baik, serta berpalinglah dari orang-orang bodoh. Dan apabila setan datang menggoda, maka mintalah perlindungan kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf[7]: 199-200)
Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan cara yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: ‘Wahai Rabbku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (p**a) kepada Engkau wahai Rabbku, agar mereka tidak mendekatiku.’” (QS. Al-Mu’minun[23]: 96-98)
Lihatlah, ketika musuhnya adalah manusia, kita diperintahkan untuk menolak perbuatan mereka dengan cara yang lebih baik. Tetapi ketika musuhnya setan, kita diperintahkan untuk berlindung kepada Allah.
Juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antaramu dan dia menjadi seperti teman yang setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan keculai kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Dan jika setan datang menggodamu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fussilat[41]: 34-36)
selengkapnya di: rodja.id/5aw