03/06/2026
Pemerintah Tegas, Stop Bantu Korban Tawuran Antar Kampung di Alor
KALABAHI,RADARPANTAR.com-Pemerintah mengambil langka tegas menghentikan bantuan bagi korban tawuran antar kampung di Alor. Pasalnya, pemerintah daerah mempunyai anggaran yang terbatas akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.
Dalam rapat bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala SMA/SMK, sejumlah Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Teluk Mutiara, mereka semua sepakat bahwa anak-anak yang menjadi korban akibat perkelaihan, baik luka ataupun segala macam itu tidak perlu dibantu oleh pemerintah daerah, karena pemerintah daerah mempunyai dana yang terbatas, kata Wakil Gubernur NTT Jhony Asadoma didampingi Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH usai memimpin rapat bersama yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Teluk Mutiara, Kalabahi, Rabu (03/06/2026).
Sampai dengan saat ini menurut Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, SH, MH demikian Wagub NTT, sudah Rp. 1 Milyar lebih uang yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah untuk membantu korban tawuran di Alor. Dan, ini bukan tugas utama pemerintah.
Menurut Asadoma, tugas utama pemerintah itu adalah bagaimana membangun masyarakat ini supaya sejahtera, berproduksi, berkarya agar hidupnya menjadi lebih baik, punya masa depan.
Dijelaskannya, bagi mereka yang berkelahi itu adalah pilihan mereka, sehingga kalau terjadi sesuatu terhadap dirinya bukan menjadi tanggung jawab pemerintah. Silakan kalau ke rumah sakit BPJS tanggung silakan, tetapi pemerintah mengeluarkan anggaran untuk berobat dan sebagainya itu berdasarkan kesepakatan semua yang hadir dalam rapat tadi tidak perlu lagi dibantu.
Tetapi tambah Asadoma, uang yang ada digunakan untuk membuat kegiatan-kegiatan yang produktif, bantu karang taruna, bantu UMKM, bantu masyarakat yang mau berusaha sehingga masyarakat juga ada ruang untuk berproduksi, ruang untuk berkarya dari anggaran yang tersedia.
“Tetapi itu kewenangan dari Bupati-Wakil Bupati Alor. Bukan saya ... saya hanya menyalurkan apa yang menjadi harapan masyarakat yang diwakili oleh tokoh-tokoh dalam pertemuan,” ujarnya sembari menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Alor agar ikut aktif membina, mendidik, membimbing, menuntun anak-anak kita agar tidak terlibat dalam perkelaihan-perkelaihan yang dapat menimbulkan korban jiwa, luka berat, bisa lumpu seumur hidup.
Menurutnya, Alor sekarang menjadi primadona pariwisata, baik domestik maupun internasional. Ini akan memajukan ekonomi kita, jangan ganggu itu. Mari, saya minta semua ini, orang tua, para tenaga pendidik, kepala sekolah, guru, tokoh agama, mesjid, gereja, tokoh pemuda untuk aktif, jangan masa bodoh.
Ayo, “kita lupakan yang kemaren, sekarang bangun cara berpikir yang baru, cara berpikir agar anak-anak sekolah dengan baik agar menjadi anak-anak yang cerdas, anak yang pintar untuk masa depan yang lebih baik,” pintanya mengajak.
Asadoma menegaskan jika sudah ada jam belajar, jam 19.00-20.30 wita, anak-anak masuk rumah, ambil handpone, belajar, membaca, mengerjakan PR dan sebagainya. Para anggota Sat Pol PP dan Polri melakukan patroli, anak-anak yang keliaran di jalan minta mereka pulang rumah, supaya mereka belajar dengan baik. *** morisweni