12/08/2026
Dua Sosok Pejuang Data Pendidikan Alor: Melayani dengan Hati, Menyusuri 18 Kecamatan
Di balik data pendidikan yang terlihat rapi di layar komputer, ada perjuangan dan pengabdian yang tidak selalu terlihat.
Di Kabupaten Alor, dua sosok ini memilih untuk tidak hanya bekerja di balik meja. Mereka turun langsung, menyusuri sekolah demi sekolah, kecamatan demi kecamatan, untuk memastikan data pendidikan benar-benar menggambarkan kondisi nyata di lapangan.
Anwar Roto, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, bersama Marthen Kaigo, Operator Dinas Pendidikan, menjadi bagian dari para pejuang data pendidikan** yang terus bergerak memberikan pendampingan dan validasi data satuan pendidikan.
Bukan hanya satu atau dua tempat. 18 Kecamatan di Kabupaten Alor menjadi bagian dari perjalanan mereka.
Dari sekolah ke sekolah, mereka mendampingi para Kepala Sekolah dan Operator dalam melakukan penataan serta validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mulai dari Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras).
Bagi sebagian orang, data mungkin hanya berupa angka, nama, tabel, dan dokumen yang tersimpan dalam sebuah sistem.
Namun bagi mereka, data adalah wajah nyata pendidikan.
Satu nama peserta didik harus benar.
Satu data guru harus sesuai.
Satu ruang kelas harus tercatat sebagaimana kondisi sebenarnya.
Begitu p**a setiap sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus terdata secara valid.
Karena dari data yang benar, lahir perencanaan yang benar.
Dari data yang valid, kebijakan dapat lebih tepat sasaran.
Dan dari data yang tertata, kebutuhan sekolah dapat diperjuangkan dengan dasar yang kuat.
Perjalanan menyusuri 18 kecamatan tentu bukan pekerjaan ringan. Kondisi geografis Alor yang penuh tantangan membutuhkan waktu, tenaga, kesabaran, dan komitmen.
Namun mereka terus melangkah.
Melayani bukan sekadar menjalankan tugas. Melayani adalah ketika pekerjaan dilakukan dengan hati.
Anwar Roto dan Marthen Kaigo mungkin tidak selalu berada di depan kamera. Tetapi langkah mereka dari sekolah ke sekolah adalah bagian penting dari upaya membangun fondasi data pendidikan Kabupaten Alor yang lebih akurat dan terpercaya.
Mereka adalah Pejuang Data
Dua sosok yang bekerja dalam senyap, tetapi memiliki dampak besar.
18 Kecamatan. Ratusan satuan pendidikan. Ribuan data yang harus divalidasi. Satu tujuan: menghadirkan data pendidikan yang benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Karena pada akhirnya, membangun pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung dan fasilitas, tetapi juga memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang benar.
Teruslah melayani dengan hati.
Teruslah bergerak dari sekolah ke sekolah.
Karena di balik setiap data yang valid, ada masa depan pendidikan Alor yang sedang kita perjuangkan.