LENSA NUSA KENARI

LENSA NUSA KENARI ▶️ LENSA NUSA KENARI
📡 Update Dari Kampung
📻 Update Random Gaya Milenial

🙎‍♂️ MiLenSa (admin utama)
👨 Admin 2

Media Informasi Publik yang dikemas dengan Gaya Milenial.

Dua Sosok Pejuang Data Pendidikan Alor: Melayani dengan Hati, Menyusuri 18 KecamatanDi balik data pendidikan yang terlih...
12/08/2026

Dua Sosok Pejuang Data Pendidikan Alor: Melayani dengan Hati, Menyusuri 18 Kecamatan

Di balik data pendidikan yang terlihat rapi di layar komputer, ada perjuangan dan pengabdian yang tidak selalu terlihat.

Di Kabupaten Alor, dua sosok ini memilih untuk tidak hanya bekerja di balik meja. Mereka turun langsung, menyusuri sekolah demi sekolah, kecamatan demi kecamatan, untuk memastikan data pendidikan benar-benar menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Anwar Roto, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, bersama Marthen Kaigo, Operator Dinas Pendidikan, menjadi bagian dari para pejuang data pendidikan** yang terus bergerak memberikan pendampingan dan validasi data satuan pendidikan.

Bukan hanya satu atau dua tempat. 18 Kecamatan di Kabupaten Alor menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Dari sekolah ke sekolah, mereka mendampingi para Kepala Sekolah dan Operator dalam melakukan penataan serta validasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), mulai dari Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras).

Bagi sebagian orang, data mungkin hanya berupa angka, nama, tabel, dan dokumen yang tersimpan dalam sebuah sistem.

Namun bagi mereka, data adalah wajah nyata pendidikan.

Satu nama peserta didik harus benar.
Satu data guru harus sesuai.
Satu ruang kelas harus tercatat sebagaimana kondisi sebenarnya.
Begitu p**a setiap sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus terdata secara valid.

Karena dari data yang benar, lahir perencanaan yang benar.
Dari data yang valid, kebijakan dapat lebih tepat sasaran.
Dan dari data yang tertata, kebutuhan sekolah dapat diperjuangkan dengan dasar yang kuat.

Perjalanan menyusuri 18 kecamatan tentu bukan pekerjaan ringan. Kondisi geografis Alor yang penuh tantangan membutuhkan waktu, tenaga, kesabaran, dan komitmen.

Namun mereka terus melangkah.

Melayani bukan sekadar menjalankan tugas. Melayani adalah ketika pekerjaan dilakukan dengan hati.

Anwar Roto dan Marthen Kaigo mungkin tidak selalu berada di depan kamera. Tetapi langkah mereka dari sekolah ke sekolah adalah bagian penting dari upaya membangun fondasi data pendidikan Kabupaten Alor yang lebih akurat dan terpercaya.

Mereka adalah Pejuang Data

Dua sosok yang bekerja dalam senyap, tetapi memiliki dampak besar.

18 Kecamatan. Ratusan satuan pendidikan. Ribuan data yang harus divalidasi. Satu tujuan: menghadirkan data pendidikan yang benar, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena pada akhirnya, membangun pendidikan bukan hanya tentang membangun gedung dan fasilitas, tetapi juga memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang benar.

Teruslah melayani dengan hati.
Teruslah bergerak dari sekolah ke sekolah.
Karena di balik setiap data yang valid, ada masa depan pendidikan Alor yang sedang kita perjuangkan.

Selain Oto Merah, Pelopor Merah Motor Merah ini juga tidak asing bagi pengguna jalur Fanating, Petleng, Mainang - Mataru...
11/08/2026

Selain Oto Merah, Pelopor Merah
Motor Merah ini juga tidak asing bagi pengguna jalur Fanating, Petleng, Mainang - Mataru dan biasa beli bensin dipedagang eceran kalo tidak sempat antri di depot ada yang sudah tanda. Setiap kali ketemu pasti selalu pesan "kakak hati" selalu bersama motor merah". Atas kejadian kemarin, Pagi ini ketemu beberapa orang dan pesan lagi.

Terima kasih untuk semua orang baik.

Pendampingan Penataan Datadik dan Sarpras Dapodik Digelar di SD GMIT BunggetaMataru, Alor —Dinas Pendidikan Kabupaten Al...
10/08/2026

Pendampingan Penataan Datadik dan Sarpras Dapodik Digelar di SD GMIT Bunggeta

Mataru, Alor —Dinas Pendidikan Kabupaten Alor melaksanakan kegiatan Pendampingan Penataan Data Pendidikan dan Sarana Prasarana (Datadik dan Sarpras) pada Dapodik Sekolah, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di SD GMIT Bunggeta, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor.

Kegiatan pendampingan menghadirkan Anwar Roto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Alor selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras), sebagai narasumber. Pendampingan ini bertujuan untuk membangun persamaan persepsi dalam penataan dan pengelolaan data yang valid pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sekolah.

Kegiatan diikuti oleh para Kepala Sekolah dan Operator Sekolah jenjang SD se-Kecamatan Mataru. Kehadiran para kepala sekolah dan operator menjadi bagian penting dalam memastikan data yang dikelola oleh masing-masing satuan pendidikan dapat ditata secara baik, akurat, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan terkait penataan data pendidikan serta data sarana dan prasarana sekolah. Penataan data yang valid diharapkan dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan kebijakan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah.

Kegiatan ini juga didampingi oleh Mathen Kaigo, selaku Operator Dinas Pendidikan Kabupaten Alor. Pendampingan bersama antara narasumber, operator dinas, kepala sekolah, dan operator satuan pendidikan diharapkan mampu memperkuat koordinasi serta menyamakan pemahaman dalam pengelolaan data Dapodik.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap sekolah dapat semakin tertib dalam melakukan penataan data sehingga informasi yang tersaji dalam Dapodik benar-benar menggambarkan kondisi sekolah secara valid.

Data yang valid menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan perencanaan pendidikan yang tepat sasaran. Kegiatan agak berakhir Selasa 11 Agustus 2026

Selamat Jalan Adik.Tuhan menyambut disisiNya
10/08/2026

Selamat Jalan Adik.Tuhan menyambut disisiNya

Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di AlorAlor, Nusa Tenggara Timur — Menteri Perta...
09/08/2026

Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di Alor

Alor, Nusa Tenggara Timur — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8). Keputusan tersebut diambil setelah Amran mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Kamis (6/8).

Dalam kesempatan tersebut, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor, mulai dari persoalan harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian. Aspirasi tersebut kemudian mendorong Mentan Amran untuk tidak berhenti pada respons dari Jakarta, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi pertanian Alor.

Mentan Amran mengatakan, dirinya sengaja membatalkan agenda rapat pimpinan karena ingin memastikan persoalan yang disampaikan mahasiswa tersebut dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.

“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, aspirasi Adriano menunjukkan bahwa suara mahasiswa dapat menjadi pengingat penting bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.

“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” tegas Mentan Amran.

Setibanya di Alor, Mentan Amran langsung meninjau sejumlah lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Dari peninjauan tersebut, Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama intervensi Kementerian Pertanian di Alor.

Mentan Amran melihat sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Alor. Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi yang berjalan secara bersamaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dalam jangka pendek hingga pengembangan komoditas perkebunan yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.

“Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus. Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan p***a kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” kata Mentan Amran.

Untuk kebutuhan pangan, Mentan Amran memastikan ketersediaan beras di Alor harus aman dan masyarakat memperoleh harga yang terjangkau. Ia juga meminta Bulog memastikan stok tetap tersedia serta melakukan operasi pasar apabila dibutuhkan.

“Beras sudah aman, sudah ada di gudang. Harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” tegasnya.

Selain beras, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan untuk percepatan produksi pangan melalui benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian, serta p***a untuk mendukung lahan yang memiliki sumber air. Dalam kunjungannya, Mentan Amran bahkan menambah sejumlah dukungan alsintan dan p***a berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat.

Untuk jangka panjang, Mentan Amran mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam jangka panjang.

“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kita harus kerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, intervensi tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan berupa bibit dan biaya tanam diberikan pemerintah sehingga masyarakat tidak dibebani biaya awal.

“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam peninjauan tanaman kakao, Mentan Amran juga mengapresiasi pertumbuhan bibit yang telah dikembangkan di Alor. Menurutnya, tanaman perkebunan seperti kakao, kelapa, dan mete merupakan investasi jangka panjang yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun.

“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan, kunjungan langsung ke Alor menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan dan penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan. Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” pungkas Mentan Amran.

Sumber : Ditjen PKH Kementan RI

berat

Sekretaris Desa Petleng Berdiskusi tentang Masa Depan PetaniPerjuangan untuk petani adalah perjuangan untuk kehidupan ma...
09/08/2026

Sekretaris Desa Petleng Berdiskusi tentang Masa Depan Petani

Perjuangan untuk petani adalah perjuangan untuk kehidupan masyarakat.

Dalam sebuah kesempatan, saat kunjungan Mentan RI, Sabtu, 8 Agustus 2026 Sekretaris Desa Petleng, Deny Maata berdiskusi langsung dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat petani di wilayah Desa Petleng dan desa-desa sekitar.

Dengan membawa proposal dan sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, Deny Maata menjelaskan secara langsung kondisi di lapangan.

'Terima kasih adik Dede Padama. Tanpa adik, permohonan ini tidak sampai ke Pak Menteri Amran Sulaiman, Menteri Pertanian" tulisnya diakun Facebooknya

Menurut Deny, dirinya mengakui bahwa Menteri Pertanian adalah sosok yang sangat detail dan fokus ketika menerima penjelasan. Setiap persoalan yang disampaikan tidak sekadar didengar, tetapi diperhatikan dan dikaji secara serius.

Beberapa persoalan yang disampaikan antara lain:

1. Revitalisasi Bendungan Mebung
2. Penambahan jaringan irigasi tersier dan sekunder untuk mendukung pertanian di wilayah Petleng, Mebung dan Benlelang
3. Bantuan p***a air bagi masyarakat petani
4. Memperlancar distribusi dan akses pupuk bersubsidi
5. Bantuan alat pendukung pertanian, seperti hand tractor dan berbagai peralatan lainnya kepada kelompok-kelompok tani.

Kabar baiknya, beberapa poin yang disampaikan telah diterima dan akan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertanian serta Dinas PUPR Provinsi NTT. Proses tersebut juga disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur NTT

Ini bukan sekadar tentang proposal atau bantuan. Ini adalah tentang harapan masyarakat desa agar lahan pertanian dapat terus berproduksi, air tersedia, pupuk mudah diperoleh, dan petani memiliki peralatan yang memadai untuk bekerja.

Perjuangan seperti ini mungkin tidak langsung memberikan hasil hari ini. Namun, setiap langkah harus dilakukan dengan sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat.

Segala upaya kita lakukan. Jadi atau tidak, Tuhan pasti merancangkan yang terbaik.

Dari Desa Petleng, untuk petani dan masa depan pertanian Alor.

09/08/2026
Jadi Bupati Berguna Atau Tidak?
08/08/2026

Jadi Bupati Berguna Atau Tidak?

07/08/2026

Besok Dipastikan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman Tiba di Alor. Suara Minor adik Dede Mengguncang Hati Sang Mentan

Suara Minor dari AlorTerbaik adik Dede Padama
06/08/2026

Suara Minor dari Alor
Terbaik adik Dede Padama

Address

Kalabahi
85813

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LENSA NUSA KENARI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to LENSA NUSA KENARI:

Shortcuts

Share