10/02/2026
Pada suatu pertemuan ada seorang ibu yang datang terlambat.
A : Maafkan saya datang terlambat apakah acara sudah mau selesai?
B : Belum baru setengah jalan, tumben datang terlambat?
A : Biasa saya harus menyelesaikan pekerjaan rumah dulu sebelum keluar, karena kalau di kerjakan nanti sepulang acara badan sudah lelah.
Ditengah obrolan datanglah ibu C dengan sedikit tergesa dengan nafas tidak beraturan.
B : Mari Bu, sini masih lega tempatnya. Ibu B mempersilakan ibu C duduk di sampingnya.
C : Terimakasih.
A : Aman Bu saya juga terlambat, kata ibu A menenangkan ibu C.
Tak lama berselang mereka saling ngobrol, sedangkan saya fokus menyimak karena belum begitu mengenal beliau.
Ketiga ibu tersebut terlihat sebaya sekitar 40an tahun dan sudah sering bertemu sehingga obrolan mereka mengalir begitu saja tanpa filter.
C : Aduh sudah berniat berangkat on time tapi tetap tidak bisa yaaa harus menyelesaikan pekerjaan rumah dan urusan yang lain.
A : sama Bu, saya juga begitu.
C : iya ya kalau keluar rumah sudah beres semua kan tenang. Meski banyak orang dirumah mereka tidak peduli dengan keadaan kebersihan dan kerapihan rumah. Meski sudah diingatkan berkali-kali.
B : Padahal kita ini kan RATU yaa "KATANYA".
A : Iya ratu rasa babu. Dengan sedikit kesal ibu A menambahkan.
C : Iya betul, mana ada ratu tangan kasar muka keriput seperti kita, bangun tidur hingga tidur lagi yang di hadapi kerjaan yang tak ada habisnya.
Saya sedikit syok mendengar obrolan ibu-ibu tersebut, padahal di forum tersebut juga ada bapak-bapak.
Apakah mereka sengaja agar bapak-bapak merasa?
Miris memang di sebagian rumah tangga peran ibu tak ubahnya babu. Mereka harus mengerjakan berbagai macam tugas yang kalau dikerjakan bahkan waktu sehari 24 jam itu tidak cukup. Belum kalau ketemu suami yang NPD dan patriarki, mereka pasti merasa hidup di atas duri. Wal Iyadzubillah.
Anak lelakiku, semoga kelak engkau dapat meratukan istrimu dengan kasih sayangmu, berlimpahnya rezekimu, lembutnya sikapmu.
Untuk urusan sedekah, keluarga terdekat lah yang utama.
Jangan engkau membahagiakan orang lain tapi istri dan anak²mu tidak bahagia.