Tribun Solo

Tribun Solo Berita Terkini Solo

10/06/2026

Bilqis Rajiansyah (11), bocah kelas 5 SD dari Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, ternyata dibunuh oleh teman ayahnya sendiri.

Polisi menangkap pelaku pembunuhan terhadap bocah nahas itu, Selasa (9/6/2026) malam.

Pelaku dikenali sebagai Suparman, warga Desa Bumiaji, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan, pelaku berteman dengan ayah sambung Bilqis.

Setelah membunuh Bilqis, ia sempat berusaha menghilangkan jejak, dengan membuang pakaian penuh darah ke Bengawan Solo.

Tadi pagi, polisi membawa S untuk mencari barang bukti yang ia buang.

Momen polisi mengeler pembunuh Bilqis ini pun jadi tontotan warga sekitar.

10/06/2026

Program MBG Dipastikan Tidak Berhenti, Tapi SPPG yang Masih Tahap Persiapan Akan Disetop

Ketika Bahlil Izin Panggil "Kakanda" ke Presiden Prabowo: Biar Olahannya Cepat Masuk---------Ketua Dewan Kehormatan HIPM...
10/06/2026

Ketika Bahlil Izin Panggil "Kakanda" ke Presiden Prabowo: Biar Olahannya Cepat Masuk

---------

Ketua Dewan Kehormatan HIPMI yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sukses mencairkan suasana resmi pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Ballroom Novotel Bandar Lampung, Lampung, Rabu (10/6/2026) siang.

Di depan Presiden Prabowo Subianto yang baru tiba pukul 14.06 WIB, Bahlil langsung meminta izin untuk memanggil kepala negara dengan sebutan "Kakanda" supaya komunikasi urusan bisnis antara pengusaha daerah dan pemerintah tidak kaku.

Panggilan Akrab dan Gaya Diplomasi ala Pengusaha

Momen lucu ini berawal saat Bahlil berdiri di podium untuk menyapa para pejabat negara yang datang.

Selepas menyapa Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan panggilan kanda, Bahlil langsung menoleh ke arah Presiden Prabowo untuk meminta izin memakai sapaan akrab yang sudah menjadi tradisi turun-temurun di organisasi pengusaha tersebut.

“Kalau Bapak berkenan saya izin bapak dengan tidak mengurangi rasa hormat, kami juga ingin memanggil Kakanda Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Bahlil di podium.

Mendengar permintaan itu, dua ribu pengusaha muda yang memenuhi ruangan langsung kompak berteriak setuju.

Bahlil kemudian berseloroh bahwa panggilan akrab ini punya fungsi penting agar urusan kerja sama dan pembahasan program ekonomi bisa berjalan lebih cepat tanpa terbentur birokrasi yang berbelit-belit.

“Biar lebih dekat Pak, supaya olahannya cepat masuk,” tambah Bahlil yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan riuh para peserta.

Gaya bicara yang blak-blakan dan santai ini memperlihatkan cara khas dunia usaha di Indonesia, di mana ikatan kekeluargaan dan kedekatan personal sering kali dibangun lebih dulu untuk mempermudah kerja sama formal nantinya.

Agenda Besar di Balik Pertemuan Pengusaha Nasional

Meski penuh dengan candaan, pertemuan akbar HIPMI ke-18 ini sebenarnya mengusung misi penting bagi perekonomian masyarakat luas. Lewat tema “Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional”, forum ini menjadi ruang bagi para pengusaha swasta untuk ikut menyukseskan program kerja pemerintah, khususnya di bidang kemandirian energi dan pengolahan bahan alam (hilirisasi).

Sepanjang acara di Lampung, ada tiga agenda utama yang menjadi pusat perhatian:

-Pemilihan Ketua Umum baru untuk memimpin kepengurusan pusat periode 2026–2029.
- Perubahan aturan internal organisasi agar lebih cocok dengan tren bisnis digital saat ini.
- Penyusunan rekomendasi nyata untuk membantu pemerintah memajukan sektor UMKM dan ekonomi daerah.

(Tribunnews/Taufik Ismail)

10/06/2026

Kubu Jokowi Kembali Desak Penahanan Roy Suryo Cs, Singgung Kasus Stupa Candi Borobudur

Menkeu Purbaya Sebut Kenaikan Harga Pertamax Tak Akan Berpengaruh pada Inflasi: "Bukan buat angkutan umum, angkutan bara...
10/06/2026

Menkeu Purbaya Sebut Kenaikan Harga Pertamax Tak Akan Berpengaruh pada Inflasi: "Bukan buat angkutan umum, angkutan barang nggak pakai pertamax"

---------------------

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut kenaikan harga Pertamax tidak akan berpengaruh pada inflasi.

Pasalnya, menurut Purbaya, angkutan umum maupun kendaraan pengangkut barang yang berperan langsung dalam distribusi logistik, tidak menggunakan Pertamax.

"Dampaknya harusnya relatif minim karena kan Pertamax nggak dipakai angkutan barang," ujar Purbaya.

"Harusnya limited (terbatas dampaknya) karena bukan bukan buat angkutan umum, angkutan barang nggak pakai (Pertamax)," tegas Purbaya.

Menkeu Purbaya juga meminta awak media bertanya langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait kuota Pertalite.

Hal ini disampaikan Purbaya ketika ditanya mengenai kuota Pertalite usai harga Pertamax naik drastis.

Menurut Purbaya, memang ada kebijakan untuk mengontrol kuota bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini disebut nozzle control.

Namun, Purbaya menyebut hal itu lebih baik ditanyakan kepada Bahlil.

Sebab, menurut Purbaya, Bahlil paling mengerti mengenai kebijakan tersebut.

"Itu nanya ke Pak Bahlil, mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau enggak salah. Nanya Pak Bahlil yang ngerti," kata dia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (10/6/2026), dikutip dari Kompas-com.

Antrean Pertalite Mengular

Dampak naiknya harga Pertamax memicu lonjakan pembelian Pertalite di sejumlah wilayah, Rabu (10/6/2026), terutama oleh pengguna sepeda motor.

Di kota Medan, Sumatera Utara, para pengemudi ojek online mengeluhkan lonjakan harga Pertamax series menambah beban operasional mereka,

Pemudi ojek online bernama M. Iqbal menyatakan keberatan atas kenaikan harga Pertamax yang nbegitu tinggi.

"Kalau naik jangan terlalu signifikan begini lah. Tentu berat bagi kami," ujarnya, Rabu.

Antrean Pertalite yang mengular juga terlihat di SPBU Pertamina Jl. MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu.

Pemilik usaha laundry pakaian, Danang, mengaku keberatan dengan naiknya harga Pertamax.

Meski demikian, ia mengaku masih terpaksa membeli Pertamax, sebab antrean Pertalite sangat panjang.

"Ngeri sekali kenaikannya mas, makin tercekik kita dibuatnya. Alternatif satu-satunya memang Pertamax karena kalau pakai Pertalite harus antre panjang. Mau tidak mau tetap beli," keluhnya, Rabu.

Di Kota Takalar, Sulawesi Selatan, antrean pembelian Pertalite terjadi di SPBU Pertamina di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Rabu pagi.

Panjang antrean mencapai 100 meter dari pintu masuk SPBU. Sementara dari arah berlawanan, antrean kendaraan juga terlihat padat.

Sejumlah warga datang membawa jerigen berkapasitas 30 liter ikut mengantre Pertalite.

Diketahui, pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi per Rabu.

(Tribunnews/Pravitri Retno W)

10/06/2026

Tiap Pembangunan Dapur MBG Ada Keuntungan Rp3 MiIliar! Kepala Staf Presiden Ungkap Dugaan Modus Penyewaan Dapur MBG

10/06/2026

Harga Minyak Dunia padahal Telah Turun, Tapi di Indonesia Harga Pertamax justru Naik Drastis

Harga Pertamax Naik, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Beralih ke Pertalite : BBM nonsubsidi Kualitasnya Lebih Baik--------...
10/06/2026

Harga Pertamax Naik, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Beralih ke Pertalite : BBM nonsubsidi Kualitasnya Lebih Baik

--------------------------------------------------

PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM) menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95 yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026).

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth Marcelino Verieza Dumatubun, mengatakan masyarakat perlu menyesuaikan penggunaan energi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat,” kata Roberth saat ditemui di Badung, Bali, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi tidak perlu khawatir dengan adanya penyesuaian harga tersebut. Sebab, BBM nonsubsidi memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan BBM subsidi karena memiliki nilai Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi.

Selain itu, BBM nonsubsidi juga dinilai lebih ramah lingkungan dan mampu memberikan performa mesin yang lebih optimal.

“Artinya untuk masyarakat yang mampu, diimbau untuk menggunakan yang nonsubsidi dengan tentunya RON yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik,” ujar Roberth.

Ia menjelaskan bahwa BBM subsidi seharusnya digunakan oleh kelompok masyarakat yang memang berhak menerima subsidi dari pemerintah. Kelompok tersebut meliputi pengguna kendaraan roda dua, kendaraan layanan umum, serta masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan dukungan biaya energi.

“Kita memberikan kesempatan bagi mereka yang lebih berhak menggunakan BBM bersubsidi supaya kemudian tidak berkurang alokasinya atau hak-haknya,” kata Roberth.

Menurutnya, penggunaan BBM nonsubsidi oleh masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dapat membantu menjaga ketersediaan dan distribusi BBM subsidi agar tetap tepat sasaran.

“Supaya mereka tetap bisa beraktivitas, tetap bisa bekerja menggunakan BBM bersubsidi, tidak terambil dari masyarakat yang notabene lebih mampu supaya mereka yang lebih mampu ini menggunakan BBM non-subsidi,” ujarnya.

Berdasarkan daftar harga BBM ritel nonsubsidi di SPBU yang berlaku mulai 10 Juni 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga pada beberapa jenis BBM.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Untuk jenis BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan harga. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dijual Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Di sisi lain, harga BBM subsidi masih tetap. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Foto : Tribun Solo/Anang Ma'ruf

Kapolri Mengaku Sering Terima WA dari Pejabat dan Eks Pimpinan Polri Minta Anak Lolos Masuk Akpol : Maaf Saya Tidak Bisa...
10/06/2026

Kapolri Mengaku Sering Terima WA dari Pejabat dan Eks Pimpinan Polri Minta Anak Lolos Masuk Akpol : Maaf Saya Tidak Bisa Bantu

------------------------------------------------

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus membenahi proses rekrutmen anggota Polri, termasuk dalam penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol).

Menurutnya, Polri saat ini tidak lagi memberikan kuota khusus atau jalur titipan dalam seleksi Akpol, termasuk bagi anak pejabat maupun keluarga besar institusi kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Listyo saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Ia mengakui hingga kini masih ada pihak-pihak yang berupaya meminta bantuan agar putra-putrinya dapat lolos dalam proses seleksi Akpol.

"Ya saya mohon maaf kepada rekan-rekan di sini, mohon maaf barangkali ada yang putera-puteranya masuk Akpol, kami tidak bisa berbuat banyak untuk membantu karena memang sudah menjadi komitmen kita saat itu untuk tidak ada lagi kuota khusus dari Kapolri," kata Listyo.

Kapolri mengungkapkan dirinya bahkan masih sering menerima pesan melalui WhatsApp yang berisi permintaan agar peserta tertentu diloloskan ke tahapan seleksi berikutnya.

Menurutnya, permintaan semacam itu masih terus terjadi meskipun sistem rekrutmen telah diperketat dan diumumkan secara terbuka.

"Ini tiap hari Pak Anwar (As SDM) ini selalu mengomeli kok selalu masih ada yang WA saya minta supaya anaknya bisa diloloskan di tahap berikutnya, sementara Pak Anwar sudah mengumumkan. Saya pikir jangan-jangan yang menyuruh anak buahnya Pak Anwar ini yang suruh WA saya," ucap Listyo.

Meski demikian, ia menegaskan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena Polri sedang menjalankan reformasi internal dalam proses penerimaan anggota baru.

"Mohon maaf terhadap semuanya karena saya lihat banyak sekali putera ataupun titipan dari pejabat-pejabat termasuk mantan-mantan pimpinan Polri, kali ini kami tidak bisa membantu karena memang saat ini kita sedang menghadapi situasi krusial menghadapi rekomendasi komisi reformasi yang tentunya kita juga harus menjaga itu semua," ujarnya.

Listyo menilai memberikan bantuan kepada satu peserta justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap proses seleksi yang sedang diperbaiki.

Karena itu, ia memilih bersikap tegas meskipun berisiko mendapat kritik atau kekecewaan dari berbagai pihak.

"Kami diskusikan dengan Pak Anwar ini kalau kita bantu satu, kira-kira yang lain tahu tidak? Tingkat kebocorannya begitu tinggi, jadi ya tidak usah. Risikonya ya kita lebih baik dimarahi tapi mudah-mudahan ini yang kita lakukan bukan karena kita tidak ingin bantu, tapi ini bagian dari upaya kita untuk ingin menunjukkan bahwa institusi Polri saat ini sedang berbenah untuk menjadi lebih baik," ungkapnya.

Foto : Tribunnews

10/06/2026

Harga Pertamax Melonjak Gila-gilaan, Pembelian Pertalite di SPBU Sukoharjo Mulai Dibatasi

Address

Jalan Adi Soemarmo 355 A
Karanganyar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tribun Solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tribun Solo:

Share