03/09/2025
Menteri Termiskin dalam Sejarah Indonesia
Delapan kali di lantik Jadi menteri tetapi hidupnya tetap saja miskin karena dirinya Jujur dan sangat mengerti tentang Siksaan di Akhirat
Ir Sutami merupakan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik di era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Beliau dikenal dengan kesederhanaannya karena sering menolak fasilitas mewah yang diberikan kepadanya, padahal beliau merupakan menteri berprestasi yang memegang proyek-proyek besar seperti Jembatan Ampera dan Jembatan Semanggi.
Nama asli-Nya Ir. Sutami beliau adalah Menteri Pekerjaan Umum yang menjabat selama 4x sejak tahun 1965 s/d 1978.
Dibawah pengawasannya, proyek raksasa seperti :
1. Gedung DPR,
2. Jembatan Semanggi
3. Waduk Jatiluhur,
4. Bandara Ngurah Rai.
Sutami adalah Satu satunya menteri yang paling termiskin di bumi ini sampai hari kiamat nanti, karena Sutami adalah manusia yang langka, berpengetahuan, Jujur dan Amanah.
Jika hari lebaran tiba, para tamu pun bersilaturahmi. Namun betapa terkejutnya mereka saat menginjakkan kaki di rumah Menteri Sutami. Bukan kemewahan yang ada, namun rumah sederhana yang atapnya bocor di mana-mana.
Padahal sebagai pejabat negara yang menangani proyek-proyek besar, Menteri Sutami bisa saja hidup bergelimang kemewahan. Contohnya menteri menteri dan Gubernur sekarang Ini semuanya memiliki Rumah mewah, mobil mewah dari hasil di luar Gaji karena mereka tidak memiliki Sipat Jujur dihatinya.
Sosok Sutami ini Sangat pendiam dan sederhana.
Rumahnya beralamat di Jl. Imam Bonjol, beliau membeli rumah secara mencicil dan baru lunas menjelang pensiun. Tak pernah ia menggunakan fasilitas negara di luar pekerjaannya. Saat pensiun, semua ia kembalikan, termasuk mobil dinasnya.
Seorang pengusaha pernah ingin memberinya mobil karena tahu mobil dinas Sutami akan dikembalikan. Namun sang Menteri menolak dengan halus. Ia memilih meminta diskon sedikit dan membayar mobil itu.
Sebagai insinyur sipil Lulusan Institut Teknologi Bandung, ia sangat menyukai pekerjaan lapangan. Wartawan kerap memanggilnya 'Menteri yang tidak punya udel'.
Sutami mampu jalan kaki puluhan kilometer untuk meninjau daerah terpencil. Jika ada ojek, ia naik. Jika tidak ada, maka menteri sederhana ini akan berjalan kaki hingga bertemu masyarakat sekitar.
Di masa Orde Baru, Sutami menjadi sosok di balik suksesnya transmigrasi dari Pulau Jawa ke beberapa titik yang ada di Pulau Sumatera. Program transmigrasi tersebut dilakukannya dengan sangat mulus. Ia memindahkan penduduk dari Pulau Jawa dengan menggunakan pesawat supaya lebih cepat.
Ia telah dilantik sebanyak delapan kali sebagai seorang menteri di tiga kabinet yang berbeda.
Setelah pensiun Ir Sutami jatuh sakit dan kondisi ekonomi yang serba kurang membuat beliau sempat takut untuk dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Hingga akhirnya beliau mau di bawa ke rumah sakit karena pemerintah turun tangan.
Presiden Soeharto pun kerap mengunjunginya saat beliau menjalani perawatan medis. Sayangnya Ir Sutami akhirnya mengembuskan nafas terkahirnya pada 13 November 1980 diusia yang ke 52 tahun.
Kejujuran, kesederhanaan, dan dedikasi beliau terhadap negara patut diteladani