08/06/2017
KISAH ORANG GILA, YANG NGGAK GILA.
Diksahkan sesungguhnya (BAHLUL) seorang yang dikenal sebagai orang gila dizaman abbasi khalifah Harun Arrasyid.
Pada suatu hari lewat Harun Arrasyid dihadapan Bahlul yang sedang duduk didekat kuburan.
Maka berkata Harun Arrasyid kepadanya: "wahai Bahlul kapan kamu berakal.?"
Maka bahlul beranjak dari tempatnya lalu naik keatas pohon, lalu dia memanggil Harun Arrasyid dengan sekuat suaranya.
"Wahai Harun yang gila kapan engkau sadar.?"
Maka Harun Arrasyid menghampiri pohon dengan menunggangi kudanya dan berkata : Siapa yang gila aku atau engkau yg selalu duduk dikuburan?
Bahlul berkata : Aku berakal dan engkau yang gila.
Harun : Bagaimana itu bisa?
Bahlul : Karena aku tau bahwa gedungmu akan hancur dan kuburan ini kekekalan, maka aku memakmurkan kubur sebelum gedung, dan engkau memakmurkan gedungmu dan menghancurkan kuburmu, sampai-sampai engkau takut untuk dipindahkan dari gedungmu kekuburan, padahal engkau tahu bahwa kamu pasti masuk kubur, maka katakan wahai Harun siapa yang gila diantara kita?
Maka bergetar hati Harun dan lalu menangis dengan tangisan yang sampai membasahi jenggotnya, lalu dia berkata : Demi Allah engkau yang benar.
Lalu Harun berkata: Tambahkan nasehatmu untukku wahai Bahlul.
Bahlul : Cukup bagimu Al-Qur'an maka jadikanlah pedoman.
Harun : apa engkau memiliki hajat wahai bahlul? Aku akan berikan.
Bahlul : Iya aku punya 3 permintaan, jika engkau penuhi aku akan berterima kasih padamu.
Harun : Mintalah...
Bahlul : 1. Tambahkan umurku.
Harun : Aku tak mampu.
Bahlul : 2. Jaga aku dr malaikat maut.
Harun : Aku tak mampu.
Bahlul : 3. Masukkan aku kedalam jannah dan jauhkan aku dari api Neraka.
Harun : Aku tak mampu.
Bahlul : Ketahuilah engkau dimiliki (hamba) dan bukan pemilik (Tuhan), maka aku tidak butuh padamu.
[Kisah ini Dikutib dari kitab yang berjudul "Orang-orang gila yang berakal"]