Cah Ndalem

Cah Ndalem Santri Ndalem

06/03/2026
“Yang paling penting dari doa itu adalah pengakuan bahwa kita lemah dan butuh Allah. Soal hajatmu terkabul atau tidak, i...
27/02/2026

“Yang paling penting dari doa itu adalah pengakuan bahwa kita lemah dan butuh Allah. Soal hajatmu terkabul atau tidak, itu tidak penting, Allah sudah tau. Kalau sudah begitu, baru berlaku kaidah, “Doa adalah ruhnya ibadah.”
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim



Follow

Faedah Hizib Autad Syekh Abdul Qadir Al Jailani:1. Agar tercukupi segalanya.2. Melancarkan rezeki.3. Melindungi diri (ma...
22/02/2026

Faedah Hizib Autad Syekh Abdul Qadir Al Jailani:
1. Agar tercukupi segalanya.
2. Melancarkan rezeki.
3. Melindungi diri (mageri badan).

Dibaca sebelum atau sesudah subuh sebanyak 3 kali.





Jika kamu lelah berdoalah jika doamu belum terkabul istighfarlah "Astagfirullah innahu kana ghoffaroh" baca 70x sore ini...
21/02/2026

Jika kamu lelah berdoalah jika doamu belum terkabul istighfarlah "Astagfirullah innahu kana ghoffaroh" baca 70x sore ini dan 113x malam hari, maka doamu cepat terkabul dan rezekimu dilancarkan.

KH. Maimoen Zubair



"Yang sungguh-sungguh! Kamu di pondok jangan main-main, jangan gegabah meremehkan tidak shalat, tidak shalat tarawih di ...
20/02/2026

"Yang sungguh-sungguh! Kamu di pondok jangan main-main, jangan gegabah meremehkan tidak shalat, tidak shalat tarawih di bulan ramadhan. Disayangkan, karena bulan ramadhan bulan dihapusnya dosa dan berlipat-ganda pahala amal."

-KH. M Anwar Manshur, Pengasuh PP. Lirboyo Kediri Jawa Timur.

Keutamaan Shalat Tarawih Malam 1 sampai malam 30 Dalam kitab Durratun Nasihin halaman 19 memuat keterangan keutamaan sha...
20/02/2026

Keutamaan Shalat Tarawih Malam 1 sampai malam 30

Dalam kitab Durratun Nasihin halaman 19 memuat keterangan keutamaan shalat tarawih malam pertama hingga malam ke-30. Keutamaan Pahala shalat tarawih meningkat setiap malamnya.

Berdasarkan Hadist Nabi yang diriwayatkan dan diterima dari sayyidina Ali bin Abi Thalib bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda;

Pahala Tarawih malam pertama: Pahalanya yaitu dibersihkan dari segala Dosa, keadaannya bagaikan orang yang baru lahir ke dunia.
Malam 2: Pahalanya menghapus dosa kedua orang tuanya.
Malam 3: Malaikat menyaksikan dan mencatat amal sholeh serta dosa-dosa yang pernah dilakukan akan diampuni oleh Allah SWT.
Malam 4: Diberi pahala seperti orang yang Tamat membaca kitab Taurat, Zabur, Injil, dan Al-quran
Malam 5: Diberi pahala seperti orang yang melaksanakan Shalat di Masjidil Haram, di Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsa.
Malam 6: Diberi pahala seperti Malaikat yang Thowaf di Baitul Makmur.
Malam 7: Diberi pahala seperti pahala yang diberikan kepada Nabi Musa As.
Malam 8: Diberi pahala seperti pahala yang diberikan kepada Nabi Ibrahim As.
Malam 9: Diberi pahala seperti pahala Ibadahnya Nabi Muhammad SAW.
Malam 10: Akan diberi Rizki yang paling baik di dunia dan di akhirat.
Malam 11: Apabila yang melaksanakan sholat tarawih meninggal dunia, maka ia maninggal dalam keadaan Suci atau tidak berdosa.
Malam 12: Dihari kiamat wajahnya bagaikan Bulan purnama.
Malam 13: Akan selamat dari segala kejahatan dan kedzoliman.
Malam 14: Malaikat bersaksi nanti dihari kiamat timbangan jelek kita dihilangkan.
Malam 15: Seluruh Malaikat memintakan ampunan bagi orang yang tarawih.
Malam 16: Diselamatkan dari siksa neraka dan dimasukan kedalam syurga.
Malam 17: Pahalanya seperti pahala para Nabi-nabi
Malam 18: Allah memberikan rahmat pada orang yang tarawih dan kedua orang tuanya
Malam 19: Di hari kiamat nanti diselamatkan dari kebingungan dan keresahan.
Malam 20: Seperti pahala orang yang mati syahid dan orang yang sholeh.
Malam 21: Akan diangkat derajatnya dan dimasukan kedalam syurga Firdaus.
Malam 22: Akan diberi rumah di syurga.
Malam 23: Akan disediakan kota di syurga
Malam 24: Akan dikabulkan doa nya untuk 24 kali permintaan.
Malam 25: Diselamatkan dari siksa kubur.
Malam 26: Diberi pahala selama 40 tahun.
Malam 27: Kiamat nanti, melewati Sirotol Mustaqim seperti kilat.
Malam 28: Allah mengangkat 1000 kali derajat di syurga.
Malam 29: Pahalanya seperti orang yang beribadah Haji 1000 kali dan semuanya Mabrur.
Malam 30: Allah memberikan ridho di Akhirat akan menikmati buah-buahan Syurga dan minuman dari Telaga Kautsar dan Salsabil.

Demikian ulasan Keutamaan Shalat Tarawih Malam 1-30 Kitab Durratun Nasihin, Ibadah Ramadhan 1447 H/2026

Allahumma taqabbal minna shalatana wa shiyamana wa ruku'ana wa sujudana",

"Ya Allah, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan sujud kami". aamiin 🤲

KAROMAH SYAYIDI SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS' DAPAT MENGHIDUPKAN ORANG MATIPada suatu hari Syekh Abdul Qadir melewat...
20/02/2026

KAROMAH SYAYIDI SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI 'QS' DAPAT MENGHIDUPKAN ORANG MATI

Pada suatu hari Syekh Abdul Qadir melewati di suatu perkampungan dan melihat telah terjadi perdebatan antara seorang muslim dengan seorang nasrani. Maka Beliau pun bertanya tentang penyebab terjadinya perdebatan tersebut.

Orang muslim menjawab: "Menurut keyakinan orang nasrani ('aisuwi) ini, Nabi Isa AS lebih utama dibandingkan dengan kita Nabi Muhammad SAW. Sedangkan menurutku Nabi kita Nabi Muhammad SAW yang lebih utama".

Lalu Syekh Abdul Qodir Al Jailani bertanya kepada orang nasrani: "Atas dasar apa kamu meyakini/menetapkan bahwa Nabi Isa AS lebih utama dibandingkan dengan Nabi Muhammad SAW?”

Maka orang Nasrani pun menjawab:
"Sesungguhnya Nabi Isa AS dapat menghidupkan orang-orang yang sudah mati".

Syekh Abdul Qodir Al Jailani lalu berkata:
"Sesungguhnya aku bukanlah seorang nabi, tapi aku adalah pengikut Nabi Muhammad SAW". Jika aku bisa menghidupkan orang yang telah mati, apakah kamu akan beriman kepada Nabi Muhammad SAW?”.

Maka orang Nasrani tadi menjawab: "Baiklah".

Kemudian Syekh Abdul Qodir Al Jailani berkata: "Tunjukkan padaku sebuah kuburan yang sudah hancur untuk aku perlihatkan padamu keutamaan Nabi Muhammad SAW”.

Maka orang Nasrani tersebut memperlihatkan sebuah kuburan yang sudah kuno.

Dan berkatalah Syekh Abdul Qodir Al Jailani:
"Dengan ucapan apa Nabi Isa AS ketika menghidupkan orang mati dari kuburnya?".

Orang Nasrani pun menjawab: " Nabi Isa mengatakan, dengan Ucapan : QUM BIIDZNILLAH (Bangunlah dengan izin Allah SWT !)”.

Syekh Abdul Qodir Al Jailani berkata kepada orang Nasroni : "Sesungguhnya penghuni kubur ini dulunya saat di dunia ia adalah seorang penyair. Jika kamu ingin agar aku menghidupkannya dengan melantunkan nyanyian maka aku akan memenuhi permintaanmu?".

Orang Nasrani menjawab: "YA".

Kemudian Syekh Abdul Qodir Al Jaelani pun menghadap ke arah kuburan dan berkata: “QUM BIIDZNI Bangunlah atas izinKu ( ungkapan Ku ini adalah bentuk kefana'an kanjeng syekh) !". Maka kuburan tersebut pun terbelah dan bangunlah seorang mayat menjadi hidup kembali sambil bernyanyi.

Tatkala orang Nasrani melihat karamah ini serta mengakui keutamaan Nabi Muhammad SAW, dia pun masuk islam, Semoga Allah SWT memberkahinya dan memberkahi kita semua serta membentangkan rahasia-rahasianya kepada kita di dunia dan akhirat.

"Ya Allah, tebarkanlah bau wangi keridhoan kepada Syekh Abdul Qodir Al Jailani, dan Berikanlah kepada kami rahasia-rahasia yang telah Engkau titipkan kepadanya".

⚠️ Catatan :

• Keutamaan para Waliyullah adalah dari Keutamaan Rasulullah Muhammad SAW. Syekh Abdul Qadir selalu mengungkapkan FADLA NABIYYINA MUHAMMAD SAW.

• KAROMAH didapatkan / diberikan hanya kepada para wali, dalam Rangka untuk syiar ISLAM bukan untuk kesombongan umumnya manusia biasa. Allahu'alam

• Sumber Ref;
Kitab manaqib Jawahirul ma'ani.

Mbah yai sepuh mbah yai abdul karimSatu minggu setelah masuk bulan Ramadan tahun 1374 H sakit KH. Abdul Karim semakin kr...
20/02/2026

Mbah yai sepuh mbah yai abdul karim

Satu minggu setelah masuk bulan Ramadan tahun 1374 H sakit KH. Abdul Karim semakin kritis hingga tidak mampu lagi memberi pengajian dan menjadi imam salat berjamaah dan suara haru nan sedih Kian menyelimuti Lirboyo.

saat setiap orang menjenguk beliau senantiasa meminta doa:

"aku dongakno mati Iman lan diakoni santrine Kyai Kholil sebab olehku nggolek ilmu awet durung baligh"

Kyai Haji Abdul Karim di saat-saat kritis senantiasa berharap agar ketika dipanggil kehadirat Allah SWT pada hari Senin, ternyata harapan itu dikabulkan oleh Allah SWT.

Pada hari Senin ketiga dari bulan suci Ramadan itu tanggal 21 Romadhon 1374 H. sekitar pukul 13.30 beliyau dipanggil yang maha kuasa dalam suasana yang tenang di hadapan keluarga dan Santri.

Kagem beliyau alfatihah..

KH ABDUL HAMID PASURUAN GIRANG LUAR BIASA KETIKA YANG BERTAMU ADALAH KH AHMAD DJAZULI PLOSOSaat masih muda, KH. Fu'ad Mu...
14/02/2026

KH ABDUL HAMID PASURUAN GIRANG LUAR BIASA
KETIKA YANG BERTAMU ADALAH KH AHMAD DJAZULI PLOSO

Saat masih muda, KH. Fu'ad Mun'im Djazuli pernah bepergian mengawal ayahandanya, KH. Ahmad Djazuli Utsman, untuk menghadiri sebuah acara di daerah Malang. Mereka pergi dengan mengendarai andong, kendaraan yang tersedia kala itu.

Setelah acara di Malang usai, KH. Ahmad Djazuli bermaksud melanjutkan perjalanan ke Pasuruan untuk bertamu kepada KH. Abdul Hamid; Pasuruan. Hal ini membuat KH. Fu'ad Mun'im merasa khawatir, karena uang bekal perjalanan sudah habis.

Saat hendak berangkat, KH. Fu'ad Mun'im mengutarakan kehawatirannya pada sang ayahanda: "Ngapunten, Abah! Sangune sampun telas." (Mohon maaf, Abah.
Uang sakunya sudah habis).
KH. Ahmad Djazuli hanya menjawab singkat:

Laa shohiba ilmin mamquutun." (Tiada seorangpun yang berilmu, menjadi terhina)"

Apa yang menjadi jawaban Sang Ayahanda, rupanya belum dapat menghapus kekhawatiran KH. Fu'ad Mun'im.
Di tengah perjalanan KH. Fu'ad Mun'im mengulangi perkataannya, "Abah, artone sampun telas." (Abah, uangnya sudah habis).
Dan jawaban KH. Ahmad Djazuli pun tetap sama, Laa shoohiba ilmin mamquutun."

Mereka akhirnya sampai di kediaman KH. Abdul Hamid; Pasuruan.
Sebelum mendekat di kediaman, sekali lagi KH. Fu'ad Mun'im menyinggung perihal uang saku yang benar-benar sudah habis. Namun jawaban KH. Ahmad Djazuli tak berubah sedikit pun, "Laa shoohiba ilmin mamquutun."

Tak lama menunggu, mereka dihampiri seorang khodim (pembantu) KH. Abdul Hamid.
Setelah mempersilakan masuk, si khodim bertanya, "Ngapunten, njenengan paring asmo sinten?" (Maaf, Anda bernama siapa?)

KH. Ahmad Djazuli menjawab, "Kulo Ahmad

KH. Ahmad Djazuli menjawab, "Kulo Ahmad Djazuli" (Saya Ahmad Djazuli). Si khodim melanjutkan pertanyaan,: "Saking pundi?" (Dari mana?) KH. Ahmad Djazuli kembali menjawab, "Saking Ploso - Kediri" (Dari Ploso -Kediri).

Si khadim mempersilakan mereka supaya menunggu, sebelum kemudian menghaturkan kabar kehadiran KH. Ahmad Djazuli kepada KH. Abdul Hamid. "Ngapunten, wonten tamu saking Ploso Kediri. Paring asmo Ahmad Djazuli." (Maaf, ada tamu dari Ploso Kediri. Bernama Ahmad Djazuli), kata si khodim menghaturkan kabar.

Seketika itu KH. Abdul Hamid yang belum pernah bersua KH. Ahmad Djazuli, langsung berteriak, "Djazuli, man jazula ilmuhu "(Djazuli, seorang yang agung keilmuannya).

KH. Abdul Hamid sungguh merasa bahagia mendapat tamu yang istimewa, yakni seorang yang sangat 'alim yang tidak lain adalah KH. Ahmad Djazuli.

Suguhan untuk tamu istimewa ini pun tentu berupa hidangan-hidangan yang sangat istimewa. Mendapati jamuan yang begitu istimewa, giliran KH. Fu'ad Mun'im sambil tersenyum dan dengan mantap berkata, "Laa shoohiba ilmin mamquutun."

KH. Abdul Hamid tak menyia-nyiakan kesempatan bersua tamu istimewa ini, Beliau kemudian meminta KH. Ahmad Djazuli agar sudi membaca kitab walau sejenak, dengan harapan supaya para santri KH. Abdul Hamid dapat tabarrukan (memperoleh berkah) dari KH. Ahmad Djazuli.

Tak tanggung-tanggung, KH. Abdul Hamid menyodorkan kitab Tafsir Al Kabir kepada KH. Ahmad Djazuli. Melihat sang ayahanda disodori kitab tersebut, KH. Fuad Mun'im berkata keheranan, "Abah, kitab ipun ageng njih." (Ayah, kitabnya besar ya).

KH. Ahmad Djazuli. Pun menjawab, "Abahmu iki, Le..! Isuk sarapane kitab, awan ya kitab, sore ya kitab, bengi ya kitab." ("Abahmu ini, nak..! Pagi sarapannya kitab, awan ya kitab, sore ya kitab, malam ya kitab).

Setelah mengisi pengajian kitab tafsir. Di saat perjalanan pulang, KH. Ahmad Djazuli mendapatkan banyak sekali tumpukan amplop berisi uang (dari jamaah yang ikut pengajian beliau).
Menyaksikan hal itu, KH.Fuad Mun'im semakin mantap dengan apa yang dikatakan sang ayahandanya:

"LAA SHOOHIBA ILMIN MAMQUUTUN."

Demikian kisah Kiai Hamid Pasuruan Buktikan Karomah Kiai Jazuli Ploso Kediri, semoga manfaat.

Sumber : santri Gus baha tktk

12/02/2026

Gus Lik

Mengabdi di NU bukan tentang merasa paling benar, apalagi merasa paling mampu memperbaiki organisasi yang telah diwarisk...
12/02/2026

Mengabdi di NU bukan tentang merasa paling benar, apalagi merasa paling mampu memperbaiki organisasi yang telah diwariskan para ulama besar. NU tidak kekurangan orang pintar. NU tidak kekurangan pejuang.

Yang sering kurang adalah kesadaran untuk memperbaiki diri sebelum berbicara tentang perbaikan yang lebih besar.

Sebagaimana dawuh Kyai Khairuddin Habziz, M.H.I., mengabdi di NU hendaknya diniatkan sebagai jalan tazkiyatun nafs — membersihkan hati, meluruskan niat, dan menata akhlak. Karena ketika pribadi-pribadi diperbaiki, maka jam’iyyah akan kokoh dengan sendirinya.

Mari mengabdi dengan rendah hati.
Mari berjuang dengan adab.
Dan mari menata diri sebelum menata organisasi.

Khidmah bukan tentang mengubah NU,
tetapi tentang membiarkan NU mengubah kita menjadi lebih baik.

Hidup akan jauh lebih ringan kalau kita memilih jadi pemurah daripada pemarah, dan belajar lapang dada daripada mudah te...
12/02/2026

Hidup akan jauh lebih ringan kalau kita memilih jadi pemurah daripada pemarah, dan belajar lapang dada daripada mudah terluka. Bukan karena masalahnya kecil, tapi karena hati kita yang dibesarkan.

Menurut kamu, mana yang paling sulit: menahan marah atau tidak baper?
Tulis pengalamanmu di kolom komentar 👇

➡️ Share ke teman-temanmu
➡️ Save biar bisa dibaca ulang
➡️ Follow supaya nggak ketinggalan update dawuh & materi ilmu terbaru yang menyejukkan hati dan nambah barokah.

Address

Branggahan
Kediri
64129

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cah Ndalem posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Cah Ndalem:

Share