25/02/2026
Sudah usai masa tamatan malah ninggalin istighosah? Yang bener aja, rugi d**g.
Tetap semangat istighosahnya setelah dirumah ya. Ingat, di masa tamatan, kita pernah sedemikian dekat bersama segenap Masyayikh, bermunajat untuk kebaikan kita semua. Euforia istighosah yang luar biasa.
Seperti didawuhkan KH. Athoillah S. Anwar, bahwa mulazamah (istiqomah) akan memberikan kelancaran segala aktivitas yang kita lakukan, termasuk melakukan istighosah, Imam al-Qusyairi (w. 465 H.) dalam kitabnya ar-Risalah al-Qusyairiyyah juga memberikan pesan:
الِاسْتِقَامَةُ دَرَجَةٌ بِهَا كَمَالُ الْأُمُورِ وَتَمَامُهَا، وَبِوُجُودِهَا حُصُولُ الْخَيْرَاتِ وَنِظَامُهَا، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ مُسْتَقِيمًا فِي حَالَتِهِ ضَاعَ سَعْيُهُ وَخَابَ عَهْدُهُ.
“Istiqomah adalah suatu derajat yang dengannya segala urusan menjadi sempurna dan lengkap. Dengan keberadaannya, berbagai kebaikan dapat diraih dan tertata dengan baik. Barang siapa tidak istiqomah, maka usahanya akan sia-sia dan komitmennya akan gagal.”
وَقَالَ: وَقَيْدُ الِاسْتِقَامَةِ لَا يُطِيقُهَا إِلَّا الْأَكَابِرُ، لِأَنَّهَا الْخُرُوجُ عَنِ الْمَعْهُودَاتِ، وَمُفَارَقَةُ الرُّسُومِ وَالْعَادَاتِ، وَالْقِيَامُ بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى حَقِيقَةِ الصِّدْقِ.
Beliau juga berkata:
“Ikatan (beban) istiqomah itu tidak mampu dipikul kecuali oleh orang-orang besar (para ulama). Karena istiqomah adalah keluar dari kebiasaan-kebiasaan yang lazim, meninggalkan tradisi, serta bermunajat di hadapan Allah Ta‘ala di atas hakikat kejujuran yang sejati.”
—Ar-Risalah al-Qusyairiyyah (Kairo: Dar al-Ma’arif, 1431 H.) juz II, hlm. 356
Semoga kita semua senantiasa diberikan keistiqomahan dalam melaksanakan setiap kebaikan. Amin.