Epiw

Epiw 🚀

Kirain udah kelar masalahnya 😅
26/09/2025

Kirain udah kelar masalahnya 😅

Cek di kolom komentar 👇
26/09/2025

Cek di kolom komentar 👇

Malam itu, 7 Juli 2025, Amelia Putri Sari Devi yang berusia 22 tahun masih sempat mengirimkan pesan singkat kepada ibuny...
25/09/2025

Malam itu, 7 Juli 2025, Amelia Putri Sari Devi yang berusia 22 tahun masih sempat mengirimkan pesan singkat kepada ibunya. "Bunda, aku minta tolong..." tulisnya dengan nada putus asa. Pesan itu menjadi jeritan terakhir yang diterima sang ibu sebelum putrinya hilang tanpa jejak. Setelah pesan itu, ponsel Amelia tak pernah lagi aktif. Keluarga panik, mencari ke sana kemari, namun Amelia seakan ditelan bumi.

Hari-hari pun berlalu dengan cemas. Hingga akhirnya, sembilan hari kemudian, tepat pada 16 Juli 2025, kabar memilukan datang. Seorang warga menemukan sesosok jasad perempuan di semak-semak kawasan Desa Cibogo, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Tubuh itu sudah membusuk, kedua tangannya masih dalam keadaan terborgol, dan jasadnya dibungkus dengan jas hujan berwarna gelap. Identitas korban kemudian dipastikan: itu adalah Amelia.

Siapa di Balik Tragedi Ini?

Polisi bergerak cepat. Penyelidikan mengarah pada seorang pria bernama RRP (19 tahun), mantan kekasih Amelia. Dari keterangan dan bukti, terungkap bahwa ia tidak sendirian. Dua temannya ikut terlibat: IF (21 tahun) dan AP (17 tahun).

RRP, yang seharusnya menjadi orang terdekat Amelia, justru menjadi dalang dari pembunuhan ini. la menyimpan dendam sejak hubungan mereka berakhir. Amelia juga diketahui menagih utang sebesar Rp1,1 juta kepadanya. Bagi orang lain, mungkin jumlah itu tak seberapa, namun bagi RRP, itu dianggap menyinggung harga diri dan mempermalukan dirinya. Dendam itulah yang berubah menjadi niat jahat.

Rencana Gelap

Malam Amelia hilang, RRP mengajaknya bertemu. Dengan dalih ingin berbicara, ia menjerat Amelia dalam perangkap. Begitu bertemu, Amelia disekap, tangannya diborgol agar tak bisa melawan. Bersama kedua rekannya, RRP melancarkan aksi keji: membunuhnya lalu menyembunyikan jasadnya dengan jas hujan sebelum dibuang ke semak belukar.

Bayangkan, seorang perempuan muda, yang masih memiliki banyak mimpi, harus meregang nyawa dengan begitu tragis di tangan orang yang dulu pernah ia cintai.

Kebenaran yang Terungkap

Setelah penemuan jasad, polisi melakukan rekonstruksi kasus. Sebanyak 75 adegan diperagakan oleh para tersangka untuk memperlihatkan bagaimana kejahatan itu dilakukan dari awal hingga akhir. Warga yang menyaksikan rekonstruksi tak kuasa menahan emosi, sebagian meneriaki para pelaku dengan amarah.

Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana pun menjerat RRP dan dua rekannya. Ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara menanti mereka.

Jeritan yang Tak Pernah Terjawab

Kisah Amelia mengguncang hati banyak orang. Jeritan terakhirnya kepada sang ibu terus terngiang di telinga masyarakat. Pesan singkat itu seakan menjadi simbol bahwa ia masih berusaha bertahan, masih berharap ada yang datang menolongnya.

Namun takdir berkata lain. Jeritan itu tidak sempat dijawab, dan kini hanya tersisa duka mendalam serta tuntutan keadilan bagi keluarga Amelia.

Selamat jalan, Amelia Semoga damai di sisi-Nya.
Doa terbaik selalu menyertaimu..

seorang pemuda berusia 19 tahun dari Namibia, Afrika, memperkenalkan ponsel yang tidak menggunakan kartu SIM atau jaring...
24/09/2025

seorang pemuda berusia 19 tahun dari Namibia, Afrika, memperkenalkan ponsel yang tidak menggunakan kartu SIM atau jaringan seluler tradisional, melainkan terhubung melalui frekuensi radio.

Tujuan dari penemuannya adalah untuk menyediakan komunikasi di daerah terpencil yang tidak memiliki jangkauan sinyal. Meskipun awalnya dianggap sebagai harapan di bidang teknologi, kini ia mengungkapkan bahwa proyeknya diabaikan oleh institusi dan ditolak oleh sistem.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah tak akan lagi membiarkan banyak anggaran belanja negara men...
23/09/2025

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, pemerintah tak akan lagi membiarkan banyak anggaran belanja negara mengendap di Bank Indonesia.

Anggaran belanja negara yang selama ini tak terserap hingga menumpuk menjadi Saldo Anggaran Lebih (SAL) akan terus dikeluarkan untuk program-program yang langsung dinikmati masyarakat, seperti stimulus ekonomi maupun subsidi.

"Saya sudah lihat banyak anggaran tidak terserap daripada nongkrong di sana, di Bank Indonesia, atau rekening pemerintah, saya bagikan ke masyarakat dalam bentuk tadi subsidi," kata Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/9/2025)

la mengatakan, kebijakan itu saat ini telah dilakukan seperti menempatkan dana menganggur pemerintah senilai Rp 200 triliun di Bank Indonesia ke lima bank milik negara, Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, dan BSI.

Lalu, menambah stimulus ekonomi, dari semula hanya berbentuk beras 10 kilogram dalam dua bulan ke depan, menjadi ditambah untuk minyak goreng sebanyak empat liter untuk dua bulan dengan total anggaran Rp 16,23 triliun.

"Dua bulan itu baru percobaan. Kalau masih kurang kita tambah lagi. Jadi enggak usah takut, saya komitmen," tegas Purbaya

la pun memastikan, kebijakan pemberian subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat akan terus dioptimalkan ke depan, termasuk melalui APBN 2026.

"Subsidi saya lupa angkanya, tapi naik atau enggak dibanding tahun lalu? yang jelas masih ada, masih cukup banyak, dan cukup besar," ungkapnya.

MasyaAllah, Seorang Ibu Melahirkan 5 Bayi Kembar: "sewaktu USG di Bulan Ke 4 Itu Ada 3 Bayi, Saat USG Bulan Ke 5 bln Ada...
23/09/2025

MasyaAllah, Seorang Ibu Melahirkan 5 Bayi Kembar: "sewaktu USG di Bulan Ke 4 Itu Ada 3 Bayi, Saat USG Bulan Ke 5 bln Ada 4 Bayi.
Dan Saat Lahiran Ternyata Ada 5 Bayi"

Kisah pasutri tunawisma di Palembang bernama Joko (40) dan Noviyanti (29) yang tak ada biaya memakamkan bayinya bahkan d...
22/09/2025

Kisah pasutri tunawisma di Palembang bernama Joko (40) dan Noviyanti (29) yang tak ada biaya memakamkan bayinya bahkan diusir mertua kini menarik perhatian publik Sebelumnya, beredar video saat Joko didampingi sang istri terpaksa menggendong jenazah bayinya pasca diusir dari rumah mertua. Bayi perempuannya men!nggal setelah 20 hari lahir karena ses*k napas, yang sebelumnya dirawat di RSUD Palembang BARI. Ternyata hal ini bukan pertama kali ia harus kehilangan anak, karena sebelumnya Joko juga kehilangan anaknya yang meninggal. "Ini anak yang kedua. Yang pertama juga men!nggal pas usianya masih kecil, waktu itu saya masih kerja," ujar Joko saat dijumpai di SPKT Polda Sumsel, Sabtu (20/9/2025) malam. Menikah sudah lebih dari tiga tahun, saat ini sehari-hari ia bertahan hidup hanya dengan mengharapkan belas kasihan dari orang lain di jalanan."
Dulu saya kerja kuli bangunan, semenjak tiga bulan ini sudah tidak kerja lagi makanya sekarang cuma minta-minta di jalan. Nyari-nyari biaya sendiri untuk istri," kata pria asal Blitar, Jawa Timur itu. Karena tak punya tempat tinggal, Joko dan istri selalu berpindah-pindah tempat dan bertahan hidup seadanya "Waktu di rumah sakit kami minta bantu dimakamkan anak saya.

Tapi pihak rumah sakit tidak mau, dengan alasan kami masih ada keluarga. 'Kok kayak gini hidup' kata saya," tuturnya. Pihak rumah s*kit BARI menyiapkan ambulans untuknya dan istri supaya diantar ke rumah mertua Joko di kawasan 10 Ilir. Tapi karena akses jalannya kecil, Joko minta diturunkan di seputaran bundaran air mancur. "Tapi pas tiba di rumah mertua, mereka kayak gak terima. Kami diusir sampai dibilang bawa mayat," katanya. Beruntungnya Joko yang sedang menggendong jenazah bayinya bertemu dengan seorang anggota Polsek Kertapati, Aipda Alimin yang membantunya. Sebab pasutri itu terlihat kebingungan di depan Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Lalu ia diantar Aipda Alimin ke SPKT Polda Sumsel. Bersama anggota piket, Joko dan keluarga kecilnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kemudian jen*zah bayinya dimakamkan AKP Sutioso KA siaga regu 2 SPKT Polda Sumsel di TPU Kamboja.

Walaupun tidak ada aturan baku, disarankan jangan pernah coba-coba untuk menggunakan pakaian 'asal' saat hendak membayar...
21/09/2025

Walaupun tidak ada aturan baku, disarankan jangan pernah coba-coba untuk menggunakan pakaian 'asal' saat hendak membayar pajak kendaraan.

Dalam pengamatan GridOto.com, beberapa waktu lalu seorang pria hendak mengurus STNK di Samsat Polda Metro Jaya.

Namun ketika mengantri, pria tersebut langsung ditolak dan dilarang masuk karena tidak berbusana dengan layak oleh petugas.

Memang didapati pria itu menggunakan celana pendek.

Dikonfirmasi secara terpisah Humas BPRD DKI Jakarta, Dwi Wahyu Rahardjo, mengatakan petugas memang menghimbau kepada masyarakat yang ingin mengurus STNK untuk menggunakan pakaian yang rapi.

Ya seharusnya gunakan pakaian yang sopan enggak boleh pakai sandal dan celana pendek. Takutnya enggak bagus. Kalau mau berkunjung ke kantor siapa pun tentu harus berpakaian rapi dan sopan," kata Dwi saat dihubungi GridOto com

Dwi melanjutkan tidak ada ketentuan khusus pemohon untuk berbusana saat melakukan pembayaran pajak.
timelinejowo Bisa dibantu pak?

Berani banget!Profesor ternama China, Yan Xuetong, jadi sorotan setelah konfrontasinya dengan seorang pejabat Israel, El...
21/09/2025

Berani banget!
Profesor ternama China, Yan Xuetong, jadi sorotan setelah konfrontasinya dengan seorang pejabat Israel, Elad Shoshan, yang merupakan atase militer di kedutaan Israel di Beijing.

Insiden ini terjadi di sela Forum Xiangshan, ajang keamanan internasional bergengsi di ibu kota China.

Yan sendiri dikenal sebagai pakar top dan Dekan di Institut Hubungan Internasional Universitas Tsinghua, salah satu kampus paling prestisius di China.

🎥 👇

Kisah nyata ini dialami oleh Tengku Munirwan, seorang kepala desa sekaligus petani di Aceh Utara. Pada tahun 2019, ia di...
20/09/2025

Kisah nyata ini dialami oleh Tengku Munirwan, seorang kepala desa sekaligus petani di Aceh Utara. Pada tahun 2019, ia ditahan polisi karena mengembangkan benih padi unggul.

Semua bermula saat Munirwan menerima benih padi bantuan dari Gubernur Aceh. la melihat potensi besar dalam benih itu dan mulai melakukan eksperimen.

la memilah benih terbaik untuk ditanam, dan hasil panennya kembali ia pilih untuk disemai di musim berikutnya. Proses berulang inilah yang akhirnya melahirkan varietas padi IF8.

Benih ini terbukti luar biasa, mampu melipatgandakan hasil panen petani di desanya. Namun, alih-alih mendapat apresiasi, Munirwan justru dikriminalisasi. la ditangkap karena dianggap mengedarkan benih ilegal tanpa sertifikasi resmi dari pemerintah.

Penangkapan ini memicu gelombang protes dan dukungan dari berbagai pihak. Berkat desakan publik dan bahkan intervensi dari pemerintah pusat, polisi akhirnya memberikan penangguhan penahanan.

Address


Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Epiw posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Media Company?

Share