07/09/2024
Assalamu'alaikum Gus
Gus, benar seperti syair Mesir yang sering jenengan sampaikan.
ولدتك امك يا بن ادم باكيا • والناس حولك يضحكون سرورا
فاجعل لنفسك أن تكون إذا بكوا • في يوم موتك ضاحكا مسرورا
Anak terlahir ke dunia dengan menangis, sementara sekelilingnya tertawa bahagia. Saat mati seharusnya buatlah orang-orang sekeliling mu menangis, sementara kau tertawa bahagia.
Itu lah yang aku rasakan tentang jenengan Gus. Kesedihan ini mungkin tak pernah henti ketika mengingat jenengan. Begitu juga orang-orang. Merasa sangat kehilangan.
Hari ini, 7 September 1940 silam adalah tepat pada tanggal jenengan dilahirkan. Tapi aku yakin jenengan kadang sampai lupa mengingat tanggal itu karena terlalu sibuk memikirkan bangsa ini. Dan orang-orang seperti kami lah yang seharusnya memang terus mengingat dan mengenangmu.
Kehilangan jenengan adalah kesedihan yang mendalam, namun melihat wajah dan kata-katamu membuatku kembali tersenyum karena kata-katamu selalu mengandung guyon dan kebahagiaan. Kelekar candamu tak lekang oleh zaman.
Hingga kadang tak sadar aku ini meneteskan air mata. Meski Aku belum pernah ketemu langsung atau bahkan berjabat tangan. Tapi kisah-kisahmu terlalu dekat untuk aku dengar Gus.
Meski jasadmu telah disemayamkan di bumi, tapi pikiran, petuah, dan gerakan yang jenengan teladankan itu tak pernah enyah oleh waktu. Seperti yang jenengan dawuhkan, "Halah nanti kan sejarah akan membuktikan."
Dan benar sekarang yang jenengan sampaikan dulu, yang sering kali dianggap nyeleneh dan tak masuk akal, kini justru makin masuk akal dan terbukti secara terang. Ada benarnya kata sebagian orang, bahwa jenengan melampaui zaman.
"Besok-besok akan terbukti oleh bangsa ini sendiri." Ungkapan ini juga yang selalu terngiang-ngiang di benakku saat berbagai problem dan konflik bangsa ini muncul. Tentang polisi jujur hingga institusi DPR yang sempat kau ingin bubarkan. "Karena tikusnya sudah menguasai lumbung." Tentu hari ini sudah semakin ketara.
"Bangsa ini penakut karena tidak mau bertindak kepada yang bersalah." Ini juga yang jenengan sampaikan saat diundang wawancara Kick Andy. Kini tak banyak yang bisa diharapkan dari negara yang sempat jenengan pimpin ini. Demokrasi telah dikooptasi dan dikorupsi. Merdeka hanya tampaknya. Sang penguasa jadi penikmatnya.
Orang miskin dan anak terlantar memang dipelihara sebagaimana pesan Undang-Undang. Tapi lagi-lagi hanya dipelihara untuk kepentingan kemenangan suara Pemilu. Semacam dibius dengan o***m bernama Bansos atas nama presiden yang habiskan anggaran negara triliunan Rupiah. Apa hasilnya? Demokrasi busuk telah merajalela.
Aku merindukanmu Gus. Atau paling tidak ada pemimpin yang berani seperti jenengan. Berani menindak yang salah dan berani berkata sebenarnya. Aku kangen banget Gus😭😭😭
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barokatuh
Kediri, 7 September 2024.
Salam takdzim,
Dari al-faqir seorang santri yang masih menimba ilmu.