KAWAN PARE

KAWAN PARE Akun jalan jalan dan informasi seputar Kota Pare Kab. Kediri dan juga Berbagi kuliner serta lokasi spot berwisata nomor wahid. salam Kawan Pare

13/08/2026

Biyuh, Pasar Rakyat Kota Kediri tahun ini makin seru! ✨💄

Selain berburu kuliner dan produk UMKM favorit, jangan lupa mampir ke booth OMG Makeup Tahan Banting. Di sini kamu bisa cobain langsung OMG Lip Cream 23 dan OMG Lip Vinyl 05 yang lagi jadi perbincangan.

Peh, dua produk ini juga jadi pilihan Bella Bonita alias Mama Cunda saat tampil memukau di Jember Fashion Carnival. Hasilnya cantik, fresh, dan bikin penampilan tetap maksimal di berbagai momen.

Jalan-jalan keliling pasar, nongkrong bareng bestie, sampai foto-foto buat konten? Bibir tetap on point seharian! 💋

Yuk, merapat ke booth OMG dan temukan warna favoritmu sekarang juga.

Angin kencang yang belakangan melanda wilayah Kediri membuat aktivitas bermain layang-layang kembali marak. Namun, masya...
13/08/2026

Angin kencang yang belakangan melanda wilayah Kediri membuat aktivitas bermain layang-layang kembali marak. Namun, masyarakat yang tinggal di sekitar Bandara Internasional Dhoho Kediri diminta lebih berhati-hati karena aktivitas tersebut berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.

General Manager Bandara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, menjelaskan bahwa Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) bandara mencakup area hingga sekitar 15 kilometer dari titik tertentu di kawasan bandara. Meski demikian, tidak seluruh wilayah dalam radius tersebut harus bebas dari bangunan atau aktivitas masyarakat.

Menurutnya, KKOP terbagi dalam beberapa zona dengan aturan berbeda terkait batas ketinggian dan pemanfaatan ruang. Karena itu, setiap aktivitas yang berpotensi menjadi penghalang penerbangan wajib memperhatikan ketentuan keselamatan yang berlaku.

Selain layang-layang, masyarakat juga diimbau tidak menerbangkan drone, balon udara, maupun melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu operasional pesawat, termasuk menyorotkan sinar laser ke arah penerbangan.

Larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan Bupati Kediri Nomor 25 Tahun 2024 tentang Ketertiban Umum di Kawasan Bandara Dhoho serta diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pihak pengelola bandara bersama instansi terkait terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya menjaga kawasan sekitar bandara demi keselamatan penerbangan. Warga pun diajak berperan aktif dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan pesawat maupun penumpang.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/kediri-raya/2608120043/larang-main-layang-layang-di-area-sekitar-bandara-dhoho-radius-sejauh-15-kilometer-begini-penjelasannya?page=all

Seorang perempuan berinisial Fit (28), warga Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, melaporkan mantan suaminya, Gus (33), ke po...
13/08/2026

Seorang perempuan berinisial Fit (28), warga Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, melaporkan mantan suaminya, Gus (33), ke polisi setelah diduga kembali melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban mengaku telah mengalami kekerasan sejak beberapa tahun terakhir selama menjalani kehidupan rumah tangga.

Menurut Fit, masalah rumah tangga mereka kerap dipicu persoalan nafkah. Ia mengaku sering menerima perlakuan kasar saat meminta kebutuhan keluarga kepada suaminya. Karena tidak tahan dengan kondisi tersebut, Fit akhirnya mengajukan gugatan cerai.

Insiden terakhir terjadi pada 2 Agustus lalu saat keduanya bertemu di rumah seorang tetangga di Desa Bedali. Percakapan mengenai proses perceraian berujung pertengkaran. Fit mengaku sempat didorong hingga terjatuh, lalu dicekik hingga kesulitan bernapas dan mengalami lebam di leher.

Beruntung, keributan tersebut terdengar oleh pemilik rumah yang kemudian memberikan pertolongan. Setelah kejadian itu, korban bersama keluarganya melaporkan kasus tersebut ke Polsek Ngancar dan menjalani visum di rumah sakit.

Fit berharap kasus yang dilaporkannya segera ditindaklanjuti agar dirinya dapat menjalani hidup dengan tenang tanpa bayang-bayang kekerasan yang sama.

Sementara itu, Kapolsek Ngancar Marjuki membenarkan laporan tersebut. Polisi saat ini masih berupaya mencari keberadaan terlapor untuk dimintai keterangan dan melengkapi proses penyelidikan.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/hukum-kriminal/2608120019/dicekik-hingga-sesak-warga-ngancar-polisikan-mantan-suami-jadi-korban-kdrt-bertahun-tahun-polisi-usut-tuntas?page=all

Permasalahan pemanfaatan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri kembali mencuat...
12/08/2026

Permasalahan pemanfaatan lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) di Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri kembali mencuat. Area seluas sekitar 300 hektare yang sebelumnya dikelola PT Mangli Dian Perkasa dan PT Karya Rejeki Abadi kini menjadi sorotan akibat maraknya pembangunan rumah bedeng serta dugaan pungutan yang dinilai meresahkan masyarakat.

Warga setempat menilai sengketa lahan yang berlangsung sejak 2009 belum menemukan penyelesaian yang jelas. Mereka berharap penataan lahan lebih mengutamakan masyarakat yang memiliki hubungan historis dengan kawasan tersebut.

Salah seorang warga, Tris, menyebut bahwa lahan seharusnya diprioritaskan bagi warga yang pernah tinggal atau memiliki keluarga yang sebelumnya menetap di kawasan eks HGU. Menurutnya, pelaksanaan reforma agraria yang mengalokasikan sebagian lahan untuk masyarakat sekitar masih menimbulkan berbagai pertanyaan di lapangan.

Selain itu, pembangunan rumah bedeng di area tersebut disebut semakin menjamur. Tidak hanya warga sekitar, sejumlah pendatang dari luar desa juga dikabarkan ikut menempati lahan tersebut. Informasi yang beredar menyebut jumlah penggarap dan penghuni yang tergabung dalam beberapa kelompok telah mencapai ratusan orang.

Warga juga menyoroti adanya dugaan penarikan iuran rutin kepada penghuni lahan dengan nominal sekitar Rp100 ribu per bulan atau lebih. Mereka meminta adanya transparansi terkait pengelolaan dana tersebut serta kejelasan status hukum lahan yang ditempati.

Menanggapi polemik tersebut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri melalui Kasi Intelijen Wibisana menyatakan pihaknya akan lebih dulu mengumpulkan informasi dan mempelajari kondisi yang terjadi di lapangan. Saat ini, langkah yang dilakukan masih sebatas pengumpulan data awal dan belum masuk ke tahap penyelidikan resmi.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://arahjatim.com/sengketa-lahan-eks-hgu-puncu-kediri-memanas-warga-pertanyakan-munculnya-bedeng-dan-pungutan-bulanan/

Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kali ini, api melahap area perkebunan milik HGU Sumber Lembu y...
12/08/2026

Kebakaran lahan tebu kembali terjadi di Kabupaten Kediri. Kali ini, api melahap area perkebunan milik HGU Sumber Lembu yang berada di Dusun Kutukan, Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, pada Senin (10/8/2026).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan HGU saat melakukan patroli dan penutupan portal sekitar pukul 17.56 WIB. Melihat kobaran api yang semakin membesar, petugas segera menghubungi pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Tim Damkar Pos Ngadiluwih menerima laporan dan langsung menuju lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 18.27 WIB dan melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 22.15 WIB.

Dalam proses penanganan, Damkar mengerahkan dua unit armada dari Pos Ngadiluwih dan Pos Pare dengan dukungan sembilan personel. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui karena saat kejadian tidak ditemukan aktivitas warga di sekitar lahan.

Akibat insiden tersebut, sekitar empat hektare lahan tebu terbakar. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp105 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir senilai Rp60 juta.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Setelah api berhasil dipadamkan, pihak HGU bersama aparat desa melakukan pengecekan lokasi dan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.

Warga berharap ada peningkatan patroli dan sosialisasi pencegahan kebakaran agar kejadian serupa tidak terus berulang di wilayah Kabupaten Kediri.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://rri.co.id/kediri/regional/2642619/empat-hektar-lahan-tebu-hgu-sumber-lembu-kediri-terbakar

Pemerintah Kabupaten Kediri berencana melakukan penataan ulang struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian...
12/08/2026

Pemerintah Kabupaten Kediri berencana melakukan penataan ulang struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pemerintahan. Selain merampingkan sejumlah perangkat daerah, Pemkab juga memastikan akan membentuk OPD baru.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kediri yang membahas perubahan regulasi terkait pembentukan dan susunan perangkat daerah. Dalam agenda yang sama, DPRD juga membahas perubahan KUA-PPAS APBD 2026 serta rancangan KUA-PPAS APBD 2027.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan untuk menyesuaikan nama, fungsi, dan tugas OPD dengan kebutuhan pemerintahan saat ini. Menurutnya, struktur organisasi yang terlalu besar perlu disederhanakan agar lebih efisien dan mampu bekerja secara optimal.

Meski ada rencana perampingan, Dhito menegaskan bahwa Pemkab juga akan menghadirkan OPD baru dalam susunan organisasi yang sedang disiapkan. Namun, jumlah pasti perangkat daerah setelah penataan masih dalam tahap pembahasan.

Saat ini, rancangan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) telah disusun dan tinggal menunggu proses fasilitasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebelum diterapkan.

Penataan OPD juga diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan sejumlah posisi strategis yang masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt), sehingga pengisian jabatan dapat dilakukan secara lebih optimal dan definitif.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/politik-pemerintahan/2608110038/bupati-kediri-beri-sinyal-bentuk-opd-baru-alasannya-agar-lebih-efisien?page=all

Pemerintah Kabupaten Kediri berencana memperbaiki akses jalan menuju Museum Sri Aji Joyoboyo yang berada di Desa Menang,...
11/08/2026

Pemerintah Kabupaten Kediri berencana memperbaiki akses jalan menuju Museum Sri Aji Joyoboyo yang berada di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Perbaikan tersebut diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp4,5 miliar dan akan dikerjakan setelah proses pembebasan lahan rampung.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Wahyu Purnama, menjelaskan bahwa anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan akses jalan baru yang menghubungkan area belakang museum dengan jalan desa.

Saat ini proses pengadaan lahan masih berlangsung. Setelah seluruh tahapan administrasi dan pembebasan lahan selesai, pembangunan fisik jalan ditargetkan segera dimulai agar akses menuju museum menjadi lebih baik.

Menurut Irwan keberadaan jalan baru sangat penting untuk mendukung pengembangan kawasan wisata Museum Sri Aji Joyoboyo. Akses yang lebih luas diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperlancar arus kendaraan di sekitar lokasi.

Selain pembangunan jalan, Pemkab Kediri juga terus mendorong peningkatan infrastruktur pendukung lainnya, termasuk jaringan utilitas dan konektivitas kawasan wisata, agar Museum Sri Aji Joyoboyo semakin berkembang sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Kediri.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://beritajatim.com/rehabilitasi-museum-sri-aji-joyoboyo-kediri-dikebut-anggaran-capai-rp46-miliar

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan membawa peluang usaha justru menjadi awal kerugian besar bagi Samsul ...
11/08/2026

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan membawa peluang usaha justru menjadi awal kerugian besar bagi Samsul Hadi (46), warga Kelurahan Banjaran, Kota Kediri. Ia melaporkan dugaan penipuan terkait jual beli titik dapur MBG yang diduga dilakukan seorang pria berinisial AA (45), warga Lirboyo, ke Polres Kediri Kota.

Kasus bermula pada Mei 2026 saat AA menawarkan peluang pengelolaan titik dapur MBG di Desa Sendang, Kecamatan Banyakan. Dengan menunjukkan surat kuasa dari sebuah yayasan serta didukung kesepakatan yang dibuat melalui notaris, Samsul percaya dan menyerahkan sejumlah uang sebagai biaya awal.

Tidak hanya itu, ia juga mengeluarkan modal besar untuk menyewa lahan dan membangun fasilitas dapur permanen demi memenuhi persyaratan program. Namun setelah bangunan hampir selesai, Samsul mengetahui bahwa titik dapur yang dijanjikan ternyata tidak tercatat dalam data resmi Badan Gizi Nasional (BGN).

Didampingi organisasi Sahabat Boro Jarakan (Saroja), Samsul kemudian menempuh jalur hukum setelah berbagai upaya penyelesaian secara kekeluargaan, termasuk somasi dan mediasi, tidak membuahkan hasil.

Pihak Saroja menduga masih ada korban lain yang belum melapor terkait dugaan praktik serupa. Mereka juga meminta pemerintah mengevaluasi mekanisme kemitraan program MBG agar tidak dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan pribadi.

Sementara itu, Polres Kediri Kota membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan kasusnya kini sedang ditangani oleh Satreskrim untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://jatim.suara.com/read/2026/08/11/135359/warga-kediri-tertipu-ratusan-juta-titik-dapur-mbg-fiktif

11/08/2026

Hari ini Karnaval Krecek Badas Kawan

Cuaca di wilayah Kediri Raya diperkirakan masih didominasi kondisi kering dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, ...
11/08/2026

Cuaca di wilayah Kediri Raya diperkirakan masih didominasi kondisi kering dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diprediksi terjadi pada 11 Agustus 2026.

Berdasarkan informasi dari Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri, tidak terdapat potensi hujan sedang hingga ekstrem maupun hujan petir pada 10 Agustus. Namun, sehari setelahnya sejumlah daerah berpotensi mengalami angin kencang.

Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Tulungagung, Trenggalek, serta Nganjuk.

BMKG mengingatkan bahwa angin kencang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan berbagai dampak, seperti pohon tumbang, dahan patah, hingga kerusakan pada bangunan yang kurang kuat.

Kondisi ini juga sejalan dengan musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Jawa Timur. Selain mewaspadai angin kencang, masyarakat juga diminta memperhatikan potensi kekeringan yang dapat muncul selama musim kemarau.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pengendara, petani, dan masyarakat yang berada di sekitar pepohonan besar, diimbau untuk lebih berhati-hati saat terjadi hembusan angin kuat serta terus memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://radarkediri.jawapos.com/kediri-raya/2608090014/wargan-kediri-waspada-angin-kencang-begini-prediksi-bmkg-pada-10-11-agustus-2026?page=all

Address

Jalan Raya Kediri/Pare No. 10, Perdana, Pare, Kec. Pare, Kabupaten Kediri
Kediri
64211

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when KAWAN PARE posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category