12/05/2026
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Andi Saguni menyatakan Hantavirus yang ditemukan di MV Hondius merupakan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), berbeda dengan jenis yang selama ini ditemukan di Indonesia.
Menurut Andi, kasus Hantavirus di Indonesia didominasi tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus yang telah terdeteksi sejak 1991. Hingga kini, Indonesia belum pernah melaporkan kasus HPS, baik pada manusia maupun tikus.
Ia menjelaskan, HPS umumnya banyak ditemukan di Amerika Selatan dan dalam sejumlah penelitian diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak erat dalam waktu lama. Sementara tipe HFRS yang ditemukan di Asia, termasuk Indonesia, hingga saat ini belum terbukti menular antarmanusia.
Kemenkes mencatat selama periode 2024-2026 terdapat 23 kasus HFRS di Indonesia tanpa temuan tipe HPS. Faktor risiko penularan HFRS disebut berkaitan dengan kontak langsung dengan tikus atau celurut, baik melalui gigitan, urin, feses, maupun debu yang terkontaminasi.
Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi di antaranya petugas kebersihan, petani, serta masyarakat yang beraktivitas di area rawan tikus atau wilayah terdampak banjir.
Baca Selengkapnya di
Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2026/05/11/19170911/kemenkes-sebut-hantavirus-di-indonesia-berbeda-dengan-di-kapal-pesiar-mv