19/09/2026
Sebanyak 52 dari 57 siswa madrasah diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), telah dipulangkan.
Siswa Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pesantren itu sebelumnya menjalani perawatan medis, sejak Jumat (18/09/2026).
Dengan keluhan pusing dan mual usai menyantap menu ikan tuna MBG di sekolahnya, Jl Sultan Qaimuddin, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, di ibu kota Provinsi Sultra ini.
Sekretaris Satuan Tugas atau Satgas MBG Kendari, Abdul Rauf, mengatakan, sebanyak 52 siswa telah dipulangkan hingga Sabtu (19/09/2026) ini.
Setelah pihaknya menerima laporan sebanyak 57 siswa dilarikan ke 2 rumah sakit (RS) dan 2 puskesmas di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, hingga perbatasan Konawe Selatan (Konsel).
Mereka yang telah dipulangkan yakni 25 siswa yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Lepo-Lepo, Jl Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Lepo-Lepo.
Sebanyak 18 orang yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Dewi Sartika, serta 3 pelajar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Jl Kapten Piere Tendean, Watubangga.
Selain itu, enam siswa yang sebelumnya dirawat di Puskesmas Ranomeeto, Lorong Puskesmas, Kelurahan Ranomeeto, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konsel, pun telah dipulangkan.
Hingga saat ini, masih terdapat lima korban yang masih menjalani perawatan medis di 3 fasilitas kesehatan berbeda.
“Dua orang berada di Puskesmas Lepo-Lepo dan satu orang di Rumah Sakit Dewi Sartika,” kata Rauf saat dikonfirmasi wartawan TribunnewsSultra.com.
Dua siswa lainnya masih menjalani perawatan medis di RSUD Abunawas Kendari, Jl Brigjen ZA Sugianto No 39, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu.
Ia menyampaikan para pelajar madrasah tersebut sebelumnya mengonsumsi menu MBG.
Menu tersebut terdiri dari nasi putih, tuna balado, tumis kol wortel, oseng tahu, dan buah kelengkeng.
Dugaan masalah kemudian ditemukan pada proses pengolahan ikan tuna yang menjadi salah satu menu tersebut.