20/08/2026
Sebanyak 13 mahasiswa penerima Beasiswa Prestasi hasil kerja sama Putera Sampoerna Foundation (PSF) dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta perhatian Gubernur Sultra terkait ketidakpastian keberlanjutan pembiayaan pendidikan mereka di Sampoerna University.
Dari 13 mahasiswa tersebut, tujuh orang memperoleh pembiayaan dari Putera Sampoerna Foundation, sementara enam lainnya pembiayaannya berasal dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Persoalan ini bermula dari biaya pendidikan mahasiswa angkatan 2025 yang terlebih dahulu ditalangi oleh PSF. Namun, menurut para mahasiswa, biaya tersebut belum dibayarkan kembali oleh Pemprov Sultra sejak November 2025.
Kondisi tersebut kemudian menimbulkan ketidakpastian terhadap keberlanjutan kerja sama, yang turut berdampak pada pembiayaan mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025.
Sejak Juli 2026, mahasiswa bersama orang tua mengaku telah berupaya mencari kepastian melalui sejumlah pihak di lingkungan Pemprov Sultra. Mereka telah mengikuti proses dengan Inspektorat, berkomunikasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat, mengajukan audiensi kepada Gubernur Sultra, hingga dua kali bertemu dengan Sekretaris Daerah Sultra.
Namun, hingga Kamis (20/8/2026), mereka mengaku belum memperoleh keputusan resmi mengenai keberlanjutan beasiswa dan studi.
Sementara itu, perkuliahan semester ganjil di Sampoerna University dijadwalkan dimulai pada 26 Agustus 2026. Kondisi tersebut membuat para mahasiswa berharap pemerintah segera memberikan kepastian agar proses pendidikan mereka tidak terhenti.
Para mahasiswa pun menyampaikan permohonan langsung kepada Gubernur Sultra agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan solusi.
“Kami hanya ingin mendapatkan kepastian dan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan yang telah kami perjuangkan. Kami berharap suara kami dapat didengar,” ungkap para mahasiswa dalam video yang disampaikan kepada publik.
Mereka berharap Pemprov Sultra dapat segera mengambil langkah penyelesaian terkait persoalan ini.