Balai Benih Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara

Balai Benih Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Balai Benih Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Digital creator, Kendari.

ANTISIPASI PEMBUATAN PROBIOTIK MURAH DENGAN BAHAN DI SEKITAR KITAProbiotik tidak harus selalu mahal. Dengan memanfaatkan...
04/06/2026

ANTISIPASI PEMBUATAN PROBIOTIK MURAH DENGAN BAHAN DI SEKITAR KITA

Probiotik tidak harus selalu mahal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita seperti air cucian beras, gula merah/molase, dedak halus, air kelapa, buah matang, dan starter probiotik yang jelas, pembudidaya bisa membuat media fermentasi murah untuk membantu mendukung pengelolaan kualitas air tambak.

Namun perlu diingat, probiotik rumahan tetap harus dibuat dengan cara yang bersih, terukur, dan hati-hati. Jangan asal mencampur bahan hanya karena murah. Bahan yang busuk, wadah yang kotor, dosis yang terlalu tinggi, dan fermentasi yang tidak terkontrol justru bisa menimbulkan masalah baru di tambak.

Probiotik yang baik umumnya memiliki aroma asam-manis segar, tidak berbau busuk, tidak muncul jamur hitam/hijau, tidak ada belatung, dan pH cenderung asam. Jika hasil fermentasi meragukan, jangan langsung diaplikasikan dalam skala besar. Uji dulu dalam jumlah kecil, amati respons air, bau, warna, pH, serta kondisi benih atau udang.

Penggunaan probiotik dapat membantu menyeimbangkan mikroba baik, mendukung proses dekomposisi bahan organik, membantu kualitas air, dan mendukung kesehatan organisme budidaya. Tetapi probiotik bukan pengganti manajemen tambak. Kualitas air, pakan, kepadatan tebar, sirkulasi, dan kebersihan tetap menjadi kunci utama keberhasilan budidaya.

Prinsip pentingnya: hemat boleh, tapi tetap harus higienis, terukur, bertahap, dan dicatat setiap prosesnya.

Bagi pembudidaya yang berminat membeli benih atau ingin mendapatkan informasi ketersediaan benih, silakan hubungi:

Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara
Avryan Sakti
082182457942

Simpan carousel ini sebagai panduan lapangan sederhana agar pengelolaan tambak lebih sehat, hemat, dan terarah.

Kapan Udang Windu Mulai Membutuhkan Pakan Tambahan?Pemberian pakan tambahan pada udang windu tidak boleh asal cepat dan ...
02/06/2026

Kapan Udang Windu Mulai Membutuhkan Pakan Tambahan?

Pemberian pakan tambahan pada udang windu tidak boleh asal cepat dan tidak boleh terlambat. Pada awal pemeliharaan, udang windu masih bisa memanfaatkan pakan alami di tambak seperti plankton, benthos, detritus, dan organisme renik.

Secara praktis, pakan tambahan mulai perlu dipertimbangkan pada umur 20–30 hari setelah tebar, terutama saat pakan alami mulai berkurang atau pertumbuhan udang mulai melambat. Namun, bila tambak masih subur dan pakan alami tersedia cukup, pakan buatan sering baru mulai diberikan sekitar 1 bulan setelah tebar.

Tanda udang windu mulai membutuhkan pakan tambahan antara lain: warna air mulai tidak stabil, kepadatan plankton menurun, usus udang tampak tidak penuh saat sampling, pertumbuhan tidak seragam, serta risiko kanibalisme meningkat karena kekurangan pakan.

Pakan tambahan sebaiknya diberikan bertahap, tidak langsung berlebihan. Gunakan anco/feed tray untuk memantau sisa pakan, respon makan, dan menjaga kualitas air. Prinsipnya sederhana: mulai sedikit, cek respon udang, lalu sesuaikan dosisnya.

Pemberian pakan yang tepat dapat membantu pertumbuhan lebih stabil, ukuran panen lebih seragam, dan efisiensi biaya lebih baik. Sebaliknya, pakan yang terlalu cepat atau berlebihan bisa menurunkan kualitas air dan meningkatkan pemborosan.

Untuk informasi ketersediaan benih udang windu, silakan hubungi:
Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara
Avryan Sakti
WA: 082182457942

Referensi utama: Pascual/SEAFDEC (1989), Sudaryono (2003), FAO Technical Paper 583 (2013).

Antisipasi Pengelolaan Tambak Udang Tradisional Saat Persiapan LahanPersiapan lahan merupakan tahap awal yang sangat men...
30/05/2026

Antisipasi Pengelolaan Tambak Udang Tradisional Saat Persiapan Lahan

Persiapan lahan merupakan tahap awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya udang, khususnya pada sistem tambak tradisional. Lahan yang tidak dipersiapkan dengan baik dapat menyebabkan kualitas air tidak stabil, penumpukan bahan organik, munculnya gas beracun seperti Hβ‚‚S, meningkatnya risiko penyakit, serta kematian benur pada awal pemeliharaan.

Sebelum penebaran benur, petambak perlu melakukan pemeriksaan kondisi tambak secara menyeluruh, mulai dari pematang, pintu air, saluran pemasukan dan pembuangan, kondisi dasar tambak, ketebalan lumpur organik, warna dan bau tanah, hingga keberadaan hama atau predator. Pengeringan dasar tambak, pembersihan lumpur hitam, pengapuran sesuai kondisi pH tanah, serta penyaringan air masuk menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan budidaya yang lebih sehat dan stabil.

Secara teknis, tambak yang siap tebar ditandai dengan kondisi air yang stabil, tidak berbau, tidak terdapat predator, pH air berada pada kisaran optimal sekitar 7,5–8,5, oksigen terlarut mencukupi, suhu sesuai, serta dasar tambak tidak lagi mengeluarkan bau busuk. Pengelolaan yang baik sejak awal akan membantu menekan stres pada benur, meningkatkan kelangsungan hidup, serta mendukung produktivitas tambak secara berkelanjutan.

Gunakan benih yang sehat, aktif, seragam, dan berasal dari sumber terpercaya agar budidaya lebih aman dan hasil lebih optimal.

Jika berminat membeli benih, silakan hubungi Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara:

Asriya: 085393917937
Avryan Sakti: 082182457942





β€œRahasia Sistem Budidaya Windu Vietnam: Kenapa Mereka Bisa Stabil, Efisien, dan Panen Terus?”Vietnam bukan menang karena...
16/05/2026

β€œRahasia Sistem Budidaya Windu Vietnam: Kenapa Mereka Bisa Stabil, Efisien, dan Panen Terus?”

Vietnam bukan menang karena hoki.
Mereka menang karena sistemnya jalan dari hulu sampai hilir.

Mulai dari induk, hatchery, benur, manajemen air, pakan, biosecurity, sampai pasar β€” semuanya nyambung dan dijalankan disiplin setiap hari.

Di Vietnam, budidaya udang windu bukan sekadar:
β€œtebar benur lalu tunggu panen.”

Mereka serius di:
βœ… kualitas benur
βœ… pencatatan data
βœ… manajemen air
βœ… kontrol penyakit
βœ… efisiensi pakan
βœ… teknologi tambak
βœ… evaluasi rutin
βœ… akses pasar & sertifikasi

Makanya mereka bisa:
πŸ”₯ panen lebih stabil
πŸ”₯ risiko lebih rendah
πŸ”₯ kualitas lebih seragam
πŸ”₯ harga lebih bersaing
πŸ”₯ pasar ekspor lebih kuat

Yang menarik, banyak sistem mereka sebenarnya bisa diterapkan juga di tambak Indonesia, termasuk di Sulawesi Tenggara. Tidak harus langsung super modern atau mahal. Yang paling penting adalah mulai bangun sistem yang rapi dan konsisten.

Karena tambak yang berhasil biasanya bukan yang paling besar…
tapi yang paling disiplin ngatur air, pakan, kesehatan udang, dan data harian.

Kita juga harus mulai ubah mindset:
❌ jangan cuma fokus tebar
❌ jangan kerja tanpa evaluasi
❌ jangan tunggu masalah baru bergerak

Mulai biasakan:
βœ” catat kualitas air
βœ” evaluasi FCR
βœ” cek pertumbuhan rutin
βœ” pilih benur yang jelas
βœ” jaga biosecurity
βœ” kerja pakai target

Vietnam sudah membuktikan kalau budidaya yang tertata bisa bikin produksi jalan terus dan usaha lebih tahan lama.

Sekarang giliran kita belajar, adaptasi, dan terapkan sesuai kondisi tambak kita sendiri. πŸ’ͺ

Kalau butuh informasi atau benih perikanan:
πŸ“ Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara
πŸ‘€ Avryan Sakti Pradana
πŸ“ž 082182457942

πŸ“Œ Alamat:
Jl RE Martadinata, Kelurahan Purirano,
Kec. Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara

πŸ“± Facebook:
Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara

πŸ“· Instagram:


🎡 TikTok:


Yuk sama-sama bangun perikanan yang lebih maju, sehat, dan berkelanjutan! 🌊🦐

🌊 TAMBAK TRADISIONAL BISA UNTUNG BESAR TANPA AERASI! 🦐πŸ”₯Masih banyak yang mikir tambak tradisional itu susah berkembang k...
14/05/2026

🌊 TAMBAK TRADISIONAL BISA UNTUNG BESAR TANPA AERASI! 🦐πŸ”₯

Masih banyak yang mikir tambak tradisional itu susah berkembang kalau tanpa aerasi. Padahal faktanya, banyak petambak justru bisa panen bagus hanya dengan memahami cara kerja ekosistem alami tambak. πŸ’‘

Kunci utamanya bukan selalu alat mahal… tapi bagaimana kita menjaga keseimbangan air, plankton, dasar tambak, dan stabilitas lingkungan budidaya. Kalau ekosistem tambak sehat, udang juga bakal tumbuh lebih kuat, aktif makan, dan risiko kematian bisa ditekan jauh lebih rendah. βœ…

Di carousel ini kita bahas rahasia penting yang sering diabaikan: 🌱 Cara menjaga plankton tetap stabil
🌧 Teknik membuang air tawar otomatis saat hujan deras
🧱 Pentingnya menjaga dasar tambak tetap sehat
⚠ Cara menghindari perubahan ekstrem yang bikin udang stres
β™» Pemanfaatan sistem alami supaya biaya lebih hemat tapi hasil tetap maksimal

Banyak kasus udang mati mendadak sebenarnya bukan karena β€œnasib buruk”, tapi karena kualitas air tidak stabil dan dasar tambak sudah terlalu kotor. Saat hujan deras turun terus menerus, salinitas bisa berubah cepat dan oksigen ikut turun drastis. Kalau tidak ditangani, udang bisa stres bahkan mati massal. πŸ˜₯

Karena itu petambak perlu mulai lebih peka terhadap kondisi tambak setiap hari. Cek warna air, perhatikan lumpur dasar, kontrol salinitas, dan jangan biarkan tambak terlalu ekstrem perubahannya. Tambak tradisional yang stabil justru sering menghasilkan udang yang lebih kuat dan biaya operasional lebih rendah dibanding sistem yang terlalu dipaksakan. πŸ”₯

Yang paling penting: πŸ‘‰ Konsisten menjaga kualitas tambak
πŸ‘‰ Jangan malas evaluasi kondisi air
πŸ‘‰ Gunakan cara alami yang lebih aman dan berkelanjutan
πŸ‘‰ Fokus membangun ekosistem, bukan sekadar mengejar cepat panen

Karena tambak yang sehat = udang sehat = panen lebih untung πŸ’―

πŸ“ž Minat membeli benih perikanan Sulawesi Tenggara?
Hubungi:
Avryan Sakti β€” 082182457942

Bersama Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara, mari bangun budidaya perikanan yang lebih mandiri, sehat, dan berkelanjutan. 🌊🦐









🌧️ TAMBAK UDANG WINDU SAAT HUJAN TERUS? JANGAN PANIK BOSKU!Hujan deras seharian memang sering bikin petambak was-was. Ai...
12/05/2026

🌧️ TAMBAK UDANG WINDU SAAT HUJAN TERUS? JANGAN PANIK BOSKU!

Hujan deras seharian memang sering bikin petambak was-was. Air berubah cepat, udang bisa stres, nafsu makan turun, sampai risiko kematian meningkat kalau telat ditangani.

Makanya, penting banget buat petambak tradisional lebih peka sama kondisi tambak, apalagi tambak tanpa kincir. Jangan cuma lihat permukaan air kelihatan aman, karena kondisi di bawah bisa beda cerita. πŸ‘€

Lewat carousel ini kita bahas:
βœ… Kenapa hujan panjang bisa bikin udang stres
βœ… Parameter air yang wajib dipantau
βœ… Langkah cepat di lapangan saat hujan masih berlangsung
βœ… Cara pemulihan tambak setelah hujan reda
βœ… Tanda-tanda tambak mulai stabil lagi

πŸ“Œ Ingat bos:
Udang itu sensitif sama perubahan mendadak. Yang paling penting bukan air β€œbagus sesaat”, tapi air yang stabil terus-menerus.

Kalau udang masih aktif, makan bagus, air stabil, dan petambak rajin pantau… insyaAllah hasil panen tetap aman πŸ’ͺ🦐

πŸ“ž Butuh benih perikanan atau mau konsultasi?
Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara
πŸ‘€ Avryan Sakti
πŸ“± 082182457942

Tetap semangat petambak hebat! 🌊
Cuaca boleh ekstrem, tapi ilmu dan kesiapan jangan kalah.




















🚨 Antisipasi Tambak Udang Tradisional di Cuaca EkstremJangan Sampai Udang Stres & Mati!Cuaca tidak menentu seperti hujan...
03/05/2026

🚨 Antisipasi Tambak Udang Tradisional di Cuaca Ekstrem
Jangan Sampai Udang Stres & Mati!

Cuaca tidak menentu seperti hujan lebat dan panas ekstrem di siang hari menjadi tantangan besar bagi petambak udang, khususnya pada tambak tradisional.
Perubahan ini dapat menyebabkan:
Penurunan pH dan salinitas secara drastis
Oksigen terlarut (DO) menurun
Kematian plankton dan munculnya racun
Udang mengalami stres β†’ daya tahan tubuh menurun
Risiko penyakit meningkat hingga kematian massal
πŸ“‰ Tanpa pengelolaan yang tepat, kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan panen.
Namun, kondisi ini bisa diantisipasi dengan: βœ”οΈ Pengelolaan kualitas air yang baik
βœ”οΈ Monitoring parameter air secara rutin
βœ”οΈ Penanganan yang tepat saat hujan maupun panas ekstrem
πŸ’‘ Kunci utama keberhasilan budidaya: πŸ‘‰ Stabilkan kualitas air, maka panen akan lebih aman
🌊 BUTUH BENIH UDANG BERKUALITAS?
Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara menyediakan: βœ”οΈ Benih unggul & sehat
βœ”οΈ Tahan terhadap perubahan lingkungan
βœ”οΈ Cocok untuk tambak tradisional
βœ”οΈ Didukung pendampingan teknis
πŸ“ Alamat:
Jl RE Martadinata, Kelurahan Purirano,
Kecamatan Kendari, Kota Kendari
πŸ“ž Hubungi:
πŸ“± Asriya: 085393917937
πŸ“± Avryan Sakti: 082182457942
πŸš€ Jangan tunggu udang mati, mulai kelola tambak dengan lebih baik sekarang!








White F***s Disease (WFD) pada udang windu sering dianggap masalah biasa.Padahal, kondisi ini adalah sinyal awal adanya ...
29/04/2026

White F***s Disease (WFD) pada udang windu sering dianggap masalah biasa.
Padahal, kondisi ini adalah sinyal awal adanya gangguan serius dalam sistem budidaya.
Mulai dari gangguan pencernaan, kualitas air yang tidak stabil, hingga manajemen pakan yang kurang tepat β€” semuanya bisa berujung pada:
❌ Nafsu makan menurun
❌ Pertumbuhan lambat
❌ FCR meningkat
❌ Risiko kematian tinggi
❌ Kerugian hingga ratusan juta per siklus
πŸ“‰ Bahkan dalam kondisi parah, tingkat kematian bisa mencapai 30–100%.

πŸ”¬ Kenapa WFD terjadi?
Bukan karena satu penyebab, tetapi kombinasi:
Faktor biologis (bakteri & EHP)
Faktor nutrisi (pakan tidak tercerna)
Faktor lingkungan (amonia tinggi, DO rendah, bahan organik tinggi)

πŸ› οΈ Bagaimana cara mencegahnya?
Kunci utamanya adalah manajemen budidaya yang tepat dan konsisten: βœ” Kualitas air stabil
βœ” Pakan berkualitas & terkontrol
βœ” Kesehatan pencernaan terjaga
βœ” Lingkungan tambak bersih
βœ” Monitoring rutin
βœ” Biosecurity ketat

πŸ’‘ Ingat:
WFD bukan sekadar penyakit, tapi indikator bahwa sistem budidaya perlu diperbaiki.

πŸ“ž Butuh benih udang windu berkualitas?
Kami siap membantu Anda memulai budidaya yang lebih sehat dan produktif.
Balai Benih Perikanan Sulawesi Tenggara
πŸ“± Avryan Sakti β€” 082182457942
Konsultasi & penyediaan benih unggul untuk budidaya berkelanjutan.

Selamat Hari Jadi Sulawesi Tenggara ke-62 πŸŽ‰Dari laut yang kaya, kita tumbuh bersama menuju Sultra yang lebih maju dan se...
27/04/2026

Selamat Hari Jadi Sulawesi Tenggara ke-62 πŸŽ‰
Dari laut yang kaya, kita tumbuh bersama menuju Sultra yang lebih maju dan sejahtera.
Mari terus jaga, kelola, dan manfaatkan potensi perikanan dengan bijak untuk generasi mendatang 🌊🐟
Harmoni Sultra, Produktif untuk Sultra Sejahtera

22/04/2026

Keindahan bukan hanya untuk dipandang, tapi juga untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan. 🌊🦐

Udang windu (Penaeus monodon), si β€œtiger shrimp” yang menjadi primadona perikanan, dikenal dengan corak loreng eksotis, tubuh kokoh, serta ukuran yang lebih besar dibandingkan jenis udang lainnya. Warna hijau kebiruannya menjadi indikator kualitas dan kesegaran alami dari habitat tropis yang masih terjaga.

Tak hanya bernilai estetika, udang windu juga memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global. Permintaannya yang stabil menjadikannya salah satu komoditas unggulan dalam sektor perikanan Indonesia, khususnya untuk pengembangan budidaya tambak berkelanjutan.

Di , kami menghadirkan benih udang windu berkualitas unggul yang telah melalui proses seleksi ketat. Dengan benih yang sehat dan adaptif, peluang keberhasilan budidaya Anda menjadi lebih tinggi, produktivitas meningkat, dan hasil panen lebih maksimal.

✨ Saatnya berinvestasi pada kualitas dari awal.
✨ Pilih benih unggul untuk hasil yang optimal.
✨ Bersama kami, wujudkan tambak yang produktif dan berkelanjutan.

πŸ“ž Hubungi:
Hamza Halua – 085241516697
Asriya – 085393917937

Address

Kendari

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balai Benih Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share