Kendariinfo

Kendariinfo Kendariinfo merupakan media online tepercaya dengan mengedepankan edukasi serta inovasi.

Kendariinfo berdiri sejak 22 Januari 2017, awalnya kami menggagas kehadiran jurnalisme warga di media sosial Instagram. Pada perkembangannya, Kendariinfo mulai serius mendirikan perusahaan media siber dengan nama PT Percaya Karya Pemuda pada Oktober 2020. Selanjutnya, pada tanggal 1 Januari 2021 resmi diluncurkan website kendariinfo.com. Hal ini bertujuan mempermudah masyarakat dalam mencari informasi dan berita terbaru di Sulawesi Tenggara.

Konawe – Perselisihan antara dua siswa dari sekolah berbeda, MTs Al Munawwarah dan MA Al-Munawwarah, berujung aksi salin...
09/09/2026

Konawe – Perselisihan antara dua siswa dari sekolah berbeda, MTs Al Munawwarah dan MA Al-Munawwarah, berujung aksi saling pukul di lahan peternakan Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Akibat kejadian tersebut, satu siswa harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 15.00 Wita. Kasus tersebut baru diketahui pihak keluarga setelah rekan-rekan korban datang pada Rabu (9/9) pagi dan menceritakan kronologi sebenarnya.

Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Muh. Jefri Hamzah, mengatakan keluarga korban sebelumnya mengira anak mereka hanya mengalami kecelakaan.

”Awalnya korban dijemput oleh rekan pelaku dengan dalih diajak jalan-jalan ke area peternakan di Desa Tirawuta. Namun, setibanya di lokasi, pelaku ternyata sudah menunggu dan langsung memukul korban secara berulang kali,” ungkap Jefri saat dikonfirmasi Kendariinfo, Rabu (9/9).

Korban, MF, yang merupakan siswa MTs Al Munawwarah, mengalami luka pada mata kanan dan telinga kiri. Ia juga mengeluhkan sakit pada bagian dada dan punggung.

MF sempat menjalani perawatan medis secara rawat jalan di Puskesmas Pondidaha pada Selasa (8/9) setelah kondisinya terus melemah.

Pihak keluarga yang tidak terima kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut ke Polsek Pondidaha pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.00 Wita.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi perkelahian yang melibatkan MF dan RA, siswa MA Al-Munawwarah.

”Saat ini, korban sedang didampingi untuk menjalani visum di BLUD RS Konawe guna melengkapi berkas penyelidikan kepolisian,” pungkas Jefri.

Perkelahian antarsiswa yang berujung penganiayaan terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi kekerasa...
09/09/2026

Perkelahian antarsiswa yang berujung penganiayaan terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi kekerasan ini melibatkan MF, siswa MTs Al Munawwarah, dan RA, siswa MA Al-Munawwarah.

‎Konawe – Perkelahian antarsiswa yang berujung penganiayaan terjadi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi kekerasan ini melibatkan MF, siswa MTs Al Munawwarah, dan RA, siswa MA Al-Munawwarah. ‎Insiden tersebut terjadi di area lahan peternakan Desa Tirawuta, Kecamatan Pondidaha,...

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial E (27) terluka setelah terlibat cekcok dengan tetangganya di Kelurahan Tobimei...
09/09/2026

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial E (27) terluka setelah terlibat cekcok dengan tetangganya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kendari – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial E (27) terluka setelah terlibat cekcok dengan tetangganya di Kelurahan Tobimeita, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (...

Penyelesaian secara damai kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (F...
09/09/2026

Penyelesaian secara damai kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat sorotan dari mantan Wakil Rektor II UHO Kendari, Nur Arafah.

Kendari – Penyelesaian secara damai kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa baru (maba) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat sorotan dari mantan Wakil Rektor II UHO Kendari, Nur Arafah. Nur Arafah menilai perdamaia...

Kendari – Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didesak menjatuhkan sanksi tegas terhadap mahasiswa senior yang diduga ...
09/09/2026

Kendari – Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didesak menjatuhkan sanksi tegas terhadap mahasiswa senior yang diduga melakukan kekerasan terhadap mahasiswi junior saat mengikuti kegiatan orientasi organisasi.

Desakan tersebut datang dari Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Oheo (Hippmako) Kabupaten Konawe Utara (Konut), setelah salah satu kadernya, mahasiswi berinisial MS (19), disebut menjadi korban dugaan kekerasan di lingkungan kampus.

Ketua Umum Hippmako-Konut, Sazkya Pratiwi Sakir, mengecam keras dugaan tindakan tersebut. Menurutnya, kegiatan pembinaan organisasi maupun praktik senioritas tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan kekerasan terhadap mahasiswa junior.

“Kami mengecam keras tindakan premanisme dan kekerasan fisik yang menimpa kader kami. Kampus seharusnya menjadi ruang akademis yang aman, inklusif, dan mendidik, bukan wadah intimidasi atau kekerasan fisik oleh oknum senior,” tegas Sazkya dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan, proses pembinaan mahasiswa semestinya dilakukan melalui pendidikan, dialog, serta keteladanan. Sebaliknya, tindakan yang mengarah pada intimidasi dan kekerasan dinilai bertentangan dengan tujuan pendidikan dan pembentukan karakter mahasiswa.

Hippmako-Konut juga mempertanyakan mekanisme pengawasan internal UIN Kendari dalam mencegah praktik senioritas yang berpotensi berujung pada kekerasan.

“Jika dugaan ini terbukti, maka persoalannya bukan sekadar konflik antarmahasiswa. Ini menyangkut keamanan mahasiswa di lingkungan pendidikan dan tanggung jawab institusi dalam memastikan kampus bebas dari kekerasan,” ujarnya.

Atas persoalan tersebut, Hippmako-Konut menyampaikan tiga tuntutan saat menggelar aksi demonstrasi di pelataran UIN Kendari, Selasa (8/9).

Pertama, mendesak Rektorat UIN Kendari melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh dan memberikan sanksi akademik tegas kepada pihak yang terbukti terlibat.

Kedua, mendorong aparat penegak hukum memproses laporan korban secara profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa tekanan maupun intervensi dari pihak mana pun.

Ketiga, meminta kampus memberikan perlindungan kepada korban agar tetap dapat menjalani aktivitas akademik tanpa ancaman, tekanan, maupun intimidasi.

Sazkya juga mengimbau seluruh kader Hippmako-Konut dan mahasiswa untuk tetap tenang serta tidak mengambil tindakan di luar koridor hukum.

Menurutnya, solidaritas terhadap korban harus diwujudkan dengan mengawal proses hukum dan kelembagaan secara tertib, bukan dengan menciptakan persoalan baru.

“Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawal kasus ini melalui jalur hukum dan kelembagaan yang sah hingga korban mendapatkan keadilan serta ada jaminan agar praktik kekerasan berkedok pembinaan tidak kembali terjadi di lingkungan kampus,” tegasnya.

Sebelumnya, MS (19) diduga dianiaya oleh seniornya berinisial GK, IC, dan SS saat mengikuti kegiatan jurit malam UKM Seni di lingkungan kampus pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 01.30 Wita.

Akibat kejadian tersebut, MS melaporkan ketiga seniornya ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam keterangannya, MS mengaku mendapat sejumlah perlakuan fisik dan hukuman selama kegiatan berlangsung. Ia menyebut dirinya ditampar menggunakan sandal, ditendang, hingga mendapat perlakuan yang disebut sebagai “cium ketek”.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan dan mendapat perhatian dari kelompok mahasiswa yang meminta pihak kampus maupun aparat penegak hukum mengusutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Peningkatan produksi pangan lokal terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk mengurangi ketergantungan terh...
09/09/2026

Peningkatan produksi pangan lokal terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan di Kota Kendari.

Kendari – Peningkatan produksi pangan lokal terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan di Kota Kendari. Wali Kota Kendari, Siska K...

Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didesak memberikan sanksi tegas terhadap mahasiswa senior yang diduga melakukan p...
09/09/2026

Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didesak memberikan sanksi tegas terhadap mahasiswa senior yang diduga melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa junior saat mengikuti kegiatan orientasi organisasi. Ketiga mahasiswa senior diketahui berinisial GK, IC dan SS diduga menganiaya mahasiswi berinisial MS (19) saat kegiatan tersebut.

Kendari – Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari didesak memberikan sanksi tegas terhadap mahasiswa senior yang diduga melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa junior saat mengikuti kegiatan orientasi organisasi. Ketiga mahasiswa senior diketahui berinisial GK, IC dan SS diduga menganiaya mahasis...

Kolaka Timur – Kisah cinta lintas negara terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang...
09/09/2026

Kolaka Timur – Kisah cinta lintas negara terjadi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang pria asal Hungaria bernama Tomas menikahi Mimi, janda asal Koltim yang memiliki empat anak setelah suaminya meninggal dunia tahun 2025.

Pernikahan Tomas dan Mimi berlangsung sederhana di rumah Mimi, Desa Uete, Kecamatan Uluiwoi, Koltim, pada Sabtu (5/9/2026).

Informasi mengenai pernikahan tersebut disampaikan Darny, keponakan dari mendiang suami Mimi. Ia menyebut Mimi sebelumnya telah memiliki empat anak dari pernikahan terdahulu bersama Dirlan.

“Dulu kan Tomas itu datang di Desa Tongauna, Koltim itu untuk meneliti dan tinggal lah bersama keluarga Mimi. Kemudian suami Mimi bernama Dirlan meninggal,” kata Darny kepada Kendariinfo, Rabu (9/9).

Darny mengatakan Dirlan meninggal pada November 2025. Setelah itu, Tomas mulai mendekati Mimi dan keluarganya.

Hubungan keduanya kemudian mendapat persetujuan dari keluarga hingga Tomas memutuskan untuk melamar Mimi.

“Dan berjalannya waktu mulailah Tomas mendekati Mimi dan keluarga juga setuju kalau mereka bersama. Jadi Tomas memutuskan melamar Mimi,” ujarnya.

Menurut Darny, pernikahan Tomas dan Mimi digelar secara sederhana dan hanya dihadiri keluarga Mimi. Keluarga Tomas tidak hadir karena terkendala jarak tempat tinggal yang cukup jauh.

“Iya, tidak (hadir keluarga Tomas) karena kampung jauh,” katanya.

Informasi yang dihimpun, Mimi merupakan perempuan bersuku Tolaki. Sementara itu, Mimi saat dihubungi Kendariinfo sejak Senin (7/9) belum memberikan respons.

09/09/2026

Kendari – Seorang WNA asal Cina, Chungsong Chen (45), menjadi korban penipuan dalam pertemuannya dengan perempuan bernama Elsa (21) yang dikenalnya melalui aplikasi MiChat di salah satu hotel di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 21.30 Wita. Chen sebelumnya melakukan perjalanan dari Morowali, Sulawesi Tengah, dan menginap di Kecamatan Baruga, Kendari.

Melalui aplikasi MiChat, Chen dan Elsa kemudian sepakat bertemu dengan sistem COD di hotel. Keduanya juga menyepakati pembayaran sebesar Rp500.000.

Sesampainya di kamar 208, Chen memberikan uang Rp300.000 kepada Elsa. Namun, hubungan seksual belum terjadi meski keduanya disebut telah melakukan persiapan, termasuk membuka kondom.

Situasi berubah ketika terdengar ketukan berulang dari luar kamar. Ketukan tersebut membuat suasana seolah-olah terjadi penggerebekan.

Chen kemudian mengambil kembali uang Rp200.000 yang sebelumnya telah diberikan. Sementara Rp300.000 lainnya diamankan sebagai barang bukti.

Dantim Perintis Presisi Polda Sultra, Bripka Boy Sagita, menyebut kejadian tersebut sebagai modus “dikasih patah”, yakni korban dibuat mengeluarkan uang tanpa memperoleh layanan yang sebelumnya disepakati.

“Modusnya ini orang Cina mau dipatah (ditipu), ambil saja uang tapi tidak main,” kata Boy.

Keributan kemudian pecah dan berlanjut hingga ke area lobi hotel. Polisi mendapati terdapat dua perempuan dan dua laki-laki yang berada atau tercatat berkaitan dengan kamar 208.

Malam itu, pihak-pihak yang terlibat kemudian dibawa ke Unit BPA untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman.

Dari kejadian tersebut, polisi mengamankan satu unit telepon seluler yang terdapat aplikasi MiChat, uang tunai Rp300.000, serta satu buah kondom yang telah dibuka dan ditemukan dalam keadaan telah digunakan.

Polisi masih mendalami keterangan seluruh pihak untuk memastikan rangkaian kejadian, kesepakatan pembayaran, serta peran masing-masing dalam peristiwa tersebut.

Address

Kelurahan Korumba, Kecamatan Kadia, Kota Kendari
Kendari
93111

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kendariinfo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kendariinfo:

Shortcuts

Share