Indielogis

Indielogis Laboratorium penerapan industri kreatif yang mandiri berbasis komunitas. Sebuah Mini Galeri Seni sekaligus panggung pergerakan kreator independent

05/03/2024

ASTUNGKARA.ID - Membaca liputan Bang Saiful Rijal Yunus di kompas.id yang bertajuk "Pasang Surut Energi Literasi di Kendari", mengingatkan saya

Loetoeng Kasaroeng, Film Pertama di Indonesia
30/03/2022

Loetoeng Kasaroeng, Film Pertama di Indonesia

representasi.id

https://www.facebook.com/101010395206609/posts/351569780150668/?d=n
04/02/2022

https://www.facebook.com/101010395206609/posts/351569780150668/?d=n

Tentang Basmalah

Sebab “kecelakaan sejarah”, pada kelas 3 SMP oleh Papa saya dipindahkan dari SMP 2 Kendari ke SMP Kartika Chanda Kendari. Kebetulan, Kepsek Kartika saat itu adalah teman Papa. Saya dititip untuk ditempa dan mendapat lingkungan baru.

Disitulah awal mula saya berkenalan dengan sahabat saya Evans Tosepu. Saya berada satu kelas dengannya.

Sebagai siswa baru, saya tentu berupaya menyesuaikan diri dengan teman-teman yang lain. Oleh sebab saya menyukai musik, saya jadi mudah membaur dengan teman-teman.

Di Kartika Kendari, setiap hari sabtu siswa dibebaskan untuk memakai baju kaos dan membawa alat musik. Siswa juga diberi waktu yang agak luas untuk berkreatifitas sesuai dengan minat bakat masing-masing.

Setiap sabtu tersebut, saya selalu membawa gitar akustik. Kami memanfaatkan waktu untuk bermain gitar, bernyanyi bersama teman-teman, dan saling bertukar referensi musik.

Saya dan Evans memiliki minat yang sama di musik. Pertemanan kami jadi makin akrab setelah bersama teman-teman lain kami membentuk sebuah band. Saya berposisi sebagai pemain bass, sedang Evans sebagai vokalis.

Sejak dulu Evans memang memiliki suara yang enak didengar. Selain bermain dengan band yang kami bentuk, tak jarang ia mendapat panggilan untuk mengisi departemen vokal di band lain.

Selain bermusik, Evans ini adalah salah satu siswa yang disegani di sekolah. Postur tubuhnya yang bagus, ditambah ia adalah atlet taekwondo, menjadikan ia sebagai sosok yang hobi berkelahi dan juga melakukan kenakalan-kenakalan remaja yang lain.

Sebagai seorang sahabat, saya pun turut larut dalam pertemanan dengan Evans. Bukan untuk bilang bahwa Evans yang membuat saya nakal, toh saya sudah punya modal nakal sewaktu di SMP 2 Kendari. Hanya saja, dengannya, saya seperti menjadi seorang sosok murid yang ketemu guru dalam soal kenakalan.

Jika tidak ada lawan berkelahi, Evans ini tidak bisa diam. Dia menyukai keributan. Terhitung dua kali ia sukses sebagai tukang kompor yang membuat saya berkelahi dengan teman sekelas. Dengan alasan yang kalau diingat-ingat sebenarnya tidak masuk akal. Intinya kami dibikin harus berkelahi.

Berjalannya waktu, pada saat masuk di sekolah menengah, kami pisah sekolah. Intensitas ketemu tidak seperti dulu lagi. Hingga pada saat lulus SMA, saya yang memilih merantau jadi tidak pernah lagi ketemu dan komunikasi dengannya.

Ada sekitar 14 tahun kami tidak ketemu. Sesekali waktu saat masih di perantauan, ketika mudik saya menyempatkan diri ke rumahnya. Setelah itu tidak lagi. Paling hanya sekedar sapa-sapa singkat di sosmed.

***

Pada sepekan menjelang tutup tahun 2021 kemarin, saya bersama sahabat saya yang bernama Mamat kebetulan sedang jalan ke sebuah tempat tongkrongan. Sepulangnya, kami secara tiba-tiba ada ide untuk singgah silaturahmi ke rumah Evans. Mendengar Mamat menyebut nama Evans, saya langsung tertawa. Secara visual sosoknya langsung terbayang di kepala. Ada semacam rasa rindu yang tiba-tiba.

Oh, ya. Selain nakal, Evans ini sosoknya juga humoris dan s**a membual. Sosok yang selalu bisa berhasil membuat tongkrongan menjadi ramai.

Sebelum berangkat, kami menelponnya. Dia di rumah dan bilang sedang sakit. Kami kurang percaya, sebab terkadang sulit membedakan kapan Evans serius atau sedang bercanda. Berangkatlah kami dengan Mamat.

Setiba di rumahnya, ternyata ia sakit betulan. Dan sakitnya lumayan parah hingga tak bisa berjalan secara normal.

Setelah mendengar kronologi penyakitnya, kami langsung cerita lepas tentang masa lalu. 14 tahun tidak berjumpa, tumpukan cerita kami urai satu per satu.

Semakin malam, perbincangan larut pada tema agama. Sebelumnya, saya memang pernah mengunggah video ngaji satu ayat di story Facebook. Evans pada saat itu langsung menyambar dan mengajak sharing tentang tata cara ngaji. Kami jadi berbincang lebih dalam seputar Qari’.

Ternyata, pada beberapa tahun yang lalu, oleh sebab kenakalannya, ia sempat jadi santri selama beberapa tahun di “pondok jeruji”. Sebuah pengalaman hidup yang kelam namun menghadirkan terang pada lembar baru episode hidupnya. Di sana ia memperdalam ngajinya.

Saya dan Mamat mengingatkan untuk tidak mengulangi kenakalannya lagi. Dalam hening malam, kami pun diingatkan untuk tidak mencoba kenakalan bodoh yang pernah ia lakukan.

Di akhir perbincangan, muncullah sebuah ide untuk sama-sama membuat hal positif yang bisa mendekatkan kita untuk tidak melulu memikirkan hal duniawi. Terbesitlah ide untuk membuat kanal Basmalah sebagai wadah untuk kami sama-sama belajar ngaji dan ilmu keagamaan.

Basmalah adalah ruang untuk belajar melafalkan, menebarkan, memaknai, dan membumikan ajaranNya ke dalam tindakan. Nama tersebut rasa-rasanya cocok dengan kami yang baru pada tahap awal hendak memulai untuk saling menguatkan dan mendekatkan diri kepadaNya dengan penuh seluruh.

Saya langsung bergairah menyambut ide tersebut. Sebab tahun-tahun sebelumnya memang, saya ada keinginan untuk membuat semacam kanal Basmalah. Secara kelembagaan bersama Indielogis pada Oktober tahun 2019 kami pernah menyatakan keinginan tersebut di publik pada sebuah program kerjasama singkat di The Radio Kendari.

Alhamdulillah ide tersebut kini membumi. Gerakan pertama yang kami lakukan adalah melafalkan dan menebarkan Surah Surah pendek Al-Quran dalam bentuk audio visual.

Sembari yang lain sedang memperbaiki tajwid dan langgam, sebagai langkah awal kami memulainya dengan Evans Tosepu yang melafalkan Surah Al-Fil.

Pada tahapan awal ini, insyaAllah kami akan konsisten untuk memposting 1 Surah di setiap hari Jum’at.

Apa hal-hal lain yang akan kami bikin? Nantikan saja di kanal youtube Basmalah https://youtu.be/FxdstKvrtXs

Malam minggu nanti tepat jam 8 malam founder Indielogis Riqar Manaba akan membincangi seperti apa isi buku "Siasat Menik...
27/11/2021

Malam minggu nanti tepat jam 8 malam founder Indielogis Riqar Manaba akan membincangi seperti apa isi buku "Siasat Menikmati Kesemenjanaan" karya Ilham Mustamin terbitan Sampan Institute bersama Syafaat Anugerah P. (Dosen Hukum Tata Negara). Diskusi akan dimoderatori oleh Usmaida.

Simak karya musik instrumental anak Kendari
25/07/2021

Simak karya musik instrumental anak Kendari

AlhamdulillahOriginally song Arranger by Ilal Kahfi-----------------------------------musik instrument feel you membawa rasa itu menemanimu sejenakDan aku me...

18/07/2021
Simak pandangan founder Indielogis dalam diskusi Dispus Asrama Hasanuddin Malang terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor...
14/04/2021

Simak pandangan founder Indielogis dalam diskusi Dispus Asrama Hasanuddin Malang terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 yang baru saja dikeluarkan Presiden di Hari Musik Nasional kemarin.

Nanti sore sembari menanti berbuka puasa di Instagram : dispushasanuddin

Yang tak sempat baca reportase Telusur Sejarah Kota Kendari di majalah pabitara, kini ulasan tersebut telah dimuat di re...
11/04/2021

Yang tak sempat baca reportase Telusur Sejarah Kota Kendari di majalah pabitara, kini ulasan tersebut telah dimuat di representasi.id

Silahkan menikmati dan nantikan Indielogis Vol. 6 🙏

Saat peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74 di tahun 2019,...

Besok malam founder Indielogis Riqar Manaba  akan bicara tentang masih logis apa tidak indie-indie-an itu.Tentang apa sa...
01/03/2021

Besok malam founder Indielogis Riqar Manaba akan bicara tentang masih logis apa tidak indie-indie-an itu.

Tentang apa saja yang musti dilakukan jika ingin berkarya secara mandiri dan merdeka.

Bersama di Rumah Baca Qalam.

Media partner by representasi.id

Mewakili komunitas Indielogis, pada malam 26 Januari 2021, saya menerima undangan Diskusi Kelompok Terpumpun dari BPCB S...
04/02/2021

Mewakili komunitas Indielogis, pada malam 26 Januari 2021, saya menerima undangan Diskusi Kelompok Terpumpun dari BPCB Sulsel. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Survei Penyelamatan dan Pemetaan Tinggalan Budaya Kota Lama Kendari yang akan dilaksanakan pada 28 Januari 2021 di Hotel Zahra.

Saya menerima undangan tersebut dalam keadaan jiwa yang pedih. Bagaimana tidak, undangan tersebut saya terima tepat di malam ratusan benda peninggalan c***r budaya di Museum Sulawesi Tenggara raup dicuri oleh oknum yang kini sedang dikejar oleh Polres Kota Kendari.

Penulis:   Pada akhir tahun 2020 kemarin, tim Balai Pelestarian C***r Budaya Sulawesi Selatan (BPCB Sulsel) melakukan monitoring dan evaluasi di Kota Kendari terkait sisa-sisa peninggalan caga…

Menghadiri undangan diskusi kelompok terpumpun survei penyelamatan dan pemetaan tinggalan budaya kota lama kendari.
28/01/2021

Menghadiri undangan diskusi kelompok terpumpun survei penyelamatan dan pemetaan tinggalan budaya kota lama kendari.

Address

Drs Moh Hatta No 3a
Kendari
93124

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Indielogis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Indielogis:

Share