Dunia Parenting

Dunia Parenting Menyediakan berbagai produk keluarga dan artikel parenting

*Tiga Tenaga Cinta, Sudahkah Anda Punya?*Oleh : Cahyadi Takariawan  - "Aku mencintai kamu dengan sepenuh hatiku", demiki...
18/01/2026

*Tiga Tenaga Cinta, Sudahkah Anda Punya?*
Oleh : Cahyadi Takariawan

- "Aku mencintai kamu dengan sepenuh hatiku", demikian ucapan paling primitif pada sepasang kekasih yang tengah dimabuk cinta. Seakan ucapan cinta adalah hal paling penting dalam menjalin sebuah hubungan.

Ketika seorang lelaki sangat ingin menikahi gadis pujaan hatinya, ia menganggap apabila sudah mengungkapkan perasaan cinta, apabila ia sudah memiliki rasa cinta, maka hubungan akan langgeng.

Ketika cinta yang dimaksud oleh lelaki tersebut hanyalah sebuah perasaan, apalagi hanya ucapan, maka itu bisa menjadi sesuatu yang semu. Pseudo-cinta, merasakan dorongan untuk mendekat, memiliki, bahkan "menguasai", kondisi ini tidak akan bisa menghasilkan hubungan yang langgeng.

Cinta yang seperti ini, tidak bertenaga, karena hanya berisi satu komponen. Padahal dalam cinta, ada komponen lain yang harus dipenuhi. Jika cinta penuh berisi, barulah menghasilkan full-energi. Cinta yang bertenaga.

Apa saja isi cinta itu? Dalam teori "Segitiga Cinta" versi Robert J. Sternberg, cinta memiliki tiga komponen aktif, yaitu intimacy (keintiman), passion (hasrat, gairah), dan commitment (komitmen). Jika cinta berisi tiga komponen aktif ini, maka akan menjadi cinta yang bertenaga. Bukan cinta yang hanya ada dalam kata-kata belaka.

Pertama, Cinta itu Intim

Jika anda mencintai pasangan, semestinya anda memiliki keintiman (intimacy) yang kuat dengannya. Anda ingin selalu bersamanya, menjadi sahabat abdai dunia hingga di surge, tak ingin ada yang memisahkan anda berdua.

Jika anda mencintai pasangan anda, anda akan berada dalam suasana lekat yang kuat dengannya, tidak akan meninggalkannya, tidak akan mentelantarkannya, tidak akan menyia-nyiakannya. Anda akan berada dalam suasana sangat intim, jika anda mencintai pasangan anda.

Al Qur'an menggambarkan kelekatan ini dengan ungkapan "hunna libasullakum wa antum libasullahunna", istri kalian adalah pakaian bagi kalian, dan kalian adalah pakaian bagi istri kalian.

Salah satu sifat pakaian bagi tubuh adalah melekat, sangat intim. Demikianlah semestinya corak dan sifat hubungan suami istri, selalu melekat satu dengan yang lain, seperti pakaian menempel di badan, yang apabila dilepaskan maka akan sangat memalukan.

Kedua, Cinta Itu Penuh Gairah

Jika anda mencintai pasangan, semestinya anda selalu bergairah dan berhasrat (passion) bersamanya. Anda selalu bersemangat yang menggelora untuk mewujudkan impian bersama pasangan anda.

Selalu memiliki kehangatan, antusias, dan kepedulian terhadap pasangan anda. Jika anda mencintai pasangan anda, melihatnya saja anda sudah bergairah. Anda akan melindungi, menjaga, membela pasangan anda dengan sepenuh gairah. Anda tak akan membiarkan pasangan anda terjatuh dan sakit ----bukan hanya di dunia. Anda selalu menjaganya dari terkena adzab akhirat kelak.

Dalam bekerja mencari rejeki, anda berusaha melakukan hal terbaik, agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga, dan membahagiakan mereka. Dalam melakukan ibadah kepada Allah, anda selalu melibatkan pasangan di dalamnya, karena anda ingin selalu bersama pasangan hingga di surge.

Anda menjadi lebih bersemangat dalam ibadah, disbanding dengan sebelum menikah dengannya. Ini karena anda memiliki passion, yang menandakan cinta anda kepada pasangan.

Ketiga, Cinta Itu Penuh Komitmen

Jika anda mencintai pasangan, semestinya anda selalu komitmen (commitment) untuk bersamanya. Tidak akan mengkhianati cintanya, tidak akan mengingkari janji yang sudah terikrar sejak akad nikah. Cinta membuat anda selalu setia bersama pasangan, dalam keadaan s**a maupun duka.

Dalam bahagia maupun airmata. Dalam kegembiraan maupun kesusahan. Dalam keceriaan maupun kesedihan. Anda akan selalu menjaga komitmen untuk melawati hari-hari panjang membentang, melawati dinamika dan tantangan, bersamanya.

Sangat mudah mencari teman untuk bersenang-senang, sangat mudah mencari teman untuk merayakan kebahagiaan, namun sangat berat untuk mencari teman dalam kedukaan dan kegetiran.

Cinta membuat anda selalu memiliki komitmen untuk tetap bersama pasangan, dalam keadaan yang terburuk dan terpahit sekalipun ---sepanjang hal itu bukanlah kejahatan dan dosa. Cinta membuat anda tidak akan tega membiarkan pasangan berada dalam kesendirian, karena anda telah memiliki komitmen untuk menjalani hidup bersamanya.

Itulah tiga isi dari cinta. Jika anda mengaku cinta, namun hanya memiliki satu atau dua komponen saja, maka kuranglah tenaganya. Apalagi jika tak memiliki isi sama sekali, itu namanya pepesan kosong.

Darimana anda mengetahui, apakah seseorang benar-benar mencintai anda? Bukan darikata-katanya. Bukan dari janjinya. Namun dari tiga komponen yang ditunjukkan dan dibuktikannya[]

Sumber :
https://www.kompasiana.com/pakcah/5d352b5d0d82303a373ca4e2/tiga-tenaga-cinta-sudahkah-anda-punya
---------------





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

17/01/2026

๐ŸŒ™ *30 Hari Berbenah Diri Menyambut Ramadhan*๐ŸŒ™
*Jangan Biarkan Ramadhan Datang dalam Keadaan Lalaiโ€ฆ*

Ramadhan adalah *tamu agung*, tetapi hanya akan bermakna bagi hati yang *sudah dipersiapkan*.
Banyak orang berpuasa, namun sedikit yang benar-benar *mendapatkan takwa*

โœจ *Kelas Berbenah Diri 30 Hari*
๐Ÿ—“ *Mulai: 19 Januari*
๐Ÿ—“ *Pembekalan program via Zoom : 18 Januari*
๐ŸŽฏ Fokus: memperbaiki iman, niat, amal, dan mental sebelum Ramadhan tiba

Program ini dirancang agar kita:

* Tidak menjadikan Ramadhan sekadar rutinitas tahunan
* Masuk Ramadhan dengan hati yang bersih dan tujuan yang jelas
* Keluar Ramadhan dengan perubahan nyata, bukan kembali seperti semula

๐Ÿ“Œ *Karena Ramadhan yang sukses, dimulai JAUH sebelum bulan Ramadhan itu sendiri.*

Daftar disini : https://muslimpembelajar.com/a/axximko24s

---
๐Ÿ“– Dalil & Landasan Persiapan Ramadhan

๐Ÿ”น *Allah ๏ทป berfirman:*

> **ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุชูŽุชูŽู‘ู‚ููˆู†ูŽ**
>
> *โ€œWahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.โ€*
> (QS. Al-Baqarah: 183)

โžก๏ธ *Takwa tidak lahir tiba-tiba*, tapi disiapkan dengan kesadaran dan latihan hati.

๐Ÿ”น *Para sahabat dan salafus shalih* telah mempersiapkan diri *berbulan-bulan sebelum Ramadhan*
Mereka berdoa:

> *โ€œYa Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan dan terimalah amal kami di dalamnya.โ€*

๐Ÿ”น Rasulullah ๏ทบ juga memberi isyarat pentingnya persiapan sejak *bulan Syaโ€™ban*

> **ุฐูŽูฐู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ูโ€ฆ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ูฐ ุฑูŽุจูู‘ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ**
>
> *โ€œItu adalah bulan yang banyak manusia lalai darinyaโ€ฆ pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam.โ€*
> (HR. An-Nasaโ€™i)

โžก๏ธ Jika Syaโ€™ban saja dianjurkan persiapan, *bagaimana mungkin kita masuk Ramadhan tanpa persiapan sama sekali?*

---

๐Ÿ”ฅ *Saatnya Berbenah, Sebelum Terlambat*
Jangan tunggu Ramadhan datang baru berubah.
๐Ÿ“… *Mulai 19 Januari*, kita siapkan diri agar Ramadhan nanti *tidak berlalu sia-sia*.

โœจ *Karena Ramadhan bukan tentang siapa yang paling sibuk, tapi siapa yang paling siap.*

https://muslimpembelajar.com/a/axximko24s

17/01/2026

*Peristiwa dan Amalan - amalan di bulan Sya'ban*

- Bulan Syaโ€™ban termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Banyak riwayat menggambarkan kemuliaan-kemuliaan Bulan Syaโ€™ban.

1. Perubahan Arah Kiblat
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa peristiwa perubahan arah kiblat terjadi pada Bulan Sya`ban tepatnya pada tanggal ketiga belasnya. Abu Hatim Al-Bustiy berkata, kaum muslimin melaksanakan salat menghadap ke arah Baitul Maqdis selama 17 bulan lebih tiga hari, kemudian Allah Subhanahu Wataโ€™ala memerintahkan Nabi untuk salat menghadap ke Ka`bah pada hari ketiga belas pertengahan Bulan Sya`ban

2. Bulan Diangkatnya Amal Perbuatan Seorang Hamba
Imam Nasa`i meriwayatkan bahwa Usamah bin Zaid pernah bertanya kepada Nabi Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam, โ€œWahai Rasulullah, mengapa aku melihat engkau berpuasa pada bulan Sya`ban tidak seperti yang engkau lakukan ketika berpuasa pada bulan-bulan yang lain?โ€™ kemudian Rasul menjawab, โ€œPada bulan inilah, orang-orang banyak tidak menyadarinya yaitu bulan yang terletak antara bulan Rajab dan Ramadhan, pada bulan itulah amal-amal dihaturkan dan dilaporkan kepada Tuhan alam semesta. Oleh karenanya, aku ingin agar ketika amalku dipersembahkan kepada-Nya aku sedang berpuasa.โ€

Dari riwayat tersebut, terdapat kandungan hikmah dan petunjuk kepada kita bahwa bulan Sya`ban adalah saatnya amal kita dilaporkan kepada Allah Subhanahu Wataโ€™ala. Secara psikologis ketika amal itu dilaporkan sementara kita dalam keadaan berpuasa, akan member pengaruh positif terhadap hasil laporan tersebut, atau bisa jadi semua amal kita akan dihitung sebagai amal baik. Karenanya, puasa di bulan ini sebagaimana anjuran pada riwayat di atas memiliki nilai psikologis yang tinggi, selain tentunya kita mengamalkan salah satu sunnah Nabi Muhamad Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam.

Adapun riwayat lain yang menerangkan bahwa amal seseorang dilaporkan pada setiap hari Senin dan Kamis, ulama mengatakan bahwa yang dimaksud setoran setiap Senin dan Kamis adalah setoran khusus untuk menguji kualitas amal serta kelengkapan syarat dan rukunnya.

Sedangkan maksud sabda Nabi, โ€œPada bulan inilah, orang-orang banyak tidak menyadarinya,โ€ adalah secara umum banyak umat yang memberikan perhatian lebih kepada bulan Rajab dengan segala kemuliaannya. Ketika bulan itu telah berlalu dan memasuki bulan Sya`ban, mereka menganggap tidak mendapatkan lagi kesempatan yang istimewa sehingga melalaikan ibadahnya karena bosan atau putus asa. Inilah yang diingatkan oleh Rasul Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam agar kita tidak terlena dan kendor semangat dalam menyambut dan mengisi bulan Sya`ban, karena bulan ini tidak kalah istimewanya dengan bulan sebelumnya.

Sedangkan riwayat tentang setoran amal pada setiap hari adalah amal-amal kita disetorkan tanpa dipilih dan diukur kualitasnya, dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.

3. Melaksanakan Puasa Sunnah Bulan Sya`ban
Sayidah Aisyah ra. berkata, โ€œTidak pernah Nabi Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam berpuasa pada suatu bulan lebih banyak dari bulan Sya`ban, karena pada bulan tersebut beliau berpuasa sebulan penuh. Nabi Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam bersabda, โ€œLakukanlah kebajikan sekuat yang kausanggupi, karena Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan sendiri.โ€ (HR. Bukhari-Muslim).

Maksud sabda Nabi, โ€œSekuat yang kausanggupi,โ€ adalah dalam melakukan ibadah hendaknya dilakukan dengan penuh semangat, motivasi tinggi, dan harapan kepada Allah, karena yang demikian akan menghilangkan kebosanan, kejemuan, dan keputusasaan. Semua sifat-sifat negatif itu jika menyertai ibadah seseorang akan menjadi benalu yang merusak pahalanya.

Berikutnya, maksud sabda Nabi, โ€œkarena Allah tidak akan bosan sehingga kalian bosan sendiri,โ€ adalah bahwa Allah Subhanahu Wataโ€™ala tidak akan lelah atau menghentikan dalam memberi pahala bagi hamba-Nya yang beribadah. Allah juga akan selalu melipatgandakan pahala, selama hamba-Nya tekun dan semangat beribadah. Sebaliknya, ketika kita dihinggapi rasa bosan, malas, dan putus asa dalam beribadah, maka Allah pun akan mengurangi atau bahkan menghentikan pahalaNya. Karena, mereka telah menghilangkan kesinambungan dalam beribadah.

4. Bulan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad saw

Disebut demikian karena menurut sebagaian ulama, salah satunya, Imam Al-Qusthulani dalam kitab Al-Mawaahib Al-Ladunniyyah bahwa ayat yang berisi perintah kepada kaum beriman untuk membaca salawat, turun di Bulan Sya`ban. Karenanya, bulan Sya`ban dinamai p**a dengan Syahrus Sholawaat (bulan bersholawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam)

5. Bulannya Al qur'an

Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya Lathoif Al-Ma`aarif menyebut sebuah riwayat tentang apa yang dilakukan para salaf di bulan Sya`ban yang diantaranya adalah menekuni Al-Quran. Dia mengatakan, โ€œJika bulan Sya`ban telah tiba, umat Islam menekuni lembaran-lembaran Al-Qura`an, mereka membaca Al-Qur`an, dan sekaligus mengeluarkan zakat hartanya untuk memberi kekuatan kepada orang yang lemah dan miskin dalam menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan.โ€

Salamah bin Kuhail dan Hubaib bin Tsabit mengatakan dengan ungkapan yang senada bahwa, โ€œBulan Sya`ban adalah bulan orang-orang membaca Al-Qur`an. Adapun `Amr bin Qais jika ia memasuki Bulan Sya`ban, menutup tokonya dan fokus untuk membaca Al-Qur`an

6. Memperbanyak membaca kalimat tauhid dan istighfar

Bulan Sya`ban merupakan waktu yang mulia dan dimuliakan oleh Rasulullah Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam. Sudah sepatutnya jika kita melakukan kegiatan-kegiatan yang senafas dengan kemulian bulan tersebut. Beberapa amalan berupa bacaan selain membaca salawat adalah memperbanyak membaca kalimat tauhid โ€œLaa ilaaha Illallaahโ€ dan membaca istighfar.

Disebutkan dalam sebuah riwayat dari Abu Bakar ra dari Nabi Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam yang berkata, โ€œHendaklah kalian membaca โ€˜Laa ilaaha Illallaahโ€™ dan beristighfar (memohon ampun), sebab Iblis telah berkata, โ€˜Aku binasakan manusia dengan dosa-dosa namun mereka membinasakanku dengan Laa ilaaha Illallaah dan istighfar. Maka ketika aku melihat hal tersebut, aku binasakan mereka dengan bujukan dan godaan dan mereka mengira bahwa mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.โ€ (HR. Abu Ya`la)

7. Menghidupan malam pertengahan bln sya'ban sg kebaikan

Imam Baihaqi meriwayatkan dari Aisyah ra bahwa Rasulullah Shalallahu โ€˜Alaihi Wassallam bersabda, โ€œJibril datang kepadaku dan berkata, โ€˜Ini adalah malam Nishfu Sya`ban, dimana Allah memerdekakan hamba-hambaNya dari neraka pada malam ini sebanyak bulu domba Bani Kilab, kecuali bagi orang musyrik, bercekcok, pemutus silaturrahim, anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, dan peminum minuman keras.โ€

Riwayat di atas memberi gambaran kemuliaan malam Nishfu Sya`ban yaitu malam pertengahan Bulan Sya`ban. Pada malam itu, rahmat Allah Subhanahu Wataโ€™ala ditebarkan di atas bumi bagi manusia yang saat itu beribadah, bermunajat, dan bertafakkur kepada Sang Pencipta. Bagi hamba yang memohon ampun dari dosa-dosanya sekalipun dosanya sebanyak buih di lautan, tak terhingga, maka ia akan diampuni semuanya, kecuali dosa-dosa yang disebutkan dalam riwayat tersebut. Wallahu Aโ€™lam bis Showaab.*/ Ali Akbar bin Aqil. Diambil dari Maadzaa fi Sya`baan karya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki

Sumber :
https://m.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2017/04/30/115792/peristiwa-dan-amalan-amalan-di-bulan-syaban.html
__________





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

*Menjaga Mata & Kebersihan Jiwa*Oleh : M. Taufik NT. - Interaksi paling sederhana antara pria-wanita adalah melihat. Wal...
17/01/2026

*Menjaga Mata & Kebersihan Jiwa*
Oleh : M. Taufik NT.

- Interaksi paling sederhana antara pria-wanita adalah melihat. Walaupun sederhana namun jika tidak ditata dan dijaga bisa membuat hati seseorang semakin kotor, keras membatu, hingga akhirnya mati dan membusuk. Barang siapa yang ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan, gemar melihat hal-hal yang diharamkan Allah, maka jangan terlalu berharap dapat memiliki hati yang bersih.

Imam Ibnul Jauzi (w. 597 H) dalam Shaidul Khatir bersyair:

Pejamkanlah matamu, engkau akan selamat dari marabahaya

Engkau akan dapatkan dan peroleh pahala

Petaka kaum muda adalah larut dalam nafsunya

Awal bara nafsu ada dalam tatapan mata

Ini sesuai dengan firman Allah Taโ€™ala:

ู‚ูู„ู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽุบูุถู‘ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุญู’ููŽุธููˆุง ููุฑููˆุฌูŽู‡ูู…ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽุฒู’ูƒูŽู‰ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฎูŽุจููŠุฑูŒ ุจูู…ูŽุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู†ูŽ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: โ€œHendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuatโ€. (QS. An Nur: 30)

Dosa apapun, termasuk dosa-dosa mata yang dianggap biasa, jika tidak dibersihkan akan mengotori hati. Hudhzaifah r.a berkata bahwa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda:

ุชูุนู’ุฑูŽุถู ุงู„ู’ููุชูŽู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูู„ููˆุจู ูƒูŽุงู„ู’ุญูŽุตููŠุฑู ุนููˆุฏู‹ุง ุนููˆุฏู‹ุงุŒ
โ€œFitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagai tikar yang dipaparkan perutas (secara tegak menyilang antara satu sama lain).

ููŽุฃูŽูŠู‘ู ู‚ูŽู„ู’ุจู ุฃูุดู’ุฑูุจูŽู‡ูŽุงุŒ ู†ููƒูุชูŽ ูููŠู‡ู ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุณูŽูˆู’ุฏูŽุงุกูุŒ
Mana pun hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik hitam.

ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ู ู‚ูŽู„ู’ุจู ุฃูŽู†ู’ูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุงุŒ ู†ููƒูุชูŽ ูููŠู‡ู ู†ููƒู’ุชูŽุฉูŒ ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกูุŒ
Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat padanya bintik-bintik putih

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุตููŠุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู‚ูŽู„ู’ุจูŽูŠู’ู†ูุŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุจู’ูŠูŽุถูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ุตู‘ูŽููŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุถูุฑู‘ูู‡ู ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ู…ูŽุง ุฏูŽุงู…ูŽุชู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถูุŒ
sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama langit dan bumi masih ada.

ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูŽุฑู ุฃูŽุณู’ูˆูŽุฏู ู…ูุฑู’ุจูŽุงุฏู‘ู‹ุง ูƒูŽุงู„ู’ูƒููˆุฒูุŒ ู…ูุฌูŽุฎู‘ููŠู‹ุง ู„ูŽุง ูŠูŽุนู’ุฑููู ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูู†ู’ูƒูุฑู ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู‹ุงุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูุดู’ุฑูุจูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽูˆูŽุงู‡ูยป
Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan seperti bekas tembaga berkarat, tidak menyuruh kebaikan dan tidak p**a melarang kemungkaran kecuali sesuatu yang dis**ai oleh hawa nafsunya.โ€ (HR. Muslim)

Sebagian orang berkata, โ€˜kalau iman kuat, tidak mengapa melihat aurat wanita, yang p***o bukan terletak pada apa yang kau lihat, namun pada isi kepalamuโ€™. Ucapan ini sungguh berbahaya, suatu ketika Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Nabi SAW dengan menggunakan pakaian yang tipis, maka Rasulullah berpaling dari padanyaโ€”padahal adakah yang imannya lebih kuat dari Rasulullah?โ€“ dan beliau berkata:

ูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกู ุฅู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฅุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู’ ุงู„ู’ู…ูŽุญููŠุถูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅู„ุงูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง , ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู
โ€˜Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita telah menginjak dewasa (haid), maka tak boleh terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil beliau menunjuk muka dan telapak tangannya.โ€ (HR. Abu Dawud, hadits hasan lighairihi).

Jadi memandang aurat tetaplah haram walaupun tanpa syahwat. Sementara selain aurat baru haram dipandang jika disertai syahwat.

ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู’ู„ููŽุถู’ู„ู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุฏูŽูŠู’ููŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽุซู’ุนูŽู…ููŠู‘ูŽุฉู ุชูŽุณู’ุชูŽูู’ุชููŠู’ู‡ู ููŽุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู’ู„ููŽุถู’ู„ู ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽุชูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽุตูŽุฑูŽููŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง
Al-Fadhl ibn โ€˜Abbas pernah berboncengan dengan Rasulullah saw. Kemudian datanglah seorang wanita Khatsโ€˜amiyah untuk meminta pendapat. Al-Fadhl lalu memandang wanita itu dan wanita itu pun memandangnya, Rasulullah saw. memalingkan wajah al-Fadhl dari wanita tersebut. (HR Abรป Dรขwud)

Dalam riwayat lain:

ูุฃุฎุฐ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ุงู„ูุถู„ ูุญูˆู‘ู„ ูˆุฌู‡ู‡ ู…ู† ุงู„ุดู‚ ุงู„ุขุฎุฑ
Maka Rasulullah saw memegang Al Fadhl lalu memalingkan wajah Fadhl ke arah yang lain.

Dalam riwayat dari โ€˜Alรฎ ibn Abรฎ Thรขlib r.a. ditambahkan keterangan bahwa โ€˜Abbas r.a. kemudian bertanya kepada Rasulullah saw:

ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู„ูู…ูŽ ู„ูˆูŠุช ุนู†ู‚ ุงุจู† ุนู…ูƒุŸ
โ€œYa Rasulullah, mengapa engkau memalingkan leher sepupumu?โ€

ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุดูŽุงุจู‘ู‹ุง ูˆูŽุดูŽุงุจู‘ูŽุฉู‹ ููŽู„ูŽู…ู’ ุขู…ูŽู†ู ุงู„ุดูŠุทุงู† ุนู„ูŠู‡ู…ุง
Rasulullah saw. menjawab, โ€œKarena aku melihat seorang pemuda dan seorang pemudi yang tidak aman dari gangguan setan.โ€

Sebenarnya bukan hanya mengumbar pandangan terhadap lawan jenisnya yang harus dihindari, melainkan juga orang yang matanya selalu melihat dunia ini. Melihat dan berpanjang angan-angan terhadap sesuatu yang tidak ia miliki: rumah orang lain yang lebih mewah, mobil orang lain yang lebih bagus, istri orang lain yang lebih ranum, suami orang lain yang lebih gagah, atau uang orang lain yang lebih banyak. Hatinya bergejolak memikirkan hal-hal yang tidak dimilikinya, lalu lupa menikmati dan mensyukuri apa-apa yang Allah karuniakan kepadanya.Allaahu Aโ€™lam. [MTaufikNT]

https://mtaufiknt.wordpress.com/2020/02/06/menjaga-mata-kebersihan-jiwa/
________





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

*Andakah Akhwat PHP?*Oleh : Ustaz Iwan Januar - โ€œMana nih, ikhwan yang mau selamatkan saya? Kok pada nggak berani datang...
16/01/2026

*Andakah Akhwat PHP?*
Oleh : Ustaz Iwan Januar

- โ€œMana nih, ikhwan yang mau selamatkan saya? Kok pada nggak berani datang melamar?โ€

โ€œIya, ikhwan kita pada kurang berani. Mau nikah kebanyakan mikir. Padahal kan rizki dijamin Allah.โ€

Ayyuhal ikhwatil kiram, cukup banyak akhwat yang berkeluh kesah karena tak kunjung datang ikhwan yang datang melamar mereka. Mereka mengeluhkan sikap โ€˜ukhuwahโ€™, โ€˜perjuanganโ€™ dan โ€˜keberanianโ€™ para ikhwan di atas roda dakwah. Bukankah dengan menikah berarti menjaga rapat barisan dakwah dan mengokohkan perjuangan?

Wajar bila akhwat yang lajang ini punya kesebalan pada para ikhwan. Meski itu tak tampak tapi dalam hatinya memendam kegelisahan plus kekesalan. Mengapa demikian? Karena kehidupan mental dan biologis perempuan memang berbeda dengan lelaki. Wanita diciptakan dengan kekuatan perasaan yang lebih kuat ketimbang pria. Selain mendambakan segera ke pelaminan, mereka juga harus bersaing dengan akhwat lain yang baik yang sama-sama lajang ataupun yang menjanda.

Sedangkan dunia biologis mereka pun memiliki durasi yang lebih singkat. Wanita pada umumnya khawatir usia akan memudarkan penampilan mereka, sedangkan lelaki pada umumnya menyenangi wanita yang lebih fresh dan tentunya lebih muda. Selain itu, usia reproduksi mereka juga dibatasi oleh menopause. Itulah sunnatullah wanita yang tidak ada pada pria. Wajar bila seiring waktu mereka menjadi kian gelisah.

Tapi, bila belum kunjung beranjak ke pelaminan, mohon jangan hanya salahkan ikhwan. Pertolongan Allah kadang tak kunjung datang bisa karena kecenderungan hati yang salah dan langkah yang mudah goyah. Entah disadari atau tidak, Anda, ukhti fillah, sebenarnya yang menyebabkan langkah menuju pelaminan menjadi tak mudah, terjal, bahkan tak kunjung terlihat.

โ€œDan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).โ€(TQS. asy-Syura: 40).

Dari sekian obrolan ikhwan yang kecewa karena gagal menikah, saya bisa menyimpulkan ada sebagian kegagalan itu justru disebabkan karena sikap sang akhwat. Di antara satu hal yang yang saya tangkap benang merahnya, ada sebagian akhwat yang menjadi pribadi PHP (Pemberi Harapan Palsu).

Bagaimana itu pribadi akhwat yang PHP? Begini, ada akhwat yang membuka lebar pintu bagi ikhwan untuk segera melamar mereka. Kaum akhwat ini juga begitu mengidamkan pernikahan dengan lelaki yang baik (soleh, maksudnya), walimah yang khusyuโ€™, dan solid di jalan dakwah. Namun tatkala seorang pria menapakkan kaki ke rumahnya menuju proses pernikahan, ia sendiri yang justru mematahkannya.

Ada dua hal yang membuat seorang akhwat masuk kategori pelaku PHP.

Pertama, akhwat yang tidak jujur dalam kriteria calon suami. Ketika declare untuk menikah ia hanya mengatakan ingin mencari suami yang soleh, sayang keluarga, rajin berdakwah. Namun ketika datang ikhwan bermaksud melamarnya dengan kriteria seperti di atas, ia segera mencari-cari kekurangan lelaki tadi untuk menolaknya. Apakah soal status pendidikan, penghasilan, latar belakang keluarga, hingga penampilan, dsb. Akhwat seperti ini mendadak jadi selektif dan tak segan-segan menolak ikhwan yang tidak masuk dalam kriteria yang ia buat sendiri.

Bagi kaum lelaki, akhwat seperti ini masuk kategori PHP. Perempuan macam ini tidak jujur dalam soal kriteria suami. Bisa jadi karena ia takut dibilang matre kalau mensyaratkan calon suaminya harus mapan. Atau takut dibilang berlebihan kalau mensyaratkan calon suaminya harus berpendidikan tinggi dan dari kampus bonafid, atau takut dibilang kecentilan kalau membuat syarat suaminya harus rupawan. Tapi apapun alasannya, ketika kemudian ia berbuat seperti itu maka ia sudah mem-PHP-kan ikhwan yang datang kepadanya.

Kedua, akhwat yang membiarkan ikhwan berjuang sendiri. Tidak jarang jalan terjal itu menghadang menuju pelaminan. Kerikil tajam itu bisa datang dari pihak keluarga akhwat yang mempersoalkan status sang ikhwan. Bisa karena pendidikannya, penghasilannya, sampai latar belakang harokahnya. Ada juga yang mempermasalahkan tatacara walimah yang akan diadakan oleh mereka berdua.

Dalam keadaan seperti ini ada akhwat yang justru membiarkan sang โ€˜mujahidโ€™ berjuang sendirian. Ia seperti pasrah melihat lelaki itu melobi kedua orang tuanya, pontang-panting mendatangi keluarganya, dsb. Sang akhwat hanya meminta dan meminta sang ikhwan agar pantang menyerah, sedangkan ia sendiri pasrah saja dengan keadaan. Jadi nikah syukur, nggak pun nggak apa-apa.

Akhwat fillah, jalan menuju pernikahan harus dilalui bersama. Kelak setelah pernikahan terjadi, suami dan istri pun harus solid dan selalu bersemangat bersama menjaga keutuhan rumah tangga. Mana bisa hanya suami seorang yang bekerja keras merawat pernikahan sementara sang istri hanya duduk pasrah dan berdoa?

Sadarilah, dalam rencana pernikahan ada bagian yang ukhti juga harus ikut memperjuangkannya. Bila memang ukhti yakin bahwa ikhwan yang datang mengkhitbah adalah lelaki baik-baik, sesuai dengan kriteria ukhti, maka berjuanglah bersama. Ajak orang tua bicara baik-baik dengan akal sehat. Sampaikan visi dan misi pernikahan yang ukhti inginkan di hadapan orang tua. Kalau perlu tegas dalam menolak atau membantah pemikiran yang keliru bahkan batil dari keluarga, tentu dengan bahasa yang santun. Misalnya saat orang tua menginginkan pernikahan yang megah dengan biaya yang berlebihan, maka sampaikan dengan lembut tapi penuh ketegasan bahwa ukhti menginginkan pernikahan yang sederhana namun berkesan.

Tapi bila Anda, ukhti fillah, pasrah saja โ€“ atau kurang usaha โ€“ memperjuangkan pernikahan, maka sebenarnya Anda masuk kategori Akhwat PHP. Pemberi Harapan Palsu pada para ikhwan.

Jadi, jangan salahkan keadaan, atau salahkan para ikhwan yang tak kunjung datang melamar, lalu Anda berkeluh kesah dan gelisah. Padahal mungkin sudah ada yang melamar tapi Anda malah mem-PHP-kan mereka. Saya khawatir ini adalah semacam โ€˜surat peringatanโ€™ dari Allah sebagaimana yang diingatkan Nabi SAW.:

โ€œJika datang kepadamu lelaki yang kaum ridloi agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah karena bila tidak akan datang fitnah di muka dan kerusakan yang besar.โ€(HR. Muslim)[]

Sumber : iwanjanuar.com
=======





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

16/01/2026

*KRITERIA SUAMI YANG BAIK*
(Bagian 2)
Oleh : KH. Hafidz Abdurrahman

- 4. Mampu memberi nafkah dan memikul beban

Tidak harus kaya, tetapi mampu dan mau berusaha, tidak malas dan tidak bergantung.

Ia menolak menjadikan istrinya sebagai penanggung beban hidupnya atau hidup menumpang kepadanya.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œCukuplah seseorang berdosa jika ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.โ€

5. Kesabaran, kebijaksanaan, dan pengendalian diri

Ia tidak dikendalikan oleh emosi dan kemarahan, serta tidak menjadikan rumah tangga sebagai arena konflik.

Mampu mengendalikan diri dan menyelesaikan masalah dengan akal dan hikmah, bukan dengan kekerasan atau ancaman.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œOrang kuat bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.โ€

6. Akhlak mulia dan keadilan di dalam rumah

Akhlak baiknya paling utama tampak di dalam rumah, bukan hanya di luar.
Ia tidak merendahkan istrinya, tidak menghancurkannya secara psikologis, dan tidak menggunakan qiwamah (kepemimpinan)-nya untuk merendahkan atau menghina.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

โ€œSebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku.โ€

7. Mendahulukan keluarga dan meninggalkan egoisme

Ia tidak hidup hanya untuk dirinya, hawa nafsunya, dan keegoisannya.
Ia memiliki jiwa pemimpin dan kesiapan untuk berkorban waktu, kenyamanan, dan keinginan pribadi demi menjaga dan melindungi keluarganya.

Laki-laki yang tidak mau berkorban tidak layak memimpin dan tidak layak membangun keluarga.

(Bersambung)
---------------





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

15/01/2026

InsyaAllah Segera Terbit!

MUSLIM GEN-Z PLAYBOOK (Panduan Sistem Pergaulan Islam Untuk Remaja)

Menjadi remaja hari ini memang terasa mudah, namun sekaligus juga sulit. Mudah, karena hampir semua kemudahan bisa didapatkan. Hampir semua informasi bisa diakses. Namun di saat yang sama, menjadi remaja hari ini juga sulit.

Terutama ketika sudah berbicara soal pergaulan antara laki-laki dan perempuan.Cowok dengan cewek. Remaja hari ini diserbu berbagai postingan influencer di media sosial, juga dari tontonan dan bacaan. Tak jarang, ucapan influencer justru lebih dipercaya daripada nasihat orang tua, ustadz, ataupun psikolog.

Karena itu, remaja hari iniโ€”jika tidak waspadaโ€”sangat mudah terbawa arus pergaulan bebas. Sebab semua dianggap biasa dan wajar. Jalan bersama laki-laki dan perempuan. Traveling bersama, menginap di hotel, atau camping dengan campuran laki-laki dan perempuan. Hari ini semua itu dianggap lumrah. Padahal, tak jarang dari sanalah datang berbagai bencana akibat salah pergaulan.

Sementara itu, agama Islam sering kali dianggap hanya sebatas urusan ibadah. Tidak apa-apa melakukan apa saja, yang penting shalat tetap dijagaโ€”begitu nasihat sebagian orang. Seolah-olah, jika sudah shalat maka bebas berbuat apa pun. Padahal Islam mengajarkan aturan untuk menjalani kehidupan. Termasuk dalam hal pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Karena itulah, buku ini akan membawa pembacanya memahami sistem aturan pergaulan dalam Islam.
Sebuah panduan ketika menjalani interaksi yang harus dicermati. Agar kita selamat di dunia dan akhirat, serta tidak terjerumus ke dalam jebakan setan. Sebab aturan Islam hadir bukan untuk mengekang, melainkan untuk memuliakan kita sebagai makhluk paling sempurna yang Allah SWT. ciptakan.

Spesifikasi Buku

Judul Buku : Muslim Gen-Z Playbook
Penulis : Ustadz M. Iwan Januar
Cetakan ke : 1
Jenis Buku : Soft Cover
Ukuran Buku : 15 ร— 22,5 cm
Jumlah Halaman : 136 halaman




---------------
Fast Respon : wa.me/6282260876108





___
https://bit.ly/DuniaParenting_FACEBOOK
https://bit.ly/DuniaParenting_INSTAGRAM
https://bit.ly/DuniaParenting_TWITTER
https://bit.ly/DuniaParenting_TELEGRAM

Address

Jalan Banda, Watulondo, Puuwatu
Kendari
93411

Telephone

+6282252964727

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dunia Parenting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Dunia Parenting:

Share