16/11/2015
Ini bukan bicara tentang kapasitas atau modal yang besar. Tapi bicara mau atau tidak mau untuk berubah dan konsisten dalam melangkah.
Sering kali sahabat mendapati kondisi dimana keterbatasan menjadi halangan dalam bergerak. Namun ternyata ketika titik keterbatasan telah kita lampaui semangat yang kita miliki malah menjadi kendur.
Kita ambil contoh seorang mahasiswa yang sedang melakukan riset membutuhkan laptop dengan spek yang cukup tinggi untuk mengelola datanya. Namun karena dia adalah mahasiswa dari kalangan tidak mampu, otomatis dia tidak memiliki uang untuk membeli laptop tersebut. Namun dengan kegigihannya dia masih bisa mencari jalan untuk tetap menyelesaikan risetnya tersebut. Di saat itu ternyata dia mendapat rejeki lebih, dia diberi uang oleh saudara orang tuanya (om). Dibelilah laptop dari uang pemberian tersebut. Namun setelah memiliki laptop dengan spek yang diinginkan progresifitas riset malah menurun disebabkan beralihnya fungsi laptop dan niat pemiliknya, atau ia terlena dengan kenikmatan dll.
Pernah memiliki pengalaman yang sama?