LUGASonline

LUGASonline Semangat Anak Zaman

Acara NGABAKAR Karang TarunaPatria Undagi Kelurahan SukapuraKiara Cond**g Bandung (31/03/2019)
03/04/2019

Acara NGABAKAR Karang Taruna
Patria Undagi Kelurahan Sukapura
Kiara Cond**g Bandung (31/03/2019)

BerdiriTanpaKaki
10/09/2016

Berdiri
Tanpa
Kaki

01/03/2013

"Latihan ..." (3-Tamat)

ASAL USUL - Jalan protokol beraspal hotmix sengaja diberi garis tengah yang terputus dan yang masif. Marka jalan dari cat putih "tahan panas dan air" itu termasuk rambu lalu lintas. Namanya juga rambu-rambu, paling tidak mengingatkan kepada pengendara mobil maupun motor agar berhati-hati saat melaju di atas badan jalan tersebut. Ada yang berkelok dan lurus. Ada yang nanjak dan menurun, dan jalan itu dipergunakan untuk dua arah.

"Apa bedanya pengemudi mobil atau motor dengan pemimpin. Persamaannya mereka adalah pengambil keputusan. Bedanya bila pemimpin atau yang kita kenal dengan sebutan Bos selalu bersama sopir kalau hendak bepergian," ucap mang Asal. "Kalau begitu sang bos selama berada di dalam mobil menjadi bawahan sopir, begitu?" tanya mang Usul. "Sepatutnya lah ...," ujar mang Asal. Syahdan, sang sopir selalu membawa bos-nya sampai ke tujuan sekalipun kurang tidur. Lantas mang Asal bertanya, "Kenapa masih ada bos yang setengah hati?" Maksudnya? "Fakta membuktikan dia berhenti sebelum sampai tujuan?" ucapnya diplomatis.

Namanya juga bos tidak mungkin "sekuat" sopir yang hampir tiap hari melihat rambu-rambu lalu lintas seperti garis pemisah jalan yang "kuat" itu. Semangat sang sopir bertambah dan bertambah bahkan kehati-hatiannya pun terjaga. Bagaimana dengan sang bos? "Mungkin sering lupa, karena tasnya pun sering terlihat dijinjing oleh sopirnya, eh ajudannya," seloroh mang Asal. "Penyakit lupa itu" rupanya "kuat" menghinggapi sang pemimpin. Sehingga, ada "uang parkir" pun diambil tapi sering juga sang sopir kebagian. "Katanya uang yang diterima si sopir adalah 'uang duka' setelah mau diajak mampir ke tempat yang penuh dengan misteri," ungkap mang Asal. Maksudnya? Ya ..., apabila ada yang bertanya kepada sopir hendak ke mana dengan sang bos, sang sopir cukup menjawab singkat dan hanya satu kata, "duka" (Ind. tidak tahu). Itulah arti dari stilah "uang duka".

Karena kelihatan bingung menanggapi celotehan mang Asal, lalu mang Usul mengungkapkan duka-citanya atas peristiwa yang berawal dari kegiatan yang misterius tapi di situ ada sang pemimpin atau si bos. Contohnya, ada pemimpin parpol yang nampak "setengah hati" mengemban "amanah", yang akhirnya nginep di ruang tahanan KPK. Selain itu, ada pimpinan daerah yang dimakzulkan lembaga wakil rakyat, karena "terbukti setengah hati" alias tidak memegang amanah rakyatnya. "Kalau begitu mereka yang menjadi pemimpin perlu latihan konsentrasi kepada sang sopir," harap mang Usul. "Setujulah ...," ucap mang Asal, yang langsung mencuatkan "cita-citanya" ingin menjadi sopir sang bos karena ia pun terangsang oleh "uang duka" turunannya dari "uang parkir". Nasib bos-bos yang sedang berduka itu, ibarat sedang "latihan tidur".

01/02/2013

LATIHAN (2)

ASAL USUL - "Partai politik itu kotor ...?" - "Partai politik itu bersih ...?" Terserah mau mengasumsikan partai-partai politik dengan memilih kalimat yang mana, karena "kebenaran" yang bisa dibuktikan "tanpa basa basi". Untuk pembuktiannya memerlukan waktu dan analisa terhadap kehidupan partai politik dalam siklus putaran waktu lima tahunan.

Momentum yang kuat untuk membuka mata dan telinga menyangkut keberadaan "sehat dan sakitnya" partai politik, biasanya menjelang pemilu, yang ujung-ujungnya rakyat digugah dan digugah kembali dengan kalimat "pesta demokrasi".

Menoleh ke belakang, kiprah partai politik tercermin dalam kehidupan di lembaga perwakilan rakyat. Orang-orang yang mengatasanamakan "wakil rakyat" yang berada di dalam kehidupan lembaga itu, semula dicap sebagai orang-orang terpilih. Seperti halnya lahir istilah "orang nomor satu" bagi orang yang "terpilih" untuk menduduki jabatan bupati, walikota, gubernur dalam pemilukada.

Untuk pemilukada itu, peran partai politik sangat dominan. Rakyat hanya memperhatikan dinamika kehidupan partai politik yang isinya "orang itu-itu juga" (OIJ) atau ditambah sedikit dengan "orang baru" (OB). Partai politik tetap berkilah bahwa mereka (OIJ dan OB) adalah "kader terpilih" sebelum rakyat (diharapkan) memilihnya. "Apakah setelah "terpilih" lalu menjadi "wakil rakyat" atau menjadi "orang nomor satu", lantas mereka itu ingat pada kehidupan rakyat?" tanya mang Asal. "Harus d**g ...," harap mang Usul. "Yang terjadi kan tidak seperti itu, melainkan hanya inget pada partai politiknya," ucap mang Asal.

Perdebatan sengit antara mang Asal dan mang Usul memuncak, lalu akhirnya mereka tak acuh. Namun semangatnya bangkit lagi, karena menurut mereka bahwa kehidupan sehari-harinya bahkan tahun berganti tahun; mereka menganggap "masih ada harapan" tanpa harus berpikir soal kehidupan partai politik. Kenapa? "Mereka, memang semula putus harapan, lalu muncul keinginan menjadi TKI ke luar negeri tapi kemudian membatalkannya karena tidak punya ongkos".

"Bagaimana kalau kita naik perahu saja?" ajak mang Asal. "Tetep kita harus punya bekal!" ucap mang Usul, yang ternyata ingat kembali bahwa partai politik pun bisa dijadikan "perahu". Mang Asal terperangah. Lantas ia mengingatkan, "Nah kamu Sul ketinggalan berita. Perahu yang satu itu, malah jauh-jauh hari sudah pasang tarif!" "Tidak kepikiran ..," ujar mang Usul. Namun mang Usul mengakui bahwa semangat untuk memperhatikan kembali keberadaan partai semakin membuatnya tergelitik. Salah satunya karena berita yang muncul di televisi dan di koran-koran menjadi semakin menarik perhatan pemirsanya dan pembacanya termasuk mang Usul.

Kenapa? "Ada partai politik yang semula menarik untuk diperhatikan, sekarang malah semakin menarik untuk diperhatikan. Bayangkan partai politik itu semula mencap dirinya bersih alias menghindari prasangka buruk, atau orang-orangnya dibekali "lmu" untuk menghindar hal-hal yang nyerempet-nyerempet bahaya ..." ungkap mang Usul. "Mana yang lebih menariknya?" tanya mang Asal penasaran. Sejenak mang Usul membayangkan "enaknya" makan nasi dengan gepuk, lalu nyeletuk, "Parpol itu sedang latihan menghadapi KPK!"

01/02/2013

LATHAN (1)

ASAL USUL - "Sudah lama sekali saya tidak menyaksikan acara pengambilan sumpah jabatan di tayangan berita teve," ucap mang Asal, yang kemudian sadar bahwa pesawat televisinya yang rusak belum diperbaiki. Entah sampai kapan alat yang memberinya informasi, berita, pendidikan dan hiburan itu teronggok di pojok ruang keluarga rumahnya. Namun kesadarannya itu bangkit setelah mendengar berita radio, bahwa ada orang yang berani melakukan "sumpah pocong" bila terpilih menjadi persiden. Alasannya, "sumpah pocong" itu digunakan untuk meyakinkan bahwa apabila menjadi presiden dia akan berani menumpas koruptor. "Taruhannya mati bila saya melanggar sumpah," tegasnya.

Sesumbarnya sang pemberani itu, sontak mengundang rasa penasaran banyak orang. Lantas orang-orang terus mengikuti "jalan ceritanya" di beberapa stasiun teve swasta. Kecuali mang Asal hanya bisa mendengar dari cerita orang atau secara kebetulan ia mendengar berita serupa dari radio.

Bagaimana halnya dengan sumpah jabatan? "Boleh jadi akan menjadi versus bila kekuatan 'sumpah pocong' dipertaruhkan dengan sumpah jabatan. Pasalnya, sumpah jabatan sudah lazim dilakukan terhadap setiap pejabat pemerintah yang baru dilantik termasuk ketika berlangsung acara pelantikan presiden," tutur mang Usul, yang tidak berani mengusulkan adanya dua kali pengucapan sumpah (sumpah jabatan dan "sumpah pocong") bagi pejabat pemerintah yang baru.

"Satu kali sumpah saja sudah ada pejabat yang berani korupsi apalagi dua kali," seloroh mang Asal. Mang Usul mendengar celotehan mang Asal semakin tertegun karena lebih mengejutkan, sehingga dia sama sekali tidak berani berkomentar. Namun dalam pikiran sederhana mang Asal terbersit, "Bahwa pernyataan sang pemberani, jelas mengundang perhatian banyak orang termasuk dari kalangan masyarakat biasa, artis, pelajar, mahasiswa, akademisi bahkan ilmuwan. Artinya, dia baru berhasil mengundang perhatian banyak orang." Boleh jadi, dia sedang "latihan kampanye", sekarang ini.

02/05/2012

LUGASonline

01/05/2012

LUGASonline

EKSPLORASI DAERAH SERAPAN AIR MERAMBAHDAERAH PERBUKITANwww.lugasonline.com
30/04/2012

EKSPLORASI DAERAH
SERAPAN AIR MERAMBAH
DAERAH PERBUKITAN
www.lugasonline.com

LUGASonline

30/04/2012

LUGASonline

29/04/2012

LUGASonline

Address

Kiaracond**g
40285

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LUGASonline posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to LUGASonline:

Share