20/07/2026
Bayangkan kalau jutaan orang masing-masing hanya menyumbang uang receh yang nyaris tak berharga. Kedengarannya mustahil, tapi itulah yang dilakukan Mike Hayes, mahasiswa baru berusia 18 tahun di University of Illinois pada tahun 1987.
Saat itu, Mike membutuhkan sekitar US$28.000 (sekitar Rp450 jutaan dengan kurs saat ini) untuk membiayai kuliahnya selama empat tahun. Alih-alih mengambil pinjaman mahasiswa, ia punya ide yang sangat sederhana: meminta 2,8 juta orang menyumbang masing-masing satu sen (1 penny), atau sekitar Rp160..
Karena internet belum ada, Mike mengirim surat kepada kolumnis Chicago Tribune, Bob Greene. Greene menyukai ide unik tersebut dan mempublikasikannya di kolom yang dibaca jutaan orang di seluruh Amerika Serikat.
Hasilnya benar-benar di luar dugaan. Surat berisi uang receh mulai berdatangan dari seluruh 50 negara bagian AS, bahkan dari Kanada, Meksiko, dan Bahama. Tidak sedikit orang yang justru mengirim lebih dari satu senโada yang mengirim nickel, dime, quarter, bahkan cek bernilai puluhan dolar. Salah satu penyumbang yang terkenal adalah Debra Sue Maffett (Miss America 1983) yang mengirim cek sebesar US$25 beserta surat penyemangat.
Dalam waktu kurang dari sebulan, jumlah donasi sudah setara dengan 2,3 juta penny. Hingga kampanye berakhir, Mike berhasil mengumpulkan lebih dari US$28.000, cukup untuk membiayai seluruh pendidikannya. Ia kemudian lulus dengan gelar Food Science dan dijuluki "Penny Man" oleh teman-temannya.
Ada satu hal yang sering keliru di internet. Banyak unggahan menyebut bahwa 2,8 juta orang benar-benar mengirim satu penny. Faktanya, itu adalah target awal Mike, bukan jumlah donor yang tercatat. Total dana memang mencapai sekitar US$28.000, tetapi sebagian besar orang mengirim lebih dari satu penny, sehingga jumlah donatur sebenarnya jauh lebih sedikit dari 2,8 juta orang.
Kisah Mike Hayes sering dianggap sebagai salah satu contoh paling awal dari konsep crowdfunding, bahkan bertahun-tahun sebelum internet, Kickstarter, atau GoFundMe hadir. Ia membuktikan bahwa ide sederhana, dipadukan dengan cerita yang menarik, bisa menggerakkan banyak orang untuk membantu.
โจ Kadang, perubahan besar memang tidak selalu dimulai dari sumbangan besar. Bisa jadi, semuanya berawal dari recehan yang dianggap tidak berarti.