89.9FM RWK Klaten

89.9FM RWK Klaten Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from 89.9FM RWK Klaten, Media/News Company, Klaten.

01/12/2016

Semoga aksi bela Islam Jilid3 berjalan lancar. 02122016

30/04/2015

Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”

06/04/2015

Kata Mutiara Islam
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

23/03/2015

Bismillahirrohmanirrohim :)
Di Dalam Do’Aku Masih Menyebut Nama-Mu..
Sekalipun Lemah Ku Masih Mengingat-Mu..
Tak Pernah Sedikitpun Aku Melupakan-Mu..
Hanya Engkau Tuhanku Allahu Rabbi

Dalam Segala Hal Yang Aku Lakukan..
Slalu Ku Lafadzkan Nama-Mu..
Ku Baurkan Hidupku Di Jalan-Mu..
Semata Aku Berharap Slalu Mendapat Ridho-Mu..

Tuhan..
Aku Hanya Hamba-Mu Yang Lemah..
Tuntun Aku Dijalan-Mu..
Dan Jadikanlah Aku Dan Penghunimu Kelak Serta Orang-Orang Disekitarku Menjadi Penghuni Surga-Mu..

Amiin..

14/02/2015

Valentine BUKAN hari bahagia, tetapi hari penuh kebodohan !!

Say no to valentine day's !!!!!!

28/01/2015

Quran Surah Al-Hajj ayat 01-10

16/01/2015

Saat ini tantangan dakwah Islam cukup berat dibandingkan dengan sebelumya. Terutama, dalam pembentukan perilaku atau akhlak yang sesuai dengan tuntunan di dalam Alquran maupun hadist.

Hal ini dikarenakan adanya dua hal. Pertama, kemajuan teknologi informasi yang cukup pesat perkembangannya. Kondisi ini ditandai dengan mudahnya berkomunikasi antara manusia misalnya melalui sambungan telepon, handphone (HP), dan internet.

Dalam Islam, komunikasi harus dilakukan dengan tata cara yang baik dan santun. Namun, saat ini melalui perkembangan teknologi informasi seseorang bisa dengan mudah menggunjingkan, menghina atau menjelekan orang lain melalui beragam media baik HP maupun media sosial di internet.

Padahal, hal tersebut sangat dilarang oleh agama. Oleh karenanya, dakwah harus didorong untuk mengarahkan umat Islam menggunakan media teknologi informasi dengan hal yang positif. Misalnya dengan tidak mengumbar aatau mempublikasikan aib orang lain melalui media sosial atau sarana lainnya.

Namun, kesalahan seseorang harusnya diberikan nasihat agar tidak mengulanginya di kemudian hari. Intinya, tantangan dalam perkembangan teknologi informasi ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dakwah atau syiar Islam. Di mana, dakwah bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat melalui beragam teknologi informasi.

Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi seperti dimuatnya ayat suci Alquran di dalam alat komunikasi HP menjadi pertanyaan tersendiri bagi para ulama. Padahal, dalam Islam seseorang ketika akan memegang atau membaca kitab suci Alquran harus dalam keadaan berwudhu. Sehingga ke depan permasalahan ini harus dicarikan solusi maupun fatwa yang sesuai dengan tuntunan Alquran dan hadist.

Kedua, kemajuan teknologi transportasi. Di mana, jarak jauh yang awalnya bisa ditempuh selama berjam-jam maupun berhari-hari saat ini bisa ditempuh dalam waktu yang relatif cepat dengan menggunakan pesawat terbarng maupun helicopter.

Hal ini berkaitan dengan syarat diperbolehkannya shalat Jama jika menempuh seseorang perjalanan jauh. Di sisi lain, perkembangan teknologi transportasi ini semakin mempermudah ruang gerak dakwah ke sejumlah daerah bahkan hingga pelosok.

Kemudahan ini harus dimanfaatkan bagi kepentingan dakwah Islam agar bisa diterima masyarakat. Sebelumnya, para dai harus berjalan kaki untuk melakukan dakwah kepada masyarakat yang berada di pelosok.

Oleh karena itu, perkembangan tekonologi informasi dan transportasi idealnya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dakwah agar lebih efektif, cepat, dan akurat. Sehingga nilai-nilai dakwah yang berisi ajakan untuk selalu taat dan patuh kepada Allah SWT dapat terus terjaga. Khususnya, dengan menjalankan segala perintah dan larangan yang terkandung dalam Alquran dan hadist nabi Muhammad SAW.

09/01/2015

khusus untuk menjadi khalifah (al-Baqarah [2] :30) dan disuruh juga menjaga seluruh yang ada di jagad alam raya ini untuk tidak merusak dan melestarikannya (Ar-Rum [30] : 40) dan juga tidak merusak lagi setelah diperbaiki.

Perjalanan kehidupan manusia di jagad alam raya ini sebenarnya bukanlah hal yang mudah, kecuali bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh. Dalam firman-Nya, “Dan kami telah menunjukinya dua jalan (kebaikan dan keburukan) (Al-Balad [90] : 10)”.

Dalam tafsiran Buya Hamka, kata (najdain) itu diartikan sebagai dua jalan menanjak. Dua mata menghadap ke muka. Di muka terentang dua jalan yang mendaki; menandakan bahwa dua jalan yang terentang itu mesti ditempuh dengan perjuangan dan mengeluarkan tenaga juga.

Kesatu ialah jalan kebajikan. Kedua ialah jalan yang buruk. Sudah sangat jelas bahwa perjuangan menuju kesuksesan itu bukan perkara mudah, tidaklah sebuah kesuksesan itu dicapai dengan mudah melainkan dengan segala perjuangan yang sangat dan mengeluarkan tenaga.

Tidak mungkin juga orang yang berleha-leha akan mendapatkan kesuksesan dengan mudah atau hanya dengan berharap kepada Allah saja. Tidak! Allah SWT akan memberikan hasilnya jika seseorang telah berusaha sekuat tenaga dan bertawakal kepada Allah SWT.

Saya mengilustrasikan sukses itu sebagai buah yang besar, yang nikmat dimakan jika buahnya sudah menjadi besar. Bukan kah sebuah buah yang besar dahulunya hanya sebuah biji yang kecil yang tidak dianggap oleh kebanyakan orang? Namun demikian, bagi orang yang mempunyai akal, sebuah biji yang kecil akan berdampak besar bagi kehidupannya. Sebuah biji yang kecil pasti akan menjadi sesuatu jika diproses dan diperlakukan dengan sebaik mungkin.

Kesuksesan yang hakiki bukanlah diraih dengan jalan yang batil. Kesuksesan adalah sesuatu yang hak. Tidaklah cocok jika keduanya berdampingan menuju jalan yang bersamaan. Allah berfirman “Janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil.” (Al-Baqarah [2]: 42). Sebuah ayat ini sudah sangat jelas, hak dan batil bagaikan seperti minyak dan air yang tidak pernah bersatu.

Allah berfiman lagi, “Allah mengilhaminya kepada jiwa itu (jalan) kedurhakaan dan ketakwaan.” (As-Syams [91] : 8). Ayat ini juga dapat diartikan bahwa manusia itu diberi potensi untuk melakukan kesalahan dan kebenaran, dan manusia “seharusnya” mampu mengendalikan diri pada kebaikan dan keburukannya yang merupakan dari rahmat-Nya.

Hidup sebenarnya merupakan hal yang indah apabila kita menguasai rahasianya serta memiliki kunci untuk tetap bertahan. Semua manusia diciptakan agar sukses dalam segala aspek kehidupannya. Kesuksesan tidak diraih secara gratis. Butuh perjuangan dan keringat untuk mewujudkan sebuah kesuksesan yang hakiki. Jangan takut untuk memulai dan jangan ragu untuk mencoba lagi.

Mengerahkan segala kekuatan dengan usaha yang maksimal akan membantu kita untuk sukses. Jika itu semua telah dikerahkan, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bertawakal kepada Allah, menyerahkan segalanya dan pasrah hanya kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi penolong kami. Wallahu 'alam

07/01/2015

Berbahagialah bagi orang yang beriman dan terus bertambah kuat imannya dari hari ke hari dan juga senatiasa diiringi oleh penambahan ilmu, baik itu ilmu syar'i maupun kauniy. Mengapa demikian? Karena, Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi seperti firman-Nya dalam Alquran surah al-Mujaadilah ayat 11: "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." Subhanallah.

Namun, mengapa Allah SWT menggandengkan antara kedua kata ini, yaitu iman dan ilmu? Karena kedua kata tersebut memiliki hubungan satu sama lain yang sangat erat, di mana jika orang bertambah ilmunya maka semestinya bertambah jugalah imannya, mirisnya yang sedang banyak terjadi di zaman smartphone sekarang ini banyak orang yang berilmu tetapi iman mereka berkurang, mereka meniggalkan kewajiban mereka sebagai hamba Allah SWT terutama di poin salat lima waktu.

Sepertinya hal tersebut sudah menjadi sebuah budaya baru bagi para penuntut ilmu di zaman yang serbamodern ini, khususnya bagi negara kita Indonesia yang di mana penduduk di negeri khatulistiwa ini mayoritas memeluk agama Allah, yaitu Islam, maka sangatlah di sayangkan jika seorang penuntut ilmu tak mengerti apa yang ia dapat dan tak juga mengamalkan apa yang ia pelajari serta tak menambah keimanannya sedikit pun.

Naudzubillah semoga Allah menjauhkan diri kita semua dan seluruh umat Islam dari hal yang sangat miris tersebut. Amin.

Maka dari itu marilah kita mulai memuhasabah diri kita dari sekarang, sudahkah kita menjadi orang yang berilmu dan beriman? Mengapa? Karena kedua hal tersebut akan bermanfaat bagi diri kita di dunia maupun di akhirat nanti dan juga barang siapa yang berilmu niscaya Allah SWT dekat dengannya seperti sabda Rasulullah SAW.

"Tuntutlah ilmu,sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sedekah. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat."

Sudahlah jelas firman dan sabda nabi-Nya, maka dari itu mari kita perbaiki iman dan ilmu kita untuk menjadi hamba Allah SWT yang dekat dan tinggi di sisi-Nya, dan akan mendapat surga Firdaus kelak di hari akhir nanti. Jadi tuntutlah ilmu mulai sekarang, kelak akan beguna bagi akhirat dan dunia kita di masa yang akan datang.

Namun tak cukup hanya dengan ilmu saja, hiasilah keilmuan dengan keimanan kepada yang Maha Esa Allah SWT dengan demikian diri dan jiwa kita akan selalu dekat dan selalu dinaungi perlindungan Allah SWT

05/01/2015

Bulan Rabiul Awal kini telah mendatangi umat Islam yang senantiasa mengisinya dengan memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Muhammad merupakan nama Nabi Agung yang telah menyelamatkan dan menyempurnakan agama-agama yang pernah disampaikan para nabi sebelumnya dalam satu agama yang dikemas dengan nama Islam untuk dijadikan satu-satunya agama yang diterima dan diridhai Allah swt.

Muhammad artinya orang yang dipuji. Nama ini benar-benar telah menjadi nyata dan terukir dalam sejarah. Dan Allah swt mengakui dan mengumumkan kepada dunia dengan firman-Nya, “Dan sesungguhnya engkau benar-benar memiliki Akhlak yang agung.” (QS al-Qalam [68]: 5)

Tujuan Allah SWT mengutus Rasulullah kepada umat manusia semuanya agar mereka menjadikan teladan dan mengikuti Nabi SAW sehingga para manusia mendapatkan berkahnya dan menjadi Muhammad-Muhammad kecil yang bertebaran di muka bumi ini. Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu dapati dalam diri Rasulullah suri teladan yang baik bagi orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan Hari Akhir serta yang banyak mengingat Allah (QS al-Ahzab [33]: 22).

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman, “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah maka ikutilah aku, kemudian Allah pun akan mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun, MahaPenyayang (QS Ali Imran [3]: 32)

Dikemukakannya beberapa contoh akhlak yang mulia Sayyidina Almusthofa, Muhammad SAW, agar kita mengetahui dan mencontohnya dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari. Sejarah menjadi saksi bahwa semua kaum di Arab sepakat memberikan gelar kepada Muhammad SAW “Al-Amin”. Artinya orang yang terpercaya, padahal waktu itu beliau belum dinyatakan sebagai Nabi.

Peristiwa ini belum pernah terjadi dalam sejarah Makkah dan budaya Arab. Hal itu menjadi bukti bahwa Rasulullah memiliki sifat itu dalam kadar begitu tinggi sehingga dalam pengetahuan dan ingatan kaumnya tidak ada orang lain yang dapat dipandang menyamai dalam hal itu. Kaum Arab terkenal dengan ketajaman otak mereka dan apa-apa yang mereka pandang langka, pastilah sungguh-sungguh langka lagi istimewa.

Diriwayatkan bahwa Muhammad SAW memerintahkan supaya lalu lintas umum tidak boleh dipergunakan sehingga menimbulkan halangan atau menjadi kotor atau melemparkan benda-benda yang najis atau tidak sedap dipandang ke jalan umum atau mengotori jalan dengan cara apa pun karena semua itu perbuatan yang tidak diridhai Tuhan.

Beliau sangat memandang penting upaya agar persediaan air untuk keperluan manusia dijaga kebersihan dan kemurniannya. Umumnya, beliau melarang sesuatu benda dilemparkan ke dalam air tergenang yang mungkin akan mencemarinya dan memakai persediaan air dengan cara yang dapat menjadikannya kotor (Al-Bukhari dan Muslim, Kitabal-Barr wal-Sila)

Rasulullah mandiri dalam menerapkan keadilan dan perlakuan. Sekali peristiwa suatu perkara dihadapkan kepada beliau tatkala seorang bangsawan wanita terbukti telah melakukan pencurian. Hal itu menggemparkan karena jika hukuman yang berlaku dikenakan terhadap wanita muda usia itu, martabat suatu keluarga sangat terhormat akan jatuh dan terhina.

Banyak yang ingin mendesak Rasulullah SAW menghukumnya demi kepentingan orang yang berdosa itu, tetapi tidak mempunyai keberanian. Maka, Usama diserahi tugas melaksanakan itu. Usama menghadap Rasulullah SAW, tetapi serentak beliau mengerti maksud tugasnya tersebut. beliau pun sangat marah dan bersabda, “Kamu sebaiknya menolak. Bangsa-bangsa telah celaka karena mengistimewakan orang-orang kelas tinggi, tetapi berlaku kejam terhadap rakyat jelata. Islam tidak mengizinkan dan aku pun sekali-kali tidak akan mengizinkan. Sungguh, jika Fathimah, anak perempuanku sendiri melakukan kejahatan, aku tidak akan segan-segan menjatuhkan hukuman yang adil “ (Al-Bukhari, Kitabul-Hudud)

29/12/2014

Dalam hitungan hari, kita akan meninggalkan 2014. Dan, kita yang telah tercahayai iman akan disuguhi hal-hal yang memiriskan hati. Inilah yang akan kita jumpai dari merayakan kemirisan itu.

Akan kita temui, di sudut-sudut kampung begadang semalam suntuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan diteruskan hingga pagi menjelang. Dan, kebanyakan mereka luput dari shalat Shubuh berjamaah di masjid. Bahkan, ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh karena serangan kantuk dan lelah. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban syar'i tanpa ditunaikan sama sekali. Na'udzu billahi min dzalik.

Ketahuilah ikhwah bahwa meninggalkan satu saja dari shalat lima waktu bukanlah perkara sepele. Ia termasuk dosa besar. Nabi Muhammad SAW mengancam dengan kekafiran bagi orang yang sengaja meninggalkan shalat lima waktu. Buraidah bin Al Hushoib Al-Aslamiy berkata, ”Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka dia telah kafir.'”

Apa sesungguhnya yang didapat dari merayakan perayaan yang tidak ada sumbernya sama sekali dalam agama kita kalau bukan hanya menjerumuskan dalam dosa besar?

Simak hadis dari Abi Barzah, “Rasulullah membenci tidur sebelum shalat Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” Ibnu Baththol menjelaskan, “Nabi SAW tidak s**a begadang setelah shalat 'Isya karena beliau sangat ingin melaksanakan shalat malam dan khawatir jika sampai luput dari shalat Subuh berjamaah.

Umar bin Khattab sampai-sampai pernah memukul orang yang begadang setelah shalat Isya. “Apakah kalian sekarang begadang di awal malam, nanti pada akhir malam tertidur lelap?” Apalagi, dengan begadang ini sampai melalaikan dari sesuatu yang lebih wajib (yaitu shalat Shubuh)?

Suguhan miris dari tingkah laku muda-mudi kita. Perayaan tahun baru tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur pria dan wanita) dan berkhalwat (berdua-duan), bahkan lebih parah dari itu terjerumus dalam zina. Inilah yang sering terjadi di hanya satu malam itu dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan jenis.

Merayakan tahun baru serasa tidak sempurna jika tidak ada suara mercon, petasan, terompet, atau suara bising lainnya. Ketahuilah, ini semua kemungkaran yang tidak ada tuntunannya. Bukankah perbuatan itu ada di dalamnya amal fasad yang mengganggu Muslim lainnya.

Saat saudaranya istirahat, boleh jadi ada yang sakit, anak bayi yang rewel, tapi karena suara yang memekakkan telinga itu jadilah mereka tidak bisa istirahat dan tidur. Sabda Nabi, “Seorang Muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.”

Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran. Jika diperkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam itu Rp 10 ribu untuk membeli mercon dan segala hal terkait, lalu yang merayakannya sekitar 10 juta penduduk Indonesia, hitunglah berapa jumlah uang yang dihamburkan dalam waktu semalam?

Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp 10 ribu, bagaimana jika lebih dari itu? Seratus miliar jelas sangat bermanfaat untuk membantu mereka yang tidak bisa berobat yang rumah dan keadaannya rusak karena longsor atau banjir atau mereka yang putus sekolah dan lain-lain.

Wahai para pemangku kepentingan, orang-orang berpunya, simak firman-Nya, “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya, pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS al-Isra': 26-27).

Merayakan tahun baru bagian amal membuang-buang waktu. Padahal, waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal manfaat, bukan sia-sia. Nabi Muhammad SAW telah memberi nasihat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang, “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Nasihat Ibnul Qoyyim, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan, kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

Seharusnya, seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Tapi, mensyukuri nikmat waktu dengan melakukan ketaatan dan ibadah, bukan menerjang larangan Allah. Wallahu a'lam

24/12/2014

Salah satu karunia Allah SWT yang sering diabaikan dan dilalaikan oleh manusia dalam kehidupan ini adalah nikmat kesehatan. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW: “Ada dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.”

Padahal, kesehatan merupakan mahkota yang tidak dapat dirasakan kecuali bagi mereka yang sakit. Dr Husain Haikal dalam kitabnya, Hayatu Muhammad, menjelaskan, Nabi Muhammad SAW selama hayatnya yaitu 63 tahun hanya dua kali mengalami sakit, yakni ketika beliau kembali dari ziarah makam pahlawan di Baqi’, ketika susah tidur dan demam panas beberapa hari sebelum wafatnya. Lalu timbul pertanyaan, mengapa Nabi Muhammad selalu sehat? Pertama, beliau senantiasa bangun subuh.

Sepanjang catatan sejarah hidupnya selama 23 tahun beliau jadi Nabi, hanya satu kali saja beliau tidak bangun waktu subuh. Hal itu disebabkan mungkin beliau terlalu letih dalam perjalanan dakwahnya dan tidur sesudah larut malam. Nabi Muhammad SAW senantiasa bangun waktu “subuh”, dan waktu subuh tentu tidak sama dengan waktu “pagi”.

Waktu pagi adalah waktu setelah matahari terbit, kira-kira jam 07.00, sedangkan waktu subuh ialah setelah fajar menyingsing dan sebelum matahari terbit, sebagaimana disebutkan Alquran surah Takwir ayat 18. Artinya: “Demi waktu subuh di kala fajar merekah.”

Sumpah Allah dengan waktu itu adalah untuk menarik perhatian manusia, khususnya manusia yang beriman kepada-Nya akan pentingnya waktu itu bagi kesehatan fisik dan mental. Udara subuh memang sangat segar dan banyak mengandung zat asam yang sangat diperlukan buat pernapasan manusia.

Tidak heran orang-orang yang s**a bangun subuh dan selalu menghirup udara subuh s**ar dihinggapi penyakit paru-paru. Pernapasannya teratur dan paru-parunya menjadi kuat. Bangun subuh tidak saja besar artinya bagi kesehatan jasmani, tetapi juga bagi kesehatan rohani kita.

Faktor kedua beliau selalu menjaga kebersihan. Sejak kecil Rasulullah menyukai kebersihan meskipun negerinya kekurangan air. Dan ketika diangkat menjadi rasul, makin besar perhatiannya pada kebersihan. Beliau bersabda: “Kebersihan itu adalah sebagian daripada iman.” Maka, siapa yang tidak s**a menjaga kebersihan, ternodalah sebagian imannya.

Adapun faktor ketiga yang menyebabkan Rasulullah SAW senantiasa sehat adalah karena beliau selalu makan secukupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Kami adalah kaum yang tak pernah makan sebelum lapar, dan bila kami makan tidak pernah sampai kenyang.” Makan memang merupakan salah satu syarat untuk hidup, bila kita tidak makan pada waktunya, maka zat-zat pembakar dalam tubuh kekurangan bahan bakar yang mengakibatkan pembakaran tidak terjadi. Bila pembakaran tidak terjadi, panas badan berkurang dan darah tidak bisa teratur lagi.

Maka, makan diperlukan untuk hidup, tetapi manusia hidup bukan untuk makan. Manusia yang hidup hanya untuk makan merosot nilainya menjadi hewan. Sungguh tepat apa yang dikatakan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu beliau, yakni ‘Ali bin Abi Thalib: “Orang yang hidup hanya untuk mengisi perutnya, nilainya sama dengan apa yang keluar dari perutnya.”

Faktor terakhir karena beliau banyak berjalan kaki. Dalam berdakwah dari satu tempat ke tempat lain, Rasulullah senantiasa berjalan kaki mengingat keadaan saat itu belum ada kendaraan seperti sekarang ini. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa berjalan kaki adalah suatu cara gerak badan yang sangat penting dan menyehatkan. Dengan jalan kaki, pernapasan lebih teratur, urat-urat akan selalu tergerakkan, paru-paru akan menjadi kuat, dan darah menjadi bersih

Address

Klaten

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when 89.9FM RWK Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share