02/04/2021
Apa Itu Cara Budidaya Rumput Laut Si Jarko Floating? Simak Penjelasannya
Kalangan petani rumput laut di Nusa Penida mengalami penurunan hasil produksi yang cukup drastis akibat berbagai faktor.
"Produksi pada tahun 2014 sekitar 84.336 ton, menurun 61,261 ton atau sekitar 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 145.597 ton," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, I Made Gunaja di Denpasar, Minggu (14/6).
Begitu cuplikan sebuah berita diatas.
Kalau dihitung pada 2014 hasil rumput laut 84.336 ton atau 84.336.000 Kg dikali harga 10.000 maka ada uang yang diterima petani = 843.360.000.000 ( Delapan Ratus empat puluh tiga miliar tiga ratus enam puluh juta rupiah).
Tentunya dibandingkan dengan uang beredar karena pariwisata itu masih jauh lebih kecil dibandingkan pariwisata, tetapi untuk membangun pariwisata dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Untuk itu disaat dampak covid 19 yang menyebabkan pariwisata sepi maka pertanian rumput laut di Nusa Penida terutama di daerah pesisir perlu dikembangkan kembali.
Masalahnya produktivitas rumput laut anjlok, itu disebabkan penyakit ice-ice atau busuk batang akibat perubahan suhu. Cara sistem patok yang dilakukan sejak 1984 hasilnya telah merosot hasilnya dan tidak efisien karena tenaga dan waktu boros untuk mengikat dan membuka ikatan rumput laut.
Si Jarko Floating
Nusa Penida Farm mencoba berinovasi dengan mengembangkan sistem budidaya rumput laut dengan kotak jaring yang di plot dalam area yang cukup agar rumput laut tak berdesakan, kemudian rumput laut di isolasi.
Tujuannya agar rumput laut tak perlu diikat dan saat panen tinggal menyisakan sedikit saja. Cara ini akan mengurangi tenaga dan waktu mengikat rumput laut serta tenaga membawa ke lokasi budidaya dan ke tempat mengikat.
Cara Sistem Jaring Kotak atau yang dinamai Si Jarko oleh penggagasnya I Wayan Sukadana kemudian di integrasikan dengan sistem apung patok, karena itu Si Jarko ditambahi nama Floating. Atau Si Jarko tetap di ikat dalam patok dengan teknik tertentu sehingga memungkinkan rumput laut dalam kotak jaring bisa naik turun mengikuti pasang surut.
Sistem apung atau floating mengikuti pasang surut bertujuan agar rumput laut mendapat sinar matahari dan menghindari arus laut dalam yang kuat. Itu karena rumput laut sebagai tumbuh-tumbuhan laut membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk berfoto sintesis untuk berkembang.
Untuk menghindari arus yang kuat di kedalaman maksudnya selama ini rumput laut yang tertambat itu biasanya saat pasang ia tetap di dasar laut dan secara teori dasar laut mempunyai arus lebih kuat dari permukaan. Ketika ia mengambang tentunya arus lebih lemah dan rumput tak mudah rusak.
Si Jarko Floating perakitan dan peralatannya telah selesai dibuat, tinggal menunggu kering dan akan dipasang 2 sampai 3 hari mendatang. Harapannya akan terjadi hemat waktu dan tenaga petani serta produktivitas rumput laut meningkat.