Nusa Penida Media

Nusa Penida Media Menuju Penjuru Dunia Nusa Penida terdiri dari 3 p**au yang menjadi sebuah kecamatan.

Ketiga p**au itu adalah Pulau Ceningan, Pulau Lembongan dan Nusa Penida “Nusa Gede”. Jarak Kecamatan Nusa Penida dengan p**au Bali yang terhubung oleh laut menyebabkan akses informasi dan perhatian pemerintah dirasakan relative masih minim. Ini ditandai dari pembangunan infrastruktur seperti jalan, air dan fasilitas publik lainnya masih jauh dari klungkung daratan. Untuk itu diperlukan suatu media

yang dirancang sebagai akses informasi masyarakat dan sekaligus digunakan advokasi terhadap kepentingan masyarakat Nusa Penida yang luput dari perhatian pemerintah Klungkung, Bali maupun pusat. Dengan perkembangan teknologi internet dewasa ini yg begitu mendunia, membuat kami terinspirasi untuk membangun sebuah Media informasi masyarakat yg kami beri nama Nusa Penida Media. Kami berharap media ini akan merupakan pilihan yang tepat, efisien dan efektif karena sengaja kami design untuk menjadi media informasi publik semacam media pers secara online di dunia maya dimana beritanya berasal dari Nusa Penida maupun di luar Nusa Penida yang berguna untuk masyarakat. Perancang dari Nusa Penida Media adalah anak-anak muda Nusa Penida yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap tanah kelahiran dan leluhurnya sehingga mereka berharap Nusa Penida akan maju secara ekonomi, politik, sosial dan budaya dengan tetap mengedepankan penjagaan dan pelestarian warisan kekayaan sosial-budaya & lingkungan yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Layaknya pers pada umumnya, Nusa Penida Media akan diharapkan menjadi salah satu pilar demokrasi sehingga aspirasi masyarakat Nusa Penida bisa disuarakan dengan terbuka di publik. Di sisi lain Nusa Penida Media menjadi sebuah penyeimbang dan pendorong pemerintah agar selalu bisa transparan dan akuntabel. Selain peran tersebut Nusa Penida Media yang terdiri dari Nusa Penida Post dan Nusa Penida TV yang diberdayakan secara online di internet dimaksudkan menjadi media edukasi atau pendidikan, informasi, hiburan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Nusa Penida secara khusus dan cakupan lebih luas masyarakat dunia, di samping bisa berguna sebagai Social Control. Social Control yang dimaksud adalah untuk Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat), Social support (dukungan rakyat terhadap pemerintah), Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah) dan Sebagai Lembaga Ekonomi (promosi ekonomi). Banyak memang harapan yang ditumpukan pada Nusa Penida Media dalam rangka pembangunan Nusa Penida khususnya sumber daya manusianya melalui berita dan video yang dimuat. Walaupun memang harus diakui bahwa dengan keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki semua harus tetap diupayakan dan diperjuangkan sehingga cita-cita luhur ini bisa terwujud. Dukungan masyarakat, pengusaha, legislatif dan pemerintah sangat diharapkan sehingga Nusa Penida Media ini mampu berperan sebagai penyeimbang dunia pers pada umumnya dan menjadi salah satu pioneer media di Kabupaten Klungkung. Nusa Penida Media akan dibagi menjadi Nusa Penida Post yang berbentuk Koran online dan Nusa Penida TV dalam bentuk TV Streaming. Harapan perkembangan kedepannya untuk menjadi Koran yang terbit di tengah-tengah masyarakat bisa terealisasi dengan dukungan dari semua pihak baik pemerintah, pengusaha dan masyarakat secara umum. Demikian p**a Nusa Penida TV, kami berusaha mendesain seperti TV pada umunya dimana mampu untuk menjadi ruang publik diskusi, menampung suara masyarakat Nusa Penida, hiburan dan tentunya juga seni budaya. Mudah-mudahan kehadiran Nusa Penida Media mampu memberi nuansa baru dan positif terhadap perkembangan masyarakat Nusa Penida secara khusus dan tentunya masyarakat dunia. Kritik, saran dan dukungan berupa pikiran dan material sangat kami harapkan dari semua kalangan untuk kelangsungan dan peningkatan media ini baik secara kwalitas dan kwantitas.

13/09/2021

Wonderland Indonesia

Negeri yang indah dan kaya akan keberagaman adat, suku, budaya, alam tersaji dalam garapan yang luar biasa.

Karya anak bangsa Alffy Rev ft. Novia Bachmid

Link: https://www.youtube.com/watch?v=aKtb7Y3qOck

SEORANG PEMANCING JATUH DARI ATAS TEBINGNUSA PENIDA --- Saat memancing di pinggir tebing Pantai Gamat, seorang warga Des...
03/07/2020

SEORANG PEMANCING JATUH DARI ATAS TEBING

NUSA PENIDA --- Saat memancing di pinggir tebing Pantai Gamat, seorang warga Desa Sakti terjatuh ke laut, Kamis (2/7/2020) petang. Lokasi Pantai tersebut berada di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Diketahui identitas korban atas nama Nyoman Wiroste (45) yang merupakan warga setempat.

Gede Darmada S.E., M.AP. selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mengutarakan bahwa laporan kejadian diterima pagi tadi pada pukul 07.00 Wita. "Pelapornya bernama Komang Ardiasa, dan diperkirakan korban jatuh kurang lebih pukul 20.00 Wita, dengan ciri-ciri mengenakan baju batik warna cokelat kemerahan," jelasnya.

"Pemancing ini pergi bersama temannya pada pukul 19.00 Wita namun tiba-tiba Nyoman Wiroste terjatuh, menurut penglihatan saksi mata korban jatuh hingga ke laut," tutur Darmada. Sebanyak 8 orang personil bergerak menuju Pelabuhan Benoa untuk pengerahan RIB menuju Nusa Penida. Sementara itu personil yang siaga di unit SAR Nusa Penida terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan instansi terkait.

Sumber: Basarnas Bali

Aspirasi Pelaku Pariwisata Nusa Penida Terkait New NormalNUSA PENIDA POST"Dulu kita menyambut tamu dengan senyuman, rama...
01/06/2020

Aspirasi Pelaku Pariwisata Nusa Penida Terkait New Normal
NUSA PENIDA POST

"Dulu kita menyambut tamu dengan senyuman, ramah. Sekarang mulut kita tertutup dengan masker. Itu sudah sesuatu yang baru. Transportasi dengan new normal rencananya diisi hanya 50 persen dari kapasitasnya, bagaimana pengusaha bisa menutupi biaya operasionalnya?Ini tentu perlu diskusi dengan pemerintah bagaimana terkait regulasi ini sehingga bisa dipraktekan di lapangan”, kata I Ketut Tunggu dari Asita Bali saat diskusi online via google meet yang diselenggarakan Brotherhood Nusa Penida, Senin siang (1/6). Acara yang dimoderatori I Wayan Yadnya itu dihadiri pelaku pariwisata, akademisi dan sejumlah profesi lain, seperti I Wayan Widiana seorang pelaku kontruksi.

I Wayan Kariana juga berharap serupa. Ia meminta ada prosedur dan ketetapan dari pemerintah lebih lanjut terkait kebijakan new normal.

"Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten perlu membuat protap new normal di lapangan. Untuk membuat protap itu pelaku pariwisata perlu dilibatkan agar sesuai dengan apa yang real di lapangan. Misalnya terkait cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak. Kita memaklumi ini baru rencana tentunya perlu pembicaraan lebih lanjut”, harap Wayan.

Ida Bagus Purwa Sidemen dari PHRI Bali berpendapat Nusa Penida pariwisata kep**auan jadi lebih mudah mengatur dalam new normal ini.

”Menuju kawasan Pariwisata Nusa Penida ada beberapa akses poin. Di titik akses poin tamu dijelaskan tentang keamanan dan kesehatan, misalnya setiap orang masuk kesana diperiksa”, ungkapnya.

Sementara itu I Wayan Darsana sebagai dosen Fakultas Pariwisata Universitas Udayana mengatakan perlu inovasi oleh pelaku pariwisata dan pemerintah dalam new normal ini.

"Kita sekarang sebenarnya masih sakit, buktinya masih pakai masker. Tetapi dicobakan sembuh, normal. Karenanya perlu inovasi dari pelaku pariwisata dan pemerintah mengadaptasi itu misalnya terkait pelayanan customer dan cara komunikasinya”, terang Darsana.

Ketua HPPNP Putu Gede Sukawidana mengatakan perlu kerjasama lintas sektoral dalam rangka rencana new normal ini.

"Perlu kerjasama lintas sektoral antara pelaku pariwisata dan pemerintah dalam rangka rencana new normal. Ke depan adanya koordinasi antara semua pihak“, tegas Sukawidana.

Penulis : Wayan Sukadana

Seperti Apa New Normal Di Nusa Penida? Lama berdiam di rumah tidak hanya membuat bosan. Tetapi juga membuat ekonomi mele...
31/05/2020

Seperti Apa New Normal Di Nusa Penida?

Lama berdiam di rumah tidak hanya membuat bosan. Tetapi juga membuat ekonomi melemah.

Bila keadaan ini terus berlangsung gelombang PHK secara besar-besaran akan terjadi. Ekonomi akan ambruk disertai dengan dampak sosial politik yang tidak diinginkan.

Atas dasar itu pemerintah tak tinggal diam dan berencana melakukan langkah-langkah pelonggaran secara bertahap. Pemerintah menyebut pelonggaran secara bertahap itu sebagai new normal atau tatanan cara hidup baru.

New normal adalah kebijakan jalan tengah agar ekonomi membaik dan kesehatan masyarakat terjaga. Protokol kesehatan diberlakukan secara ketat dengan diawasi TNI, POLRI Dan perangkat lain yakni menjaga jarak, memakai masker dan tidak berkerumun.

Atas dasar rencana New Normal itu, Nusa Penida sebagai kawasan pariwisata yang banyak peminatnya juga akan dibuka. Tentunya tetap mengacu protokol kesehatan, New Normal di Nusa Penida seperti apa?

Brotherhood Nusa Penida kembali membuat diskusi online dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Klungkung, praktisi pariwisata dan akademisi pada Senin 1 Juni 2020 pukul 13.00 hingga 15.00 Wita melalui google meet.
(https://meet.google.com/hyg-qcyf-wrq)

Narasumber yang sudah komfirmasi hadir yakni Kadis Pariwisata Klungkung I Nengah Sukasta, I Wayan Kariana Ketua PHRI Klungkung, I Ketut Tunggu dari Asita Bali, I Putu Sukawidana Ketua HPPNP dan I Wayan Darsana yang merupakan dosen pariwisata sekaligus praktisi pariwisata asal Nusa Penida.

Diskusi "Seperti Apa New Normal di Nusa Penida?" itu akan di pandu moderator I Wayan Yadnya. Ia adalah praktisi pariwisata asal Nusa Penida yang telah berpengalaman di luar dan di dalam negeri.

Sementara itu, I Wayan Pariawan selaku Ketua Panitia Brotherhood Nusa Penida berharap diskusi bisa menyamakan persepsi tentang New Normal antara pemerintah dan pelaku pariwisata.

"Kita berharap New Normal secara bertahap dilakukan pemerintah termasuk di kawasan pariwisata Nusa Penida ada kesimp**an bersama berupa persepsi seperti apa. Misalnya terkait bagaimana protokol kesehatan sebelum menyeberang ke Nusa Penida. Demikian juga bagaimana bagaimana mengemas konten promosinya sehingga satu bahasa. Apa yang ditonjolkan sebagai jualan selain destinasi Nusa Penida indah, misalnya disiplin protokol kesehatan yang dipatuhi warga dan touris", terang Wayan Pariawan.

Link https://meet.google.com/hyg-qcyf-wrq

Penulis: Wayan Sukadana
Editor : I Gede Sumadi

Paidi Porang: Teknik Budidaya Mudah dan Prospek Pasar Sangat LuasNUSA PENIDA POSTBrotherhood Nusa Penida kembali melakuk...
25/05/2020

Paidi Porang: Teknik Budidaya Mudah dan Prospek Pasar Sangat Luas
NUSA PENIDA POST

Brotherhood Nusa Penida kembali melakukan sharing sesson secara daring tentang budidaya porang pada Minggu malam (24/5). Sejak beberapa tahun belakangan, porang mulai diberdayakan dan menjadi komoditas ekspor ke sejumlah negara. Diskusi menghadirkan narasumber petani porang yang sudah melakoni bisnis sejak lama yakni Paidi yang lebih dikenal Paidi Porang. Menurut Paidi, untuk mengetahui syarat apakah porang cocok ditanam disuatu daerah tidaklah sulit. Apabila tanaman suweg dapat tumbuh disuatu daerah, bisa dipastikan porang juga bisa tumbuh dengan baik.

“Tidak usah mengukur ketinggian lahan dari dpl, suhu dan lain-lainnya. Cukup cek apakah suweg bisa hidup di daerah itu, bisa dipastikan porang juga bisa hidup dengan baik,” jelas Paidi.

Lebih lanjut Paidi menjamin hasil budidaya porang akan diserap oleh pasar baik berupa umbi basah ataupun kering kepada peserta diskusi yang hendak menanam porang.

“Sep**au Bali tanam porang saya siap membuat MOU untuk membeli umbi porangnya. Karena pasar ekspor sangat terbuka. Hitungannya sekarang yang bertani porang 10 orang, pengepulnya 100 orang. Itu juga menyebabkan pasar porang walaupun di saat Virus Corona mewabah masih tetap laku seperti biasa. Saya tahun ini sedang membuat bibit dalam polybag 1,5 juta pohon yang bekerjasama dengan investor untuk menanam dengan skala besar,” tambahnya dalam sesi diskusi Sukses Bertani Porang via zoom.

Sementara itu diskusi yang diadakan secara online itu secara tak terduga dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Juanida, I Ketut Kusmayadi dari Bappeda Klungkung dan staff. Pada intinya pemerintah Klungkung menurut Juanida akan mendukung upaya budidaya porang di Kabupaten Klungkung sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami pemerintah Kabupaten Klungkung akan selalu mendukung upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya utamanya petani. Caranya kami bersama masyarakat akan bersinergi membuat demplot dulu sebelum skala dengan jumlah lebih besar oleh petani,” kata Ida Bagus Juanida.

Diskusi yang berlangsung lebih dari 2 jam memunculkan sejumlah pertanyaan mulai kendala apa yang dihadapi petani porang selama ini, kestabilan harga, cara budidaya dan teknis MOU petani dengan Paidi terkait penjualan hasil budidaya porang. Menjawab itu Paidi menyampaikan kendala budidaya porang biasanya pada benih porang yang keberadaannya masih terbatas dan relatif mahal. Sementara untuk harga porang sangat stabil bahkan cenderung naik.

Terkait teknis budidaya yang ditanya Gede Murjana, Paidi dengan detail menyampaikan berapa jarak tanam, waktu tanam dan cara pengolahan lahan dengan tidak menggunakan pupuk kimia. Paidi juga menegaskan kesiapan untuk melakukan MOU dari PT. Paidi Indo Porang untuk membeli umbi hasil petani. Hingga kini, produksi porang masih jauh dibawah permintaan dari pengepul ataupun pabrik.

Penulis: Wayan Sukadana
Editor: I Gede Sumadi

Bangun Badan Jalan, Tetap Kreatif Ditengah PandemiBUNGA MEKAR, NUSA PENIDA POSTMasyarakat Dusun Pundukaha Kaja, Desa Bun...
22/05/2020

Bangun Badan Jalan, Tetap Kreatif Ditengah Pandemi
BUNGA MEKAR, NUSA PENIDA POST

Masyarakat Dusun Pundukaha Kaja, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida kembali melakukan aktivitas gotong royong membangun badan jalan yang menghubungkan desa setempat menuju Penida. Badan jalan yang dibuat mengikuti jalur setapak yang dulu digunakan untuk melasti dan mengikuti kegiatan pujawali di Pura Segara Penida. Menurut warga setempat, Nengah Darmawan yang dikonfirmasi Jumat siang (22/5) pembangunan badan jalan dilakukan secara sukarela dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan.

“Kita kerja sukarela sama-sama. Ketimbang duduk-duduk di rumah memikirkan yang tidak-tidak, ya lebih baik kita salurkan energi untuk kegiatan positif, tentu dengan tetap jaga jarak sesuai ketentuan,” ujar Darmawan.

Proses pembanguan badan jalan sudah berlangsung sejak Selasa lalu (19/22) yang diikuti 18 orang. Namun pada hari berikutnya jumlah warga yang ikut membantu jauh lebih banyak. Jalur alternatif yang dibangun memilik panjang hampir 3,5 kilometer dan tembus di sisi timur Banjar Penida, Desa Sakti.

“Jalur setapak ini dulunya dipakai ketika melasti atau mengikuti pujawali di Pura Segara. Kita coba bangkitkan lagi sekaligus di kemudian hari bisa jadi jalur alternatif,” harap Darmawan.

Foto: 221 Dewawan

Penulis: Gede Sumadi
Editor: I Komang Budiarta

18/05/2020

Diterjang Arus dan Gelombang, Speed Boat Tenggelam

Satu unit speed boat rute Sanur - Nusa Penida yang terparkir di mooring dalam ditemukan tenggelam tadi pagi. Kejadian tenggelamnya speed boat diketahui tadi pagi pasca gelombang dan arus kencang yang terjadi semalam.

Kepala Unit Pesisi dan Segara Desa Adat Sanur, Ida Bagus Arwata menyampaikan boat parkir tenggelam di pantai Sanur jam 7 pagi tadi pagi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian. Saat ini puluhan speed boat yang biasa terparkir di mooring dalam dipindah ke lokasi aman.

Fermentasi Hijauan Pakan Ternak Jadi Stok Pakan di Musim KeringNUSA PENIDA, NUSA PENIDA POSTYayasan Taksu Tridatu bersam...
18/05/2020

Fermentasi Hijauan Pakan Ternak Jadi Stok Pakan di Musim Kering

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Yayasan Taksu Tridatu bersama sejumlah komunitas peternak sapi mengembangkan fermentasi hijaun pakan ternak. Hasil olahan akan menjadi stok pakan ternak di musim kering. Nusa Penida sebagai salah satu sentra pengembangan sapi Bali memiliki sejumlah keunggulan tetapi terkendala pakan terutama di musim kemarau. Untuk mengatasi masalah ini, Yayasan Taksu Tridatu membuat dempot dari komunitas peternak yang tersebar di beberapa titik antara lain di Banjar Jurangaya dan Banjar Pulagan di Desa Kutampi serta komunitas peternak di Banjar Anyar, Desa Sakti.

Menurut Ketua Yayasan Taksu Tridatu, I Wayan Karta yang dikonfrmasi Senin pagi (18/5) proses demplot sudah dimulai tahun 2019 dan pihak yayasan memberikan bantuan bibit. Sementara untuk pengump**an hijauan sejak bulan lalu.

“Kita sudah mulai sejak tahun lalu. Hijauan pakan ternak diperoleh dari pengembangan demplot oleh komunitas peternak sendiri dan juga dari bantuan bibit oleh yayasan. Setelah berakhirnya musim penghujan kini bibit tersebut telah bertumbuh, sehingga menjadi salah satu ketahanan pangan ternak saat musim kemarau,” ungkapnya.

Selain penanaman hijauan pakan ternak (HPT), komunitas ternak juga sembari mengumpulkan pakan kering yang nantinya akan diproses dan difermentasi menjadi pakan ternak. Hijauan pakan ternak yang telah ditanam yaitu tanaman turi, rumput tailan, indigofera, rumput king, rumput gajah, lamtoro, dan rumput godem. Kini dengan adanya hijauan tanaman pakan ternak setidaknya bisa mencukupi kebutuhan pakan di musim kering. Stok pakan ini berasal dari batang dan daun jagung yang telah dipanen buahnya termasuk rerumputan yang dapat disimpan.

Yayasan Taksu Tridatu juga memberikan pendampingan dan pelatihan agar hijaun menjadi bermanfaat di musim kering.

“Ya kita kasi pelatihan cara fermentasi dan pendampingan. Saat musim hujan kita punya pakan melimpah sementara di musim kering kita kekurangan pakan. Jadi hijaun yang ada di musim hujan ini kita kumpulkan dan diolah dengan fermentasi sehingga bisa dijadikan pakan ketika musim kering. Ini bisa menjadi alternatif sekaligus motivasi bagi para petani kita yang kekurangan pakan saat kemarau,” tutup Wayan.

Reporter: I Gede Sumadi
Editor: Komang Budiarta

16/05/2020

Desa Suana Serahkan Bantuan Langsung Tunai
SUANA, NUSA PENIDA POST

Aparatur Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung menyerahkan langsung Bantuan Langsung Tunai dengan mendatangi masyarakat penerima manfaat. Penyaluran sesuai dengan instruksi dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang terus mendorong agar Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa segera tersalurkan di semua desa yang tersebar di 745.953 desa di seluruh Indonesia.

Reporter: Santana Ja Dewa

Jadi Inspirasi, Mantan Direktur dan Pemilik Hostel Jualan Donut NUSA PENIDA POSTPandemi Virus Corona menyebabkan pariwis...
14/05/2020

Jadi Inspirasi, Mantan Direktur dan Pemilik Hostel Jualan Donut

NUSA PENIDA POST

Pandemi Virus Corona menyebabkan pariwisata Bali lumpuh total. Ada ribuan orang mengalami pemutusan hubungan kerja dan dirumahkan. Banyak pengusaha pariwisata pun beralih profesi, salah satunya I Wayan Yadnya mantan Food and Beverage Director di hotel bintang 5, Anantara Uluwatu yang juga pemilik Nuansa Penida Hostel dan Double ‘D’ Hostel kini berjualan donut.

Donat dijual secara online dan langsung diantar ke rumah-rumah. Produk donatnya sendiri diproduksi oleh sahabatnya yang juga pemilik Green Kubu Donut and Coffee yang dikenal ketika sama-sama bekerja di Grand Hyatt Dubai. Yadnya bertindak sebagai reseller namun alasannya tidak hanya untuk mencari untung.

“Saya melakukan berbagai pekerjaan disaat krisis begini untuk memberi contoh. Saya juga sempat menjual sayur-sayuran dari petani langsung ke konsumen. Karena dengan begini selain contoh dan inspirasi bagi yang lain, usaha ini bisa membuat lapangan pekerjaan bagi teman dan saudara”, ujar Yadnya yang dikonfirmasi Rabu kemarin (13/5).

Lebih lanjut I Wayan Yadnya optimis dengan usaha Green Kubu Donut dan Green Coffee ke depannya.
“Saya melihat usaha Donut dan Kopi dengan system reseller menjadi model bisnis masa depan. Bila nanti pariwisata sudah kembali normal tentunya akan dikolaborasikan dengan Sa-Ma-Na Resort yang sedang saya bangun”, ungkap Wayan Yadnya.

Ditanya pada I Wayan Yadnya mengapa usaha konsep bagi hasil, bagi tugas dan modal secara bersama-bersama menjadi solusi setelah krisis karena Virus Corona ini, Wayan Yadnya mengatakan dengan keterbatasan sumber daya yang ada bisa saling melengkapi.

“Setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dengan usaha konsep bersama-sama seperti Sa-Ma-Na yang saya sedang buat kita bisa saling melengkapi baik modal dan kemampuan manajerial. Apalagi saat Virus Corona modal yang dimiliki setiap orang tentunya menipis”, ujar Yadnya beralasan.

Kontributor: Wayan Sukadana
Editor: Gede Sumadi

Manfaatkan Media Sosial, Pelaku Pariwisata Beralih Profesi Saat Pandemi CoronaNUSA PENIDA, NUSA PENIDA POSTSebelum pande...
05/05/2020

Manfaatkan Media Sosial, Pelaku Pariwisata Beralih Profesi Saat Pandemi Corona

NUSA PENIDA, NUSA PENIDA POST

Sebelum pandemi corona, I Ketut Dana berprofesi sebagai sopir merangkap guide (red; pemandu wisata) bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali. Ketika wabah virus corona melanda dunia praktis taka da wisatawan berkunjung ke Bali, ia pun kehilangan pekerjaannya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ketut Dana tak patah arang. Ia banting stir menjadi pedagang sosis, ham, bacon dan urutan yang diantar langsung ke rumah-rumah. Ketut menggunakan promosi online melalui media social sebagai media pemasaran.
Ditanya alasan mengapa dirinya memilih jualan olahan daging, Ketut Dana yang berasal dari Banjar Subia, Nusa Penida ini mengatakan usaha ini dipilihnya sebab olahan daging diproduksi adiknya.

“Saya menjual sosis, ham, bacon dan urutan karena olahan daging itu produksi adik saya. Lagi p**a usaha ini sebenarnya sebelum virus corona pernah saya jalani untuk mensupply penginapan tetapi kurang fokus mengingat kesibukan saya di tour and travel. Selain itu olahan daging ini adalah usaha bahan makanan yang masih laku di tengah pandemic virus corona”, kata Ketut yang dikonfirmasi Senin pagi (4/5).

Lebih lanjut, Ketut mengaku akan tetap melanjutkan bisnis olahan daging ketika pandemi virus corona berakhir, sambil menjalankan bisnis tour and travel lagi.
“Saya akan tetap berjualan sosis, ham, bacon dan urutan ini walaupun virus corona telah berakhir sambil menjalankan bisnis travel saya dengan memperbaiki manajemen agar kedua-duanya bisa jalan. Kendala saya sekarang adalah daya beli masyarakat drop, yang berbelanja kebanyakan adalah para expatriat asing yang memang menyukai olahan daging”, tutur Ketut.

Kehilangan pekerjaan karena virus corona juga dialami I Putu Sukawidana. Sebelum virus corona merebak, Putu berprofesi sebagai pengelola jasa angkutan speed boat di Nusa Penida. Kini ia beralih profesi sebagai penjual babi guling dan ayam bakar. Bahan baku babi dan ayam dibeli langsung dari peternak kemudian panggang untuk selanjutnya dijual. Namun sebelum memanggang ayam ataupun mengguling babi, Putu Sukawidana terlebih dahulu berpromosi di media social untuk mengaet pembeli. Biasanya Putu membuat paket Rp 100.000 dan Rp 50.000. Sasaran pasarnya untuk konsmsi masyarakat dan upacara yadnya.

“Saya mulai berjualan di minggu terakhir bulan April 2020. Saya memilih usaha babi guling karena memang cita-cita dari dulu mengingat saya bisa meracik bumbu dan masyarakat menggemari makanan ini. Walaupun hasilnya tak seberapa tapi setidaknya bisa mencukupi kebutuhan membeli beras dan lauk pauk di tengah pandemic virus corona ini dimana semua sektor ekonomi lesu”, ujarnya.

Ketika disinggung kelanjtan usaha pasca pandemi, dirinya akan tetap menjalankan usaha babi guling ini walaupun wabah virus corona ini telah berakhir.

“Saya tetap akan melanjutkan usaha babi guling dan ayam panggang ini. Bahkan saya berencana membuat warung babi guling karena cita-cita sejak dulu dan kini kesempatan saya melanjutkan usaha ini. Walaupun kendalanya banyak, seperti modal panas hasil minjam takut kalau tak laku bisa rugi dan tak bisa mengembalikan uang. Belum lagi air PDAM di Banjar Pilah tempat saya sudah sebulan mati, tak kalah repotnya dari semua saya masih saya kerjakan sendiri termasuk mengirimnya kepada para pemesan babi gulingnya”, kata Putu mengakhiri percakapannya.

Penulis: Sukadana
Editor: Sumadi

Bertani Itu Jati Diri, Pariwisata Adalah BonusSebelum pariwisata tumbuh dan berkembang, Bali merupakan daerah agraris ya...
27/04/2020

Bertani Itu Jati Diri, Pariwisata Adalah Bonus

Sebelum pariwisata tumbuh dan berkembang, Bali merupakan daerah agraris yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Salah satu bukti peradaban tersebut adalah sistem pengairan tradisional yakni ‘subak’. Sistem ini bahkan mendapat pengakuan sebagai warisan dunia dari UNESCO. Berkembangnya pariwisata pun berawal dari keindahan alam pertanian yang dituangkan dalam sejumlah lukisan.

Model kebudayaan agraris masih ada hinga kini yang terlihat dari sarana banten. Hampir semua banten upacara agama Hindu menggunakan bahan-bahan yang dihasilkan dari pertanian dan perkebunan. Masyarakat Bali memiliki kearifan lokal dalam bentuk penghormatan kepada tanaman khususnya di bidang pertanian.

Keindahan alam Bali, kebudayaan masyarakat Bali dengan keseharian warganya sebagai petani membuat wisatawan mancanegara tertarik ke Bali. Awal mulanya wisatawan ke Bali mencari tempat yang nyaman untuk berkesenian. Seperti melukis, menari dan berinteraksi dengan seniman lokal, seperti yang dilakukan Walter Spise. Seniman ini yang menginisiasi dan mengajak temannya ke Bali. Demikian seterusnya sampai ada video yang mengulas tentang keindahan Bali yang membuat wisatawan mancanegara ke Bali.

Pelan tapi pasti masyarakat Bali mulai menjadi pelaku pariwisata. Sektor pertanian ditinggalkan secara perlahan, profesi petani berganti menjadi dagang acung, sopir, pemandu wisata dan bekerja di hotel. Akhirnya kita lihat dengan jelas, semula pertanian pekerjaan utama masyarakat sekarang di dominasi pelaku pariwisata. Alasannya sederhana, bekerja di pariwisata lebih mudah mendapat uang lebih mudah, disamping gengsi, petani dianggap profesi kelas 2.

Bom Bali meledak 2002, pariwisata Bali seketika terpuruk dan masyarakat kelimpungan. Banyak pakar, praktisi mengatakan kembali ke jati diri Bali yaitu bertani. Pariwisata itu rapuh, pariwisata juga boros terhadap air dan membuat berkurangnya daya dukung lingkungan.

Setahun setelah Bom Bali, pariwisata mulai pulih. Suara yang meneriakan kembali ke jati diri Bali berangsur menguap tak terdengar. Malah 15 tahun setelah bom Bali, pariwisata reborn, tumbuh pesat dengan jumlah kunjungan wisatawan lebih banyak. Pemerintah, masyarakat dan stakeholder terbuai akan kenikmatan pariwisata. Seperti ‘kecanduan’, pertumbuhan akomodasi tak terkendali yang embuat banyak daerah yang tadinya air tanahnya belum intrusi, kini malah intrusi. Kerusakan lingkungan dan alih fungsi lahan semakin masif dan tidak terkendali.

Pada akhir 2019 lalu, virus corona muncul danmenjadi pandemic di tahun berikutnya . Semua terhenyak dan gagap, sektor pariwisata yang diandalkan Bali paling terpukul dengan penyakit yang disebut Covid-19. Industri pariwisata, hotel, restoran, obyek wisata dan biro perjalanan semua lumpuh total. Demikian juga efek multifliernya sudah jelas baik sekarang maupun ke depan.

Dirumahkan dan PHK mulai dilakukan. Badai krisis membayangi, uara lantang tentang pertanian kembali bergema di media sosial masyarakat Bali. Sejumlah tokoh pun kembali menyuarakan itu.

Agar tak kembali mengulang kesalahan kita saat tak mengambil momen kembali ke jati diri yakni pertanian saat Bom Bali, pemerintah sambil bekerja dari rumah merumuskan itu. Tentunya para tim ahlinya, sehingga ada roadmap atau peta jalan tentang pertanian Bali. Salah satunya dengan mengadakan moratorium perijinan akomodasi pariwisata, pengetatan rencana tata ruang wilayah yang berpihak ke pertanian dan stimulus pertanian kepada masyarakat.

Kalau bisa demikian, kita akan bisa menjadi Bali ke jati diri yakni pertanian dan pariwisata adalah bonusnya. Sehingga ketahanan pangan, keberlanjutan ekonomi lingkungan dan budaya selalu terjaga.

Penulis: Sukadana

Address

Nusa Penida
Klungkung
80771

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nusa Penida Media posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Nusa Penida Media:

Share