Sumbar Tv

Sumbar Tv Sumbar tv Berita dan Iklan

Polisi menangkap Alber Bin Markus Pagga (37), pelaku pembunuhan gadis asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), be...
12/08/2026

Polisi menangkap Alber Bin Markus Pagga (37), pelaku pembunuhan gadis asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Paramitha Titania Anggelica alias Mita (26). Pelaku yang merupakan sopir travel rute Wajo-Morowali membuang jasad korban ke jurang.

‎NEKAT LOMPAT KE SUNGAI DERAS DEMI HINDARI PETUGAS!‎‎Aksi diduga sekelompok pelajar yang hendak tawuran di kawasan Siant...
11/08/2026

‎NEKAT LOMPAT KE SUNGAI DERAS DEMI HINDARI PETUGAS!

‎Aksi diduga sekelompok pelajar yang hendak tawuran di kawasan Siantar Square berakhir panik. Saat dibubarkan petugas, para pelajar kocar-kacir kabur ke pemukiman warga hingga nekat menerjang derasnya arus Sungai Bah Bolon.

‎Peristiwa itu menjadi perhatian warga dan kembali mengingatkan pentingnya mencegah aksi tawuran di kalangan pelajar.
‎.

Kawasan Banyu Raden, Sleman, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah insiden perusakan fasil...
11/08/2026

Kawasan Banyu Raden, Sleman, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sebuah insiden perusakan fasilitas publik terekam dan viral pada Minggu (9/8/2026) sore.

Ujian kesabaran di perlintasan kereta api tampaknya gagal dilewati oleh seorang pemuda yang berujung pada aksi anarkis.

Insiden ini terjadi pada jam sibuk sore hari, sekitar pukul 17.00 WIB.

Layaknya prosedur keselamatan standar, palang pintu perlintasan kereta api di kawasan tersebut ditutup untuk mengamankan jalur kereta yang hendak melintas.

Diduga merasa perjalanannya terlalu lama terganggu dan waktu tunggunya di luar ekspektasi, seorang pemuda pengendara mendadak kehilangan kesabarannya dan tersulut emosi di tengah antrean.

Bukannya menunggu dengan tenang, pemuda tersebut melampiaskan rasa kesalnya dengan cara yang sangat tidak terpuji dan melanggar hukum.

Ia nekat turun tangan merusak fasilitas perlintasan kereta api yang sedang beroperasi tersebut.

Akibat tindakan brutalnya, infrastruktur perlintasan mengalami kerusakan yang cukup signifikan.

Dilaporkan bahwa bagian kabel serta kayu palang pintu kereta api tersebut sampai rusak dan terputus.

Aksi perusakan fasilitas vital ini tentu saja langsung memancing reaksi dari masyarakat sekitar yang berada di lokasi.

Menyadari bahaya dari aksi pelaku, warga sekitar bersama aparat TNI yang berada tak jauh dari lokasi segera bergerak mendatangi TKP untuk menghentikan dan mengamankan pemuda tersebut.

Sayangnya, menyadari dirinya menjadi target amukan warga dan aparat, pelaku bergerak sangat cepat dan berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian sebelum sempat diringkus.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap identitas pelaku serta menyusun kronologi pasti dari insiden ini.

Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa tindakan arogansi di jalan raya, sekecil apa pun alasannya, bisa berujung pada tindak pidana perusakan fasilitas negara.

Momen seorang pengunjung mengungkapkan kekecewaannya saat mengunjungi area mini zoo / kebun binatang di Madiun . Sudah m...
11/08/2026

Momen seorang pengunjung mengungkapkan kekecewaannya saat mengunjungi area mini zoo / kebun binatang di Madiun . Sudah membayar tiket masuk senilai Rp20.000, pengunjung tersebut mendapati area kebun binatang yang sangat sepi dan hanya melihat beberapa ekor kambing.

​Setelah dicek, ternyata di area dalam kandang terpasang pengumuman dari manajemen yang menjelaskan bahwa area mini zoo sedang dalam tahap renovasi sehingga satwa sementara dipindahkan. Sayangnya, papan pengumuman tersebut tidak dipasang di depan pintu masuk utama sehingga pengunjung merasa tidak mendapatkan informasi sebelum membeli tiket.

Aksi penggerebekan yang melibatkan sesama anggota kepolisian kembali menggegerkan publik Kota Ambon setelah dugaan perse...
10/08/2026

Aksi penggerebekan yang melibatkan sesama anggota kepolisian kembali menggegerkan publik Kota Ambon setelah dugaan perselingkuhan rumah tangga berujung tindakan mendadak di satu kamar indekos kawasan Tanah Tinggi.

Peristiwa yang berawal dari laporan sang suami yang juga seorang personel polisi aktif ini langsung menyita perhatian warga sekitar hingga memicu kerumunan massa pada dini hari.

Didorong rasa curiga yang mendalam atas perilaku sang istri, sang suami memboyong jajaran piket Propam untuk memastikan kabar burung yang didapatnya dari masyarakat.

Kejadian drama penggerebekan ini menjadi catatan kelam berulang yang kembali menyeret nama oknum Polwan berinisial Brigpol IT di wilayah hukum Polda Maluku.

Meski sempat diwarnai ketegangan dan pengepungan lokasi hingga subuh, hasil pemeriksaan akhir petugas kepolisian di dalam kamar justru mengungkap kenyataan yang berbeda dari dugaan awal pelapor.

Penggerebekan yang dipimpin sang suami, Brigpol RL, berlangsung di lantai empat satu indekos di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon pada Sabtu (8/8/2026) dini hari.

Tindakan ini merupakan kali kedua bagi RL menggerebek istrinya sendiri, setelah sebelumnya pernah memergoki Brigpol IT berduaan dengan pria lain di kawasan Kudamati pada Mei 2026.

"Laporan awal mengenai keberadaan IT bersama seorang laki-laki di kamar indekos diterima oleh piket Bidpropam pada Sabtu sekitar pukul 00.29 WIT," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, Minggu (9/8/2026).

Jembatan Siti Nurbaya Mendadak Jadi Arena KungfuJembatan Siti Nurbaya yang biasanya identik dengan suasana adem, pemanda...
10/08/2026

Jembatan Siti Nurbaya Mendadak Jadi Arena Kungfu

Jembatan Siti Nurbaya yang biasanya identik dengan suasana adem, pemandangan cantik, dan momen romantis mendadak berubah menjadi lokasi aksi kungfu dadakan.

Sebuah video yang beredar di grup WhatsApp dan media sosial memperlihatkan seorang pria menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah orang. Dalam rekaman tersebut, pria itu tampak dihajar hingga babak belur.

Belum diketahui pasti apa yang menjadi pemicu keributan tersebut. Namun, aksi itu disebut berlangsung di kawasan bawah Jembatan Siti Nurbaya, Kota Padang, saat di lokasi juga tengah berlangsung lomba terkait Hari Jadi Kota (HJK) Padang.

Pemandangan yang biasanya dihiasi orang menikmati suasana jembatan dan melihat gemerlap Kota Padang itu pun mendadak berubah menjadi tontonan yang jauh dari kata romantis.

Kalau biasanya orang datang ke Jembatan Siti Nurbaya untuk mencari angin, menikmati pemandangan, atau sekadar mencari spot foto, kali ini warga justru disuguhi adegan bak film laga bedanya, tidak ada sutradara yang berteriak, Cut!

Video aksi pengeroyokan tersebut kemudian menyebar dari grup WhatsApp hingga media sosial dan menjadi perhatian warganet.

Namun, sebelum buru buru menyimpulkan siapa yang salah dan siapa yang benar, penyebab kejadian tersebut masih belum diketahui. Begitu p**a identitas pihak pihak yang terlibat.

Yang jelas, jembatan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon romantis Kota Padang itu sempat kehilangan suasana damainya.

Semoga adegan kungfu kali ini cukup berhenti di video dan tidak menjadi tradisi baru. Sebab Jembatan Siti Nurbaya lebih pantas menjadi tempat menikmati senja dan pemandangan, bukan arena adu pukul.




Kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil dan satu motor terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di dekat Zi...
10/08/2026

Kecelakaan beruntun melibatkan dua mobil dan satu motor terjadi di Jalan Lintas Padang–Bukittinggi, tepatnya di dekat Ziamart Pasa Juha, Korong Pasa Surau, Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Senin (10/8/2026).

Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Atissa Dwi Putri, mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dan dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 12.30 WIB.

Menurut Atissa, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut yakni mobil Daihatsu Sigra BM 1334 OP yang dikemudikan Andri Mei Zaldi (23), Toyota Avanza BA 1524 BW yang dikemudikan Bagus Tri Eryanto (26), dan motor Honda Scoopy BA 3252 XA yang dikendarai Dri Dona Asmia (42).

Ia melanjutkan, kejadian berawal ketika mobil Daihatsu Sigra datang dari arah Bukittinggi menuju Padang dengan kecepatan sedang. Setibanya di lokasi kejadian, mobil tersebut hilang kendali ke arah kanan jalan hingga bersenggolan dengan Toyota Avanza dan motor yang datang dari arah berlawanan.

Sorak-sorai antusiasme di ajang Tournament Drag Race yang digelar di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, me...
10/08/2026

Sorak-sorai antusiasme di ajang Tournament Drag Race yang digelar di Kelurahan Upai, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, mendadak berubah menjadi tangisan histeris pada Minggu (9/8/2026).

Sebuah kecelakaan maut terjadi ketika kendaraan salah satu peserta gagal dikendalikan dan menghantam kerumunan warga di pinggir lintasan.

Insiden ini berlangsung dalam hitungan detik, meninggalkan duka mendalam bagi dunia otomotif dan masyarakat setempat.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi, laju kendaraan peserta balap sangat cepat sebelum akhirnya tak terkendali ke arah luar jalur.

Akibat peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu, banyak penonton yang tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dari terjangan mobil.

Kecelakaan maut ini menelan korban yang tidak sedikit, sekitar 16 orang.

Berdasarkan laporan, 7 orang penonton meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 9 orang lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Suasana yang berubah menjadi kepanikan langsung diwarnai dengan proses evakuasi.

Seluruh korban yang menderita luka-luka segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Menghadapi insiden tragis yang merenggut banyak nyawa ini, pihak penyelenggara acara langsung angkat bicara.

Ketua Panitia Tournament Drag Race, Lucky Sugeha, menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang amat mendalam.

Ia juga menegaskan komitmennya bahwa pihak panitia tidak akan lepas tangan dan siap bertanggung jawab penuh atas jatuhnya para korban.

Tragedi dengan jumlah korban jiwa masif ini langsung memicu respons penyelidikan dari aparat penegak hukum.

Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Iptu Ahmad Waafi, memastikan pihaknya akan memanggil dan memeriksa semua pihak yang terlibat dalam perhelatan ini, terutama jajaran panitia penyelenggara.

Investigasi kepolisian tidak hanya berfokus pada sang pengemudi, melainkan diusut secara holistik.

Polisi akan mengevaluasi dengan ketat kondisi kelayakan lintasan, kesiapan teknis kendaraan, standar operasional keselamatan (SOP), hingga mekanisme barikade dan pengamanan penonton selama turnamen berlangsung.

Peristiwa memilukan ini menjadi teguran keras sekaligus cambuk evaluasi bagi seluruh penyelenggara event balap otomotif.

Standar keselamatan berlapis, baik bagi kelayakan peserta maupun area steril bagi penonton adalah hal mutlak yang tidak bisa dikompromikan demi mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa mendatang.

Siapa tak kenal Monas? Ikon Jakarta yang puncaknya dihiasi lidah apiberlapis emas murni seberat 38 Kg (saat awal pembang...
10/08/2026

Siapa tak kenal Monas? Ikon Jakarta yang puncaknya dihiasi lidah api
berlapis emas murni seberat 38 Kg (saat awal pembangunan).

Tapi tahukah kamu? Dari 38 Kg emas itu,
28 Kg-nya disumbangkan oleh SATU ORANG saja. Siapa orang super kaya yang berhati mulia itu?

Namanya Teuku Markam. Seorang pengusaha asal Aceh yang sangat sukses dan nasionalis.
Dia adalah sahabat dekat Presiden Soekarno.
Saking cintanya pada Indonesia, ketika Soekarno ingin membangun Monas, Markam tanpa ragu menyumbangkan 28 Kg emas murni miliknya. Ingat, 28 Kg emas jaman dulu
nilainya tak terhingga!

Di era Orde Lama, Markam adalah "Crazy Rich" yang sesungguhnya.
Perusahaannya, PT Karkam, menguasai ekspor-impor dan membiayai banyak proyek negara. la hidup mewah, dihormati,
dan menjadi aset bangsa. Tapi, roda nasib berputar kejam saat tahun 1965 tiba.

Saat kekuasaan Soekarno runtuh dan Orde Baru naik, kedekatan Markam
dengan Soekarno menjadi petaka.
la dituduh sebagai koruptor dan antek PKI,
sebuah tuduhan umum untuk menyingkirkan
orang-orang pro-Soekarno. Tanpa pengadilan yang jelas, pahlawan penyumbang emas ini
akhirnya ditangkap.

Tahun 1966 adalah awal kisah tragis ini dimulai. Teuku Markam dijebloskan ke penjara
selama 8 tahun. Hartanya? Dirampas habis.
Perusahaannya diambil alih pemerintah
dan dijadikan BUMN.
Rumah, tanah, mobil, semua disita.
Sang penyumbang emas kini tak punya apa-apa selain baju di badan.

Saat bebas tahun 1974, Markam bukan lagi siapa-siapa. Namanya sudah hancur, dicap sebagai pengkhianat negara.
la mencoba bangkit dan menuntut keadilan
untuk mengembalikan aset-asetnya, tapi sia-sia. Negara seolah lupa bahwa emas yang berkilauan di puncak Monas itu adalah hasil keringatnya.

Tahun 1985, Teuku Markam berp**ang dalam sunyi, membawa luka hati yang tak sempat
sembuh oleh zaman.
Tragisnya, hingga detik ini, jutaan pasang mata berpose bahagia di bawah bayang-bayang Monas, tanpa pernah tahu bahwa ada nama besar yang dikorbankan demi emas di puncaknya. la memberi cahaya bagi ibu kota,
namun namanya dibiarkan meredup
dalam kegelapan sejarah.

Kisah Teuku Markam adalah bukti kejamnya politik. Jasa setinggi gunung, sirna oleh politik
yang tak kenal ampun.
Teuku Markam adalah bukti bahwa pengorbanan seringkali dibayar dengan kesunyian. Maafkan kami yang telat berterima kasih, Pak Markam.
Cahayamu tetap abadi di puncak tertinggi ibu kota.

PADANG — Perselisihan yang sempat menyita perhatian publik dan menyebar luas di media sosial, yang diduga terjadi di Jal...
10/08/2026

PADANG — Perselisihan yang sempat menyita perhatian publik dan menyebar luas di media sosial, yang diduga terjadi di Jalan Adinegoro, Kel Lubuk Buaya, Jumat (7/8/2026), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Teddy Fanani, bersama Bill Irzano yang didampingi orang tuanya, bertemu dalam pertemuan di Kota Padang pada Minggu (9/8/2026).

Kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang permasalahan, yang ditandai dengan jabat tangan dan pelukan sebagai tanda berakhirnya perselisihan tersebut.
📹 (Ist)

Address

Jalan Fatimura
Kota

Telephone

+81363639784

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sumbar Tv posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sumbar Tv:

Shortcuts

Share