12/12/2025
Dari kiri ke kanan.
Fahri Hamzah di era 98 namanya sudah cukup dikenal sebagai salah satu orang yg mencetuskan lahirnya organisasi ekstra kampus KAMMI, bertahun2 kemudian ia menjadi wakil ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat periode 2014-2019.
Budiman Sudjatmiko salah satu pegiat Reformasi paling keras dan inisiator pergerakan mahasiswa untuk menduduki DPR. la bahkan sempat dipenjara akibat hal itu. Bertahun kemudian ia menjadi anggota DPR sejak 2009-2014 dan 2014-2019 serta menjabat wakil ketua panitia khusus rancangan Undang Undang.
Fadli Zon, yang dulu berteriak lantang dengan toa nya, bertahun2 kemudian menjadi wakil ketua DPR bidang Politik dan Keamanan th 2014-2019, bahkan menjabat pelaksana tugas ketua DPR pasca Setya Novanto dijerat kasus pidana. Bersama Fahri Hamzah ia sering menjadi bulan2an netizen yg merasa kebijakannya salah dan prematur.
Adian Napitupulu, fotonya yg berdialog dengan seorang Marinir tanpa rasa takut di era 98 menjadi salah satu yg paling diingat. Bertahun kemudian, la menjadi anggota DPR dari PDIP dapil Jawa Barat V sejak tahun 2014 dan duduk di Komisi VII DPR yang memiliki ruang lingkup tugas di bidang energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.
Ya, begitulah kehidupan. Mungkin kita berpikir "kebijakan sekarang aneh. Kemana pemikiran pemerintah? Harusnya begini, harusnya begitu" Seakan2 ketika kita ada di jabatan tersebut kita dapat membuat kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Namun kenyataannya tidak semudah itu.
Keempat tokoh diatas menjadi bukti konkrit bahwa memegang suatu jabatan dan menyelaraskan seluruh permintaan rakyat tidaklah mudah. Mereka yang dahulu menuntut kini merasakan rasanya dituntut balik para penerus mereka. Ada banyak kepala, ada banyak pemikiran, ada banyak hal yg diminta dan ada banyak kepentingan yg harus diperhitungkan.
Untuk yg membaca tulisan ini, teman2 aktivis yg biasa turun ke jalan, meneriakan orasi keadilan dan mengacungkan genggaman tangan menuntut kesejahteraan masyarakat, jika kelak kamu merasakan kursi itu kelak di masa depan.. Apa kamu masih ingat orasi orasimu hari ini?