29/07/2026
TENDANGAN KUNGFU WARNAI PIALA SOERATIN U-17 ZONA JAWA TENGAH
Insiden tendangan kungfu antara Safin Pati U-17 vs BJL 2000 U-17 adalah aksi kekerasan brutal dalam pertandingan sepak bola Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah yang mengakibatkan pemain BJL 2000, Rama Jangkar (16 tahun), mengalami cedera serius hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, dalam laga babak penyisihan Piala Soeratin U-17 Zona Jawa Tengah. Pertandingan digelar di Stadion Gelora Soekarno Mojoagung, Trangkil, Pati
Sejak awal, pertandingan antara tuan rumah Safin Pati melawan BJL 2000 Semarang berjalan dengan intensitas dan tensi yang sangat tinggi. Skor akhir dari pertandingan ini sendiri berakhir imbang 1-1
Akibat atmosfer laga yang panas, gesekan antarpemain di lapangan tidak dapat dihindarkan hingga memicu kericuhan massal. Di tengah kekacauan tersebut, salah satu oknum pemain Safin Pati melayangkan sebuah tendangan keras bergaya "kungfu" yang mendarat telak ke tubuh Rama Jangkar.
Korban insiden ini, Rama Jangkar, bukan pemain sembarangan. Ia merupakan talenta muda yang juga membela tim EPA (Elite Pro Academy) Borneo FC U-16 musim 2025/2026.
Akibat hantaman fatal tersebut, Rama langsung terkapar di lapangan, dievakuasi oleh tim medis, dan segera dibawa ke rumah sakit untuk penanganan darurat.
Berdasarkan laporan terbaru, Rama Jangkar didiagnosis mengalami robek otot ligamen serta dislokasi (pergeseran tulang) yang memaksanya menjalani perawatan intensif.
Rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi tendangan kungfu brutal tersebut langsung viral dan memicu gelombang amarah netizen. Pencinta sepak bola nasional mengecam keras karena aksi "premanisme" ini terjadi di level pembinaan usia dini.
Direktur Kompetisi PSSI Jawa Tengah, Setyo Agung Nugroho, mengutuk keras tindakan brutal tersebut. Pihak Asprov menegaskan bahwa tindakan mencederai nilai sportivitas ini tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
Asprov PSSI Jateng langsung bergerak cepat membawa kasus kekerasan fatal ini ke meja Sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI untuk menjatuhkan sanksi berat dan tegas kepada pelaku yang terlibat.