17/08/2024
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kudus menggelar upacara di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Sabtu (17/8) pagi. Upacara dipimpin Penjabat (Pj). Bupati Kudus M. Hasan Chabibie dan diikuti oleh unsur Forkopimda Kudus, Sekda Kudus beserta asisten, kepala OPD beserta jajaran, camat, unsur TNI/Polri, para pelajar, tokoh agama & undangan lainnya.
Menyampaikan sambutan Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Pj. Bupati Hasan menyebut tema HUT Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia, yakni 'Nusantara Baru, Indonesia Maju', mencerminkan tekad untuk membawa Indonesia ke level yang lebih tinggi dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk itu pihaknya berharap rakyat Indonesia dapat terus bekerja sama dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan berdaya saing global. Dikatakannya, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan titik kulminasi dari waktu ratusan tahun perjuangan rakyat Indonesia.
Pihaknya juga menjelaskan bahwa di tahun ke-79 Indonesia merdeka, pembangunan di Jawa Tengah berjalan lancar dan banyak capaian yang telah diraih. Seperti, perekonomian Jateng pada triwulan II-2024 tumbuh positif sebesar 4,92% secara year on year (yoy), inflasi (yoy) terkendali dengan baik di angka 1,86% pada Juli 2024.
Selain itu, angka pengangguran di Jateng juga mengalami penurunan dari 5,13% pada Agustus 2023 menjadi 4,39% pada Februari 2024. Persentase penduduk miskin juga turun dari 10,77% pada Maret 2023 menjadi 10,47% pada Maret 2024. Selanjutnya, angka kemiskinan ekstrem turut turun dari 1,97% di tahun 2022 menjadi 1,11% pada tahun 2023, prevalensi stunting berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) turun dari 20,8% di tahun 2022 menjadi 20,7% di tahun 2023.
Pihaknya juga mengingatkan, di tanggal 27 November 2024 mendatang akan dilaksanakan Pilkada serentak untuk memilih Gubernur dan Bupati/Walikota. Untuk itu, memasuki momentum Pilkada, ada tiga hal utama yang disampaikan yakni seluruh masyarakat Jateng satu bangsa yang bersaudara, meskipun berbeda pandangan politik tetap menjunjung nilai sila ketiga 'persatuan Indonesia', serta meskipun berbeda pilihan politik harus menghormati Bhineka Tunggal Ika.