14/10/2025
*Haul & Silaturahmi*
Agenda saya menghadiri Haul solo dan Silaturrahmi ke Purwokerto Jateng memenuhi undangan salah satu Praktisi KBRA Banyumas yang di kukuhkan sebagai Guru besar Profesor bid. Ilmu ekonomi di Kampus UNSOED sdh lama saya rencanakan. Termasuk Guru kita Romo Yai Imron dapat undangan, namun Krn suatu hal kesibukan beliau tidak bisa hadir.
Saya sebagai manusia hanya mampu merencanakan adapun taqdir milik Allah.
Ceritanya 4 hari sebelum acara haul solo saya di taqdir Allah diberikan sakit _*Diare*_ bolak balik ke MCK sehari bisa 5 - 7 x selama 2 hari.
Diare saya obati bisa mampet namun 2 perut berikutnya masih mual - mual kadang sampai nyeri.
Menjelang keberangkatan ke haul solo saya jadi ragu, pikiran cemas. "apakah nanti saya paksakan sakitku berangkat ke solo jadi tambah parah atau sembuh ya? Gejolak pikiranku yang tumbul.
Rencana mau berangkat naik bus pikul 9 malam namun perut masih sering mual kadang nyeri, saya ragu tidak mengemas barang untuk persiapan.
Saya bilang ke istri mau tidur dl dan nanti berangkat tengah malam saja. Istriku jawab "mas nanti kalo keblabasan tidur sampai pagi saya tidak bisa bangunin Lo. Bisa jadi tidak berangkat".
Tidak apa apa jawabku.
Saya tetap lanjutkan tidur.
Kemudian pukul 00:00 saya terbangun lalu saya mikir, jadi tidak ya berangkat ke solo lalu lanjut ke Purwokerto atau ke Purwokerto saja. Gejolak pikiranku penuh keraguan.
"Ah, solat dl saja Krn tadi saya blm solat Isyak. lanjutkan sholat tahajud". Pikirku.
Setelah selesai sholat dan wirid sebentar, kemudian saya pikir ulang lagi keraguan pikiranku tadi. Lalu saya putuskan lewat pandangan hatiku untuk berangkat saja deh, bisa jadi saya malah sembuh. Itulah Keyakinan yg timbul dalam hatiku.
Kemudian saya kemas - kemas kumpulkan keperluan barang bawaan saya secara mendadak saya masukkan satu satu ke tas.
Lalu saya bangunkan istri pamit jadi berangkat naik bus dari terminal Kudus.
Alhamdulillah di terminal Kudus ketemu orang barengan ke acara haul solo kita kenalan dg orang yang namanya mas Eko dr jati.
Kita berdua berangkat naik bus dulu ke Semarang lalu oper jurusan solo. Alhamdulillah sampai kota Solo sekitar pukul 5 pagi.
Sampai terminal Tirtonadi Solo kita solat, mandi, sarapan, lalu lanjut ke tempat Haul solo.
Dalam hadir acara haul solo itu saya niatkan tabarukan dengan wasilah Haul Habib Ali Al Habsyi dan Habib Anis Alhabsyi, semoga penyakiku di kasih kesembuhan oleh Allah sehingga pulang sehat wal afiyat.
Kemudian acara haul berakhir, kita berdua merencanakan ziarah dl sebelum pulang. Ziarah ke makam habib Anis Alhabsyi. Kita lalu menyusuri jalan ke makam melewati desakan orang banyak tapi dg sabar akhirnya sampai di makam habib Ali Alhabsyi. Namun kita lihat ternyata untuk bisa masuk ke dalam hrs atri panjang. Saya pikir saya ada rencana lanjutan perjalanan ke Purwokerto jadi saya buru - buru. Lalu saya putuskan untuk baca tahlil dari luaran saja.
Kemudian saya cari tempat yang nyaman di emperan toko saja. Saya lihat ada toko emperannya tidak banyak orang disitu, lalu kita berdua kesitu eh ternyata tokonya di bersihkan oleh ibu - ibu dan rencana mau di buka tokonya kata salah satu ibu yang bersihin.
Kemudian saya permisi minta ijin ke ibu - ibu yang bersihin toko itu. Untuk minta waktu sebentar untuk bacakan tahlil Krn saya tidak bisa masuk ke makam dan buru buru.
Oleh ibu tadi saya di persilahkan dan si ibu malah berkata bahwa toko ini pemiliknya itu menantunya habib Anis Alhabsyi.
Wah ini suatu kebetulan yang aku pilih tempatnya masih taaluk dg Shohibul haul. Pikirku.
Saya berdua baca tahlil sampai selesai doa, setelah itu ternyata saya diperhatikan oleh ibu - ibu tadi lalu saya di deketin.
Ibu ini membisiki saya minta di doakan. Permintaan doanya agar anak perempuannya yang saat ini ada di Singapura segera dapat jodoh. Dan saya jg ditanya dari mana. Saya jawab dari Kudus Bu. Masyaallah orang Kudus itu banyak yang pintar ilmu agama dan hafal Qur'an. Timpal si ibu tadi.
Permintaan ibu ini saya sanggupi dan si ibu malah meyelipkan uang di tangan saya.
Ya saya terima saja dan saya doakan hajat ibu ini dg wasilah Waliyullah habib Ali dan Habib Anis Alhabsyi. Selesai doa saya pulang.
Dalam perjalanan pulang saya berfikir kejadian tadi.
Secara tiba - tiba dihampiri ibu - ibu yang sebelumnya belum pernah kenal sama sekali.
Dan ibu itu kenapa memilih saya, bukan orang lain. Padahal di situ banyak orang yang lebih baik dr saya pakainya bagus bagus. Disitu banyak orang yang memakai gamis atau sarung yang bagus dg perlengkapan sorban dan peci haji. Ada yang mancung ada yang pesek. Banyak keturunan timur tengah jg.
Sedangkan saya berbusana ala kadarnya seperti santri desa.
Pakai sarung dan pakaian yang sdh lama jadi agak kusam dikit. Tidak mencerminkan orang alim atau Soleh dalam penampilan.
Dalam hati saya menilai, ibu ini instingnya atau firosyahnya tajam.
Ibu ini tidak melihat tampilan saya namun ibu ini lebih melihat dg qolbunya.
Kenapa demikian dugaan saya?
Karena saya yakin bahwa Allah tentu akan membimbing seseorang di arahkan ke orang yg ahli di bidangnya.
Alhamdulillah saya di kasih keahlian Allah sebagai ahli suwuk (Peruqyah KBRA). Dibawah bimbingan Guru kita Kyai A. Imron Rosidi Al-Katiby.
Itulah hal yang unik terjadi di tempat umum tanpa kenal sebelumnya. Dan hal ini sebenarnya bukan kali pertama. Ada jg di tempat umum pernah saya didekati orang untuk membantu istrinya yang menangis di makam tua dan tak mau diajak pulang ini terjadi diatas gunung Muria. Dan banyak jg yg lainnya.
Alhamdulillah perjalanan haul solo sdh selesai dan lanjutkan perjalanan menuju ke Purwokerto.
Dalam bus menuju purwokerto saya merenungi diri saya sendiri, yang sebelumnya saya berangkat itu dalam keadaan masih sakit.
Namun perjalanan ini malah saya merasakan penyakit saya sudah sembuh. Saya sudah tidak mual lagi. Rasa pahit di lidah saya jg sdh hilang dan lidah kembali normal. Sampai di hotel purwokerto malamnya saya BAB juga sdh normal. Kondisi kesehatan fisik jg fit. Alhamdulillah suma Alhamdulillah.
Tak terbayangkan lewat doa dan ngalab barokah wali Allah di haul solo jadi tabarukan kesembuhan penyakit saya.
Dan juga semoga permintaan doa ibu di haul solo tadi di kabulkan Allah sehingga anaknya segera mendapatkan jodoh terbaiknya Aamiin.
Demikianlah cerita perjalanan haul dan silaturahmi ke Purwokerto selama 2 hari ini penuh manfaat dan barokah. Semoga yang baca hajatnya di kabulkan Allah Aamiin.
By Cerita: Al-Faqir Kosim
(Ketua PW KBRA Jawa Tengah).