PC. KBRA KUDUS

PC. KBRA KUDUS Berdakwah dalam Ruqyah untuk membentengi aqidah dan membimbing dengan terapi jasmani dan olah hati dengan alqur'an dan doa

24/02/2026

Kenangan Ruqyah Massal di besito sudah lama

24/01/2026

Wawan Syarwhani (80), seorang lansia asal Surabaya, harus menelan pil pahit setelah rumah miliknya di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A, Kecamatan Pabean Cantian, dibongkar dan dialihfungsikan secara sepihak.
Bangunan di atas lahan seluas 536 meter persegi itu kini telah berubah wajah menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Wawan mengaku tidak pernah memberikan izin atas pembongkaran tersebut. Padahal, ia mengklaim memiliki bukti kepemilikan yang sah.
“Rumah itu sudah SHM (Sertifikat Hak Milik) dan saya beli secara sah. Ada Akta Jual Beli (AJB) dan akta notarisnya resmi,” ujar Wawan kepada media, Kamis (22/1/2026).
Menurut Wawan, rumah tersebut memang kosong sejak April 2025 namun dalam keadaan terkunci rapat.
Ia baru mengetahui adanya aktivitas ilegal setelah tetangga mengabarkan bahwa sekelompok orang masuk ke rumahnya dan menebang pohon di sana sekitar empat bulan lalu.
Sengketa Lama dengan Pelindo Akar persoalan ini diduga berkaitan dengan klaim Hak Pengelolaan Lahan (HPL) oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.
Namun, Wawan menegaskan bahwa secara hukum, ia pernah memenangkan gugatan penyerobotan lahan yang diajukan Pelindo pada 2017 hingga berkekuatan hukum tetap (inkrah).
“Pengadilan Negeri Surabaya saat itu memberikan dua opsi: saya tetap menempati rumah atau Pelindo membeli aset saya. Tapi pihak Pelindo tidak pernah memberikan jawaban,” jelas Wawan.
Ia juga menyayangkan sikap aparat kepolisian. Saat proses eksekusi lahan oleh pihak yang diduga terafiliasi dengan Pelindo, petugas disebut tetap memasang pagar beton dan memutus aliran listrik meski tidak ada perintah pengosongan resmi dari pengadilan untuk bangunan tersebut.
Lapor ke Berbagai Instansi, Nihil Respons Upaya hukum telah ditempuh Wawan sejak Agustus 2025 dengan melapor ke Polrestabes Surabaya, namun hingga kini belum ada respons.
Tak berhenti di situ, Wawan juga telah bersurat ke Kementerian Dalam Negeri, Badan Gizi Nasional (BGN), hingga meminta perlindungan hukum ke Danantara.
“Saya sudah meminta BGN mencabut izin SPPG tersebut karena legalitas pendirian dapurnya tidak sah. Tapi sampai sekarang semua diam, tidak ada jawaban,” keluhnya.
Meski merasa diperlakukan tidak adil, Wawan masih membuka pintu komunikasi. Ia berharap asetnya dikembalikan atau setidaknya ada prosedur yang benar jika lahan tersebut ingin digunakan negara.
“Saya inginnya dikembalikan. Tapi kalau memang mau disewa untuk dapur MBG, ya silakan, yang penting ada pembicaraan (komunikasi) secara manusiawi,” tutup Wawan. (beritajatim)

23/01/2026
09/12/2025

Lagi motivasi buat praktisi Jepara

Pelatihan Ruqyah Aswaja Online angkatan 27. Di tanggal 20 Desember 2025. Kontribusi :A. 150 ribu, hanya dapat buku pandu...
07/12/2025

Pelatihan Ruqyah Aswaja Online angkatan 27. Di tanggal 20 Desember 2025. Kontribusi :
A. 150 ribu, hanya dapat buku panduan tanpa sertifikat dan tanpa masuk group KBRA domisili.

B. 350 ribu, fasilitas dua buku Faidhul Mannan, sertifikat dan masuk group KBRA Domisili juga bisa mengikuti pelatihan MAHIR.

14/10/2025

*Haul & Silaturahmi*

Agenda saya menghadiri Haul solo dan Silaturrahmi ke Purwokerto Jateng memenuhi undangan salah satu Praktisi KBRA Banyumas yang di kukuhkan sebagai Guru besar Profesor bid. Ilmu ekonomi di Kampus UNSOED sdh lama saya rencanakan. Termasuk Guru kita Romo Yai Imron dapat undangan, namun Krn suatu hal kesibukan beliau tidak bisa hadir.

Saya sebagai manusia hanya mampu merencanakan adapun taqdir milik Allah.
Ceritanya 4 hari sebelum acara haul solo saya di taqdir Allah diberikan sakit _*Diare*_ bolak balik ke MCK sehari bisa 5 - 7 x selama 2 hari.
Diare saya obati bisa mampet namun 2 perut berikutnya masih mual - mual kadang sampai nyeri.

Menjelang keberangkatan ke haul solo saya jadi ragu, pikiran cemas. "apakah nanti saya paksakan sakitku berangkat ke solo jadi tambah parah atau sembuh ya? Gejolak pikiranku yang tumbul.

Rencana mau berangkat naik bus pikul 9 malam namun perut masih sering mual kadang nyeri, saya ragu tidak mengemas barang untuk persiapan.
Saya bilang ke istri mau tidur dl dan nanti berangkat tengah malam saja. Istriku jawab "mas nanti kalo keblabasan tidur sampai pagi saya tidak bisa bangunin Lo. Bisa jadi tidak berangkat".
Tidak apa apa jawabku.

Saya tetap lanjutkan tidur.
Kemudian pukul 00:00 saya terbangun lalu saya mikir, jadi tidak ya berangkat ke solo lalu lanjut ke Purwokerto atau ke Purwokerto saja. Gejolak pikiranku penuh keraguan.

"Ah, solat dl saja Krn tadi saya blm solat Isyak. lanjutkan sholat tahajud". Pikirku.

Setelah selesai sholat dan wirid sebentar, kemudian saya pikir ulang lagi keraguan pikiranku tadi. Lalu saya putuskan lewat pandangan hatiku untuk berangkat saja deh, bisa jadi saya malah sembuh. Itulah Keyakinan yg timbul dalam hatiku.

Kemudian saya kemas - kemas kumpulkan keperluan barang bawaan saya secara mendadak saya masukkan satu satu ke tas.

Lalu saya bangunkan istri pamit jadi berangkat naik bus dari terminal Kudus.
Alhamdulillah di terminal Kudus ketemu orang barengan ke acara haul solo kita kenalan dg orang yang namanya mas Eko dr jati.

Kita berdua berangkat naik bus dulu ke Semarang lalu oper jurusan solo. Alhamdulillah sampai kota Solo sekitar pukul 5 pagi.

Sampai terminal Tirtonadi Solo kita solat, mandi, sarapan, lalu lanjut ke tempat Haul solo.

Dalam hadir acara haul solo itu saya niatkan tabarukan dengan wasilah Haul Habib Ali Al Habsyi dan Habib Anis Alhabsyi, semoga penyakiku di kasih kesembuhan oleh Allah sehingga pulang sehat wal afiyat.

Kemudian acara haul berakhir, kita berdua merencanakan ziarah dl sebelum pulang. Ziarah ke makam habib Anis Alhabsyi. Kita lalu menyusuri jalan ke makam melewati desakan orang banyak tapi dg sabar akhirnya sampai di makam habib Ali Alhabsyi. Namun kita lihat ternyata untuk bisa masuk ke dalam hrs atri panjang. Saya pikir saya ada rencana lanjutan perjalanan ke Purwokerto jadi saya buru - buru. Lalu saya putuskan untuk baca tahlil dari luaran saja.

Kemudian saya cari tempat yang nyaman di emperan toko saja. Saya lihat ada toko emperannya tidak banyak orang disitu, lalu kita berdua kesitu eh ternyata tokonya di bersihkan oleh ibu - ibu dan rencana mau di buka tokonya kata salah satu ibu yang bersihin.
Kemudian saya permisi minta ijin ke ibu - ibu yang bersihin toko itu. Untuk minta waktu sebentar untuk bacakan tahlil Krn saya tidak bisa masuk ke makam dan buru buru.
Oleh ibu tadi saya di persilahkan dan si ibu malah berkata bahwa toko ini pemiliknya itu menantunya habib Anis Alhabsyi.
Wah ini suatu kebetulan yang aku pilih tempatnya masih taaluk dg Shohibul haul. Pikirku.

Saya berdua baca tahlil sampai selesai doa, setelah itu ternyata saya diperhatikan oleh ibu - ibu tadi lalu saya di deketin.

Ibu ini membisiki saya minta di doakan. Permintaan doanya agar anak perempuannya yang saat ini ada di Singapura segera dapat jodoh. Dan saya jg ditanya dari mana. Saya jawab dari Kudus Bu. Masyaallah orang Kudus itu banyak yang pintar ilmu agama dan hafal Qur'an. Timpal si ibu tadi.

Permintaan ibu ini saya sanggupi dan si ibu malah meyelipkan uang di tangan saya.
Ya saya terima saja dan saya doakan hajat ibu ini dg wasilah Waliyullah habib Ali dan Habib Anis Alhabsyi. Selesai doa saya pulang.

Dalam perjalanan pulang saya berfikir kejadian tadi.
Secara tiba - tiba dihampiri ibu - ibu yang sebelumnya belum pernah kenal sama sekali.
Dan ibu itu kenapa memilih saya, bukan orang lain. Padahal di situ banyak orang yang lebih baik dr saya pakainya bagus bagus. Disitu banyak orang yang memakai gamis atau sarung yang bagus dg perlengkapan sorban dan peci haji. Ada yang mancung ada yang pesek. Banyak keturunan timur tengah jg.

Sedangkan saya berbusana ala kadarnya seperti santri desa.
Pakai sarung dan pakaian yang sdh lama jadi agak kusam dikit. Tidak mencerminkan orang alim atau Soleh dalam penampilan.

Dalam hati saya menilai, ibu ini instingnya atau firosyahnya tajam.
Ibu ini tidak melihat tampilan saya namun ibu ini lebih melihat dg qolbunya.
Kenapa demikian dugaan saya?
Karena saya yakin bahwa Allah tentu akan membimbing seseorang di arahkan ke orang yg ahli di bidangnya.

Alhamdulillah saya di kasih keahlian Allah sebagai ahli suwuk (Peruqyah KBRA). Dibawah bimbingan Guru kita Kyai A. Imron Rosidi Al-Katiby.

Itulah hal yang unik terjadi di tempat umum tanpa kenal sebelumnya. Dan hal ini sebenarnya bukan kali pertama. Ada jg di tempat umum pernah saya didekati orang untuk membantu istrinya yang menangis di makam tua dan tak mau diajak pulang ini terjadi diatas gunung Muria. Dan banyak jg yg lainnya.

Alhamdulillah perjalanan haul solo sdh selesai dan lanjutkan perjalanan menuju ke Purwokerto.
Dalam bus menuju purwokerto saya merenungi diri saya sendiri, yang sebelumnya saya berangkat itu dalam keadaan masih sakit.
Namun perjalanan ini malah saya merasakan penyakit saya sudah sembuh. Saya sudah tidak mual lagi. Rasa pahit di lidah saya jg sdh hilang dan lidah kembali normal. Sampai di hotel purwokerto malamnya saya BAB juga sdh normal. Kondisi kesehatan fisik jg fit. Alhamdulillah suma Alhamdulillah.
Tak terbayangkan lewat doa dan ngalab barokah wali Allah di haul solo jadi tabarukan kesembuhan penyakit saya.

Dan juga semoga permintaan doa ibu di haul solo tadi di kabulkan Allah sehingga anaknya segera mendapatkan jodoh terbaiknya Aamiin.

Demikianlah cerita perjalanan haul dan silaturahmi ke Purwokerto selama 2 hari ini penuh manfaat dan barokah. Semoga yang baca hajatnya di kabulkan Allah Aamiin.

By Cerita: Al-Faqir Kosim
(Ketua PW KBRA Jawa Tengah).

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun.Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kita tercinta:Almarhum Hasan Asy'ari bi...
25/09/2025

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji‘uun.
Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kita tercinta:

Almarhum Hasan Asy'ari bin Sukarto
(Ketua KBRA Jepara)

Semoga Allah ﷻ menerima segala amal ibadahnya, mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, menjadikannya taman dari taman-taman surga, serta menempatkannya di sisi-Nya bersama para shalihin, syuhada, dan orang-orang beriman.

Segenap Keluarga Besar Ruqyah Aswaja, turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami ikut merasakan kehilangan yang amat besar, dan memohon kepada Allah ﷻ agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menerima takdir ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

22/07/2025
Sejarah Syeikh Abdurrahman SiddiqNama Lengkap: Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afandi bin Syekh Muhammad al-Banjar...
11/06/2025

Sejarah Syeikh Abdurrahman Siddiq
Nama Lengkap: Syekh Abdurrahman Siddiq bin Muhammad Afandi bin Syekh Muhammad al-Banjari
Gelar: Tuan Guru Haji Abdurrahman Siddiq, Syekh Abdurrahman Siddiq al-Banjari
Lahir: Tahun 1857 M / 1273 H, di Dalam Pagar, Martapura, Kalimantan Selatan
Wafat: Tahun 1939 M / 1358 H, di Sapat, Riau

Latar Belakang dan Pendidikan
Abdurrahman Siddiq adalah ulama besar berdarah Banjar yang lahir dari keluarga alim ulama. Ayahnya adalah seorang ulama yang disegani di Kalimantan. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan kecerdasan luar biasa dalam ilmu agama.

Ia belajar di berbagai pondok pesantren di Nusantara dan kemudian menuntut ilmu ke Mekkah, berguru kepada para ulama besar seperti:

Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi

Syekh Mahfuz al-Tarmasi

Ulama Haramain lainnya

Pengabdian dan Dakwah
Setelah kembali dari Mekkah, ia menyebarkan ilmu dan agama Islam, awalnya di Kalimantan, lalu pindah ke Riau atas permintaan Sultan Riau-Lingga.

Di Riau, ia menjabat sebagai M***i Kerajaan Riau-Lingga dan berperan penting dalam pengembangan pendidikan Islam, mendirikan surau dan madrasah, serta menulis berbagai kitab keislaman.

Karya-karyanya banyak berbahasa Melayu dan Arab, dan mengulas fikih, tauhid, dan tasawuf. Beberapa di antaranya:

Hidayat al-‘Abid fi Syarh ‘Aqidat al-Tauhid

Syarh Hidayat al-Salikin

Risalah Ilmu Tauhid

Karomah Syekh Abdurrahman Siddiq
Dalam tradisi masyarakat Melayu dan Banjar, Syekh Abdurrahman Siddiq dikenal memiliki beberapa karomah (anugerah luar biasa dari Allah kepada hamba-Nya yang saleh). Beberapa karomah yang sering disebutkan dalam cerita lisan antara lain:

1. Mengetahui Hal Ghaib
Banyak kisah bahwa ia mengetahui hal-hal yang belum terjadi atau mengetahui apa yang sedang terjadi di tempat lain, tanpa diberitahu oleh orang lain — ini dikaitkan dengan firasat orang saleh.

2. Tangan Beliau Tetap Harum Setelah Wafat
Beberapa saksi menyebutkan bahwa jasad beliau tidak rusak dan tangannya tetap mengeluarkan aroma harum bertahun-tahun setelah wafat, ketika kuburannya dibuka ulang.

3. Doanya Mustajab
Banyak orang yang menyatakan bahwa doa beliau selalu dikabulkan, baik saat masih hidup maupun setelah wafat, sehingga banyak peziarah yang datang ke makamnya untuk berdoa.

4. Menjinakkan Binatang Buas
Dikisahkan ia pernah berhadapan dengan ular besar atau buaya di sungai dan hewan itu menjadi jinak, tidak menyerangnya. Kisah ini diyakini sebagai bentuk perlindungan Allah terhadap wali-Nya.

Peninggalan
Makam beliau berada di Sapat, Indragiri Hilir, Riau, dan menjadi tempat ziarah bagi umat Islam. Ia dikenang sebagai tokoh ulama penyebar Islam yang berpadu antara ilmu fikih, tasawuf, dan pendidikan.

Ayo ikutilah
07/05/2025

Ayo ikutilah

Address

Kudus
59348

Telephone

+6285293717711

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PC. KBRA KUDUS posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share