27/05/2026
SOLA yang TIDAK SOLA:Persis seperti seorang suami yang dengan gagah mengatakan kepada Istrinya:SOLA Kau istri-ku.Tetapi belakangan diketahui bahwa Suami yang gagah perkasa itu ada wanita idaman lain(WIL).Ketika ditanya:Kenapa ada lagi WIL?bukankah kamu sudah berikrar bahwa istri-mu SOLA Dia?Kemudian dijawab dengan enteng oleh suami perkasa ini:SOLA itu maksudnya sepanjang istri-ku tidak keberatan saya boleh memiliki WIL.Ketika ditanya lagi:Bagaimana kamu yakin istri-mu tidak keberatan?Jawab Suami Perkasa itu:Saya yang memiliki otoritas untuk menentukan istri-ku keberatan atau tidak.Jika saya mengatakan istri-ku keberatan,maka itulah kebenarannya,begitu juga ketika saya mengatakan bahwa istri-ku tidak keberatan,maka itu juga kebenarannya.Hanya saya yang bisa mengekspresikan suasana hati dan emosi istri-ku,bahkan istri-ku sendiri tidak tahu kapan dia harus setuju dan kapan tidak.
ilustrasi di atas persis seperti propaganda SOLA SCRIPTURA.Teks mati yang digambarkan seolah-olah teks itu hidup.Faktanya Teks itu tidak memiliki emosi.Teks itu tidak bisa menegur ketika Saksi Yehova mengatakan bahwa Allah yang benar itu YHWH dan Yesus adalah Ciptaan pertama.Teks itu juga tidak bisa menegur ketika Calvin mengatakan bahwa Tuhan sudah menetapkan orang yang masuk neraka dan orang yang masuk surga... dst.
Kesimpulannya:Ketita Potas menuduh Katolik menyembah Patung,Maria dan Paus,maka pada saat yang sama Potas sedang menyembah Pendeta yang berlindung dibalik Slogan:SOLA SCRIPTURA—HANYA TULISAN.