29/05/2026
Ketika Iran melancarkan serangan balasan, dunia langsung menahan napas.
Karena yang bergerak bukan hanya rudal dan drone…
tetapi pesan geopolitik yang jauh lebih besar:
Iran ingin menunjukkan bahwa mereka masih mampu membalas tekanan militer terbesar sekalipun.
Beberapa laporan terbaru menyebut Iran terus melancarkan serangan balasan setelah operasi gabungan Amerika dan Israel terhadap target-target di Iran. Target balasan disebut mencakup wilayah Israel, pangkalan militer, hingga area strategis di kawasan Teluk. �
The Guardian + 2
Yang membuat situasi ini berbeda dari perang-perang lama adalah cara Iran bertempur.
Mereka tidak mencoba menyaingi Amerika lewat kapal induk atau ratusan jet tempur modern.
Sebaliknya, Iran membangun:
jaringan rudal besar
drone murah massal
bunker bawah tanah
dan strategi perang asimetris
Tujuannya jelas:
membuat lawan masuk ke perang yang mahal, panjang, dan melelahkan.
Dan itulah yang mulai dikhawatirkan banyak analis.
Karena dalam perang modern:
satu drone murah bisa memaksa peluncuran rudal pencegat bernilai jutaan dolar
satu serangan ke energi bisa mengguncang harga minyak dunia
dan satu eskalasi kecil bisa menyeret seluruh kawasan Timur Tengah
Beberapa laporan juga menunjukkan konflik ini mulai berdampak pada jalur energi dan pertahanan global. Harga minyak kembali naik, sementara stok rudal pencegat Amerika dan sekutunya disebut mulai tertekan akibat tingginya intensitas operasi. �
Axios + 1
Namun di sisi lain, Iran juga menghadapi tekanan besar:
serangan udara berulang
kerusakan infrastruktur
tekanan ekonomi
dan risiko isolasi lebih luas
Artinya, kedua pihak sebenarnya sedang memainkan permainan berbahaya:
siapa yang lebih dulu kehabisan daya tahan.
**Ketika Iran melancarkan serangan balasan, dunia tidak hanya melihat rudal di langit Timur Tengah.
Dunia melihat bagaimana satu konflik regional bisa mengguncang ekonomi, energi, dan keseimbangan global sekaligus.**