NTT Klasik

NTT Klasik "Klasik lebih asyik ketika modern dianggap keren"

11/05/2026
Pertanyaan untuk bapak-bapak, tapi mama-mama ju bisa bantu jawab. 😁
11/05/2026

Pertanyaan untuk bapak-bapak, tapi mama-mama ju bisa bantu jawab. 😁

Seorang penghuni rumah dibuat resah setelah toiletnya didatangi “tamu tak diundang” selama hampir sepekan. Seekor ular d...
29/04/2026

Seorang penghuni rumah dibuat resah setelah toiletnya didatangi “tamu tak diundang” selama hampir sepekan. Seekor ular diketahui berulang kali muncul dan terlihat betah berada di lubang WC atau kloset.

Kejadian ini membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Penghuni mengaku merasa takut setiap kali hendak menggunakan toilet, bahkan sampai harus menahan buang air karena khawatir ular tersebut kembali muncul.

Diduga, ular masuk melalui saluran pembuangan yang terhubung langsung dengan area luar rumah. Di bagian luar, lingkungan sekitar rumah diketahui berupa area persawahan, yang memungkinkan ular lebih mudah masuk hingga ke dalam kamar mandi.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk lebih waspada. Menyiram toilet dengan cairan pembersih seperti karbol secara rutin serta memasang kawat atau penutup pada saluran pembuangan luar dapat membantu mencegah kejadian serupa.

Botak bukan sembarang botak😂😂
24/04/2026

Botak bukan sembarang botak😂😂

kaka d**g kalo ke tempat wisata bu'at SoE, jang lupa mampir juga di belakang SD Negeri Saenam yang punya View Terindah di Indonesia 🇲🇨

Kota Kupang keluar dari 10 besar kota toleran se-Indonesia tahun 2025 dalam penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) Setara I...
24/04/2026

Kota Kupang keluar dari 10 besar kota toleran se-Indonesia tahun 2025 dalam penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) Setara Institute yang dirilis secara resmi dalam Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025 di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Kota Kupang gagal menempati daftar 10 besar kota toleran setelah tujuh tahun berturut-turut sejak tahun 2018.

Berdasarkan hasil studi, sepuluh kota dengan skor toleransi tertinggi secara berurutan diraih oleh daerah-daerah sebagai berikut:

1. Salatiga
2. Singkawang
3. Semarang
4. Pematang Siantar
5. Bekasi
6. Sukabumi
7. Magelang
8. Kediri
9. Tegal
10. Ambon

Adapun objek kajian IKT 2025 mencakup 94 kota dari total 98 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pengukuran tersebut mengandalkan empat variabel yang dielaborasi menjadi delapan indikator, meliputi regulasi pemerintah, regulasi sosial, tindakan pemerintah, serta demografi sosio-keagamaan.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, dalam acara Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025, menyoroti kondisi kota-kota yang berada di posisi terbawah dan urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.

"Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi," kata Halili.

Kelemahan kepemimpinan tersebut kerap bermuara pada kristalisasi favoritisme terhadap kelompok tertentu serta formalisasi peraturan-peraturan daerah yang berbasis agama.

Ayo jwb 😁
22/04/2026

Ayo jwb 😁

Seorang pengendara motor di Makassar mengalami kejadian tak terduga saat mencoba menghindari kemacetan. Niat hati ingin ...
21/04/2026

Seorang pengendara motor di Makassar mengalami kejadian tak terduga saat mencoba menghindari kemacetan. Niat hati ingin mencari jalan pintas, ia justru berakhir nyasar hingga masuk ke gang sempit dan mengikuti orang yang ternyata hanya pulang ke rumahnya.

Kejadian ini bermula ketika lalu lintas di jalan utama sedang padat. Karena tidak hafal jalan sekitar, pemotor tersebut memutuskan mencari alternatif dengan mengikuti kendaraan di depannya yang berbelok ke arah jalan kecil.

Kejadian ini bermula saat jalur yang dilalui awalnya terlihat seperti jalan tembus. Namun, semakin jauh, jalan berubah menjadi area persawahan dengan akses jalan berpaving. Setelah melewati jalan di tengah sawah tersebut, ia sempat menemukan sebuah kampung kecil. Meski sempat ragu, ia tetap melanjutkan perjalanan karena mengira pengendara di depannya mengetahui jalan keluar.

Perjalanan yang sudah cukup jauh itu akhirnya berujung canggung. Motor yang diikutinya tiba-tiba berhenti di sebuah rumah. Barulah ia sadar bahwa orang yang diikutinya bukan sedang mencari jalan alternatif, melainkan memang hendak pulang.

Momen tersebut sempat membuat suasana jadi canggung, apalagi lokasi gang yang sempit membuatnya kesulitan untuk berbalik arah. Warga sekitar yang melihat kejadian itu pun ikut tersenyum melihat situasi yang tak biasa.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kegeramannya setelah dirinya terseret dalam berbagai pole...
19/04/2026

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kegeramannya setelah dirinya terseret dalam berbagai polemik, mulai dari laporan dugaan pen*staan agama hingga isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

JK secara tegas mengingatkan semua pihak mengenai peran krusialnya dalam memboyong Jokowi dari Solo hingga sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjadi Presiden.

Ia menekankan bahwa karier nasional Jokowi tidak lepas dari campur tangan dan rekomendasinya saat itu.

Ia merasa jasa-jasanya selama ini seolah dilupakan oleh mereka yang kini menyerangnya.

“Apa kurangnya saya coba? Saya yang bantu Jokowi. Kasih tahu semua itu, termul-termul itu. Janganlah macam-macam begitu," pungkasnya.

Waitatiri, lulusan Universitas Indonesia yang meraih beasiswa LPDP, berhasil menempuh pendidikan di Harvard University d...
18/04/2026

Waitatiri, lulusan Universitas Indonesia yang meraih beasiswa LPDP, berhasil menempuh pendidikan di Harvard University dengan jurusan Learning Design, Information and Technology.

Kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak Indonesia membawanya mendirikan program donasi ponsel saat pandemi Covid-19 dan mengembangkan metode pembelajaran inovatif di berbagai media.

Ia juga menulis buku *The Missing Colours*, yang mengangkat isu bullying, hingga akhirnya dijadikan bahan ajar di Harvard dan beberapa sekolah di Amerika Serikat.

Kini, Wai tengah mengembangkan platform belajar Smartick Indonesia untuk anak usia 4-14 tahun, dengan fokus pada literasi numerasi guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kepercayaan diri anak-anak.

Berkat dedikasinya di dunia pendidikan, ia membuktikan bahwa pengalaman pribadi dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan perubahan besar bagi generasi mendatang.

Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan sejumlah celah yang berpotensi mengganggu akuntabilitas hingga membuka peluang ko...
18/04/2026

Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan sejumlah celah yang berpotensi mengganggu akuntabilitas hingga membuka peluang korupsi.

KPK mengungkap bahwa besarnya skala program belum diimbangi regulasi, tata kelola, dan pengawasan yang kuat. Kondisi ini dinilai berisiko menimbulkan konflik kepentingan, inefisiensi, hingga penyimpangan.

Beberapa poin krusial yang disorot antara lain:
Regulasi pelaksanaan belum jelas dari perencanaan hingga pengawasan lintas lembaga. Mekanisme bantuan pemerintah dinilai berpotensi memperpanjang birokrasi dan mengurangi efektivitas anggaran pangan. Peran pemerintah daerah juga dinilai minim karena pendekatan yang terlalu terpusat.

Selain itu, transparansi dalam penentuan mitra dan pengelolaan anggaran masih lemah. Banyak dapur belum memenuhi standar, bahkan memicu kasus keracunan makanan. Pengawasan keamanan pangan juga belum optimal karena minimnya keterlibatan instansi terkait.

KPK juga menyoroti belum adanya indikator keberhasilan program, termasuk pengukuran dampak terhadap gizi dan capaian pendidikan penerima manfaat.

Address

Kupang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NTT Klasik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share