NTT Klasik

NTT Klasik "Klasik lebih asyik ketika modern dianggap keren"

Pacaran yang berujung dibawa pergi tanpa izin orang tua kini tak lagi dipandang sebagai urusan pribadi semata. Pemberlak...
08/01/2026

Pacaran yang berujung dibawa pergi tanpa izin orang tua kini tak lagi dipandang sebagai urusan pribadi semata. Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP mempertegas bahwa tindakan tersebut dapat dipidana karena melanggar hak pengasuhan yang sah.

Praktik yang kerap disebut “dibawa kabur” kini dikategorikan sebagai tindak pidana terhadap kemerdekaan orang, sebab hukum menilai anak belum memiliki kecakapan hukum penuh. Artinya, persetujuan anak sekalipun tidak menghapus unsur pidana ketika orang tua atau wali tidak memberikan izin.

Ketentuan ini diatur dalam Pasal 452 hingga Pasal 454 KUHP, dengan ancaman pidana hingga 6 tahun penjara, atau meningkat menjadi 8 tahun jika disertai kekerasan, ancaman, atau tipu muslihat. Bahkan, membawa pergi anak tetap dapat dipidana meski anak menyatakan kesediaannya, dengan ancaman hingga 7 tahun penjara.

Meski sebagian pasal bersifat delik aduan dan membuka ruang penyelesaian di luar pengadilan, KUHP baru secara tegas menempatkan perlindungan anak dan keluarga sebagai prioritas, menegaskan bahwa relasi asmara tidak dapat dijadikan alasan pembenar untuk melanggar hukum.

Stephanie Matto,asal Amerika Serikat, yang viral karena menjual kentut, Stephanie berhasil meraup hingga Rp717 juta ($50...
07/01/2026

Stephanie Matto,asal Amerika Serikat, yang viral karena menjual kentut, Stephanie berhasil meraup hingga Rp717 juta ($50.000) hanya dalam waktu satu minggu.

Total pendapatan dari bisnis ini diperkirakan mencapai Rp2,8 miliar ($200.000). la menjual kentutnya di dalam toples kaca yang diberi kelopak bunga (untuk menjaga aroma) seharga $500 hingga $1.000 (sekitar Rp7 juta - Rp14 juta) per toples.

✍️catat baik-baik dalam ingatan kita 👍
06/01/2026

✍️catat baik-baik dalam ingatan kita 👍

Mulai 2 Januari 2026, menghina orang lain dengan sebutan binatang seperti kata “anjing” bisa berujung pidana. Aturan ini...
06/01/2026

Mulai 2 Januari 2026, menghina orang lain dengan sebutan binatang seperti kata “anjing” bisa berujung pidana. Aturan ini tertuang dalam KUHP baru, yang mengatur bahwa penghinaan dengan sengaja, baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan, dapat dikenai hukuman penjara maksimal 6 bulan atau denda hingga Rp10 juta.

Aturan ini bertujuan untuk menekan normalisasi penghinaan verbal di masyarakat serta memberikan perlindungan hukum bagi korban. Tak hanya kata “anjing”, penghinaan dengan sebutan binatang lain seperti “babi” juga dapat dikenai sanksi serupa. Gimana menurut kalian? 🐶🐷🐵💭

Seorang pendeta Afrika Selatan bernama Christ Penelope viral karena mengklaim bisa menyembuhkan jemaat dengan cara kentu...
06/01/2026

Seorang pendeta Afrika Selatan bernama Christ Penelope viral karena mengklaim bisa menyembuhkan jemaat dengan cara kentut di dekat wajah mereka. Ia mengatakan kentutnya membawa energi penyembuh untuk masalah fisik dan spiritual.

Metode ini menuai kecaman dari banyak pendeta lain karena dianggap tidak pantas, namun Penelope tetap membela diri dan menyebut tindakannya sebagai bentuk penyembuhan dari Tuhan.

upss🤓🧐
05/01/2026

upss🤓🧐

😁😁
05/01/2026

😁😁

Setuju kak Dasiah 🫡
04/01/2026

Setuju kak Dasiah 🫡

👍Acara Komedi Mens Rea masuk NetflixDunia komedi Indonesia baru saja mencetak sejarah! Pandji Pragiwaksono resmi menjadi...
04/01/2026

👍Acara Komedi Mens Rea masuk Netflix

Dunia komedi Indonesia baru saja mencetak sejarah! Pandji Pragiwaksono resmi menjadi komedian tanah air pertama yang merilis pertunjukan spesialnya secara global di Netflix. Berjudul "Mens Rea", acara ini langsung meledak dan jadi trending topic di mana-mana.

Sebelum tayang di Netflix, Mens Rea telah menjalani tur ke berbagai kota. Puncaknya terjadi pada 30 Agustus 2025 di Indonesia Arena, Jakarta. Dengan 10 Ribu Penonton, acara ini memecahkan rekor sebagai pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara. Selama dua jam, Pandji tampil tanpa sensor, mengupas tuntas isu politik yang kritis dengan humor pedas khasnya.

Sejak dirilis, Mens Rea langsung nangkring di peringkat pertama Top 10 Acara TV di Indonesia. Banyak orang penasaran karena cuplikan videonya yang viral di media sosial. Selain Pandji, dua komika pembuka yaitu Ben Dhanio dan Dany Beler juga sukses mencuri perhatian penonton.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi Pandji sebagai komedian papan atas. Namun, ia tidak berhenti di sini. Di tahun ketiganya menetap di luar negeri, Pandji kini sedang berjuang merintis karier di pusat komedi dunia, yaitu Amerika Serikat, demi mengejar mimpi besarnya menjadi komedian internasional. (VOI)

Langkah yang diambil Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari patut diapresiasi. Di tengah kesibukan sebagai pengemudi ojek on...
04/01/2026

Langkah yang diambil Didi Supandi dan Wahyu Triana Sari patut diapresiasi. Di tengah kesibukan sebagai pengemudi ojek online dan pedagang online, pasangan suami istri ini justru memilih berdiri di garis depan memperjuangkan hak jutaan konsumen internet di Indonesia.

Mereka menggugat aturan penghangusan sisa kuota internet ke Mahkamah Konstitusi (MK), sebuah kebijakan yang selama ini diterima begitu saja, meski diam-diam merugikan masyarakat. Gugatan yang teregistrasi dengan Nomor Perkara 273/PUU-XXIII/2025 itu menyasar Pasal 71 angka 2 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, yang mengubah ketentuan dalam Undang-Undang Telekomunikasi.

Internet Bukan Lagi Sekadar Hiburan

Bagi sebagian orang, internet mungkin hanya alat hiburan. Namun bagi Didi dan Wahyu — dan jutaan pekerja digital lainnya — internet adalah urat nadi penghidupan. Tanpa kuota, tak ada orderan. Tanpa koneksi, roda ekonomi keluarga bisa berhenti.

Karena itu, kebijakan penghangusan kuota dinilai tidak adil. Konsumen sudah membayar lunas, tetapi manfaat yang diterima bisa hilang hanya karena masa aktif berakhir. Dalam logika keadilan, ini jelas janggal.

Ketimpangan yang Terlalu Jelas

Dalam gugatannya, para pemohon menyoroti adanya ketimpangan ekstrem antara operator telekomunikasi dan konsumen. Operator diberi kewenangan sepihak untuk menghanguskan kuota, sementara konsumen tidak memiliki ruang tawar.

Hubungan hukum yang seharusnya setara berubah menjadi relasi timpang. Konsumen diposisikan sebagai pihak lemah, padahal merekalah yang membiayai layanan tersebut.

Kuota Adalah Hak Milik

Argumen paling kuat dari gugatan ini adalah soal hak kepemilikan. Ketika konsumen membeli paket data, pada saat itu p**a terjadi peralihan hak atas kuota tersebut. Kuota bukan lagi milik operator, melainkan milik pengguna.

Jika kuota yang sudah dibayar dapat dihapus sepihak, maka prinsip kepastian hukum dan perlindungan hak milik sebagaimana dijamin Pasal 28D dan Pasal 28H UUD 1945 patut dipertanyakan.

Perbandingan yang Menyadarkan

Pasangan ini juga mengajukan perbandingan yang sangat masuk akal: token listrik. Listrik yang dibeli tidak hangus meski tidak langsung habis digunakan. Mengapa kuota internet diperlakukan berbeda?

Perbedaan perlakuan ini menunjukkan adanya kebijakan yang diskriminatif dan tidak sejalan dengan semangat perlindungan konsumen.

Negara Tidak Boleh Diam

Dengan tetap mengesahkan aturan penghangusan kuota tanpa mekanisme perlindungan konsumen, negara dinilai lalai menjalankan kewajiban konstitusionalnya. Dalam istilah hukum, ini disebut sebagai constitutional omission — pengabaian tanggung jawab negara terhadap hak warga.

Padahal, Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan jelas mewajibkan pelaku usaha memberikan manfaat yang sepadan dengan nilai transaksi, termasuk kompensasi atau pengembalian jika terjadi kerugian.

Gugatan untuk Semua, Bukan Sekadar Dua Orang

Yang dilakukan Didi dan Wahyu bukan semata soal kepentingan pribadi. Ini adalah perjuangan kolektif. Jika dikabulkan, gugatan ini berpotensi mengubah wajah perlindungan konsumen digital di Indonesia.

Dalam petitumnya, mereka tidak menuntut hal berlebihan. Mereka hanya meminta keadilan:

🇲🇨sisa kuota dapat diakumulasi,

🇲🇨atau dikonversi menjadi pulsa,

🇲🇨atau dikembalikan dananya secara proporsional.

Di tengah dominasi korporasi besar, keberanian pasangan suami istri ini adalah pengingat bahwa konstitusi seharusnya berdiri bersama rakyat, bukan hanya pemodal. Gugatan ini layak didukung, karena menyuarakan keresahan nyata masyarakat yang selama ini dipaksa diam dan menerima ketidakadilan sebagai “aturan biasa”.

Jika internet adalah kebutuhan pokok era digital, maka hak atas kuota yang sudah dibayar adalah hak yang tidak boleh dihanguskan begitu saja.

Rata-rata, manusia bisa buang angin hingga 23 kali sehari, dan meskipun pria melakukannya lebih sering, sebuah studi men...
01/01/2026

Rata-rata, manusia bisa buang angin hingga 23 kali sehari, dan meskipun pria melakukannya lebih sering, sebuah studi mengungkapkan bahwa gas dari wanita memiliki bau yang lebih menyengat; namun, hal ini bisa jadi menguntungkan.

Pada tahun 1998, ahli gastroenterologi Dr. Michael Levitt, yang tak malu dijuluki sebagai "raja kentut", memberi makan relawan dengan kacang dan pencahar, lalu mengumpulkan gas mereka dalam kantong khusus untuk dianalisis. Hasilnya jelas: gas dari wanita dinilai lebih intens, terutama karena memiliki konsentrasi hidrogen sulfida yang lebih tinggi, senyawa yang bertanggung jawab atas bau khas telur busuk.

Dan inilah kejutan yang tak terduga. Hidrogen sulfida yang sama, dalam dosis terkontrol, telah dipelajari karena kemungkinan efek protektifnya pada otak.

Pada tahun 2021, sebuah penelitian dari Johns Hopkins menunjukkan bahwa tikus yang diberi senyawa turunan dari zat ini mengalami peningkatan hingga 50% dalam memori dan keterampilan motorik mereka, dan bahkan sebagian membalikkan gejala kognitif yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif.

Jadi, lain kali ketika seseorang mengeluhkan baunya, katakan: “Saya sedang melindungi otak saya”.

Address

Kupang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NTT Klasik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share