Bali Shanti

Bali Shanti Dumogi Rahayu sareng sami 🙏🙏♥️♥️🫶

Penyeneng dalam banten pejati adalah jejahitan simbolis yang berfungsi sebagai alat untuk nuntun (menuntun) dan menurunk...
26/01/2026

Penyeneng dalam banten pejati adalah jejahitan simbolis yang berfungsi sebagai alat untuk nuntun (menuntun) dan menurunkan prabhawa (sinar suci) Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sebagai lambang Tri Murti dan alat penyucian diri, penyeneng mengandung komponen seperti tepung tawar (Siwa), sisig (Brahma), dan porosan (Wisnu), serta sering disebut sebagai tehenan/pabuat.

"Dumogi Rahayu sareng sami"

By : Bali Shanti

Karma phala adalah hukum sebab-akibat dalam ajaran Hindu, di mana setiap perbuatan (karma)—baik melalui pikiran, perkata...
24/01/2026

Karma phala adalah hukum sebab-akibat dalam ajaran Hindu, di mana setiap perbuatan (karma)—baik melalui pikiran, perkataan, maupun tingkah laku—pasti membuahkan hasil (phala).

Perbuatan baik akan menghasilkan kebahagiaan, sementara perbuatan buruk menghasilkan penderitaan.
Ini adalah hukum universal yang berlaku bagi semua orang, kapan pun dan di mana pun.

Tiga jenis Karma phala menurut waktunya adalah:

*Sancita Karma Phala: Hasil perbuatan di kehidupan terdahulu yang baru dinikmati pada kehidupan sekarang.

*Prarabdha Karma Phala: Hasil perbuatan di kehidupan sekarang yang dinikmati pada saat ini juga.

*Kryamana Karma Phala: Perbuatan yang dilakukan saat ini, namun hasilnya baru akan dinikmati pada kehidupan mendatang.

Konsep ini mengajarkan tanggung jawab pribadi, kehati-hatian dalam bertindak, dan dorongan untuk selalu berbuat kebaikan (dharma).

( Marilah menanamkan perbuatan baik agar senantiasa karma baiklah yang akan kita terima )

"Semoga semua mahluk berbahagia"

By Bali Shanti

23/01/2026

Memanfaatkan tanaman yang ada sebagai kreativitas membuat canang sari. Rahayu sareng sami.



Mebanten Saiban (Yadnya Sesa) adalah persembahan harian umat Hindu Bali berupa sebagian kecil makanan yang baru dimasak ...
23/01/2026

Mebanten Saiban (Yadnya Sesa) adalah persembahan harian umat Hindu Bali berupa sebagian kecil makanan yang baru dimasak (nasi, lauk, garam) di atas daun pisang, dihaturkan setelah memasak di pagi hari sebelum menyantapnya.

Maknanya adalah wujud syukur kepada Tuhan, penyucian makanan, serta penerapan kesusilaan untuk berbagi dan tidak mementingkan diri sendiri.
Secara mendalam, makna mebanten saiban menurut Hindu meliputi:

*Wujud Rasa Syukur: Ungkapan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan) atas berkah makanan yang diperoleh hari itu.

*Penyucian Makanan (Penyupatan): Proses meningkatkan status makanan atau menyucikan bahan makanan yang mungkin berasal dari makhluk hidup, sehingga makanan tersebut layak dikonsumsi.

*Ajaran Kesusilaan (Anersangsya): Melatih diri untuk tidak egois (tidak mementingkan diri sendiri) dan mendahulukan kepentingan bersama atau makhluk lain (ambeg para mertha).

*Harmoni dengan Alam (Panca Maha Bhuta): Penghormatan kepada unsur-unsur alam, yang disimbolkan dengan menghaturkan saiban di lima titik (tanah, air, api/dapur, tempat beras, dan pelinggih).

Tradisi ini juga dikenal dengan istilah Ngejot, yang secara sederhana menekankan bahwa manusia wajib berbagi hasil buminya sebagai bentuk penghormatan kepada sang pencipta sebelum dinikmati sendiri.




Doa Sebelum melakukan pekerjaan dalam Agama HinduOṁ awighnam astu namo sidhham.Oṁ sidhirastu tad astu swāha.Oṁ Sang Hyan...
20/01/2026

Doa Sebelum melakukan pekerjaan dalam Agama Hindu

Oṁ awighnam astu namo sidhham.
Oṁ sidhirastu tad astu swāha.

Oṁ Sang Hyang Widhi Wasa, semoga atas perkenanMu, tiada suatu halangan bagi hamba memulai pekerjaan ini dan semoga berhasil baik.




Rahajeng siang.Dumogi Rahayu Sareng Sami
20/01/2026

Rahajeng siang.
Dumogi Rahayu Sareng Sami




20/01/2026

Tutorial Metanding Canang Sari :
Untuk para pemula
(Setiap daerah memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing)






Canang sari melambangkan rasa syukur, permohonan keseimbangan, dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, melambangk...
20/01/2026

Canang sari melambangkan rasa syukur, permohonan keseimbangan, dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi Wasa, melambangkan keharmonisan alam semesta melalui bunga berwarna-warni, nasi, dan sesajen simbolis lainnya. Maknanya mendalam, mewakili kesucian batin (sari) yang dipersembahkan dalam wadah sederhana (canang), menjadi bagian penting dari ritual harian sebagai pengingat akan spiritualitas dan rasa terima kasih.


Address

Kuta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bali Shanti posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share