02/08/2026
Kehancuran Karena Slot dan Terlalu Percaya Teman
Awalnya saya memiliki beberapa usaha, salah satunya bengkel. Alhamdulillah, saat itu usaha saya berkembang hingga memiliki empat cabang. Saya asli orang Jawa, tetapi tinggal di Bogor karena tiga cabang bengkel saya berada di wilayah Jawa Barat.
Dulu saya sama sekali tidak pernah bermain slot, bahkan bermain game online pun tidak. Namun, sejak tinggal di Bogor, saya dikenalkan oleh seorang teman pada permainan slot. Awalnya hanya iseng mencoba, tetapi lama-kelamaan saya kecanduan dan tidak bisa berhenti.
Setiap hari uang operasional bengkel habis untuk bermain slot. Kondisi usaha mulai berantakan. Kontrakan menunggak hingga dua bulan, stok sparepart habis, dan keuangan semakin memburuk.
Di tengah kondisi itu, saya bercerita kepada seorang teman yang juga memiliki bengkel. Ia menyarankan agar saya pindah ke bengkelnya karena katanya ia ingin pensiun dan menjual usahanya. Rencananya kami akan bekerja sama dengan sistem bagi hasil. Saya menyediakan alat, karyawan, dan menjalankan operasional bengkel, sedangkan ia menyediakan tempat serta stok sparepart yang masih cukup banyak. Keuntungan dari penjualan sparepart akan dibagi 50:50.
Karena ingin usaha saya kembali bangkit dan terlihat lebih besar, saya langsung menyetujui tawaran tersebut.
Beberapa waktu kemudian, ia meminta saya membayar biaya kontrakan bengkelnya terlebih dahulu sebesar Rp12 juta dengan alasan masa sewanya akan segera jatuh tempo. Di situlah kesalahan terbesar saya: terlalu percaya tanpa membuat perjanjian tertulis.
Setelah uang saya serahkan, ia justru menghilang tanpa kabar.
Saya sudah membuat laporan polisi sejak bulan Juni, tetapi hingga sekarang belum ada perkembangan yang berarti. Sementara itu, seluruh bengkel saya terpaksa tutup karena sudah tidak memiliki modal untuk beroperasi kembali.
Hari ini saya hanya bisa merenung dan berkata kepada diri sendiri, "Andai dulu saya tidak mengenal slot. Andai saya tidak begitu mudah percaya kepada oran