Erna irwan

Erna irwan berita terkini
berita artis
quotes
ibu rumah tangga

BANDA ACEH - RSUDZA Banda Aceh memastikan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) telah diberla...
04/05/2026

BANDA ACEH - RSUDZA Banda Aceh memastikan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) telah diberlakukan dalam sistem pelayanan rumah sakit. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada status kepesertaan pasien dalam sistem layanan.

Kepala Subbagian Infokom dan Kerja Sama RSUDZA, Rahmady, mengatakan penerapan Pergub JKA terkonfirmasi setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan. Ia menjelaskan, perubahan status peserta terjadi secara otomatis dalam sistem ketika kebijakan mulai berlaku.

“Begitu Pergub diberlakukan, sistem langsung menyesuaikan. Ada peserta yang sebelumnya terdaftar, namun saat dicek kembali status JKA-nya sudah tidak aktif,” kata Rahmady, Senin, 4 Mei 2026.

Meski demikian, ia menegaskan tidak ada penolakan terhadap pasien. RSUDZA tetap memberikan pelayanan, sembari menyelesaikan persoalan administratif melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh.

Rahmady mencontohkan, terdapat kasus pasien yang sempat tidak terdaftar dalam sistem JKA saat berobat. Namun, setelah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Aceh, status kepesertaan pasien tersebut kembali aktif pada hari yang sama.

“Pasien tetap kita layani. Administrasinya kita laporkan, dan kemudian status JKA pasien kembali aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sistem layanan kesehatan yang terintegrasi membuat setiap perubahan data akan langsung berdampak pada fasilitas layanan kesehatan. Karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi langkah utama dalam menangani kendala yang muncul di lapangan.

Selain itu, masyarakat yang mengalami kendala terkait status kepesertaan JKA diimbau melapor ke pemerintah setempat seperti desa atau kelurahan. Sementara fasilitas layanan kesehatan diminta berkoordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan.

“Sebagai institusi layanan, kami mengikuti kebijakan yang berlaku. Namun pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme penyelesaian jika ada kendala, dan sejauh ini bisa ditangani dengan baik,” kata Rahmady.

Sumber : AJNN. net

Irwandi Jual Rumah untuk Pengobatan di Korea, Steffy Burase Singgung Masalah JKADi sebuah ruang perawatan di Asan Medica...
03/05/2026

Irwandi Jual Rumah untuk Pengobatan di Korea, Steffy Burase Singgung Masalah JKA

Di sebuah ruang perawatan di Asan Medical Center, Seoul, Korea Selatan, hari-hari Irwandi Yusuf kini berjalan dalam ritme terapi dan kontrol medis yang ketat. Mantan Gubernur Aceh itu tengah menjalani proses pemulihan intensif, jauh dari tanah yang pernah ia pimpin.

Kabar terbaru datang dari sang istri, Steffy Burase. Ia memastikan kondisi Irwandi Yusuf dalam keadaan stabil, meski masih membutuhkan perawatan berkelanjutan.

“Terima kasih banyak atas perhatian dan doanya. Alhamdulillah, saat ini Bang Wandi dalam kondisi stabil dan sedang menjalani proses pengobatan serta pemulihan di Korea,” ujarnya kepada Serambi, Sabtu (2/5/2026).

Namun, di balik kata ‘stabil’, tersimpan perjalanan panjang dan pengorbanan yang tidak kecil. Keluarga Irwandi dihadapkan pada realitas biaya kesehatan yang tinggi. Untuk menopang terapi yang dijalani, mereka harus mengambil keputusan besar, menjual rumah.

“Kesehatan kadang memang punya harga tersendiri, bahkan sampai harus melepas tempat yang selama ini jadi rumah sekaligus tempat mencari nafkah. Bukan pilihan ringan, tapi prioritasnya jelas,” ujar Steffy.

Keputusan itu bukan sekadar soal materi, melainkan bentuk ikhtiar maksimal demi kesembuhan. Pengalaman ini sekaligus menjadi potret nyata betapa biaya pengobatan, terutama untuk penanganan serius, dapat melampaui kemampuan banyak keluarga.

Perjalanan pemulihan Irwandi tidak berlangsung singkat. Ia sempat menjalani perawatan di Aceh, sebelum dirujuk ke Jakarta, hingga akhirnya menjalani pengobatan lanjutan di Korea Selatan. Rangkaian tersebut menunjukkan proses yang tidak sederhana, berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lain, mencari penanganan terbaik seiring perkembangan kondisi.

Di Korea Selatan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui terapi rutin, pemantauan intensif, dan evaluasi berkala oleh tim medis. “Fokus utama kami sekarang ini adalah terapi, kontrol rutin, dan menjaga kondisi beliau agar terus membaik,” sebut Steffy.

“Mohon doanya agar seluruh proses pemulihan Bang Wandi dimudahkan, diberikan kesehatan, kekuatan, dan hasil terbaik,” tambahnya lagi.

Penggagas JKA

Di luar ruang perawatan, Irwandi Yusuf merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan Aceh pascakonflik dan pascatsunami. Ia menjabat sebagai Gubernur Aceh selama dua periode, yakni 2007-2012 dan 2017-2018.

Pada periode pertamanya, Irwandi dikenal membawa semangat rekonstruksi dan memperluas layanan publik. Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), program layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Aceh.

Program ini memperluas akses kesehatan secara signifikan dan membuat Irwandi dijuluki sebagai ‘Bapak JKA’. Dalam perkembangannya, JKA menjadi salah satu fondasi penting jaminan sosial daerah, meski belakangan juga menghadapi tantangan, terutama terkait pembiayaan dan penyesuaian dengan sistem nasional.

Namun, perjalanan politik Irwandi tidak sepenuhnya mulus. Pada periode keduanya, ia tersandung kasus hukum pada 2018 yang berujung pada proses penegakan hukum dan mengakhiri masa jabatannya lebih cepat. Ia kemudian menjalani proses hukuman hingga akhirnya dinyatakan bebas pada tahun 2022.(ra)

Singgung Masalah JKA

MERUJUK pada pengalaman pribadi yang ia jalani bersama suaminya Irwandi Yusuf, Steffy Burase juga menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat Aceh di tengah berbagai persoalan layanan kesehatan yang masih dihadapi.

Menurut Steffy, program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memiliki makna lebih dari sekadar kebijakan anggaran. Program tersebut, kata dia, telah menjadi sumber rasa aman bagi masyarakat, terutama setelah Aceh melewati masa sulit pascakonflik.

Ia mengaku tidak memiliki kapasitas untuk masuk terlalu jauh dalam polemik JKA yang berkembang saat ini. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan program tersebut tetap penting bagi perlindungan kesehatan rakyat.

Steffy menilai, evaluasi terhadap JKA memang perlu dilakukan, tetapi harus berbasis pada kondisi riil masyarakat, bukan semata-mata data administratif.

Pengalaman pribadi keluarganya, lanjut dia, menjadi gambaran nyata betapa mahalnya biaya kesehatan. Tidak semua masyarakat memiliki aset yang bisa dijual ketika menghadapi kondisi darurat. Karena itu, ia berharap pemerintah tetap menjaga keberlanjutan JKA dengan kebijakan yang adil dan tidak mengurangi rasa aman masyarakat.

“Kalau memang harus ditata ulang, lakukan dengan data yang adil, masa transisi yang jelas, dan jangan sampai masyarakat merasa perlindungan kesehatannya dicabut,” tuturnya.

Steffy juga mengungkapkan bahwa Irwandi Yusuf, yang dikenal sebagai penggagas JKA, masih menerima banyak aspirasi dari masyarakat terkait program tersebut. Namun, dengan kondisi kesehatannya saat ini yang masih menjalani pengobatan di Korea Selatan, Irwandi belum dapat terlibat aktif.

“Bang Wandi sangat prihatin melihat kondisi masyarakat saat ini terkait JKA. Banyak keluhan dan harapan yang masuk, tapi dengan kondisi beliau yang masih menjalani terapi di Seoul, belum memungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi panjang seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski berada di luar negeri, Steffy menegaskan bahwa perhatian dan doa mereka tetap tertuju untuk masyarakat Aceh. “JKA bukan sekadar program anggaran, tapi rasa aman rakyat. Jangan sampai masyarakat merasa kehilangan rasa aman,” pungkasnya.

Sumber: serambinews. com

Polisi berhasil m3mb3kuk dua bur0n kasus p3ncur1an hingga p3mbvnuh4n terhadap seorang lansia di Kota Pekan Baru, Riau di...
03/05/2026

Polisi berhasil m3mb3kuk dua bur0n kasus p3ncur1an hingga p3mbvnuh4n terhadap seorang lansia di Kota Pekan Baru, Riau di salah satu kecamatan di Aceh Tengah pada Jumat, 1 Mei 2026 sekira pukul, 17.00 WIB.

Kedua p3laku yakni S (33) dan AFT (21). Dalam p3nangk4pan itu, petugas turut m3ngamankan sejumlah b4rang bukt1, di antaranya cincin emas, uang asing sebesar 400 dolar Singapura, satu unit laptop merek HP, serta satu unit telepon genggam Samsung Galaxy.

Selanjutnya, pada Sabtu kemarin, kedua p3lakv beserta barang bukti telah diserahkan kepada tim Satreskrim Polresta Pekanbaru di Medan, Sumatera Utara, untuk menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi dan koordinasi yang solid antar satuan kepolisian dalam mengungkap kasus lintas wilayah.

“P3nangk4pan ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung pengungkapan t1nd4k p1d4na, termasuk yang melibatkan lintas daerah. Ke depan, koordinasi akan terus diperkuat demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Polres Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penegakan hukum secara profesional serta meningkatkan kerja sama dengan jajaran kepolisian di berbagai daerah.

Sebelumnya, Dumaris Boru Sitio (60) menjadi k0rb4n p3mbvnuh4n dirumahnya di Jalan Kurnia, Rumbai, Kota Pekanbaru pada 29 April 2026 lalu. K0rb4n ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi t3rgelet4k b3rsimbah d4r4h.

Rekaman CCTV mengungkap jejak para p3l4ku. Dari empat p3l4ku tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.

Dilansir dari detik.com, detik-detik aksi p3mbvnuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para p3l4ku datang menggunakan mobil hitam.

Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu k0rb4n berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.

Tak lama setelah itu, k0rb4n keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut 'tamu' tersebut. Wanita yang didvga menantunya sempat menyalami korban.

Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.

Hingga kemudian seorang pria yang d1duga s3lingkvhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia m3mvkulk4n kayu tersebut ke k3p4la k0rb4n hingga t3rkula1.

Sementara itu, informasi yang diperoleh, dua p3l4ku lainnya berhasil d1tangk4p di kawasan Binjai Sumatera Utara

Sumber : AJNN. net dengan judul : Dua P3laku P3mbunvhan Lansia di Riau D1tangk4p di Aceh Tengah.

Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda...
03/05/2026

Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat berwarna jingga di Desa Teupin Mane, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

“Harapan kami jangan lagi di tenda. Kami tidak sanggup. Kalau hujan dan petir, kami ketakutan,” kata Fitriani sambil menangis ketika ditemui Sabtu, 2 Mei 2026.

Sejak rumahnya hanyut dibawa arus Sungai Peusangan, bantuan yang diharapkan tak kunjung datang. Padahal, Fitriani sangat berharap pemerintah dapat menyediakan hunian sementara (huntara) atau bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan jatah hidup (jadup) agar keluarganya bisa bertahan.

Di lokasi itu, bukan hanya keluarganya yang hidup dalam keterbatasan. Dalam dua tenda yang berdiri berdampingan, terdapat dua kepala keluarga lain menggantungkan hidup sejak bencana terjadi setengah tahun lalu.

"Ada kakak saya serta mamak saya, kami hidup di dalam tenda," kata Fitriani.

Fitriani mengaku telah terdata sebagai korban yang kehilangan rumah. Namun hingga kini, ia belum menerima bantuan apa pun, baik DTH, jadup, maupun bantuan perabot rumah tangga.

“Kami tidak dapat apa-apa. Padahal kami benar-benar kehilangan semuanya,” kata Fitriani.

Ia menuturkan, rumahnya hilang terseret arus sungai, termasuk tanah yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka. Kondisi itu membuat keluarganya tidak memiliki aset tersisa untuk memulai kembali kehidupan.

Anak bungsunya yang baru berusia tiga tahun disebutnya mulai tidak tahan tinggal di bawah tenda. Namun keadaan memaksa mereka bertahan.

“Sudah enam bulan kami di sini. Kami sangat berharap ada bantuan, terutama DTH dan jadup,” kata Fitriani.

Ia juga mengaku sempat berupaya mencari tanah lain setelah mendengar syarat kepemilikan lahan menjadi salah satu ketentuan untuk mendapatkan bantuan rumah. Dengan berbagai cara, mereka mencoba mendapatkan sebidang tanah.

Namun hingga kini, bantuan hunian tetap belum terealisasi.

“Kami sampai berusaha mencari tanah sendiri, tapi walaupun sudah ada, rumah belum juga ada,” ujarnya.

Fitriani menegaskan, dirinya tidak pernah menolak tawaran hunian sementara. Sebaliknya, ia sangat berharap bantuan tersebut dapat segera diberikan agar keluarganya memiliki tempat berteduh yang lebih layak.

“Kami tidak pernah menolak huntara. Justru kami berharap sekali bisa dapat, supaya tidak lagi di tenda,” kata Fitriani.

M. Dedi suami Fitriani mengatakan pendataan korban banjir di Bireuen terasa janggal. Dia menyebutkan pada tahap kedua pendataan pekan lalu, mereka sebagai keluarga yang terdampak sepenuhnya seperti tak diperdulikan.

"Mereka datang. Bertemu dengan saya saja tidak. Kami benar-benar tak tahu harus kemana mengadu," kata Dedi.

Diketagui, Pemerintah Kabupaten Bireuen sebelumnya tidak mengusulkan pembangunan hunian sementara. Alasannya, sebagian penyintas disebut lebih memilih menerima dana tunggu hunian

Sumber: AJNN. net

1. Penyakit akibat wabah atau kejadian luar biasa2. Layanan kecantikan dan estetika, termasuk operasi plastik3. Perawata...
03/05/2026

1. Penyakit akibat wabah atau kejadian luar biasa
2. Layanan kecantikan dan estetika, termasuk operasi plastik
3. Perawatan ortodonti seperti pemasangan behel
4. Penyakit akibat tindak pidana, seperti penganiayaan atau kekerasan seksual
5. Cedera akibat tindakan menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri
6. Penyakit akibat konsumsi alkohol atau ketergantungan obat
7. Pengobatan infertilitas atau mandul
8. Cedera akibat kejadian yang dapat dicegah, seperti tawuran
9. Pengobatan yang dilakukan di luar negeri
10. Tindakan medis yang bersifat eksperimen atau percobaan
11. Pengobatan alternatif, komplementer, dan tradisional yang belum terbukti efektif
12. Alat kontrasepsi
13. Perbekalan kesehatan rumah tangga
14. Layanan yang tidak sesuai prosedur atau atas permintaan sendiri
15. Pelayanan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS (kecuali darurat)
16. Penyakit atau cedera akibat kecelakaan kerja yang sudah dijamin program lain
17. Kecelakaan lalu lintas yang sudah ditanggung program wajib lainnya
18. Layanan kesehatan terkait Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri
19. Layanan dalam kegiatan bakti sosial
20. Layanan yang sudah dijamin program lain
21. Layanan yang tidak berkaitan dengan manfaat jaminan Kesehatan

Sumber : CNBC Indonesia

Seorang remaja bernama Reza (12) warga S**a Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan ...
02/05/2026

Seorang remaja bernama Reza (12) warga S**a Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan h1lang t3rs3ret arus di kawasan intek bendungan Sungai Manggeng, pada Sabtu (2/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Peristiwa naas ini bermula ketika korban sedang mandi bersama teman-temannya di areal bendungan tersebut.

Diduga karena kondisi arus yang cukup kuat ditambah debit air yang mulai bertambah karena hujan, remaja tersebut kehilangan kendali dan t3rs3ret aliran air yang dalam.

Camat Manggeng, Ridhawiyardi, mengatakan bahwa laporan h1langnya Reza mulai meluas, dan pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari keberadaan k0rban.

"Benar, kita menerima laporan adanya warga atas nama Reza, h4nyut di Sungai Manggeng. Saat ini pencarian sedang diupayakan semaksimal mungkin," ujar Ridhawiyardi di lokasi.

Camat Ridhawiyardi mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di dekat aliran sungai atau bendungan.

"Kami meminta doa dari seluruh masyarakat agar ananda Reza segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kami juga meminta warga tidak berkerumun terlalu dekat dengan bibir sungai agar tidak menghambat proses evakuasi tim SAR," demikian tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan bersama masyarakat masih berupaya melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai untuk menemukan keberadaan k0rban.

Sumber: serambinews. com/Masrian Mizani

Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menjalani perawatan di Seoul, Korea Selatan. Kabar ini diketahui lewat akun Instagr...
02/05/2026

Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menjalani perawatan di Seoul, Korea Selatan. Kabar ini diketahui lewat akun Instagram milik istrinya, Steffy Burase.

Lewat postingan itu, Steffy tidak menyebutkan penyakit apa yang diderita suaminya itu. Namun ia mengatakan soal pentingnya menjaga kesehatan.

"Kesehatan kadang memang punya harga tersendiri, bahkan sampai harus melepas tempat yang selama ini jadi rumah sekaligus tempat mencari nafkah. bukan pilihan ringan, tapi prioritasnya jelas," kata Steffy Jumat, 1 Mei 2026.

Ia berharap pengobatan Irwandi yang dijalani di Korea Selatan menjadi ikhtiar sampai pada hasil terbaik.

"Asuransi kesehatan seharusnya jadi prioritas, bukan pelengkap," ujarnya.

"Karena pada akhirnya, keluarga bukan hanya tentang menjaga warisan ketika seseorang sudah tiada, tapi juga memastikan ia punya perlindungan saat masih berjuang untuk hidup."

Untuk semua yang sedang berjuang dengan caranya masing-masing, Steffy juga berdoa agar diberi kekuatan untuk melewati fase kehidupan yang tidak mudah.

"Mohon doanya agar kami juga mampu melalui semuanya dengan baik," katanya

Sumber: AJNN. net

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun.Syahrul Syamaun atau akrab disapa Linud, mantan kombatan GAM sekaligus mantan Wakil Bup...
01/05/2026

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun.

Syahrul Syamaun atau akrab disapa Linud, mantan kombatan GAM sekaligus mantan Wakil Bupati Aceh Timur dua periode, meninggal dunia, Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Kepulangan almarhum dibenarkan oleh keluarganya dan almarhum dikebumikan di kediamannya di Kecamatan Peureulak.

Syahrul Syamaun, lahir pada 13 Juli 1969 di Gampong Punti, Aceh Timur, ia menempuh pendidikan formal SD hingga STM dalam rentang waktu 1983 - 1989.

Semasa hidupnya mantan Wakil Bupati Aceh Timur periode 2012 hingga 2022 dikenal sebagai gerilyawan lapangan yang tangguh.

Kiprahnya tak henti di medan tempur, pada 2002 ia dipercaya mewakili GAM dalam Join Security Committe (JSC)
atau komite Keamanan gencatan senjata yang dibentuk sebagai bagian upaya perdamaian Aceh dan aktif hingga 2003.

Peran tersebut menempatkan Syahrul di garis terdepan diplomasi damai, jauh sebelum Perjanjian Helsinki ditandatangani pada 2005.

Pasca-perdamaian, ia turut ditugaskan dalam Tim Monitoring Perdamaian Aceh Komando Pusat untuk Wilayah Aceh Timur, mendampingi proses transisi dari konflik menuju rekonsiliasi.

Berjuang Melalui Jalur Politik

Setelah turun gunung dan bergabung dengan Komite Peralihan Aceh (KPA), Syahrul melanjutkan perjuangannya melalui jalur politik.

Pada 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Timur, posisi yang ia emban hingga 2020.

Karier politiknya mencapai puncak ketika ia terpilih sebagai Wakil Bupati Aceh Timur mendampingi Bupati Hasballah M. Thaib, yang akrab disapa Rocky.

Keduanya sama-sama berlayar di bawah bendera Partai Aceh.

Pasangan ini bahkan berhasil mempertahankan kepercayaan rakyat untuk periode kedua, sehingga Syahrul mengabdi sebagai Wakil Bupati Aceh Timur selama dua periode penuh, yakni 2012-2017 dan 2017-2022.

Kepergian Syahrul Syamaun meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Aceh Timur yang mengenalnya sebagai sosok pejuang yang konsisten dari hutan belantara hingga kursi pemerintahan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Sumber: serambinews. com

PERGERAKAN nilai tukar rupiah sepanjang April 2026, menunjukkan kecenderungan yang tidak bisa lagi dibaca secara sempit ...
01/05/2026

PERGERAKAN nilai tukar rupiah sepanjang April 2026, menunjukkan kecenderungan yang tidak bisa lagi dibaca secara sempit sebagai fenomena bilateral terhadap dolar AS semata.

Data pasar memperlihatkan bahwa rupiah tidak hanya melemah terhadap dolar AS, tetapi juga mengalami depresiasi terhadap sejumlah mata uang utama lain seperti yuan China, dolar Singapura, dan dolar Australia.

Dalam periode April 2026, rupiah terdepresiasi dari kisaran sekitar Rp 16.900 menjadi di atas Rp 17.200 per dolar AS (melemah sekitar 2 persen).

Sementara terhadap yuan bergerak dari kisaran Rp 2.480 ke Rp 2.530. Terhadap dolar Singapura dari Rp 13.100 ke sekitar Rp 13.600, serta terhadap dolar Australia dari Rp 11.900 ke kisaran Rp 12.300.

Pola ini menunjukkan bahwa pelemahan rupiah bersifat lintas mata uang (broad-based), bukan sekadar refleksi penguatan dolar AS. Secara historis, perhatian publik dan pembuat kebijakan sering kali terfokus pada pasangan rupiah terhadap dolar AS karena perannya sebagai mata uang global utama.

Namun, ketika pelemahan terjadi secara simultan terhadap beberapa mata uang kawasan dan mitra dagang utama, maka persoalannya tidak lagi sekadar soal penguatan dolar AS, melainkan indikasi penurunan daya saing relatif rupiah dalam lanskap global.

Sumber: kompas. com/Werdha Candratrilaksita

Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah m3ng4lam1 k3kal4h4n dalam k0nfr0ntasi m1lit3rnya dengan Ir4...
30/04/2026

Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah m3ng4lam1 k3kal4h4n dalam k0nfr0ntasi m1lit3rnya dengan Ir4n.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan tertulis pada Kamis (30/4/2026) yang kemudian dibacakan di televisi pemerintah Iran.

Menurut laporan AFP dan dipublikasikan ulang oleh IRNA, Mojtaba menyebut bahwa dua bulan setelah p3ng3r4han m1lit3r dan “4gr3si terbesar” di kawasan, AS m3ng4lami “k3k4lah4n m3m4lukan” dalam rencananya.

Dalam pernyataannya, Mojtaba mengatakan bahwa situasi baru sedang muncul di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Hari ini, dua bulan setelah pengerahan m1l1ter dan 4gr3si terbesar oleh para p3ngg4nggu dunia di kawasan ini, dan k3k4lahan m3m4lukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang terungkap untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka peringatan Hari Teluk Persia Nasional, yang merujuk pada sejarah p3ngus1ran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada tahun 1622.

Mojtaba juga menyinggung perkembangan k0nfl1k yang disebutnya terjadi sejak akhir Februari, ketika k3teg4ngan antara AS–Isr4hel dan Iran m3ningk4t.

Ia menyebut rakyat Iran telah menyaksikan “keteguhan, kewaspadaan, dan p3rju4ngan berani” dari pasukan Iran selama periode tersebut.

Dalam bagian lain pesannya, ia mengklaim bahwa masa depan kawasan Teluk Persia akan terbebas dari p3ng4ruh Amerika Serikat.

“Masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan t4np4 Amerika dan untuk melayani kemajuan, kenyamanan, dan kemakmuran rakyatnya,” katanya.

Sumber: serambinews

Address

Jalan A. Yani
Langsa
24416

Telephone

+6285261825272

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Erna irwan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Erna irwan:

Share