03/05/2026
Irwandi Jual Rumah untuk Pengobatan di Korea, Steffy Burase Singgung Masalah JKA
Di sebuah ruang perawatan di Asan Medical Center, Seoul, Korea Selatan, hari-hari Irwandi Yusuf kini berjalan dalam ritme terapi dan kontrol medis yang ketat. Mantan Gubernur Aceh itu tengah menjalani proses pemulihan intensif, jauh dari tanah yang pernah ia pimpin.
Kabar terbaru datang dari sang istri, Steffy Burase. Ia memastikan kondisi Irwandi Yusuf dalam keadaan stabil, meski masih membutuhkan perawatan berkelanjutan.
“Terima kasih banyak atas perhatian dan doanya. Alhamdulillah, saat ini Bang Wandi dalam kondisi stabil dan sedang menjalani proses pengobatan serta pemulihan di Korea,” ujarnya kepada Serambi, Sabtu (2/5/2026).
Namun, di balik kata ‘stabil’, tersimpan perjalanan panjang dan pengorbanan yang tidak kecil. Keluarga Irwandi dihadapkan pada realitas biaya kesehatan yang tinggi. Untuk menopang terapi yang dijalani, mereka harus mengambil keputusan besar, menjual rumah.
“Kesehatan kadang memang punya harga tersendiri, bahkan sampai harus melepas tempat yang selama ini jadi rumah sekaligus tempat mencari nafkah. Bukan pilihan ringan, tapi prioritasnya jelas,” ujar Steffy.
Keputusan itu bukan sekadar soal materi, melainkan bentuk ikhtiar maksimal demi kesembuhan. Pengalaman ini sekaligus menjadi potret nyata betapa biaya pengobatan, terutama untuk penanganan serius, dapat melampaui kemampuan banyak keluarga.
Perjalanan pemulihan Irwandi tidak berlangsung singkat. Ia sempat menjalani perawatan di Aceh, sebelum dirujuk ke Jakarta, hingga akhirnya menjalani pengobatan lanjutan di Korea Selatan. Rangkaian tersebut menunjukkan proses yang tidak sederhana, berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lain, mencari penanganan terbaik seiring perkembangan kondisi.
Di Korea Selatan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap melalui terapi rutin, pemantauan intensif, dan evaluasi berkala oleh tim medis. “Fokus utama kami sekarang ini adalah terapi, kontrol rutin, dan menjaga kondisi beliau agar terus membaik,” sebut Steffy.
“Mohon doanya agar seluruh proses pemulihan Bang Wandi dimudahkan, diberikan kesehatan, kekuatan, dan hasil terbaik,” tambahnya lagi.
Penggagas JKA
Di luar ruang perawatan, Irwandi Yusuf merupakan salah satu figur penting dalam perjalanan Aceh pascakonflik dan pascatsunami. Ia menjabat sebagai Gubernur Aceh selama dua periode, yakni 2007-2012 dan 2017-2018.
Pada periode pertamanya, Irwandi dikenal membawa semangat rekonstruksi dan memperluas layanan publik. Salah satu kebijakan yang paling menonjol adalah Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), program layanan kesehatan gratis bagi masyarakat Aceh.
Program ini memperluas akses kesehatan secara signifikan dan membuat Irwandi dijuluki sebagai ‘Bapak JKA’. Dalam perkembangannya, JKA menjadi salah satu fondasi penting jaminan sosial daerah, meski belakangan juga menghadapi tantangan, terutama terkait pembiayaan dan penyesuaian dengan sistem nasional.
Namun, perjalanan politik Irwandi tidak sepenuhnya mulus. Pada periode keduanya, ia tersandung kasus hukum pada 2018 yang berujung pada proses penegakan hukum dan mengakhiri masa jabatannya lebih cepat. Ia kemudian menjalani proses hukuman hingga akhirnya dinyatakan bebas pada tahun 2022.(ra)
Singgung Masalah JKA
MERUJUK pada pengalaman pribadi yang ia jalani bersama suaminya Irwandi Yusuf, Steffy Burase juga menyoroti pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat Aceh di tengah berbagai persoalan layanan kesehatan yang masih dihadapi.
Menurut Steffy, program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memiliki makna lebih dari sekadar kebijakan anggaran. Program tersebut, kata dia, telah menjadi sumber rasa aman bagi masyarakat, terutama setelah Aceh melewati masa sulit pascakonflik.
Ia mengaku tidak memiliki kapasitas untuk masuk terlalu jauh dalam polemik JKA yang berkembang saat ini. Namun, ia menekankan bahwa keberadaan program tersebut tetap penting bagi perlindungan kesehatan rakyat.
Steffy menilai, evaluasi terhadap JKA memang perlu dilakukan, tetapi harus berbasis pada kondisi riil masyarakat, bukan semata-mata data administratif.
Pengalaman pribadi keluarganya, lanjut dia, menjadi gambaran nyata betapa mahalnya biaya kesehatan. Tidak semua masyarakat memiliki aset yang bisa dijual ketika menghadapi kondisi darurat. Karena itu, ia berharap pemerintah tetap menjaga keberlanjutan JKA dengan kebijakan yang adil dan tidak mengurangi rasa aman masyarakat.
“Kalau memang harus ditata ulang, lakukan dengan data yang adil, masa transisi yang jelas, dan jangan sampai masyarakat merasa perlindungan kesehatannya dicabut,” tuturnya.
Steffy juga mengungkapkan bahwa Irwandi Yusuf, yang dikenal sebagai penggagas JKA, masih menerima banyak aspirasi dari masyarakat terkait program tersebut. Namun, dengan kondisi kesehatannya saat ini yang masih menjalani pengobatan di Korea Selatan, Irwandi belum dapat terlibat aktif.
“Bang Wandi sangat prihatin melihat kondisi masyarakat saat ini terkait JKA. Banyak keluhan dan harapan yang masuk, tapi dengan kondisi beliau yang masih menjalani terapi di Seoul, belum memungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi panjang seperti sebelumnya,” ujarnya.
Meski berada di luar negeri, Steffy menegaskan bahwa perhatian dan doa mereka tetap tertuju untuk masyarakat Aceh. “JKA bukan sekadar program anggaran, tapi rasa aman rakyat. Jangan sampai masyarakat merasa kehilangan rasa aman,” pungkasnya.
Sumber: serambinews. com