buku catatan andraa

buku catatan andraa menikmati aliran air.

10/10/2024
Malam bae... untuk semua karyawan Meta... hahaha
19/09/2024

Malam bae... untuk semua karyawan Meta... hahaha

ada keindahan di kawaliwu
06/05/2024

ada keindahan di kawaliwu

Saya telah menerima 500 tanggapan pada postingan saya dalam 30 hari terakhir. Terima kasih atas dukungan Anda. 🙏🤗🎉
13/04/2024

Saya telah menerima 500 tanggapan pada postingan saya dalam 30 hari terakhir. Terima kasih atas dukungan Anda. 🙏🤗🎉

19/03/2024

2024: Refleksi 11
Rm. Aurelius Pati Soge, SVD
Sabtu, 16 Maret 2024

_*PINTU RAHMAT SELALU TERBUKA, JANGANLAH DIABAIKAN!*_

Anggaplah ini sebagai kebetulan, tetapi bacaan-bacaan selama pekan ini *(BHSF 931-945)* menonjolkan tiga tema penting yang selaras dengan Masa Prapaskah, masa kita mempersiapkan diri merayakan sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Tiga tema itu adalah mati raga, tobat dan pengampunan.

Santa Faustina sangat menghargai mati raga sebagai persembahan pribadinya kepada Tuhan demi keselamatan jiwa-jiwa. Ketika ia dilarang dokter melakukan mati raga yang berat, ia tetap melakukan wujud-wujud yang ringan, seperti tidur tanpa bantal, makan seperlunya saja dan berdoa koronka dengan tangan terentang. Semuanya demi keselamatan orang berdosa dan peneguhan bagi para imam agar dapat membawa hati yang berdosa kepada pertobatan *(bdk. BHSF 934)*. Sadar akan pentingnya tugas para imam dalam Sakramen Pengampunan Dosa, ia berharap agar orang-orang beriman mendukung para imam *(bdk BHSF 931, 941)* yang melayani pengakuan dosa dan bimbingan rohani *(bdk. BHSF 937-939)*. Sekali lagi, mati raga, tobat dan pengampunan.

Pengampunan itu ibarat pintu rahmat Tuhan bagi jiwa-jiwa yang hendak menggapai kesempurnaan hidup dalam kasih Tuhan. Namun pintu itu tidak lebar. Ada syarat yang harus dipenuhi. Dalam kotbah di bukit, Yesus mengingatkan hal ini, kata-Nya, “Masuklah melalui pintu yang sempit, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya" *(Mat 7:13-14)*. Pintu yang sempit dan jalan yang sesak di sini adalah mati raga dan tobat, kebajikan iman penting di dalam Masa Prapaskah.

Saudara, Tuhan selalu memanggil dirimu, maka janganlah menutupi telinga. Ia membuka jalan menuju hidup maka janganlah menutupi mata. Ia menyertaimu berjalan maka jangan menahan langkah. Ia berdiri di gerbang kemuliaan menantimu, maka janganlah berbelok arah. Janganlah mengabaikan kerahiman-Nya yang tak terselami dalamnya ini.

Yesus, Engkaulah andalanku.

Nyeleneh.
14/03/2024

Nyeleneh.

Betul ?
13/03/2024

Betul ?

10/03/2024

2024: Refleksi 10
Rm. Aurelius Pati Soge, SVD
Sabtu, 9 Maret 2024

MURID YANG SETIA LAYAK MEMIKUL SALIB YANG LEBIH BERAT

Saya percaya, orang-orang seperti Santa Faustina dipilih Tuhan untuk menjadi contoh bagi para pengikut Kristus yang tidak mau menanggung penderitaan salib. Ketika berbicara tentang salib, kita cenderung melihat Yesus hanya sebagai Tuhan yang memiliki daya supranatural, sehingga IA sanggup menanggung penderitaan-Nya. Kita lupa, bahwa murid Tuhan justru diharapkan memanggul salib bersama Dia. Dalam pewahyuan-Nya kepada Santa Faustina, Yesus berkata, “Aku minta darimu persembahan yang sempurna dan yang terbakar seluruhnya, yakni persembahan kehendak. Tidak ada pengurbanan lain yang dapat dibandingkan dengan yang satu ini. Aku sendiri sedang mengarahkan hidupmu dan mengatur segala sesuatu sedemikian rupa sehingga bagi-Ku engkau akan menjadi suatu kurban lestari dan akan selalu melaksanakan kehendak-Ku. Dan untuk menggenapi kurban ini, engkau akan menyatukan dirimu dengan Aku di salib. […] Janganlah ada sesuatu yang menggentarkan hatimu. Aku menyertaimu” *(BHSF 923)*. Santa Faustina memperoleh banyak karunia berkat, tetapi darinya juga dituntut komitmen salib yang melebihi banyak orang lain.

Tuhan menghendaki para murid memikul salib dan mengikuti jejak langkah-Nya *(bdk. Mat 16:24*), karena salib itu memurnikan kita dari dosa. Untuk itu, Ia memberi daya iman yang menyanggupkan kita memikul salib itu. Tetapi konsekuensinya, semakin besar karunia, semakin besar tuntutan salib. Dalam perumpamaan tentang talenta, Tuhan memuji hamba yang mengembangkan talenta itu. “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam hal yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar” *(Mat 25:23)*. Kepada yang sudah memiliki, akan ditambahkan karunia yang lain lagi *(bdk. Mat 25:29)*.

Saudara, menurut pandangan manusia, ini tentu bukan kabar gembira. Siapa yang mau menderita? Namun sebagai murid Tuhan, kita perlu mengingatkan diri tentang makna luhur salib. Ingat kata-kata Yesus, “Apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” *(Yoh 12:32)*. Kita tidak usah mencari salib, tetapi ketika salib itu datang, janganlah berpaling dari kehendak Tuhan karena dengan itu anda membantu Kristus menarik semua orang datang kepada-Nya.

*Yesus, Engkaulah andalanku.*

Address

Larantuka

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when buku catatan andraa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share