Jejak Langkah

Jejak Langkah 📌Nusa Tenggara Timur

14/08/2026

Sejak Piala Soeratin U17 Tahun 2019 di Ende Team Tuan Rumah Tidak menjamin Jadi Juaranya.
Piala Soeratin U17 di Bejawa Tahun 2023, PSN Ngada juara karena memang kualitasnya bagus. ETMC pun demikian. Tahun 2022, 2023, 2025 Tuan Rumah tidak lagi menjadi Juara karena memang Tuan rumah kualitas teamnya masih belum mampu juara. Tuan rumah tidak berusaha menjadi juara dengan menghalalkan segala cara. Baru di tahun Tahun 2026 saat ini Piala Soeratin U17 di Maumere. Tuan rumah berusaha dengan segala cara untuk jadi juara. Karena Tuan Rumah Tidak pernah juara di luar kandang. Jadi mumpung jadi tuan rumah maka bisalah juara.
🤣🤣🤣

Hakim garis sudah tahu kok tapi Gesturnya yg salah. Waduh Wasit kau pikir kami tidak tahu aturan ka. Saat kejadian itu g...
13/08/2026

Hakim garis sudah tahu kok tapi Gesturnya yg salah. Waduh Wasit kau pikir kami tidak tahu aturan ka. Saat kejadian itu gestur wasit garis biasa saja/normal... Bendera hakim garis tetap pada posisi normal/biasa. Waktu yg bersamaan terjadi Penyerangan ke hakim garis??? Waduh ini sudah TIPU-TIPU. pada saat bola dihalau pemain BMP itu wasit tengah memberikan kesempatan play on. Wasit garis juga pada posisi biasa/normal. Setelah bola out lagi baru suporter merapat ke wasit, pemain Persami juga merapat ke wasit utk protes. Fakta di Lapangan jangan anda putar balik lah. Kami juga menonton langsung.

13/08/2026

*Skandal Garis Gawang Samador*
Dikutip dari Tulisan John Lobo (Pengajar di Akademi sepakbola Ricky Nelson).

Sepak bola usia muda seharusnya menjadi panggung kejujuran, tempat di mana keringat, kerja keras, dan mimpi anak-anak belasan tahun dirayakan. Namun, apa yang terjadi di Gelora Samador, Maumere, dalam ajang Piala Soeratin U-17 Zona NTT 2026 justru menyuguhkan drama picisan yang melukai Nurani.

Garis gawang di Gelora Samador seolah menjadi garis misteri yang penuh dengan kontroversi. Lihat saja bagaimana tim Bintang Timur Atambua (BTA) memilih jalan pahit untuk _Walk Out_ (WO) saat berhadapan dengan tuan rumah Persami Maumere. Puncaknya, pada Rabu (12/8) sore, laga antara Biru Muda Perkasa (BMP) Flores Timur melawan Persami kembali menyisakan bau tak sedap. Bola yang belum jelas melewati garis gawang mendadak disahkan menjadi gol setelah protes masif dari pemain tuan rumah.

Di mana ketegasan pengadil lapangan? Mengapa keputusan yang sangat menentukan lahir bukan dari ketajaman pengamatan, melainkan dari tekanan dan kepungan pemain? Sehari sebelumnya, Selasa (11/8), nasib serupa menimpa CBN Ngada saat melawan P***e. Bola yang terlihat jelas sudah menembus garis gawang justru dianulir. Dua kejadian beruntun dalam hitungan jam yang melanda tim berdedikasi tinggi seperti CBN Ngada dan BMP bukanlah kebetulan biasa ini adalah sinyal bahaya bagi kualitas dan integritas perangkat pertandingan kita.

Hal yang paling menyayat hati dari insiden BMP sore tadi bukanlah skor akhir 3:0. Hal paling menyakitkan adalah melihat anak-anak usia di bawah 17 tahun itu masuk kembali ke lapangan sambil menangis. Mereka dipaksa melanjutkan pertandingan dengan hati yang hancur dan semangat yang remuk. Mereka tidak kalah oleh taktik atau kualitas lawan, melainkan oleh peluit yang tak adil.

Piala Soeratin didesain untuk membentuk karakter dan mental juara. Namun, di Gelora Samador, apa yang dijarkan kepada mereka? Bahwa kerja keras berbulan-bulan bisa mendadak sirna hanya karena kepemimpinan wasit yang meragukan? Ini bukan lagi soal kalah atau menang, ini adalah pembunuhan karakter pemain muda secara perlahan.

Ironisnya, saat situasi memanas di lapangan, saluran siaran langsung di YouTube milik akun resmi pemerintah daerah justru mendadak terhenti. Di era digital, ketika publik menuntut transparansi, penghentian siaran ini justru menimbulkan tanda tanya besar yakni *_Apakah ada sesuatu yang sedang berusaha ditutupi dari mata publik?_*

Jika Asprov PSSI NTT dan komisi wasit terus tutup mata dan menganggap kontroversi semacam ini sebagai hal biasa dalam sepak bola, maka jangan salahkan publik jika legitimasi turnamen ini gugur. Publik tidak butuh pemakluman, publik butuh evaluasi total dan sanksi tegas bagi perangkat pertandingan yang terbukti lalai.

Jangan biarkan Gelora Samador dikenang bukan karena lahirnya bakat-bakat emas NTT, melainkan sebagai tempat di mana mimpi dan air mata anak-anak muda dikorbankan di ujung peluit yang bernoda.

Percakapan Wasit dan pemain BMP Wasit : Kalau main begini saya tidak bisa pimpin.Pemain BMP : Ayo wasit pimpin sampai se...
13/08/2026

Percakapan Wasit dan pemain BMP
Wasit : Kalau main begini saya tidak bisa pimpin.
Pemain BMP : Ayo wasit pimpin sampai selesai.
Kami saja bisa main sampai selesai.
Wasit Tegas❌
Wasit Merajuk ✅


🤣🤣🤣🤣

12/08/2026

LUCU BACA STATUS SALAH SATU WASIT DI FLORES TIMUR. PAKSA DIRI PINTAR TAPI MEMBUKA SENDIRI KEBODOHANYA.
Fakta pertama; Harusnya tidak ada tendangan pojok karena Pemain persami yg terakhir menyentuh bola. Saat kiper BMP tangkap bola, bola sudah di luar lapangan. Wasit garis juga TDK memberikan sinyal tendangan pojok. Kan lucu jika bola masih dalam lapangan lalu kiper tangkap bola dan wasit nyatakan bola sudah keluar.
Fakta kedua : jika bola sudah gol kenapa wasit garis yang berdiri posisi sejajar dengan garis lebar lapangan tidak mengangkat bendera dan memberi sinyal gol? Sehingga wasit utama mensahkan gol.
Fakta ketiga: wasit utama memberikan sinyal playo on (permainan dilanjutkan) sampai bola out.
Fakta keempat: saat bola out penonton masuk lapangan mengintimidasi Wasit garis. Pemain Persami pun melakukan protes.
Fakta kelima : wasit ke pinggir lapangan dan berdiskusi, lalu masuk lagi dan memutuskan gol untuk persami sambil memberikan sinyal melihat VAR
Fakta Kelima : VAR Tidak digunakan dalam kompetisi Piala Soeratin U17 dan memang tidak ada VAR.
Fakta keenam : penjelasan yang berbeda dari penilai Wasit dan Match Comisioner (Pengawas Pertandingan) yang menjelaskan adanya Miss Kontak antara wasit garis dan Wasit tengah, dimana wasit garis sudah memberikan sinyal gol tapi wasit tengah tidak perhatikan sehingga Play On. Fakta dalam video terlihat jelas bahwa wasit garis tidak memberikan sinyal gol. Bendera wasit garis tetap pada posisi normal ke bawah.

12/08/2026

Beberapa Fakta di Pertandingan Semifinal Piala Soeratin U17 NTT Tahun 2026 antara Tuan Rumah Persami Maumere VS BMP Flores Timur:
Fakta pertama; Harusnya tidak ada tendangan pojok karena Pemain persami yg terakhir menyentuh bola. Saat kiper BMP tangkap bola, bola sudah di luar lapangan. Kan lucu jika bola masih dalam lapangan lalu kiper tangkap bola dan wasit nyatakan bola sudah keluar.
Fakta kedua : jika bola sudah gol kenapa wasit garis yang berdiri posisi sejajar dengan garis lebar lapangan tidak mengangkat bendera dan memberi sinyal gol? Sehingga wasit utama mensahkan gol.
Fakta ketiga: wasit utama memberikan sinyal playo on (permainan dilanjutkan) sampai bola out.
Fakta keempat: saat bola out penonton masuk lapangan mengintimidasi Wasit garis. Pemain Persami pun melakukan protes.
Fakta kelima : wasit ke pinggir lapangan dan berdiskusi, lalu masuk lagi dan memutuskan gol untuk persami sambil memberikan sinyal melihat VAR
Fakta Kelima : VAR Tidak digunakan dalam kompetisi Piala Soeratin U17 dan memang tidak ada VAR.
Fakta keenam : penjelasan yang berbeda dari penilai Wasit dan Match Comisioner (Pengawas Pertandingan) yang menjelaskan adanya Miss Kontak antara wasit garis dan Wasit tengah, dimana wasit garis sudah memberikan sinyal gol tapi wasit tengah tidak perhatikan sehingga Play On. Fakta dalam video terlihat jelas bahwa wasit garis tidak memberikan sinyal gol. Bendera wasit garis tetap pada posisi normal ke bawah.

Fakta di Lapangan Gelora Samador Maumere dalam semifinal Piala Soeratin U17 Persami Maumere VS BMP Flores Timur adalah :...
12/08/2026

Fakta di Lapangan Gelora Samador Maumere dalam semifinal Piala Soeratin U17 Persami Maumere VS BMP Flores Timur adalah : Manager dan Pelatih BMP meminta pemain masuk lapangan dan menyelesaikan waktu pertandingan babak kedua meskipun pemain sudah tidak mau bermain lagi. Jadi yang tidak ada di Lapangan secara langsung jangan putar balik fakta lalu mencari celah untuk menjatuhkan Manager dan Pelatih BMP dengan cara membuat isu Pemain BMP TIDAK MAU MELANJUTKAN PERTANDINGAN KARENA PELATIH/MANAGER yang suruh. Orang seperti ini kayaknya mau cari keuntungan pribadi/kelompok dengan memanfaatkan moment ini🤣🤣🤣

Kalian Perkasa. Kalian Hanya biasa dikalahkan oleh Korps Mafia karena mereka tidak mampu kalahkan kalian dengan cara yan...
12/08/2026

Kalian Perkasa. Kalian Hanya biasa dikalahkan oleh Korps Mafia karena mereka tidak mampu kalahkan kalian dengan cara yang normal.. Melanjutkan bermain sampai selesai dan membiarkan Lawan memenangkan pertandingan adalah cara yang paling elegan.
Untuk Team wasit dan siapa saja yang mengambil keuntungan dari hasil pertandingan Semifinal Piala Soeratin U17 NTT 2026 antar Persami VS BMP, Ingat Tuhan tidak Tidur. Karma itu ada. Mungkin tidak sekarang tapi suatu saat nanti kebenaran akan menemukan jalannya. Karena doa orang2 apalagi anak2 yang TERZOLIMI yakin menembus langit.



12/08/2026

Kronologi kejadian. Bola dihalau oleh pemain BMP, permainan dilanjutkan. Ketika bola Out penonton dan pemain Persami protes ke wasit dan mendesak wasit mensahkan gol Persami. Kerena penonton masuk Lapangan maka Wasit garis dan Wasit utama ke pinggir lapangan. Wasit berdiskusi sendiri. Setelah diskusi wasit kembali ke lapangan. Wasit kemudian memberi sinyal Dengan tangan (biasanya sinyal ini artinya wasit melihat VAR). Lalu wasit meniup peluit, menunjuk titik tengah yang artinya gol utk Persami. Lucunya ketika pemain tanya wasit utama : dasarnya apa wasit menyatakan gol?? Wasit jawab : wasit garis takut Suporter. Aneh memang..
Apakah Sepakbola NTT sudah ada Mafia???

hasil drawing piala Soeratin Cup U17
25/07/2026

hasil drawing piala Soeratin Cup U17

Address

Larantuka

Telephone

+81246477558

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Jejak Langkah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Jejak Langkah:

Shortcuts

Share